Monday, June 4, 2018

Ragi Orang Farisi (4)

webmaster | 8:00:00 AM |
(sambungan)

3. Lebih mementingkan adat istiadat daripada menyatakan kasih

Lihatlah berapa kali orang-orang Farisi ini berani mengecam Yesus karena lebih mementingkan aturan hari Sabat daripada menyatakan kasih sebagai sesuatu yang lebih penting yang menjadi esensi dasar Kekristenan.

Misalnya pada saat para murid Yesus memetik gandum pada hari Sabat dalam Matius 12:1-8. Mereka mengecam karena menganggap itu melanggar aturan tidak boleh bekerja pada hari Sabat. Padahal saat itu para murid memetik bulir gandum karena mereka lapar. Dengan kata lain, lebih baik tidak makan dan sakit daripada melanggar aturan tersebut.

Dan Tuhan Yesus menanggapi dengan berkata "Jika memang kamu mengerti maksud firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, tentu kamu tidak menghukum orang yang tidak bersalah. Karena Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat." (ay 7-8).

Dalam kesempatan lain lihat sebuah peristiwa saat mereka berusaha mencari kesalahan Yesus. "Di situ ada seorang yang mati sebelah tangannya. Mereka bertanya kepada-Nya: "Bolehkah menyembuhkan orang pada hari Sabat?" Maksud mereka ialah supaya dapat mempersalahkan Dia." (Matius 12:10).

Dan Yesus menegur mereka dengan memberi perumpamaan: " Tetapi Yesus berkata kepada mereka: "Jika seorang dari antara kamu mempunyai seekor domba dan domba itu terjatuh ke dalam lobang pada hari Sabat, tidakkah ia akan menangkapnya dan mengeluarkannya? Bukankah manusia jauh lebih berharga dari pada domba? Karena itu boleh berbuat baik pada hari Sabat." (ay 11-12). Atau lihatlah apa kata Yesus yang dicatat Markus berikut: "Kemudian kata-Nya kepada mereka: "Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membunuh orang?" Tetapi mereka itu diam saja." (Markus 3:4).

Betapa degilnya. Mereka mengetahui hukum, tapi tidak melihat esensinya. Kalau ada orang yang terkena serangan jantung dan butuh pertolongan, tapi bertepatan dengan hari Sabat, haruskah mereka dibiarkan mati saja karena dokter tidak boleh bekerja di hari itu? Atau, kalau ada orang yang kelaparan, apakah mereka harus kita biarkan saja sampai hari Sabat berakhir?

Inilah ragi orang Farisi berikutnya yang bisa mengkontaminasi kita. Ada banyak orang yang terjebak lebih mementingkan tata cara peribadatan, liturgi, ritual, gerak tubuh atau rangkaian kata ketimbang memahami esensi dari kebenaran yang dibawa Yesus dari Bapa Surgawi.

(bersambung)


No comments :

Search

Bagi Berkat?

Jika anda terbeban untuk turut memberkati pengunjung RHO, anda bisa mengirimkan renungan ataupun kesaksian yang tentunya berasal dari pengalaman anda sendiri, silahkan kirim email ke: rho_blog[at]yahoo[dot]com

Bahan yang dikirim akan diseleksi oleh tim RHO dan yang terpilih akan dimuat. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Archive

Jesus Followers

Prayer Request

Community

Stats

eXTReMe Tracker