=====================
"Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya.."
Kita selalu menantikan turunnya berkat Tuhan dalam pekerjaan kita. Tidak ada orang yang ingin statis, semuanya ingin mengalami peningkatan dalam pencapaian mereka. Tapi seringkali sebuah peningkatan tidak mengarah kepada kehidupan yang lebih santai. Justru peningkatan membuat kita harus bekerja lebih dari biasanya. Lebih keras, lebih lama dan lebih sulit. Itu akan menyertai sebuah peningkatan karir atau usaha kita. Dan masalah baru pun akan muncul disini. Dulu pekerjaan kita mungkin masih rendah, di saat seperti itu kerja relatif ringan dan kita pun meminta Tuhan memberkati kita dengan peningkatan. Tetapi ketika peningkatan hadir, kita menjadi tidak punya cukup waktu untuk melakukan semuanya. Pekerjaan menyita sebagian besar waktu kita. Jangankan untuk keluarga, untuk tidur pun kita sudah sulit mendapatkan waktu yang cukup. Itulah yang saya rasakan akhir-akhir ini. Selama ini saya masih sanggup melakukan pekerjaan redaksional dan mempublikasikannya sendirian, tetapi seiring peningkatan yang terjadi, saya merasa kelabakan karena tidak lagi punya cukup waktu. Istri saya sempat protes karena saya tidak lagi punya waktu untuk dibagikan bersamanya. Saya sempat bingung. Di satu sisi saya harus mensyukuri peningkatan yang terjadi dengan bekerja lebih giat sebaik-baiknya, tapi di sisi lain saya tidak lagi punya waktu luang untuk istri bahkan untuk diri saya sendiri. Saya mengalami kesulitan untuk melakukan semuanya dan memuaskan semua pihak sepenuhnya. Tapi lihatlah bagaimana luar biasanya Tuhan. Dalam keadaan genting seperti itu, tidak disangka-sangka Tuhan memberikan pertolongannya yang ajaib. Out of nowhere, seorang pemuda mendatangi saya dan menyatakan keinginannya untuk bergabung. Apa yang sanggup ia lakukan ternyata tepat seperti apa yang saya butuhkan. Saya tidak tahu bagaimana Tuhan bisa menggiringnya untuk mendatangi saya, tetapi itulah tepatnya yang terjadi. Saat ini bukan hanya satu orang, tetapi Tuhan ternyata menggiring tiga orang sekaligus untuk membantu saya melakukan tugas-tugas yang menumpuk sebagai konsekuensi dari berkat yang Tuhan berikan atas pekerjaan saya. Bayangkan Tuhan memberikan tiga orang dengan kemampuan masing-masing yang tepat seperti apa yang saya butuhkan. Tuhan luar biasa baiknya. Dia tahu batas kemampuan kita, dan ketika kita sudah sampai di penghujung kesanggupan kita, Tuhan pun segera memberikan pertolongannya tanpa disangka-sangka, sebuah pertolongan tepat waktu. Hal ini menggenapi sebuah ayat yang sudah tidak asing lagi bagi kita. "Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya." (Pengkotbah 3:11). He has made everything beautiful in its time. Apa yang Tuhan akan buat? Segala sesuatu yang indah. Kapan? Tepat pada waktunya. Itu janji Tuhan yang baru saja saya alami dengan sangat ajaib. Sebagai manusia kita tidak bisa melihat apa yang akan terjadi di depan, dalam lanjutan ayat ini dikatakan "Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir." Tetapi inginkanlah saya mengatakan ini: Iman yang dengan setia menanti-nantikan Tuhan tidak akan pernah mengecewakan. Keyakinan penuh akan turunnya pertolongan Tuhan tidak akan pernah sia-sia. Pada waktunya, sebuah pertolongan tepat waktu akan turun sebagai pemenuhan janji Allah kepada kita.
