Friday, June 1, 2018

Ragi Orang Farisi (1)

webmaster | 8:00:00 AM |
Ayat bacaan: Lukas 12:1
=========================
"Sementara itu beribu-ribu orang banyak telah berkerumun, sehingga mereka berdesak-desakan. Lalu Yesus mulai mengajar, pertama-tama kepada murid-murid-Nya, kata-Nya: "Waspadalah terhadap ragi, yaitu kemunafikan orang Farisi."

Dalam Alkitab dikatakan: "Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara." (Roma 8:29). Lalu dalam ayat lain dikatakan: "Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar." (2 Korintus 3:18).

Our ultimate goal in life is to become more and more like Jesus. Itu yang harus kita kejar selama kesempatan hidup masih ada pada kita. Kita belajar, mendalami Firman Tuhan, lantas mengaplikasikannya dalam bentuk nyata pada kehidupan sehari-hari. We think like Jesus think, we do like Jesus does. We give forgiveness like He gives, we show compassion and love like He does. Kita harus terus berproses hingga kita bisa semakin mendekati gambaranNya sehingga gambar Yesus yang benar bisa tercermin lewat cara, sikap, tingkah laku dan perilaku kita di tengah masyarakat. Setiap kebenaran Firman yang kita pelajari haruslah kita terapkan dan membawa kita ke dalam pertumbuhan iman, karena kalau kita berhenti hanya pada mencari ilmu tanpa disertai kematangan rohani, kita akan tumbuh menjadi orang-orang sombong.

Banyak orang yang terjatuh pada kesombongan rohani di saat mereka sedang bertekun mengejar 'the ultimate goal' ini. Penyakit ini bisa mulai menjangkit di masa pertumbuhan dan bisa terus bercokol bahkan sampai kita seharusnya sudah terjun dalam pelayanan.

Suatu kali saya berkunjung ke rumah seorang teman yang kebetulan sedang mengadakan persekutuan di rumahnya. Saat berdoa sebelum pulang, dalam doanya mereka mengatakan seperti ini: "Tuhan, jatuhkanlah hukuman pada si A karena dia melakukan hal buruk. Pada si B yang sudah lama tidak datang, si C yang imannya sekarang lemah" dan seterusnya. Saya terkejut, karena doa seharusnya tidak ditujukan untuk menjatuhkan penghakiman pada orang lain, apalagi sampai meminta Tuhan memberi hukuman segala. Ini menjadi salah satu bentuk kesombongan rohani, yang sebenarnya bukanlah hal baru karena sudah terjadi setidaknya sejak 2000 tahun lalu lewat kelakuan orang-orang Farisi dan juga Saduki.

Mari kita lihat apa yang dikatakan Yesus dalam Injil Lukas akan hal ini.

"Sementara itu beribu-ribu orang banyak telah berkerumun, sehingga mereka berdesak-desakan. Lalu Yesus mulai mengajar, pertama-tama kepada murid-murid-Nya, kata-Nya: "Waspadalah terhadap ragi, yaitu kemunafikan orang Farisi." (Lukas 12:1).

Perhatikan kata "pertama-tama". Begitu Yesus mulai mengajar, ia langsung menyasar hal kemunafikan orang Farisi yang dikatakan sebagai ragi. Kita tahu bahwa ragi adalah zat meyebabkan fermentasi. Ragi mengandung mikroorganisme seperti bakteri dan beberapa jenis jamur yang melakukan fermentasi dan media biakan bagi mikroorganisme tersebut. Meskipun ragi dipakai untuk membuat beberapa jenis makanan dan minuman seperti tempe, tape, roti atau bir, ragi sifatnya membusukkan dan ini dipakai Yesus untuk menggambarkan kemunafikan yang terdapat dalam sikap orang-orang Farisi. Kalau Yesus langsung menuju kepada ragi orang Farisi begitu mulai mengajar, itu artinya hal ini sangatlah penting. Yesus tahu bahwa saat orang berproses untuk menjadi semakin baik dalam kerohanian, ada bahaya yang bersembunyi disana yang harus benar-benar mendapat perhatian serius, dan itu adalah soal kemunafikan.

Dalam Matius 16:6 Yesus mengatakan "Yesus berkata kepada mereka: "Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap ragi orang Farisi dan Saduki". 

Siapa mereka ini? Orang Farisi adalah para pemimpin spiritual yang digambarkan sebagai pengamat dan penegak hukum Taurat yang sangat teliti. Mereka ini terkenal suka mencari dan memperhatikan hal-hal yang sangat kecil. Karena mereka menguasai hukum Taurat,  mereka menganggap diri mereka sebagai orang beragama yang saleh atau alim sehingga mereka memisahkan diri dari orang biasa. Orang Saduki adalah orang-orang dalam kelompok bangsawan yang berkuasa di Yerusalem, dimana imam-imam termasuk imam besar Yahudi biasanya juga digolongkan ke dalam kelompok ini.

(bersambung)


No comments :

Search

Bagi Berkat?

Jika anda terbeban untuk turut memberkati pengunjung RHO, anda bisa mengirimkan renungan ataupun kesaksian yang tentunya berasal dari pengalaman anda sendiri, silahkan kirim email ke: rho_blog[at]yahoo[dot]com

Bahan yang dikirim akan diseleksi oleh tim RHO dan yang terpilih akan dimuat. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Archive

Jesus Followers

Prayer Request

Community

Stats

eXTReMe Tracker