Showing posts with label kesaksian. Show all posts
Showing posts with label kesaksian. Show all posts

Friday, November 12, 2010

Pertolongan Tepat Waktu

Ayat bacaan: Pengkotbah 3:11
=====================
"Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya.."

pertolongan tepat waktuKita selalu menantikan turunnya berkat Tuhan dalam pekerjaan kita. Tidak ada orang yang ingin statis, semuanya ingin mengalami peningkatan dalam pencapaian mereka. Tapi seringkali sebuah peningkatan tidak mengarah kepada kehidupan yang lebih santai. Justru peningkatan membuat kita harus bekerja lebih dari biasanya. Lebih keras, lebih lama dan lebih sulit. Itu akan menyertai sebuah peningkatan karir atau usaha kita. Dan masalah baru pun akan muncul disini. Dulu pekerjaan kita mungkin masih rendah, di saat seperti itu kerja relatif ringan dan kita pun meminta Tuhan memberkati kita dengan peningkatan. Tetapi ketika peningkatan hadir, kita menjadi tidak punya cukup waktu untuk melakukan semuanya. Pekerjaan menyita sebagian besar waktu kita. Jangankan untuk keluarga, untuk tidur pun kita sudah sulit mendapatkan waktu yang cukup. Itulah yang saya rasakan akhir-akhir ini. Selama ini saya masih sanggup melakukan pekerjaan redaksional dan mempublikasikannya sendirian, tetapi seiring peningkatan yang terjadi, saya merasa kelabakan karena tidak lagi punya cukup waktu. Istri saya sempat protes karena saya tidak lagi punya waktu untuk dibagikan bersamanya. Saya sempat bingung. Di satu sisi saya harus mensyukuri peningkatan yang terjadi dengan bekerja lebih giat sebaik-baiknya, tapi di sisi lain saya tidak lagi punya waktu luang untuk istri bahkan untuk diri saya sendiri. Saya mengalami kesulitan untuk melakukan semuanya dan memuaskan semua pihak sepenuhnya. Tapi lihatlah bagaimana luar biasanya Tuhan. Dalam keadaan genting seperti itu, tidak disangka-sangka Tuhan memberikan pertolongannya yang ajaib. Out of nowhere, seorang pemuda mendatangi saya dan menyatakan keinginannya untuk bergabung. Apa yang sanggup ia lakukan ternyata tepat seperti apa yang saya butuhkan. Saya tidak tahu bagaimana Tuhan bisa menggiringnya untuk mendatangi saya, tetapi itulah tepatnya yang terjadi. Saat ini bukan hanya satu orang, tetapi Tuhan ternyata menggiring tiga orang sekaligus untuk membantu saya melakukan tugas-tugas yang menumpuk sebagai konsekuensi dari berkat yang Tuhan berikan atas pekerjaan saya. Bayangkan Tuhan memberikan tiga orang dengan kemampuan masing-masing yang tepat seperti apa yang saya butuhkan. Tuhan luar biasa baiknya. Dia tahu batas kemampuan kita, dan ketika kita sudah sampai di penghujung kesanggupan kita, Tuhan pun segera memberikan pertolongannya tanpa disangka-sangka, sebuah pertolongan tepat waktu.

Hal ini menggenapi sebuah ayat yang sudah tidak asing lagi bagi kita. "Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya." (Pengkotbah 3:11). He has made everything beautiful in its time. Apa yang Tuhan akan buat? Segala sesuatu yang indah. Kapan? Tepat pada waktunya. Itu janji Tuhan yang baru saja saya alami dengan sangat ajaib. Sebagai manusia kita tidak bisa melihat apa yang akan terjadi di depan, dalam lanjutan ayat ini dikatakan "Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir." Tetapi inginkanlah saya mengatakan ini: Iman yang dengan setia menanti-nantikan Tuhan tidak akan pernah mengecewakan. Keyakinan penuh akan turunnya pertolongan Tuhan tidak akan pernah sia-sia. Pada waktunya, sebuah pertolongan tepat waktu akan turun sebagai pemenuhan janji Allah kepada kita.

Paulus pernah mengalami problema dalam pelayanannya. Apa yang ia lakukan setelah bertobat selalu membawa resiko terhadap keselamatan nyawanya. Bagaikan diberi duri dalam daging, begitulah yang ia rasakan. Maka Paulus pun sempat tiga kali berdoa kepada Tuhan agar utusan iblis itu mundur darinya. Tetapi apa reaksi Tuhan? Ayat berikutnya mengatakan "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku." (2 Korintus 12:9). Kasih karunia Tuhan, sadar atau tidak, akan selalu cukup bagi kita, meski saat ini mungkin kita belum melihatnya. Mengapa? Sebab justru disanalah kita bisa mengalami keajaiban kuasa Tuhan. Ketika kita menghadapi situasi yang sepertinya tidak lagi bisa diatasi, ketika kita sampai pada batas kemampuan kita, disanalah kuasa Tuhan justru menjadi sempurna. Tuhan memang luar biasa baik. Dia memberkati kita untuk mengalami peningkatan, dan ketika kita sampai kepada penghujung dari kesanggupan kita, Dia memberi pertolonganNya yang ajaib, yang tidak terpikirkan secara logika oleh kita, dan itu akan selalu hadir tepat pada waktunya.

Menantikan Tuhan untuk mengulurkan pertolongan tidak akan pernah sia-sia. Dia akan selalu hadir tepat waktu untuk menolong siapapun yang selalu dengan tekun menantikanNya. Pemazmur menuliskan "Semuanya menantikan Engkau, supaya diberikan makanan pada waktunya." (Mazmur 104:27). Dan kepada orang-orang yang menantikan dan menggantungkan harapannya pada Tuhan, inilah yang terjadi "Apabila Engkau memberikannya, mereka memungutnya; apabila Engkau membuka tangan-Mu, mereka kenyang oleh kebaikan." (ay 28). Kenyang oleh kebaikan. Filled with good things. Itu disediakan kepada orang yang menantikan dan menggantungkan harapan pada Tuhan. Dalam kitab Yesaya kita juga bisa melihat apa yang akan diperoleh oleh orang yang menanti-nantikan Tuhan. "tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah." (Yesaya 40:31). Lihatlah bahwa pertolongan Tuhan sanggup mengatasi segala permasalahan dan keterbatasan kita. Selalu ada pemulihan dan pertolongan dari Tuhan yang akan memberikan kekuatan baru bagi kita. Tuhan tidak akan pernah terlambat dalam mengulurkan tanganNya kepada setiap anakNya yang berpegang teguh dan dengan setia terus menantikanNya.

Apa yang saya alami melalui hadirnya 3 orang yang dikirimkan Tuhan kepada saya sungguh membuat saya bisa bernafas lega. Tidak pernah terpikirkan oleh saya bahwa bakal ada 3 orang dengan kemampuan masing-masing tiba-tiba datang kepada saya dan menjawab dengan tepat permasalahan yang sedang saya alami. Tapi begitulah baiknya Tuhan. Tepat seperti apa yang dijanjikanNya, "Tetapi seperti ada tertulis: "Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia." (1 Korintus 2:9), itulah yang saya alami secara nyata. Yang saya tahu sejak awal adalah tidak akan pernah sia-sia berharap dan menantikanNya. Yang saya tahu hanyalah berusaha melakukan segala sesuatu dengan sebaik-baiknya. Tuhan akan tahu dimana batas kemampuan saya, dan ketika saya sudah sampai pada titik dimana saya tidak sanggup lagi, tepat pada waktunya Dia akan mengulurkan pertolongan. Mungkin ada di antara teman-teman yang saat ini tengah mengalami pergumulan dengan terbatasnya kemampuan anda dalam melakukan sesuatu. Janganlah putus asa. Percayalah kepada Tuhan, terus bertekun menantikanNya, dan pada suatu ketika anda akan kaget melihat bagaimana Tuhan menjawab kebutuhan anda dengan ajaib. Dan itu akan datang tepat pada waktunya.

Tekun menantikan Tuhan tidak akan pernah sia-sia


follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Wednesday, June 30, 2010

Terperangkap Lima Jam Dalam Perut Tanpa Air Ketuban

Ayat bacaan: Markus 9:23b
=====================
"Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!"

keajaiban Tuhan, kesaksianKemarin saya kaget ketika istri saya menelepon saat saya sedang berada di luar. Ternyata ia mengabarkan bahwa saat untuk melahirkan bagi anjing chihuahua betina kami sudah tiba. Bagi kami yang belum punya pengalaman, tentu ada perasaan khawatir dan bingung. Maka saya pun segera bergegas pulang agar istri saya tidak sendirian menghadapinya. Satu jam lebih berjuang, anak pertama pun lahir. Disusul sejam berikutnya anak kedua, yang bermasalah dengan pernafasan. Saya pun segera memberikan nafas bantuan langsung ke mulutnya, dan menyedot cairan yang masuk ke dalam hidungnya sesegera mungkin. Ia pun selamat. Masih ada satu lagi, menurut hasil rontgen, tetapi anak berikutnya itu tidak kunjung keluar. Semalaman kami tidak tidur dan terus menunggu, tapi Jazzel, anjing betina kami tidak juga menunjukkan tanda-tanda akan melahirkan lagi. Agaknya ia kecapaian setelah melahirkan dua anak, dan ia pun terkulai lemas. Tidak ada satupun dokter hewan yang bersedia datang, dan tidak ada satupun klinik hewan yang buka pada tengah malam seperti itu. Kami pun berdoa dan terus berdoa, menyerahkan semuanya ke dalam tangan Tuhan.