Paulus pernah mengalami problema dalam pelayanannya. Apa yang ia lakukan setelah bertobat selalu membawa resiko terhadap keselamatan nyawanya. Bagaikan diberi duri dalam daging, begitulah yang ia rasakan. Maka Paulus pun sempat tiga kali berdoa kepada Tuhan agar utusan iblis itu mundur darinya. Tetapi apa reaksi Tuhan? Ayat berikutnya mengatakan "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku." (2 Korintus 12:9). Kasih karunia Tuhan, sadar atau tidak, akan selalu cukup bagi kita, meski saat ini mungkin kita belum melihatnya. Mengapa? Sebab justru disanalah kita bisa mengalami keajaiban kuasa Tuhan. Ketika kita menghadapi situasi yang sepertinya tidak lagi bisa diatasi, ketika kita sampai pada batas kemampuan kita, disanalah kuasa Tuhan justru menjadi sempurna. Tuhan memang luar biasa baik. Dia memberkati kita untuk mengalami peningkatan, dan ketika kita sampai kepada penghujung dari kesanggupan kita, Dia memberi pertolonganNya yang ajaib, yang tidak terpikirkan secara logika oleh kita, dan itu akan selalu hadir tepat pada waktunya.
Menantikan Tuhan untuk mengulurkan pertolongan tidak akan pernah sia-sia. Dia akan selalu hadir tepat waktu untuk menolong siapapun yang selalu dengan tekun menantikanNya. Pemazmur menuliskan "Semuanya menantikan Engkau, supaya diberikan makanan pada waktunya." (Mazmur 104:27). Dan kepada orang-orang yang menantikan dan menggantungkan harapannya pada Tuhan, inilah yang terjadi "Apabila Engkau memberikannya, mereka memungutnya; apabila Engkau membuka tangan-Mu, mereka kenyang oleh kebaikan." (ay 28). Kenyang oleh kebaikan. Filled with good things. Itu disediakan kepada orang yang menantikan dan menggantungkan harapan pada Tuhan. Dalam kitab Yesaya kita juga bisa melihat apa yang akan diperoleh oleh orang yang menanti-nantikan Tuhan. "tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah." (Yesaya 40:31). Lihatlah bahwa pertolongan Tuhan sanggup mengatasi segala permasalahan dan keterbatasan kita. Selalu ada pemulihan dan pertolongan dari Tuhan yang akan memberikan kekuatan baru bagi kita. Tuhan tidak akan pernah terlambat dalam mengulurkan tanganNya kepada setiap anakNya yang berpegang teguh dan dengan setia terus menantikanNya.
Apa yang saya alami melalui hadirnya 3 orang yang dikirimkan Tuhan kepada saya sungguh membuat saya bisa bernafas lega. Tidak pernah terpikirkan oleh saya bahwa bakal ada 3 orang dengan kemampuan masing-masing tiba-tiba datang kepada saya dan menjawab dengan tepat permasalahan yang sedang saya alami. Tapi begitulah baiknya Tuhan. Tepat seperti apa yang dijanjikanNya, "Tetapi seperti ada tertulis: "Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia." (1 Korintus 2:9), itulah yang saya alami secara nyata. Yang saya tahu sejak awal adalah tidak akan pernah sia-sia berharap dan menantikanNya. Yang saya tahu hanyalah berusaha melakukan segala sesuatu dengan sebaik-baiknya. Tuhan akan tahu dimana batas kemampuan saya, dan ketika saya sudah sampai pada titik dimana saya tidak sanggup lagi, tepat pada waktunya Dia akan mengulurkan pertolongan. Mungkin ada di antara teman-teman yang saat ini tengah mengalami pergumulan dengan terbatasnya kemampuan anda dalam melakukan sesuatu. Janganlah putus asa. Percayalah kepada Tuhan, terus bertekun menantikanNya, dan pada suatu ketika anda akan kaget melihat bagaimana Tuhan menjawab kebutuhan anda dengan ajaib. Dan itu akan datang tepat pada waktunya.
Tekun menantikan Tuhan tidak akan pernah sia-sia
follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho
Kemarin saya kaget ketika istri saya menelepon saat saya sedang berada di luar. Ternyata ia mengabarkan bahwa saat untuk melahirkan bagi anjing chihuahua betina kami sudah tiba. Bagi kami yang belum punya pengalaman, tentu ada perasaan khawatir dan bingung. Maka saya pun segera bergegas pulang agar istri saya tidak sendirian menghadapinya. Satu jam lebih berjuang, anak pertama pun lahir. Disusul sejam berikutnya anak kedua, yang bermasalah dengan pernafasan. Saya pun segera memberikan nafas bantuan langsung ke mulutnya, dan menyedot cairan yang masuk ke dalam hidungnya sesegera mungkin. Ia pun selamat. Masih ada satu lagi, menurut hasil rontgen, tetapi anak berikutnya itu tidak kunjung keluar. Semalaman kami tidak tidur dan terus menunggu, tapi Jazzel, anjing betina kami tidak juga menunjukkan tanda-tanda akan melahirkan lagi. Agaknya ia kecapaian setelah melahirkan dua anak, dan ia pun terkulai lemas. Tidak ada satupun dokter hewan yang bersedia datang, dan tidak ada satupun klinik hewan yang buka pada tengah malam seperti itu. Kami pun berdoa dan terus berdoa, menyerahkan semuanya ke dalam tangan Tuhan.
