Thursday, May 31, 2018

Simon Orang Farisi dan Wanita Berdosa (7)

webmaster | 8:00:00 AM |
(sambungan)

Sebagai orang Farisi, Simon menguasai seluk beluk kitab Taurat. Sebagai orang Farisi, Simon termasuk mereka yang berdiri di jalan-jalan menyatakan kedekatan mereka dengan Tuhan dan menunjukkan bahwa mereka orang pilihan yang paling berhak mengajarkan isi kitab. Seharusnya mereka ini menjadi garda terdepan yang menyatakan kasih Allah. Tapi sebaliknya, para orang Farisi ini justru menganggap kehormatan itu sebagai jurang besar yang memisahkan antara diri mereka dengan orang lain. Hati mereka tertutup oleh pembenaran diri sendiri.

Sementara wanita berdosa itu kemungkinan besar di jalan. Dia tidak menguasai isi kitab, pengetahuannya tentang Tuhan jelas sangat terbatas, kalau tidak bisa dibilang sangat minim. Orang sepertinya yang tidak mengenal Tuhan secara baik logikanya akan menjauhi atau tidak peduli terhadap keberadaan Yesus di kotanya. Tapi yang terjadi justru sebaliknya. Wanita iniah yang bersujud di depan Yesus, meletakkan wajahnya di kaki Yesus, menangis disana, mengeringkan dengan rambutnya sendiri dan meminyaki kaki Yesus dengan minyak wangi. Ia membuka hatinya dan memohon belas kasih dari Yesus dengan tulus dan jujur.

Di posisi mana kita berdiri hari ini? Apakah ada di posisi Simon orang Farisi yang merasa paling benar dan tidak perlu menghormati Tuhan meski masih membutuhkan, atau ada di posisi wanita berdosa yang sadar diri dan dengan hati lembut merendahkan diri di kaki Tuhan dan mempersembahkan apa yang terbaik yang kita miliki untuk Dia?

Saatnya hari ini untuk datang kepadaNya, duduk di kakiNya, dengar suaraNya dan sembah Dia dengan sepenuh hati. Tuhan Yesus tetap akan datang memenuhi undangan siapapun, tapi Dia akan menyambut mereka yang:
- menyembahNya dengan sungguh-sungguh
- memiliki kesadaran diri dan bukan pembenaran diri
- menghargai/mensyukuri pengampunan dan kasih karuniaNya, yang hidupnya diliputi kasih Tuhan

Tidak perlu malu jika kita masih punya banyak dosa, karena Yesus siap mengampuni semuanya sehingga kita, seperti wanita berdosa itu bisa keluar dengan selamat. Sebaliknya, hindari sikap hati seperti Simon orang Farisi. Sadari bahwa semua berasal dari Tuhan dan kita tetap membutuhkan pengampunanNya. Hargai kasih karunia yang diberikan dengan penuh hormat, dan tetaplah hidup dalam kasih. We might be mighty sinners, but never forget that we have a mighty Savior.

Great love comes from great forgiveness

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

No comments :

Search

Bagi Berkat?

Jika anda terbeban untuk turut memberkati pengunjung RHO, anda bisa mengirimkan renungan ataupun kesaksian yang tentunya berasal dari pengalaman anda sendiri, silahkan kirim email ke: rho_blog[at]yahoo[dot]com

Bahan yang dikirim akan diseleksi oleh tim RHO dan yang terpilih akan dimuat. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Archive

Jesus Followers

Prayer Request

Community

Stats

eXTReMe Tracker