Setelah memutuskan untuk tidur satu jam, sekitar jam 7 pagi istri saya melihat bahwa di dalam kotak kardus tempatnya bersalin ada genangan air yang berwarna kehijauan. Itu tandanya air ketuban sudah pecah. Namun Jazzel tidak juga melakukan apa-apa. Praktek dokter hewan paling cepat buka pukul 9, dan kamipun harus menanti sampai waktunya. Secara normal, anjing yang masih tinggal di dalam perut tanpa air ketuban hanya akan mampu bertahan sekitar 15 menit, paling lama setengah jam. Lebih dari itu? Secara medis anjing akan mati. Jazzel mendapat giliran ditangani kurang lebih pukul sepuluh lebih. Artinya, anak anjing di dalam perutnya sudah tanpa air ketuban kurang lebih empat jam. Dokter pun sudah berkata bahwa anak dalam perutnya tidak ada harapan lagi. Setelah disuntik perangsang untuk kontraksi, dokter pun segera membantu untuk menarik anaknya keluar dari dalam perut. Kami terus berdoa sambil menenangkan Jazzel. Ternyata mukjizat ajaib Tuhan terjadi! Anaknya masih hidup, meski ia sudah tanpa air ketuban selama empat setengah hingga lima jam! Tidak saja masih hidup, malah masih sangat sehat. Dokter pun tercengang, kaget, bahkan sempat berkata, "it's a miracle!" Dan keajaiban berikutnya, ternyata ada "bonus" dengan kelahiran anak keempat yang juga sehat. Tuhan itu baik, kuasaNya tak terbatas, dan puji Tuhan, kami kembali menyaksikan sebuah keajaiban Tuhan sebagai sebuah kesaksian yang hari ini saya bagikan kepada teman-teman pembaca RHO.

Berbagai kondisi kesehatan, gejala penyakit dan lamanya orang bisa bertahan terhadap sakit yang dideritanya memang bisa diprediksi oleh para ahli secara medis. Kondisi-kondisi dalam melahirkan, ketahanan janin dalam kandungan setelah air ketuban pecah, itupun bisa diperkirakan secara ilmiah. Tetapi kita tidak boleh lupa, bahwa secanggih apapun manusia meneliti, Tuhan berkuasa lebih dari itu semua. Mukjizat Tuhan sudah, masih dan akan terus terjadi sebagai hadiah yang indah bagi anak-anakNya yang percaya dan berpegang kepadaNya. Yesus sudah menyatakan hal itu dengan jelas. "Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!" (Markus 9:23b). Mengapa bisa demikian? "Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil." (Lukas 1:37). Apa yang kita perlukan adalah iman, walau sekecil biji sesawi sekalipun. Sesungguhnya kekurang percayaan dan lemahnya iman kitalah yang sering menjadi penghambat kita mengalami mukjizat-mukjizat Tuhan dalam hidup kita. Untuk hal ini Yesus juga sudah menegaskannya. "Ia berkata kepada mereka: "Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, --maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu." (Matius 17:20).

Berdoa disertai rasa percaya penuh pada Tuhan, itu juga merupakan kunci dari turunnya berkat-berkat Tuhan, termasuk mukjizatNya yang ajaib. Ingatlah bahwa Tuhan Yesus sudah berkata "Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu." (Markus 11:24). Ada kuasa di dalam doa, dan agar itu tidak terhambat, kita harus terus berusaha sebaik-baiknya untuk hidup sebagai orang benar. Sebab firman Tuhan berkata: "Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya." (Yakobus 5:16b). Jangan lupa pula, bahwa apa yang kita minta dalam doa haruslah sesuatu yang benar-benar berguna, bukan untuk sekedar memuaskan hawa nafsu atau keinginan akan kemewahan saja. "Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu." (Yakobus 4:3). Ingat juga bahwa kita tidak boleh statis, hanya berada di "tepi" saja, tetapi kita harus terus berusaha lebih dalam lagi dalam berhubungan dengan Tuhan, lebih mengenalNya dan mengetahui firman-firmanNya. Kepada Simon Petrus yang pada suatu hari tidak mendapatkan ikan tangkapan sama sekali, Yesus berkata: "Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." (Lukas 5:4). Masuklah lebih dalam lagi, dan alamilah berbagai mukjizat Tuhan, sebab hanya di tempat dalam itulah berbagai keajaiban kuasa Tuhan terdapat.

Semua ini adalah kunci-kunci yang akan mampu membawa kita untuk mengalami banyak keajaiban Tuhan. Secara logika manusia, secara medis, secara teknis, manusia bisa memprediksi sesuatu, namun semua itu tidak berlaku ketika kita berbicara dalam konteks kuasa Tuhan yang tidak terbatas. Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan, dan semua itu disediakan Tuhan kepada orang-orang percaya yang selalu hidup benar. 5 jam dalam kandungan tanpa air ketuban, itu sama sekali mustahil secara medis, tetapi itu hanyalah satu dari milyaran keajaiban Tuhan yang siap Dia limpahkan kepada kita semua.

Tidak ada yang mustahil bagi orang percaya yang mengandalkan kuasa Tuhan yang tidak terbatas

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Wednesday, May 5, 2010

Near Death Experience

Ayat bacaan: Filipi 1:22a
===================
"Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah."

hidup untuk memberi buahHari ini saya menulis dengan jempol kaki yang diperban. Sakit, tapi saya harus bersyukur karena itu adalah luka "minimal" dari kejadian seram yang saya alami tadi pagi. Ketika bangun, saya berdiri di pinggir terali di ruang tamu. Bentuk rumah saya memang agak bertingkat, dengan posisi ruang makan yang lebih rendah dari ruang tamu, berjarak 3 anak tangga. Dan di pinggir terali itu saya merenggangkan tubuh. Saya mungkin merenggangkan tubuh agak terlalu kebelakang, dan tiba-tiba dunia serasa berputar. Saya pun terjengkang ke belakang dengan kepala yang menghantam meja makan dari kaca terlebih dahulu. Saya mendengar bunyi pecahan kaca dan saya tahu, saya berada dalam masalah! Tubuh saya terus terbanting berdebam ke atas kaca dan kemudian berguling jatuh ke lantai. Entah bagaimana, puji Tuhan, mukjizat ternyata terjadi. Kaca meja makan ternyata tidak pecah. Jika pecah, mungkin kaca itu akan membelah kepala saya. Tidak ada lecet di tubuh saya sama sekali, hanya saja kuku jempol kaki saya ternyata terbelah dan berdarah. Rasanya tidak ada logika yang bisa menjelaskan bagaimana kaca tidak pecah ketika dihantam tubuh saya dari ketinggian yang cukup jauh. Saya bersyukur masih diberikan kesempatan hidup, meski saya masih gemetar mengingat peristiwa "near death experience" seperti itu. Tetapi malam ini saya merenungkan seandainya saya tadi pagi dipanggil pulang, apakah saya sudah siap untuk itu?

Seringkali kita terlena ketika hidup terasa baik-baik saja. Kita merasa bahwa kita masih punya kesempatan, jadi sekarang kita masih bisa bersenang-senang melakukan apapun termasuk hal-hal yang sebenarnya tidak berkenan di mata Tuhan. Bertobat nanti saja, toh waktu masih banyak. Ada banyak orang yang berpikir demikian. Menyia-nyiakan waktu seolah tahu kapan saatnya kita dipanggil pulang lalu harus mempertanggungjawabkan segala perbuatan dan perkataan yang pernah kita keluarkan di masa hidup. Kejadian saya tadi pagi menyadarkan saya, dan semoga bisa menggugah teman-teman juga untuk lebih waspada dalam menyikapi waktu. Sesungguhnya tidak ada yang tahu berapa lama kita diberikan waktu di dunia ini.

Daud menyadari betapa singkatnya hidup manusia. "Manusia sama seperti angin, hari-harinya seperti bayang-bayang yang lewat." (Mazmur 144:4). Masa hidup manusia ini sesungguhnya sekelebat saja, seperti angin berhembus, seperti bayang-bayang lewat. Begitulah singkatnya. Dalam doanya Musa mengatakan "Masa hidup kami tujuh puluh tahun dan jika kami kuat, delapan puluh tahun, dan kebanggaannya adalah kesukaran dan penderitaan; sebab berlalunya buru-buru, dan kami melayang lenyap." (90:10). Begitu singkatnya, berlalu buru-buru. Hari ini ada, sebentar lagi melayang lenyap. Itulah sebabnya kita harus menghargai waktu yang diberikan, seperti kata Musa: "Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana." (ay 12). Paulus mengajarkan kita untuk mau mempergunakan waktu yang ada dengan baik. "Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat." (Efesus 5:15-16). Dalam surat lain ia berkata "..Tetapi jikalau engkau mendapat kesempatan untuk dibebaskan, pergunakanlah kesempatan itu." (1 Korintus 7:21). Dan Petrus mengingatkan kita, hendaklah .."waktu yang sisa jangan kamu pergunakan menurut keinginan manusia, tetapi menurut kehendak Allah." (1 Petrus 4:2). Semua ini berbicara mengenai menghargai waktu dan kesempatan yang masih diberikan.