Hari ini saya menulis dengan jempol kaki yang diperban. Sakit, tapi saya harus bersyukur karena itu adalah luka "minimal" dari kejadian seram yang saya alami tadi pagi. Ketika bangun, saya berdiri di pinggir terali di ruang tamu. Bentuk rumah saya memang agak bertingkat, dengan posisi ruang makan yang lebih rendah dari ruang tamu, berjarak 3 anak tangga. Dan di pinggir terali itu saya merenggangkan tubuh. Saya mungkin merenggangkan tubuh agak terlalu kebelakang, dan tiba-tiba dunia serasa berputar. Saya pun terjengkang ke belakang dengan kepala yang menghantam meja makan dari kaca terlebih dahulu. Saya mendengar bunyi pecahan kaca dan saya tahu, saya berada dalam masalah! Tubuh saya terus terbanting berdebam ke atas kaca dan kemudian berguling jatuh ke lantai. Entah bagaimana, puji Tuhan, mukjizat ternyata terjadi. Kaca meja makan ternyata tidak pecah. Jika pecah, mungkin kaca itu akan membelah kepala saya. Tidak ada lecet di tubuh saya sama sekali, hanya saja kuku jempol kaki saya ternyata terbelah dan berdarah. Rasanya tidak ada logika yang bisa menjelaskan bagaimana kaca tidak pecah ketika dihantam tubuh saya dari ketinggian yang cukup jauh. Saya bersyukur masih diberikan kesempatan hidup, meski saya masih gemetar mengingat peristiwa "near death experience" seperti itu. Tetapi malam ini saya merenungkan seandainya saya tadi pagi dipanggil pulang, apakah saya sudah siap untuk itu?
Masihkah Malaikat hadir ditengah-tengah kita? Kira-kira setahun lalu, teman saya seorang musisi jazz pemain saxophone mengalami sebuah kesaksian yang luar biasa. Dia seorang musisi yang berasal dari Amerika yang selalu menjaga kekudusannya dengan baik. Ketika ia hadir di Java Jazz tahun 2008 lalu, ia bercerita meskipun sempat mengalami kekecewaan ketika teman baiknya meninggal saat mendaki gunung bersama-sama, namun ia tetap mengambil komitmen untuk setia pada Tuhan. Kira-kira 2 bulan setelah ia kembali ke Amerika, ia mengalami sebuah musibah. Sepulangnya dari sebuah show, mobil yang ia kendarai menabrak sebuah truk besar. Tabrakan itu cukup mengerikan. Mobilnya remuk tak berbentuk. Dalam kondisi seperti itu, rasanya sulit membayangkan ada orang yang bisa selamat. Setidaknya mungkin mengalami luka berat. "I should have died at that time, because the crash was terrible" katanya.Saat itu ketika musibah tabrakan terjadi, ia mengaku melihat sebuah sosok yang mengulurkan tangan dan menariknya keluar dari mobil. Luar biasa, meskipun sempat diopname selama seminggu, ia tidak mengalami masalah berarti. Dua minggu setelah kejadian itu, ia sudah tampil lagi di panggung. "He sent His Angel to save me. I'm very thankful, and I'm gonna praise him forever.." katanya dalam email.