Disamping itu, saya pun merenungkan makna dari kehidupan ini. Apakah saya sudah menjalankan tugas-tugas yang diberikan Tuhan? Apakah saya sudah melakukan segala sesuatu sesuai rencana Tuhan ketika menciptakan saya? Dan yang tidak kalah penting, apakah kehidupan saya sudah memberi buah? Paulus pernah mencurahkan perasaannya dari dalam penjara dalam surat Filipi. Ia "sharing" bagaimana ia ditangkap bukan karena melakukan kesalahan kriminal tetapi justru karena mewartakan kebenaran tentang Kristus. Ia tidak bersungut-sungut dan mengeluh mengalami perlakuan tidak adil karena ia tahu benar bahwa kalaupun ia mati, itu bukan kerugian melainkan keuntungan. "Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan." (Filipi 1:21). Keuntungan? Tentu saja. Dalam versi Bahasa Inggris dijelaskan mengenai keuntungan ini, yaitu "the gain of the glory of eternity." Bagi orang-orang yang tetap setia dan taat hingga akhir, semuanya akan pergi ke tempat dimana .."Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu." (Wahyu 21:4). Sebuah tempat yang telah disediakan langsung oleh Yesus Kristus. (Yohanes 14:2-3). Dan Paulus tahu bahwa apabila ia tetap menjalani hidup seperti yang dikehendaki Tuhan, maka sebuah tempat yang disediakan Kristus pun akan tersedia pula baginya. "Karena kami tahu, bahwa jika kemah tempat  kediaman kita di bumi ini dibongkar, Allah telah menyediakan suatu tempat  kediaman di sorga bagi kita, suatu tempat  kediaman yang kekal, yang tidak dibuat oleh tangan manusia." (2 Korintus 5:1). Itulah yang ia sebut sebagai "keuntungan". Tetapi jika ia masih diberikan kesempatan untuk hidup, maka sisa hidup itu haruslah diisi dengan sesuatu yang bermakna, melakukan pekerjaan-pekerjaan yang sanggup menghasilkan buah demi kemuliaan Allah. "Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah." (Filipi 1:22a). "Jadi mana yang harus kupilih, aku tidak tahu." lanjut Paulus. Kalau mati, itu artinya lepas dari penderitaan dan masuk ke dalam kemuliaan bersama dengan Allah selamanya, tetapi kalaupun memang masih harus hidup, maka hidup haruslah diisi dengan segala sesuatu yang mampu memberikan buah. Itulah yang seharusnya menjadi dasar pemikiran kita dalam menjalani hidup dari hari ke hari. Maka sembari menulis saya pun merenungkan hal yang sama. Ketika saya masih diberi kesempatan untuk hidup lewat mukjizat luar biasa tadi pagi, sudahkah saya bekerja memberi buah yang cukup, dan akankah saya terus bekerja untuk menghasilkan lebih banyak buah lagi?

Ada rencana Tuhan yang besar bagi setiap kita. Ada tugas-tugas yang dibebankan Tuhan kepada kita. Hendaknya kita menjalankannya dengan hasil gemilang, sehingga kelak ketika kita mempertanggungjawabkan semua itu di hadapan Tuhan kita bisa melakukannya dengan kepala tegak. Lewat peristiwa "near death experience" yang saya alami, hari ini saya menyadari betapa berharganya waktu yang dipercayakan Tuhan kepada saya, dan saya bertekad untuk mengisi sisa waktu yang masih ada untuk menghasilkan buah demi memuliakanNya. Itulah sebabnya dalam keadaan sakit pada jempol kaki dan kepala yang masih pusing, saya tidak memutuskan untuk beristirahat. Saya masih bersemangat menulis renungan ini dengan penuh rasa syukur dan sukacita. Kita tidak pernah tahu berapa lama lagi waktu yang diberikan, bisa lima puluh tahun, sepuluh tahun, sehari bahkan semenit lagi. Oleh karena itu marilah kita belajar untuk lebih menghargai waktu dan mengisinya dengan segala sesuatu yang berharga, menghasilkan buah-buah manis yang berkenan bagi Tuhan.

Jika masih harus hidup, itu untuk bekerja menghasilkan buah. Sudahkah kita berbuah?

Thursday, May 14, 2009

Kesaksian: "Use Me or Take Me, God.."

From: jefky q
=============================

Syalom team renungan harian online,

Nama saya Jefky dan saya sangat diberkati dengan adanya RH-online ini. saya juga tergerak untuk menjadi berkat bagi orang lain melalui kesaksian hidup saya bersama Tuhan Yesus..baiklah saya akan bersaksi

Pada saat saya memasuki usia 19 thn, waktu itu saya masih kelas 3 SMA..saya tiba2 mendapat penyakit sinusitis akut, waktu itu penyakit saya tersebut sudah menyebabkan pendarahan pada hidung saya sehingga muka saya menjadi bengkak dan sakit.bukan hanya itu, Dokter juga mengatakan ada daging menumpang(kanker) pada bag.belakang kepala saya.

Saya sudah melayani Tuhan di bidang musik sejak kls 6 SD, saya selalu setia didalam pelayanan saya. Waktu mendapat vonis seperti itu saya sangat kaget dan sempat kecewa sama Tuhan. parahnya lagi setelah pemeriksaan sinar X-ray, dokter mengharuskan saya segera di operasi. kalau tidak saya hanya bisa hidup selama 6 bulan saja karena pendarahan yg terjadi pada hidung saya sudah mulai mengenai paru-paru.

Dokter juga melarang saya untuk bermain alamat musik karena setiap kali saya bergerak banyak dan berpikir, maka darah akan keluar dari kedua lubang hidung saya(mimisan). saya berdoa pada Tuhan, saya berkata :"Tuhan kalau Engkau masih mau memakaiku sebagai alatmu, maka sembuhkanlah saya. Kalau tidak bawalah saya kepadaMu". singkat cerita saya dioperasi selama beberapa jam dan operasi berjalan lancar. Saya keluar dari RS setelah satu minggu.

Tetapi ada masalah yang timbul, pendarahan di hidung saya tidak bisa di hentikan pasca operasi. Akhirnya saya harus ke dokter ahli THT untuk sedot darah dari hidung saya seminggu dua kali. Saya merasa sangat kecewa pada Tuhan, kenapa saya yang setia melayani Tuhan harus mengalami ini? Kemudian papi saya melarang saya untuk melayani dulu (bid.musik, drum & bass) sampai saya sembuh total.

Akhirnya saya tidak kuat lagi dan sering membenturkan kepala saya ditembok karena rasa sakit yang tidak tertahankan dan keadaan semakin buruk sampai-sampai saya harus bernapas melalui mulut karena kedua lubang hidung saya diganjal kapas yg tebal oleh dokter.

Hingga pada suatu hari minggu saya tidak bisa lagi ke gereja karena tidak bisa kena debu. Lalu saya berdoa; "God...use me or take me away with you" saya sudah pasrah dan sudah siap untuk dipanggil Tuhan. Kira-kira jam 3 atau 4 sore, saya nonton acara rohani yg dibawakan oleh Rev.Jhon Hartman (maaf kl salah tulis) dan di penghujung acara Ev.Evelyn mendapat penglihatan dari Tuhan mengenai anak muda yg mengalami pendarahan di hidung dan tidak bisa sembuh yang mana ciri2nya sama dengan saya,seketika itu saya tiba2 dipenuhi kuasa ROh Kudus dan kedua HambaNYA tersebut mendoakan saya via TV dan meyakinkan saya bahwa saya sudah sembuh.

Besoknya saya check up ke dokter ahli THT.....dan....hasilnya....Puji Tuhan...dokter tersebut kaget setengah mati :) karena dia melihat hidung saya sudah normal seperti tidak pernah terjadi apa2....haleluyah..saya sembuh total! saya mengalami mujizat penciptaan baru....haleluyah..Yesus luar biasa...sampai sekarang saya tetap melayani Tuhan, semoga kesaksian ini bisa menjadi berkat bagi semua orang.

Tuhan tidak pernah meninggalkan anak-anakNya yang setia, karena disaat kita tidak setia pun Tuhan tetap setia
Tuhan mengasihi kita lebih dari apapun juga di dunia ini...GBU

Tolong kesaksian saya dimuat ya..thx team renungan harian online

Tuesday, May 12, 2009

Kesaksian: ”Terima kasih TUHAN untuk pelajarannya..”

From: Nova Js
============================

Aku mengawali hari itu dengan keluhan-keluhan kecil....
Tugas-tugas yang menumpuk membuat aku sulit untuk memilih dari mana aku harus memulainya sedangkan waktu penyelesaiannya hampir bersamaan. Ditambah lagi kondisi fisik tubuhku rasanya tak mampu. Keadaan-keadaan inilah yang membebaniku pagi itu, yang membuatku mengabaikan saat teduh pribadiku bersama DIA. Hanya sebuah kalimat sederhana yang sempat terucap ”Thanks GOD for today..." sebelum aku menyiapkan diri dan bergegas ke tempat kerjaku.
Mobil yang kutumpangi melaju dengan cepat, membawa diriku dengan berbagai kekesalan di hati. Kupandangi tumpukan kertas yang berisi tugas-tugas yang harus kuselesaikan. ”...mengapa semalam aku harus sakit sehingga aku tak bisa mengerjakan tugas-tugas itu?..sedangkan di kantor seseorang telah siap menanti hasil penyelesaiannya..."

Tiba-tiba mobil berhenti...aku kaget...apa sebenarnya yang terjadi? Ternyata ada seorang yang terganggu jiwanya berdiri tepat di depan mobil. Sosok dengan penampilan yang acak-acakan serta senyum kecut di bibirnya, berlalu begitu saja tanpa menghiraukan gertakan dari sang sopir. Spontan air mataku menetes... ”TUHAN mengapa mereka harus seperti ini...? Bukankah mereka juga adalah ciptaanMU yang termulia??..aku tahu ENGKAU juga mengasihi mereka..” Selang beberapa menit, seorang penumpang harus turun jadi mobil pun berhenti. Mataku tertuju pada seorang nenek tua yang duduk di kursi roda.. ”TUHAN, mengapa ENGKAU memberikan umur yang panjang kalau akhirnya harus menderita seperti itu?..hati kecilku pun bertanya sekaligus berusaha menjawab..”pasti ada maksud TUHAN di balik semua itu..” Belum lepas pandanganku dari sosok nenek tua dengan kursi rodanya..sebuah mobil jenazah lewat..aku bergumam ”...ya, inilah hidup..TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN..” Kini mobil yang kutumpangi menyusuri jalan di antara hamparan kebun sayur yang tertata indah laksana ukiran-ukiran yang membentuk perbukitan yang hijau... Untuk kesekian kalinya aku terkagum...”sungguh, tiada yang seperti ENGKAU TUHAN, betapa indahnya alam ini..”.