Tidak terasa RHO sudah melewati setahun. Selama setahun saya menulis renungan tiap malam, membaca Alkitab, merenungkan firman Tuhan tanpa lewat satu kali pun, dan yang paling utama, selama setahun penuh pula Tuhan berbicara sehingga saya bisa menuliskan renungan demi renungan setiap harinya. Jika saya mengingat kembali pada awal dimana saya memutuskan untuk menulis, ada keraguan yang sempat terbersit di hati saya, apakah saya sanggup? Ini mengingat saya bukanlah lulusan teologia, masuk saja tidak pernah. Saya terhitung baru menerima Kristus sebagai Juru Selamat, baru memasuki tahun ke 8. Hidup saya di masa lalu bergelimang dosa dalam berbagai bentuk. Sebelum saya mulai menulis, saya sangat jarang membaca Alkitab, paling di Gereja saja, itu juga tidak setiap minggu saya jalani. Saya jarang berdoa, sangat tidak teratur. Ketika saya mencoba, terkadang saya tertidur di saat berdoa, dan amin-nya baru besok pagi. Tidak heran jika saya bingung dan ragu ketika saya diminta Tuhan untuk melayani lewat internet. Saya berkata, "Tuhan, serius dong... apa mungkin saya bisa? Apa nggak mending pedeta saja atau siswa sekolah teologia?" Dan kata-kata yang terdengar dalam hati saya waktu itu sangat jelas. "Aku tidak bertanya bisa atau tidak, tapi mau atau tidak. Karena bukan kamu yang bekerja, tapi Aku." Dan saya memutuskan untuk taat. Saya merasa begitu banyak hidup saya yang tersia-siakan karena dulu saya hanya bergantung pada kekuatan saya sendiri. It's time for a turning point. This time I'll listen to Him and let Him decide whatever best for me. Itu yang menjadi tekad saya. Saya mau belajar percaya, mau belajar patuh dan mau menyerahkan perjalanan hidup saya ke depan bersama Dia. Dan hari ini saya cuma mau berucap syukur. Tuhan, Engkau luar biasa. Sudah lebih setahun, dan ternyata janjiNya terbukti. Tidak saja Dia berbicara setiap hari untuk bahan yang harus dituliskan, namun penyertaanNya dalam perjalanan hidup saya penuh dengan mukjizat atau keajaiban-keajaiban. I feel so close to Him, closer than I've ever felt, and that has been going for more than a year! Begitu kuatnya keberadaan Tuhan dalam hidup saya, sehingga saya bisa meninggalkan segala kekhawatiran mengenai masa depan, saya tidak perlu takut atau ragu, karena saya tahu ada Tuhan yang bertahta di atas segala pekerjaan yang saya lakukan, dan hidup yang saya jalani bersama keluarga saya. Berbagai keajaiban yang lewat nalar manusia rasanya tidak mungkin, terjadi berkali-kali. Mukjizat kesembuhan, berkat dalam pekerjaan, teguran-teguran, hikmat dan banyak lagi bentuk kemuliaanNya hadir dalam hidup saya. Jika sekarang saya boleh merasakan sukacita dan damai sejahtera, itu karena tidak ada lagi rasa khawatir untuk hari depan, sebab Tuhan dalam hidup saya. Haleluya!
Sudah lama saya berharap agar website musik jazz yang saya sudah saya kelola selama lebih dari setahun bisa menghasilkan keuntungan. Dalam 3 bulan terakhir Tuhan memang telah membukakan begitu banyak pintu berkat, sehingga situs tersebut mulai dikenal bukan saja di Indonesia tapi juga di luar. Saya mulai mendapat banyak respon dari jumlah pengunjung yang terus meningkat. Saya juga mulai mendapatkan permintaan review album dan wawancara dari banyak artis mancanegara. Haleluya, puji Tuhan, karena tanpa Tuhan saya yakin perjuangan dan usaha saya tidak akan mampu mencapai peningkatan seperti itu. Tapi secara finansial, website itu belumlah mampu menghasilkan.
Penggemar game terutama RPG (Role Playing Games) tentu tidak asing lagi dengan life bar seperti contoh gambar di samping. Ketika sang jagoan terus menerus berhadapan dengan musuh yang tidak kunjung habis kemudian terluka sedikit demi sedikit, life bar akan terus berkurang. Jika life bar itu mendekati habis, resikonya jelas. Jagoan kita akan terkapar, mati dan game over. Dalam setiap game tentu disediakan benda-benda di tempat-tempat tertentu yang bisa me-restore life bar secara full dalam sekali pakai. Dan jagoan kita pun akan memiliki life bar yang penuh seketika, sehingga sang jagoan bisa melanjutkan petualangannya dengan tenaga baru.