Tanpa terasa perjalanan selama hampir satu jam telah membawaku ke tempat kerjaku. Belum juga kulangkahkan kakiku menyeberangi jalan di depan kantorku, mataku terpaku pada seorang pedagang kaki lima dengan jualannya yang tampak tak ringan...juga seorang kakek tua dengan bendi tuanya sibuk mencari penumpang.. Hatiku tersentak.. ”..ya..inilah hidup yang harus diperjuangkan..” Pikiran dan perasaanku berkecamuk, berusaha untuk mengerti maksud TUHAN di balik semua peristiwa yang kusaksikan.. Aku tak kuasa membendung air mataku,,yang sejak tadi terus menggenangi mataku..”TUHAN yang akan memberikan pengertian kepadaku..” Aku melangkahkan kakiku ke arah pintu kantor...Apa yang terjadi? Ooh..aku baru ingat seorang temanku berhari ulang tahun.. Suasana ceria meliputi ruangan kantorku..Kami berjabatan tangan, bercanda tawa sambil menikmati makanan ringan yang telah disiapkan..aku pun bergumam..”..hidup itu anugerah dan kita harus mensyukurinya..” Setelah semuanya selesai, seperti tanpa beban aku mulai mengerjakan tugas yang harus diselesaikan hari itu.. Lembar demi lembar kertas berpindah tempat setelah aku meyelesaikan perhitungan-perhitungan di dalamnya.. Kuraih sebuah lembaran kertas..aku kaget..”benarkah ini lembaran terakhir?.. seakan tak percaya aku kembali memeriksa kembali tumpukan kertas yang telah berpindah tempat.. Oh ”Thanks GOD” ini benar-benar lembar yang terakhir.. Tanpa menunggu lama aku pun langsung menyelesaikan semuanya.. ”Sudah selesai?..” seseorang mengagetkanku.. ”Iya Pak...ini hasilnya..” jawabku sambil menyerahkan tumpukan kertas yang telah kususun rapi.. ”Terima kasih”..ujarnya kembali..

Peritiwa sepanjang hari itu kembali terbayang di benakku.. Kekesalanku di pagi hari...kejadian-kejadian yang kusaksikan saat berada dalam perjalanan sampai suasana sukacita di kantorku yang membuatku lupa akan bebanku di pagi hari.. Aku tersenyum.. ’Thanks GOD, ENGKAU mengajarkan banyak hal untukku hari ini..terima kasih karena ENGKAU mengganti kekesalanku dengan sukacita yang kuperoleh dari apa yang kusaksikan...tak seharusnya aku terpaku pada besarnya masalah yang sepertinya harus kuselesaikan..tak seharusnya aku mengabaikan saat teduhku karena sepertinya dikejar aktivitas..ampuni aku TUHAN..tak seharusnya aku tidak bersyukur..aku harus belajar untuk menghargai hidup sebelum terlambat..aku harus belajar menjalani hidup dengan sukacita..aku harus berjuang tanpa keluhan-keluhan yang justru menghalangi perjuanganku..aku harus terus belajar melihat karya ALLAH dalam semua hal yang kualami dan kusaksikan.. ”Terima kasih TUHAN..”.. Inilah kalimat-kalimat yang terus menghiasi hatiku hingga akhirnya jam kantor selesai.. Aku pulang dengan sukacita..”terima kasih TUHAN, betapa luar biasanya ENGKAU...sungguh semuanya baik ketika itu kujalani bersamaMU dan tanpaMU aku tak kan bisa berbuat apa-apa karena aku bukan siapa-siapa. Biarlah apa yang kudapatkan hari itu bisa dirasakan oleh saudara-saudaraku, sahabat-sahabatku dan sesamaku.. ”Terima kasih Tuhan...”

Monday, May 11, 2009

Kesaksian: Harga Kejujuran di Mata Tuhan

From: lomak tiodinar
==========================================

Kejadian ini sekitar 13 tahun yang lalu, tapi saya rasa masih up to date untuk diceritakan sekarang.

Sejak menjadi mahasiswa semester awal saya telah berkomitmen untuk selalu berlaku jujur. Empat tahun masa kuliah dapat saya lewati tanpa menitip absensi untuk satu haripun. Apalagi menyontek, memberikan contekan dlsb kepada teman. ”JUJUR”, kata itu yang selalu saya junjung tinggi. Saya ingin selalu menyenangkan Tuhan dalam perkuliahan saya.

Hingga satu saat, waktu menyusun skripsi saya terpentok pada dosen pembimbing 2. Dia dengan tenang mengatakan, ” Saudara mau lewat jalan mana? Jalan tikus atau jalan tol ? Kalau lewat jalan tikus, ya agak lama karena banyak lobang, macet dan berbau, ”katanya. ”Kalau lewat jalan tol ya mulus, tapi tau kan konsekwensinya,” lanjutnya lagi.

Saat dosen pembimbing 2 menyampaikan hal itu, saya belum sepenuhnya mengerti apa yang dimaksudkan. Tapi lama kelamaan setelah saya renungkan arti perkataan dosen itu, saya pun mengerti bahwa saya diharuskan membayar uang pelicin agar skripsi saya dapat di-acc. Terus terang, hati saya sangat marah. Tapi saya tidak berani melawan. Zaman saya dulu, mahasiswa belum seberani saat ini yang langsung berani menyuarakan suara hatinya.

Dalam kebingungan, mudah saja bagi saya untuk mengikuti keinginan sang dosen. Apalagi saat itu keluarga kami tidak memiliki kesulitan finansial. Saya mencoba berdoa, tapi saya tidak bisa berkonsentrasi. Saya bingung, terlebih ketika sang dosen menyuruh saya datang ke rumahnya pada hari Kamis sore. Tapi hari itu hujan, jadi saya punya alasan untuk tidak datang.

Jumat siang, untuk menenangkan diri saya menonton midnite di Bioskop. Tapi film yang diputar tetap tidak menenangkan saya. Keluar dari bioskop, saya melihat orang-orang memakai sarung dan peci keluar dari sebuah mesjid habis sembayang jumat. Lalu saya mendengar bisikan Tuhan. ”Sekarang waktunya kamu datang ke rumah dosenMu, mumpung dia baru menjalankan ibadah agamanya.”

Saya yakin dan percaya itu suara Tuhan. Cepat-cepat saya pulang ke tempat kost, berdoa. Kemudian saya ingat satu ayat firman Tuhan, yang bunyinya kira-kira seperti ini ”Hati raja seperti batang air di hadapan Tuhan, dialirkanNya kemanapun Tuhan ingini.” Amin.

Saya langsung mohon ampun kepada Tuhan, karena saya terlalu panik dan tidak berserah pada pimpinan Tuhan. Lalu saya berangkat ke rumah dosen tersebut dengan satu semangat baru dan percaya pada pimpinan Tuhan.

Sampai di rumahnya, dosen tersebut langsung menyambut saya dengan senyum lebar. Mungkin karena mengira saya datang dengan membawa sesuatu. Saya disambut ramah sekali. ”Skripsinya sudah langsung saya tanda tangan,” katanya . Lalu saya langsung berdiri, mengambil skripsi tersebut dari tangannya dan menjabat tangannya. Saya ucapkan, ” terima kasih pak.” Tanpa banyak basa-basi saya langsung pulang. Dosen tersebut bengong, mungkin karena saya tidak memberinya apapun.

Waktu sidang skripsi, beliau habis-habisan memojokkan saya, mungkin karena kesal dengan tingkah laku saya. Padahal dosen pembimbing dan penguji lainnya menyatakan saya layak lulus dengan nilai A, tapi dia menolak untuk memberi saya nilai. Akhirnya setelah reses beberapa saat, saya dinyatakan lulus dengan nilai B.

Tapi tak mengapa, sekalipun hanya nilai B yang ditangan, tapi saya bangga karena saya melakukan tugas saya dengan baik dan Tuhan beserta saya.

Setelah selesai sidang dan menjelang wisuda, saya mendatangi rumah dosen tersebut dengan membawa sepasang batik untuk dosen saya tersebut. Saya ingin menunjukkan bahwa saya menolak untuk memberikan uang pelicin, tapi saya tahu bagaimana caranya berterima kasih.

Sunday, April 26, 2009

Saved By An Angel

Ayat bacaan: Mazmur 34:8-9
======================
"Malaikat TUHAN berkemah di sekeliling orang-orang yang takut akan Dia, lalu meluputkan mereka. Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya!"

saved by an angel, malaikat, perlindungan, luput dari bencanaMasihkah Malaikat hadir ditengah-tengah kita? Kira-kira setahun lalu, teman saya seorang musisi jazz pemain saxophone mengalami sebuah kesaksian yang luar biasa. Dia seorang musisi yang berasal dari Amerika yang selalu menjaga kekudusannya dengan baik. Ketika ia hadir di Java Jazz tahun 2008 lalu, ia bercerita meskipun sempat mengalami kekecewaan ketika teman baiknya meninggal saat mendaki gunung bersama-sama, namun ia tetap mengambil komitmen untuk setia pada Tuhan. Kira-kira 2 bulan setelah ia kembali ke Amerika, ia mengalami sebuah musibah. Sepulangnya dari sebuah show, mobil yang ia kendarai menabrak sebuah truk besar. Tabrakan itu cukup mengerikan. Mobilnya remuk tak berbentuk. Dalam kondisi seperti itu, rasanya sulit membayangkan ada orang yang bisa selamat. Setidaknya mungkin mengalami luka berat. "I should have died at that time, because the crash was terrible" katanya.Saat itu ketika musibah tabrakan terjadi, ia mengaku melihat sebuah sosok yang mengulurkan tangan dan menariknya keluar dari mobil. Luar biasa, meskipun sempat diopname selama seminggu, ia tidak mengalami masalah berarti. Dua minggu setelah kejadian itu, ia sudah tampil lagi di panggung.  "He sent His Angel to save me. I'm very thankful, and I'm gonna praise him forever.." katanya dalam email.

Luar biasa ketika kita melihat kesaksian-kesaksian yang bisa semakin meneguhkan iman seperti ini. Lihatlah bahwa Tuhan tetaplah peduli dengan kehidupan kita. Dia masih tetap, dan akan tetap siap mengutus Malaikat-MalaikatNya untuk hadir di tengah-tengah kita, dan meluputkan kita dari bencana, jika kita tetap hidup dengan takut akan Tuhan.  Daud menulis demikian: "Malaikat TUHAN berkemah di sekeliling orang-orang yang takut akan Dia, lalu meluputkan mereka. Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya!" (Mazmur 34:8-9). Yang dimaksud dengan takut akan Tuhan bukanlah bentuk ketakutan duniawi, sebab untuk bentuk-bentuk ketakutan duniawi ini kita telah dilepaskan. "Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban." (2 Timotius 1:7) Dan jika kita tetap takut, artinya kita belumlah sempurna dalam kasih. "Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih." (1 Yohanes 4:18). Takut akan Tuhan menjelaskan tentang bagaimana kekuatan, kebesaran, kekudusan dan otoritas Tuhan. Tidak seperti ketakutan duniawi, takut akan Tuhan adalah bentuk rasa takut yang sehat. Takut akan Tuhan berarti kita patuh pada perintahNya, hidup dengan menghormatiNya, berpegang kepadaNya, mengenal pribadiNya dan kemudian hidup memuliakanNya. Rasa takut akan Tuhan akan membawa kita lebih dekat lagi kepadaNya, bukan sebaliknya menjauhkan. Takut akan Tuhan juga bukan berarti bahwa kita hidup benar semata-mata karena takut akan hukuman yang dijatuhkan Tuhan, tapi lebih kepada besarnya kasih kita kepadaNya, dan menyadari betapa besar kasihNya pada kita, sehingga kita tidak ingin ada hal yang bisa merusak hubungan harmonis antara kita dengan Sang Pencipta kita. Ketika hidup kita selalu didasarkan pada takut akan Tuhan, lihatlah bagaimana Tuhan menjanjikan perlindungan dalam setiap langkah kita, termasuk dengan menurunkan MalaikatNya untuk berkemah di sekitar kita untuk senantiasa menjaga dan meluputkan kita dari bencana.

Di atas segala upaya manusia untuk membuat sistem perlindungan yang terbaik, ingatlah bahwa ada Tuhan di atas segalanya yang mampu memberikan perlindungan dan rasa aman pada jiwa anda beserta keluarga. Mari kita baca Mazmur 91:9-16. "Sebab TUHAN ialah tempat perlindunganmu, Yang Mahatinggi telah kaubuat tempat perteduhanmu, malapetaka tidak akan menimpa kamu, dan tulah tidak akan mendekat kepada kemahmu; sebab malaikat-malaikat-Nya akan diperintahkan-Nya kepadamu untuk menjaga engkau di segala jalanmu. Mereka akan menatang engkau di atas tangannya, supaya kakimu jangan terantuk kepada batu.Singa dan ular tedung akan kaulangkahi, engkau akan menginjak anak singa dan ular naga." (Mazmur 91:9-13). Bagaimana agar kita bisa mendapat janji Tuhan yang sungguh luar biasa ini? Ayat berikutnya memberi penjelasan. "Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal nama-Ku." (ay 14). Ya, dengan mengenal nama Tuhan, dengan takut akan Tuhan. Selanjutnya Allah berfirman: "Bila ia berseru kepada-Ku, Aku akan menjawab, Aku akan menyertai dia dalam kesesakan, Aku akan meluputkannya dan memuliakannya. Dengan panjang umur akan Kukenyangkan dia, dan akan Kuperlihatkan kepadanya keselamatan dari pada-Ku." (ay 15-16). Haleluya.

Apa yang terjadi pada musisi peniup saxophone Amerika di atas bisa juga terjadi pada kita, karena Tuhan menjanjikan sebuah perlindungan yang pasti pada semua orang yang hidup dengan takut akan Tuhan. Sudahkah kita menjaga hidup kita dengan benar? Sudahkah kita mentaati perintah Tuhan, menjauhi laranganNya, bukan semata-mata karena kita merasa takut berdosa atau takut masuk neraka, tapi terlebih karena kita mengasihiNya dan tidak ingin mengecewakan Dia yang sudah begitu baik pada kita? Ketika kita mengamalkan pola hidup seperti ini, bersiaplah untuk mendapati para Malaikat Tuhan berkemah di sekitar kita. Lalu kecaplah, dan lihatlah, betapa baiknya Tuhan!

Tuhan menjaga hidup kita yang takut akan Tuhan dan siap meluputkan kita dari bencana

Monday, February 23, 2009

Sempurna Dalam Kelemahan

Ayat bacaan: Keluaran 4:10
=====================
"Lalu kata Musa kepada TUHAN: "Ah, Tuhan, aku ini tidak pandai bicara, dahulupun tidak dan sejak Engkau berfirman kepada hamba-Mupun tidak, sebab aku berat mulut dan berat lidah."


sempurna dalam kelemahan,Tuhan mau pakai kita, dalam kelemahan kuasa Tuhan sempurnaTidak terasa RHO sudah melewati setahun. Selama setahun saya menulis renungan tiap malam, membaca Alkitab, merenungkan firman Tuhan tanpa lewat satu kali pun, dan yang paling utama, selama setahun penuh pula Tuhan berbicara sehingga saya bisa menuliskan renungan demi renungan setiap harinya. Jika saya mengingat kembali pada awal dimana saya memutuskan untuk menulis, ada keraguan yang sempat terbersit di hati saya, apakah saya sanggup? Ini mengingat saya bukanlah lulusan teologia, masuk saja tidak pernah. Saya terhitung baru menerima Kristus sebagai Juru Selamat, baru memasuki tahun ke 8. Hidup saya di masa lalu bergelimang dosa dalam berbagai bentuk. Sebelum saya mulai menulis, saya sangat jarang membaca Alkitab, paling di Gereja saja, itu juga tidak setiap minggu saya jalani. Saya jarang berdoa, sangat tidak teratur. Ketika saya mencoba, terkadang saya tertidur di saat berdoa, dan amin-nya baru besok pagi. Tidak heran jika saya bingung dan ragu ketika saya diminta Tuhan untuk melayani lewat internet. Saya berkata, "Tuhan, serius dong... apa mungkin saya bisa? Apa nggak mending pedeta saja atau siswa sekolah teologia?" Dan kata-kata yang terdengar dalam hati saya waktu itu sangat jelas. "Aku tidak bertanya bisa atau tidak, tapi mau atau tidak. Karena bukan kamu yang bekerja, tapi Aku." Dan saya memutuskan untuk taat. Saya merasa begitu banyak hidup saya yang tersia-siakan karena dulu saya hanya bergantung pada kekuatan saya sendiri. It's time for a turning point. This time I'll listen to Him and let Him decide whatever best for me. Itu yang menjadi tekad saya. Saya mau belajar percaya, mau belajar patuh dan mau menyerahkan perjalanan hidup saya ke depan bersama Dia. Dan hari ini saya cuma mau berucap syukur. Tuhan, Engkau luar biasa. Sudah lebih setahun, dan ternyata janjiNya terbukti. Tidak saja Dia berbicara setiap hari untuk bahan yang harus dituliskan, namun penyertaanNya dalam perjalanan hidup saya penuh dengan mukjizat atau keajaiban-keajaiban. I feel so close to Him, closer than I've ever felt, and that has been going for more than a year! Begitu kuatnya keberadaan Tuhan dalam hidup saya, sehingga saya bisa meninggalkan segala kekhawatiran mengenai masa depan, saya tidak perlu takut atau ragu, karena saya tahu ada Tuhan yang bertahta di atas segala pekerjaan yang saya lakukan, dan hidup yang saya jalani bersama keluarga saya. Berbagai keajaiban yang lewat nalar manusia rasanya tidak mungkin, terjadi berkali-kali. Mukjizat kesembuhan, berkat dalam pekerjaan, teguran-teguran, hikmat dan banyak lagi bentuk kemuliaanNya hadir dalam hidup saya. Jika sekarang saya boleh merasakan sukacita dan damai sejahtera, itu karena tidak ada lagi rasa khawatir untuk hari depan, sebab Tuhan dalam hidup saya. Haleluya!