Beberapa hari setelah natal menjelang tahun baru kemarin anjing betina kecil kami yang sudah kami anggap seperti anak sendiri, namanya Jazzel, tiba-tiba meraung kesakitan luar biasa ketika saya hendak menggendongnya. Saya kaget, karena tidak biasanya dia seperti itu. Saya menyadari pasti ada yang salah.. dan ketika saya melihat tubuhnya, benarlah demikian. Bagian dadanya membengkak seperti ada tulang yang patah. Saya dan istri pun sempat panik, kemudian menelpon dokter hewan. Namun tampaknya tidak ada dokter yang buka, karena bertepatan dengan hari libur umum. Sementara bentuk dada Jazzel di sebelah kanan terlihat menakutkan karena bengkak. Di tengah rasa cemas, kami memutuskan untuk berdoa bersama. Lalu kami duduk berdua, memegang punggung Jazzel yang masih gemetar kesakitan dan berdoa bersama. Apa yang terjadi? Begitu selesai berdoa, Jazzel langsung berjalan tanpa terlihat sakit, namun bengkaknya masih ada. Lima menit sesudahnya, dia sudah berani melompat turun naik di sofa. Kemudian, hampir sepanjang malam dia habiskan untuk tidur. Dan besoknya, dada Jazzel kembali normal. Ketika digendong Jazzel tidak lagi merasakan apa-apa. Haleluya!
Sebagai seorang wartawan, mengejar narasumber untuk mendapatkan berita merupakan hal mutlak. Begitu pula dengan sebuah tugas dalam festival Jazz internasional di Jakarta akhir bulan November yang lalu. Ada seorang musisi legendaris asal Indonesia yang sekarang tinggal di luar negeri tampil di sana. Selain harus berjuang untuk memintanya bersedia di wawancara, saya juga adalah fans beratnya sejak dulu. Begitu banyak orang yang mengejarnya untuk foto bareng, sementara dia juga harus meluangkan waktu untuk makan malam dan bertemu dengan teman-teman lamanya, para musisi dari Indonesia, membuatnya membatasi kesempatan untuk bersama para penggemar. Saya bisa bayangkan, jika ia ladeni semuanya, mungkin seluruh waktunya akan habis tersita. Maka restoran tempat ia makan pun dijaga, pengunjung yang masuk ke dalam dibatasi selama ia berada disana. Saya tidak punya waktu banyak, karena di saat yang sama, ada 4 atau 5 panggung lainnya yang harus saya liput, belum lagi mencari kesempatan wawancara dengan musisi-musisi lainnya. Dalam hati saya berdoa, singkat saja, mungkin terkesan sambil lalu.. saya tidak tahu bagaimana caranya, tapi saya percaya Tuhan mampu memungkinkan saya bertemu dengan si artis legendaris itu. Singkat saja, saya cuma berkata demikian dan menyerahkan pada Tuhan. Haleluya, mukjizat terjadi. Tuhan menjawab doa saya dengan instan. Begitu saya ucapkan "amin"... tiba-tiba artis itu menoleh ke arah saya dan memanggil saya. Ia pun memanggil saya untuk masuk ke ruangan restoran. Apa katanya? Dia berkata, bahwa dia sudah melihat saya beberapa kali di area acara, dan ada sesuatu yang berbeda dari saya, katanya. Dia tidak tahu saya wartawan, tapi yang dia tahu dia harus memanggil dan bertemu saya. Akhirnya, tidak hanya bisa foto bersama, tapi dia juga memberikan nomor telepon dan emailnya. "you can contact me anytime you want.." begitu katanya.Ajaib.
Jika kemarin kita telah melihat mukjizat luar biasa dari Allah yang penuh kasih turun atas Dana Lu Blessing, dimana diluar ekspektasi logika medis ternyata Dana tumbuh sehat dan diberkati, hari ini saya ingin membagikan kelanjutan kisah Dana, ketika dia berusia 5 tahun. Pada suatu hari Dana tengah duduk di pangkuan ibunya. Keduanya tengah melihat kakak Dana, Dustin, yang sedang main baseball. Di tengah obrolan santai bersama ibunya, Dana tiba-tiba terdiam. Dana lalu meletakkan kedua tangannya ke dada, seperti sedang memeluk. Dia bertanya pada ibunya,"ibu, bisa mencium sesuatu tidak?" Si ibu melihat ke langit yang tampaknya mulai mendung dan akan hujan, angin yang mulai bertiup lebih kencang, lalu menjawab: "ya, tampaknya bakal hujan. Seperti bau hujan." Dana menggelengkan kepalanya lalu menepuk pundak ibunya. "Tidak, tidak... ini seperti aroma Tuhan. Ini aroma yang tercium ketika aku berada dalam pelukanNya." Menangislah sang ibu. Ketika 2 bulan pertama mereka belum bisa memeluk Dana, ternyata Dana tetap berada dalam pelukan Allah yang penuh kasih. Ketika sistem saraf dan kulit Dana belum memungkinkan untuk menerima sentuhan dan belaian, tangan Tuhan ternyata memeluk dan melindungi Dana tanpa henti. Tuhan terus memeluk Dana, sampai-sampai Dana bisa mengenal aroma Tuhan dengan sangat baik.
Hari ini saya menuliskan apa yang menjadi motivasi saya untuk berkomitmen menulis renungan secara rutin. Saya bukanlah orang yang mengenal Tuhan Yesus dari kecil. Saya hidup di keluarga multi agama, dan melewatkan masa kecil saya dengan kondisi keimanan yang diperebutkan oleh kedua orang tua saya. Bukan hanya belum mengenal Yesus, hidup saya pun dulu bergelimang dosa. Satu ketika di tahun 2001, melalui serangkaian peristiwa yang sulit saya jelaskan, Tuhan menyatakan dirinya beberapa kali. Ketika ibu saya dalam kondisi serius di rumah sakit akibat kanker, saya pun mengalami lagi berbagai peristiwa yang sulit dijelaskan secara logika manusia, dan puncaknya adalah perjumpaan saya dengan Tuhan Yesus. Pada saat itu, saya tidak menunggu lagi dan segera menerima Yesus sebagai Juru Selamat pribadi saya dan dibaptis sebagai tanda ketaatan saya. Setelah itu? Hidup tidak menjadi gampang. Saya diproses cukup keras, yang nanti pada suatu waktu akan saya bagikan sebagai renungan. Tapi yang saya tahu, dalam setiap proses yang saya jalani itu, saya merasakan betul bahwa Tuhan tetap ada bersama saya, dan Dia bukan menyiksa saya, melainkan membentuk saya menjadi manusia baru.
Itu awal dari sebuah proses pra nikah dimana campur tangan Tuhan sangat nyata dalam setiap langkah. Tapi apa yang saya ceritakan diatas barulah sebuah awal. Ayat bacaan hari ini berbicara mengenai bagaimana Tuhan bisa menyampaikan keinginanNya di malam hari, bahkan ketika orang sedang nyenyak tidur. Seminggu menjelang pernikahan, setiap malam ayah saya bermimpi didatangi oleh ibu saya yang telah dipanggil Tuhan beberapa tahun yang lalu. Selama seminggu penuh, ayah bercerita bahwa ibu saya berpesan dalam mimpi2nya agar ayah bisa mewakili ketidakhadiran ibu di dunia ini, dan melancarkan segala sesuatu. Seminggu penuh ayah saya diingatkan untuk bergembira, bersukacita, dan menjaga agar seluruhnya berjalan dengan baik. "Tidak ada satu malam pun tanpa kehadiran mama dalam mimpi lengkap dengan pesan2nya.." begitu kata ayah saya. Dan puncaknya adalah malam sebelum pemberkatan. Kehadiran ibu dalam mimpi ayah saya tidak lagi memberikan pesan2, tapi hanya memberi sebuah penglihatan bahwa kami bertiga, ayah, ibu dan saya, tengah tertawa bahagia sambil berenang. Dan pada saat pemberkatan, ayah saya hadir dalam Gereja dengan wajah sangat bahagia. Tidak ada wajah keterpaksaan, tidak ada penolakan, melainkan sukacita dan air mata bahagia. "Mama ada disini, dan dia sangat senang.." begitu katanya setelah kami berdua diberkati dan sah menjadi suami istri.
kembali. Setelah itu, saya bersiap-siap hendak pergi, tak sampai setengah jam berlalu, sebelum saya berangkat, papa meng-sms saya, isinya: Taki sudah pulang, dibawa kakak saya yg laki-laki pakai mobil. Puji Tuhan! Saya teramat senang, bahkan Tuhan kita tidak pernah terlalu sibuk untuk menjawab doa mengenai anjing peliharaan kita! Luar biasa…saya percaya Dia Allah yang maha peduli terhadap apapun persoalan yg menghadang kita. Sampai sekarang katanya kakak saya, ia masih merasa seperti mimpi menemukan Taki tepat ketika ia membuka pintu mobil ketika hendak membeli makan siang, sudah 6 jam lamanya ia menghilang, namun Tuhan tahu saya akan mendoakan Taki, maka dari itu saya yakin juga, Tuhan sudah menjawab doa saya bahkan sebelum saya berdoa. Halleluya!