Musa ternyata pernah mengalami keraguan yang sama ketika ia diutus Tuhan. Musa saat itu sudah tidak muda lagi. Maka ketika Tuhan tiba-tiba memanggilnya dikala Musa sedang menggembalakan domba-domba mertuanya, Yitro, Musa pun bingung. Banyak pertanyaan hadir di benaknya. "Siapakah aku ini, maka aku yang akan menghadap Firaun dan membawa orang Israel keluar dari Mesir?" (Keluaran 3:11). Jawab Tuhan: "Bukankah Aku akan menyertai engkau?" (ay 12). Musa kembali bertanya, dan kemudian Tuhan menjawab: "AKU ADALAH AKU." Lagi firman-Nya: "Beginilah kaukatakan kepada orang Israel itu: AKULAH AKU telah mengutus aku kepadamu." (ay 14). Dalam bahasa Inggrisnya lebih tegas: "I AM WHO I AM and WHAT I AM, and I WILL BE WHAT I WILL BE." Serangkaian pertanyaan masih dikemukakan Musa yang saya yakin saat itu sedang kebingungan. Dia kemudian menyadari keterbatasan kemampuannya. "Lalu kata Musa kepada TUHAN: "Ah, Tuhan, aku ini tidak pandai bicara, dahulupun tidak dan sejak Engkau berfirman kepada hamba-Mupun tidak, sebab aku berat mulut dan berat lidah." (4:11). Jika mengacu dari versi bahasa Inggris, kelihatannya Musa memiliki masalah dalam berbicara. "..for I am slow of speech and have a heavy and awkward tongue." Tapi lihatlah jawaban Tuhan: "Siapakah yang membuat lidah manusia, siapakah yang membuat orang bisu atau tuli, membuat orang melihat atau buta; bukankah Aku, yakni TUHAN? Oleh sebab itu, pergilah, Aku akan menyertai lidahmu dan mengajar engkau, apa yang harus kaukatakan." (ay 11-12). Ya, bukan kemampuan Musa yang menentukan, namun kuasa Tuhanlah yang memampukan.

Sepanjang berbagai kisah dalam Alkitab, Tuhan berulang kali membuktikan bahwa Dia sanggup memakai siapapun. Mulai dari gembala hingga pembantai orang Kristen, mulai dari anak-anak, wanita hingga orang tua, orang berdosa, pemungut cukai, nelayan, pelacur, semua bisa diubahkan Tuhan menjadi saluran berkatNya. Paulus yang punya latar belakang pembantai orang Kristen, bisa diubahkan begitu luar biasa dalam sesaat. Tuhan berkata padanya: "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." (2 Korintus 2:9) Dia kemudian sampai pada satu kesimpulan, bahwa dalam kelemahannya-lah dia menjadi kuat. (2 Korintus 12:10).

Kelemahan kita, ketidakmampuan kita, keterbatasan kita, kekurangan kita, bahkan ketidaklengkapan kita sekalipun bisa dipergunakan Tuhan untuk menyatakan kuasaNya. Tuhan mampu memenuhi kita dengan kekuatan sehingga Dia bisa mempergunakan segala keterbasan kita untuk hal yang baik. Dalam segala keterbatasan kita, datanglah pada Tuhan dan berpeganglah padaNya. Kita akan terus bertumbuh dalam kekuatan, semangat, dan sukacita jika kita terus membangun hubungan dengan Bapa di Surga. Semua tergantung seberapa besar kita mau taat, seberapa besar kita mau mematuhi dan menuruti kehendakNya bagi hidup kita.

Tidak harus super sarjana untuk berhasil dalam hidup, tidak harus jadi super pendeta untuk mampu melayani. Kita semua bisa dipakai Tuhan untuk menyatakan kemuliaanNya. We all can be used for His glory. Berbagai latar belakang kita, selemah apapun, bisa diubah menjadi sumber berkat luar biasa. Dibalik segala kelemahan kita, kuasa Tuhan justru menjadi sempurna.

Kuasa Tuhan justru sempurna dalam kelemahan kita

Wednesday, February 11, 2009

Buah Ketaatan

Ayat bacaan: Amsal 13:13
=====================
"Siapa meremehkan firman, ia akan menanggung akibatnya, tetapi siapa taat kepada perintah, akan menerima balasan."

buah ketaatan, taat dan melakukan firman, berlipat kali gandaSudah lama saya berharap agar website musik jazz yang saya sudah saya kelola selama lebih dari setahun bisa menghasilkan keuntungan. Dalam 3 bulan terakhir Tuhan memang telah membukakan begitu banyak pintu berkat, sehingga situs tersebut mulai dikenal bukan saja di Indonesia tapi juga di luar. Saya mulai mendapat banyak respon dari jumlah pengunjung yang terus meningkat. Saya juga mulai mendapatkan permintaan review album dan wawancara dari banyak artis mancanegara. Haleluya, puji Tuhan, karena tanpa Tuhan saya yakin perjuangan dan usaha saya tidak akan mampu mencapai peningkatan seperti itu. Tapi secara finansial, website itu belumlah mampu menghasilkan.

Kira-kira seminggu yang lalu, saya hendak mengganti skin layout dari website itu. Dan ketika memilih-milih, saya pun bertemu dengan sebuah template yang menarik dan rasanya pas bagi website saya. Ternyata template itu tidak gratis, dan harganya lumayan mahal, sekitar US $40. Sedangkan tempat dimana saya menemukan template tersebut ternyata sebuah forum yang menyediakannya secara bajakan. Secara mudah sebenarnya saya bisa mempergunakan template itu dengan gratis, habis perkara. Tapi di saat itu hati nurani saya terasa menentang hal tersebut. Uang sejumlah $40 itu bukanlah jumlah yang kecil bagi saya. Namun saya memilih untuk belajar taat pada firman Tuhan, dan memilih untuk membayar jumlah tersebut kepada pembuatnya. Betapa lega rasanya bisa terhindar dari melakukan perbuatan curang. Saya merasakan sukacita meskipun mengeluarkan uang dalam jumlah yang besar.

Tepat seminggu kemudian, sesuatu yang luar biasa terjadi. Secara luar biasa saya mendapatkan pemasangan iklan dalam situs tersebut sebanyak tiga buah, dan jumlah yang saya peroleh dari iklan tersebut adalah lebih dari 10 kali lipat dari US $40 yang saya keluarkan seminggu sebelumnya. Lebih dari 10 kali lipat! Wow.. puji Tuhan! Tuhan menggenapi janjinya, ketika saya memilih untuk taat mendengar firmanNya. Haleluya.

Amsal menuliskan bahwa "Siapa meremehkan firman, ia akan menanggung akibatnya, tetapi siapa taat kepada perintah, akan menerima balasan." Dalam bahasa inggrisnya berbunyi demikian: "Whoever despises the word and counsel [of God] brings destruction upon himself, but he who [reverently] fears and respects the commandment [of God] is rewarded." (Amsal 13:13). Ayat ini digenapi secara luar biasa. Lihatlah buah yang kita hasilkan dari ketaatan. Tuhan menjanjikan dalam banyak kesempatan bahwa Dia sanggup melimpahkan berkatNya ketika kita mau taat kepada firmanNya. Tuhan selalu menepati janjiNya, dan hari ini saya mengalaminya sendiri. Apabila kita taat, maka kita akan diberkati bahkan ditambahkan berlipat-lipat. Serangkaian ayat mengenai berkat dalam Ulangan 28, dimana salah satunya berbunyi: "Diberkatilah bakulmu dan tempat adonanmu." (ay 8) merupakan serangkaian janji Tuhan dalam melimpahkan berkatNya buat kita. Namun itu semua haruslah dimulai dengan keputusan-keputusan kita dalam hidup untuk taat kepada perintahNya. Awal dari perikop berkat adalah sebagai berikut:"Jika engkau baik-baik mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan dengan setia segala perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, maka TUHAN, Allahmu, akan mengangkat engkau di atas segala bangsa di bumi." (ay 1). Semua berkat Dia sediakan bagi kita, jika kita mendengarkan baik-baik suara Tuhan, dan tidak berhenti hanya pada mendengarkan, melainkan melanjutkannya dengan melakukan Firman secara nyata dengan setia. Jika ini kita lakukan, maka Tuhan akan melimpahkan berkatNya secara luar biasa. Sebuah kebahagiaan bagi saya hari ini untuk menjadikan apa yang saya alami sebagai sebuah kesaksian, betapa Tuhan adalah Bapa yang penuh kasih dan setia menggenapi semua janjiNya.

Bagi orang yang banyak berkecimpung di dunia maya seperti saya, masalah bajak membajak sebenarnya merupakan hal yang lumrah, kita bisa menjumpai segalanya di internet dan mendapatkannya secara ilegal. Namun lihatlah apa yang saya petik sebagai buah ketaatan dan kejujuran. Tuhan memperhitungkan segala yang kita perbuat dan putuskan. Itu pasti. Setiap perbuatan curang, sekecil apapun, merupakan kekejian bagi Tuhan. "..setiap orang yang berbuat curang, adalah kekejian bagi TUHAN, Allahmu." (Ulangan 25:16). Dalam Ayub kita membaca: "Jikalau mereka mendengar dan takluk, maka mereka hidup mujur sampai akhir hari-hari mereka dan senang sampai akhir tahun-tahun mereka. Tetapi, jikalau mereka tidak mendengar, maka mereka akan mati oleh lembing, dan binasa dalam kebebalan." (Ayub 36:11-12). Dalam surat Paulus kepada Titus pun ia mengingatkan demikian: "Hamba-hamba hendaklah taat kepada tuannya dalam segala hal dan berkenan kepada mereka, jangan membantah, jangan curang, tetapi hendaklah selalu tulus dan setia, supaya dengan demikian mereka dalam segala hal memuliakan ajaran Allah, Juruselamat kita." (Titus 2:9-10). Terkadang tidak mudah untuk taat, terlebih ketika kita harus menderita atau mengalami kerugian terlebih dahulu. Seperti apa yang saya alami, tidaklah mudah untuk mengeluarkan sejumlah uang yang cukup besar, namun ketika saya memutuskan untuk taat, kini saya memetik buahnya. Belajarlah untuk senantiasa berlaku taat dan jujur, dalam hal sekecil apapun. Ketika anda memilih untuk taat dan melakukan sesuai Firman, Tuhan sanggup memberkati anda berlipat kali ganda. Lakukan bagian kita, dan Tuhan akan melakukan bagianNya.

Ketaatan yang ditanam akan menghasilkan buah berlipat ganda

Saturday, February 7, 2009

Restored!

Ayat bacaan: Mazmur 80:20
=========================
"Ya TUHAN, Allah semesta alam, pulihkanlah kami, buatlah wajah-Mu bersinar, maka kami akan selamat."

restored, dipulihkan, pemulihanPenggemar game terutama RPG (Role Playing Games) tentu tidak asing lagi dengan life bar seperti contoh gambar di samping. Ketika sang jagoan terus menerus berhadapan dengan musuh yang tidak kunjung habis kemudian terluka sedikit demi sedikit, life bar akan terus berkurang. Jika life bar itu mendekati habis, resikonya jelas. Jagoan kita akan terkapar, mati dan game over. Dalam setiap game tentu disediakan benda-benda di tempat-tempat tertentu yang bisa me-restore life bar secara full dalam sekali pakai. Dan jagoan kita pun akan memiliki life bar yang penuh seketika, sehingga sang jagoan bisa melanjutkan petualangannya dengan tenaga baru.

Dalam hidup ini, kita seringkali terus menerus "cedera" dihantam berbagai problema kehidupan. Terkadang begitu intens, silih berganti bahkan diserang kiri kanan sekaligus, sehingga "life bar" kita pun bisa menyusut. Jika keadaan dibiarkan berlarut-larut, kita bisa kehilangan tenaga untuk berjuang dan mulai putus pengharapan. Saya pernah mengalami hal ini ketika menghadapi ibu saya yang sedang sakit keras. Setiap hari saya dilanda kecemasan, dan saya butuh orang yang bisa menguatkan saya. Saya tidak bisa mengharapkan itu dari ayah dan adik saya yang juga sama-sama dalam keadaan tertekan. Biaya pengobatan membengkak, namun kondisi ibu tidak kunjung membaik. Ayah dan adik saya kemudian mengambil jalur okultisme, sedangkan saya terus dengan prinsip saya untuk menyerahkan segalanya pada Tuhan. Bisa dibayangkan, akhirnya saya pun akhirnya mulai merasa sendirian menghadapi itu. Kekasih saya tidak bisa berada di samping saya karena kuliah di kota lain. Saat itu saya butuh keberadaannya untuk menguatkan saya, namun itu tidak bisa saya dapatkan. Perlahan saya pun mulai breakdown. Sedih, takut, kesal, emosi, lelah, dan sebagainya datang serentak menghantam saya dari segala sisi. Saya mulai kehilangan harapan, tenaga dan kemampuan untuk bertahan. Dan "life bar" saya pun menyusut drastis. Pada suatu subuh ketika saya sudah 3 hari tidak bisa tidur, tiba-tiba sebuah sinar luar biasa terang menyilaukan mata saya dalam kamar. Begitu terangnya sehingga ketika saya memejamkan mata pun cahaya itu masih terasa menyilaukan. Lalu saya merasa seperti ada sebuah selimut besar melingkupi saya. Apa yang saya rasakan waktu itu? Rasa damai luar biasa. Bayangkan rasa damai luar biasa hadir dalam sebuah pelukan sangat hangat disaat saya sedang dalam keadaan sangat kalut. Dan tanpa sadar saya kemudian menangis sejadi-jadinya. Dan selimut besar itu seolah memeluk saya semakin erat. Sinar terang pun masih menerangi ruangan. Sekitar 15 menit saya merasakan itu, dengan keadaan selimut besar itu masih melingkupi saya, saya pun tertidur dengan damai. Saya bangun keesokan harinya dengan segar, penuh tenaga baru untuk kembali bergumul dengan situasi kritis ibu saya.

Ini sebuah kesaksian saya dari 6 tahun yang lalu. Pada pagi ini ternyata saya temukan ayatnya dalam Alkitab, yang persis sama dengan apa yang saya alami. Demikian kata pemazmur: "Ya TUHAN, Allah semesta alam, pulihkanlah kami, buatlah wajah-Mu bersinar, maka kami akan selamat." (Mazmur 80:20). "Restore us, O Lord of hosts..." Ya, dalam keadaan begitu tertekan, Tuhan mampu memulihkan kita secara penuh dalam seketika. Ada saat-saat dalam hidup kita, dimana masalah yang bertubi-tubi akan terus melemahkan kita. Itu wajar. Life without a problem is not a life at all. Masalah-masalah itu bisa mencabik-cabik kita hingga kita lama-lama habis, namun lihatlah, Tuhan mampu memulihkan kita! He can restore us! Seperti apa Tuhan memulihkan kita? Lihat ini: "TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang; Ia menyegarkan jiwaku (He refreshes and restores my life)." (Mazmur 23:1-3a).

Jika anda mengalami hal yang sama hari ini, ingatlah bahwa justru kelemahan-kelemahan itu bisa menjadi lahan subur buat Tuhan untuk menyatakan keajaibanNya. Hal itu pun disadari oleh Paulus, yang berkata: "Sebab jika aku lemah, maka aku kuat." (2 Korintus 12:10). Kita punya Allah yang jauh lebih besar dari masalah. Kita punya Allah yang sanggup memulihkan "life bar" kita seketika. Mungkin bukan masalah kita yang langsung selesai, tapi bukankah kekuatan untuk mampu menghadapi masalah pun sangat kita butuhkan? Datanglah padaNya, biarkan sinarNya menerangi jiwa kita. And then.. you're restored!

God can restore us with His amazing shine

Tuesday, January 13, 2009

Mukjizat Kesembuhan Atas Jazzel

Ayat bacaan: Matius 18:19-20
======================
"Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga. Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka."

mukjizat kesembuhan, anjing kecilBeberapa hari setelah natal menjelang tahun baru kemarin anjing betina kecil kami yang sudah kami anggap seperti anak sendiri, namanya Jazzel, tiba-tiba meraung kesakitan luar biasa ketika saya hendak menggendongnya. Saya kaget, karena tidak biasanya dia seperti itu. Saya menyadari pasti ada yang salah.. dan ketika saya melihat tubuhnya, benarlah demikian. Bagian dadanya membengkak seperti ada tulang yang patah. Saya dan istri pun sempat panik, kemudian menelpon dokter hewan. Namun tampaknya tidak ada dokter yang buka, karena bertepatan dengan hari libur umum. Sementara bentuk dada Jazzel di sebelah kanan terlihat menakutkan karena bengkak. Di tengah rasa cemas, kami memutuskan untuk berdoa bersama. Lalu kami duduk berdua, memegang punggung Jazzel yang masih gemetar kesakitan dan berdoa bersama. Apa yang terjadi? Begitu selesai berdoa, Jazzel langsung berjalan tanpa terlihat sakit, namun bengkaknya masih ada. Lima menit sesudahnya, dia sudah berani melompat turun naik di sofa. Kemudian, hampir sepanjang malam dia habiskan untuk tidur. Dan besoknya, dada Jazzel kembali normal. Ketika digendong Jazzel tidak lagi merasakan apa-apa. Haleluya!

Itu sebuah mukjizat luar biasa yang kembali hadir dalam keluarga kami. (Silahkan baca kesaksian di "Tuhan Peduli Terhadap Segala Hal" dan "The Other Side Of Taki Story" ) Bayangkan, dada yang membengkak, terlihat seperti ada yang patah, raungan Jazzel yang sangat kesakitan ketika dipegang, dalam seketika Tuhan bisa pulihkan. Dan itu terjadi bukan pada manusia, melainkan pada seekor anjing. Tuhan Yesus sungguh ajaib dan luar biasa. Apa yang menjadi dasar doa kami sore itu adalah ayat yang saya jadikan ayat bacaan hari ini. "Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga. Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka." (Matius 18:19-20). Kami memutuskan untuk sepakat, bersatu dalam doa, dalam nama Yesus yang bertahta di dalam hidup dan keluarga kami. Kami menyerahkan permasalahan ke dalam tanganNya dan berdoa, kemudian percaya penuh bahwa Tuhan akan memberikan yang terbaik. Dan hasilnya luar biasa. Yesus luar biasa.

Terkadang ada orang yang ragu apakah Tuhan mau menjawab doa mereka. Apakah masalah mereka cukup layak untuk mendapat uluran tangan Tuhan. Seorang teman pernah berkata "masalahku tidak separah masalah-masalah berat yang dialami sebagian orang, dan Tuhan sudah terlalu sibuk mengurus berbagai masalah berat, pastilah masalah saya tidak lagi sempat diurusNya.." Tidak, tidak demikian. Tuhan tidak pernah terlalu sibuk! Dia selalu mendengarkan doa kita. "Dan apabila kamu berseru dan datang untuk berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mendengarkan kamu" (Yeremia 29:12). Tuhan siap menjawab doa-doa kita dan memberikan mukjizatnya. Apa yang kita perlukan adalah :
- Percaya
"Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu." (Markus 11:24)
- Tetap hidup kudus sesuai firman Tuhan
"Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya."(Yakobus 5:16b)
- Berani melakukan langkah iman, dan melakukannya dalam nama Yesus
"Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh." (Markus 16:17-18)
- Meminta sesuatu yang benar-benar berguna, bukan sekedar memuaskan hawa nafsu duniawi yang bertentangan dengan kehendak Tuhan
"Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu." (Yakobus 4:3)

Kepada Yesus telah diserahkan segala kuasa di sorga dan di bumi (Matius 28:18), maka mintalah dalam Yesus, dan Bapa di surga akan mengabulkannya. Tuhan sanggup melakukan mukjizat dalam hidup kita, anak-anakNya yang selalu taat untuk hidup kudus dan percaya sepenuhnya pada kuasaNya. Jika Tuhan sanggup menyembukan seekor anjing kecil, Dia pasti sanggup melakukan mukjizat atas hidup kita. Seperti apa yang diucapkan Ayub: "Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal." (Ayub 42:2), percayalah, Tuhan pasti selalu memberikan jawaban yang terbaik. He never fails!

Mukjizat terjadi pada orang yang percaya pada Yesus sepenuhnya dan taat melakukan firman

Thursday, January 8, 2009

Ajaibnya Tuhan

Ayat bacaan: Yesaya 59:1
===================
"Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar"

ajaibnya TuhanSebagai seorang wartawan, mengejar narasumber untuk mendapatkan berita merupakan hal mutlak. Begitu pula dengan sebuah tugas dalam festival Jazz internasional di Jakarta akhir bulan November yang lalu. Ada seorang musisi legendaris asal Indonesia yang sekarang tinggal di luar negeri tampil di sana. Selain harus berjuang untuk memintanya bersedia di wawancara, saya juga adalah fans beratnya sejak dulu. Begitu banyak orang yang mengejarnya untuk foto bareng, sementara dia juga harus meluangkan waktu untuk makan malam dan bertemu dengan teman-teman lamanya, para musisi dari Indonesia, membuatnya membatasi kesempatan untuk bersama para penggemar. Saya bisa bayangkan, jika ia ladeni semuanya, mungkin seluruh waktunya akan habis tersita. Maka restoran tempat ia makan pun dijaga, pengunjung yang masuk ke dalam dibatasi selama ia berada disana. Saya tidak punya waktu banyak, karena di saat yang sama, ada 4 atau 5 panggung lainnya yang harus saya liput, belum lagi mencari kesempatan wawancara dengan musisi-musisi lainnya. Dalam hati saya berdoa, singkat saja, mungkin terkesan sambil lalu.. saya tidak tahu bagaimana caranya, tapi saya percaya Tuhan mampu memungkinkan saya bertemu dengan si artis legendaris itu. Singkat saja, saya cuma berkata demikian dan menyerahkan pada Tuhan. Haleluya, mukjizat terjadi. Tuhan menjawab doa saya dengan instan. Begitu saya ucapkan "amin"... tiba-tiba artis itu menoleh ke arah saya dan memanggil saya. Ia pun memanggil saya untuk masuk ke ruangan restoran. Apa katanya? Dia berkata, bahwa dia sudah melihat saya beberapa kali di area acara, dan ada sesuatu yang berbeda dari saya, katanya. Dia tidak tahu saya wartawan, tapi yang dia tahu dia harus memanggil dan bertemu saya. Akhirnya, tidak hanya bisa foto bersama, tapi dia juga memberikan nomor telepon dan emailnya. "you can contact me anytime you want.." begitu katanya.Ajaib.

Urusan seperti di atas mungkin sepele bagi sebagian orang, tapi bagi seorang fans dan wartawan, itu adalah sangat penting. Ketika kita mendengar kata mukjizat, banyak orang yang mengartikan mukjizat dengan mengacu pada sesuatu yang "besar", seperti orang mati dihidupkan, orang sakit berat disembuhkan, orang lumpuh berjalan, orang buta melihat dan sebagainya. Tapi sebenarnya mukjizat Tuhan tidaklah terbatas pada itu saja. Dalam hal-hal yang relatif "kecil" dan mungkin subjektif, seperti kesaksian saya diatas pun, itu tetap merupakan mukjizat dari Tuhan. Hal yang sangat mustahil, bukan saya yang menemukan jalan bertemu dengan si artis, tapi malah si artis yang memanggil saya.Padahal saya berada di tengah kerumunan begitu banyak orang. Jika itu bukan atas kuasa Tuhan yang ajaib, bagaimana hal itu mungkin dengan logika manusia? Ketika menghadapi kendala, kita seringkali sibuk sendiri mencari jalan sesuai logika dan kemampuan daya pikir kita sendiri, namun kita lupa bahwa ada Tuhan yang pegang kendali atas hidup kita. Jika penyertaan Tuhan ada dalam pekerjaan dan hidup kita, maka mukjizat demi mukjizat baik besar maupun kecil bukan lagi merupakan hal yang aneh. Ketika kita mau hidup sesuai kehendakNya, terus berusaha hidup kudus, maka ayat bacaan hari ini menjadi nyata. "Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar.."(Yesaya 59:1). Haleluya. Tuhan Yesus telah berkali-kali mengingatkan akan hal ini juga. Matius 17:20 misalnya, mengatakan jika kita punya iman meski sebesar biji sesawi saja, gunung sekalipun akan pindah. "..dan takkan ada yang mustahil bagimu". Dalam Markus 9:23 Yesus juga berkata, "Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!" Atau ayat berikut: "Yesus memandang mereka dan berkata: "Bagi manusia hal itu tidak mungkin, tetapi bukan demikian bagi Allah. Sebab segala sesuatu adalah mungkin bagi Allah."(Markus 10:27).

Tidak ada yang mustahil, semua mungkin bagi Tuhan. Tangan Tuhan tidak pernah kurang panjang untuk menolong, dan telingaNya tidak pernah kurang tajam untuk mendengar kita. Hiduplah dengan benar, lalu serahkanlah seluruh hidup kita ke dalam tanganNya. Tuhan kita adalah Allah yang peduli, yang tahu pasti apa yang menjadi kebutuhan kita. Alami hari-hari penuh berkat, penuh mukjizat, rasakan kehadiranNya yang ajaib dalam setiap pergumulan anda, karena bagi Tuhan tidak ada yang mustahil.

Tuhan mampu bekerja secara ajaib diluar batas logika manusia

Tuesday, August 5, 2008

Dana Lu Blessing (2) : Aroma Tuhan

Ayat bacaan: Kejadian 28:16
======================
"Ketika Yakub bangun dari tidurnya, berkatalah ia: "Sesungguhnya TUHAN ada di tempat ini, dan aku tidak mengetahuinya."

dalam pelukan TuhanJika kemarin kita telah melihat mukjizat luar biasa dari Allah yang penuh kasih turun atas Dana Lu Blessing, dimana diluar ekspektasi logika medis ternyata Dana tumbuh sehat dan diberkati, hari ini saya ingin membagikan kelanjutan kisah Dana, ketika dia berusia 5 tahun. Pada suatu hari Dana tengah duduk di pangkuan ibunya. Keduanya tengah melihat kakak Dana, Dustin, yang sedang main baseball. Di tengah obrolan santai bersama ibunya, Dana tiba-tiba terdiam. Dana lalu meletakkan kedua tangannya ke dada, seperti sedang memeluk. Dia bertanya pada ibunya,"ibu, bisa mencium sesuatu tidak?" Si ibu melihat ke langit yang tampaknya mulai mendung dan akan hujan, angin yang mulai bertiup lebih kencang, lalu menjawab: "ya, tampaknya bakal hujan. Seperti bau hujan." Dana menggelengkan kepalanya lalu menepuk pundak ibunya. "Tidak, tidak... ini seperti aroma Tuhan. Ini aroma yang tercium ketika aku berada dalam pelukanNya." Menangislah sang ibu. Ketika 2 bulan pertama mereka belum bisa memeluk Dana, ternyata Dana tetap berada dalam pelukan Allah yang penuh kasih. Ketika sistem saraf dan kulit Dana belum memungkinkan untuk menerima sentuhan dan belaian, tangan Tuhan ternyata memeluk dan melindungi Dana tanpa henti. Tuhan terus memeluk Dana, sampai-sampai Dana bisa mengenal aroma Tuhan dengan sangat baik.

Ketika kita ada dalam kesesakan, mungkin mudah bagi kita untuk berteriak "dimanakah Tuhan, pedulikah Engkau pada diriku dan masalahku?" Seringkali dalam timbunan masalah yang menenggelamkan, kita sulit untuk merasakan kehadiran Tuhan. Tuhan adalah Allah yang setia sampai selama-lamanya, Dia tidak pernah meninggalkan kita. Lihatlah betapa indahnya kisah di atas, bagaimana Tuhan memeluk Dana melewati masa-masa sulitnya. Orang tuanya tidak bisa melihat hal tersebut dengan kasat mata, dokter dan perawat tidak bisa melihatnya, tapi sungguh Tuhan ada bersama Dana. Kita bisa belajar lewat iman Diana dan David, orang tua Dana yang tidak pernah putus pengharapan dan percaya bahwa bagi Allah tidak ada yang mustahil. Ingatlah bahwa melalui Kristus, Allah telah melengkapi anak-anakNya, meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan diri kita untuk menghadapi masa sulit (1 Petrus 5:10). Doa yang disertai iman, dengan iman yang mungkin hanya sebesar biji sesawi sekalipun, punya kuasa dahsyat.


Hadapilah segala sesuatu dengan iman teguh dan penuh pengharapan, jangan pernah patah semangat dan putus asa, karena meskipun tidak terlihat, Tuhan selalu ada bersama anda untuk membantu anda melewati setiap permasalahan.


Meski tidak terlihat atau mungkin sulit dirasakan, percayalah Tuhan selalu ada beserta kita

Monday, August 4, 2008

Dana Lu Blessing (1) : Tiada Yang Mustahil

Ayat bacaan: Markus 10:27
======================
"Yesus memandang mereka dan berkata: "Bagi manusia hal itu tidak mungkin, tetapi bukan demikian bagi Allah. Sebab segala sesuatu adalah mungkin bagi Allah."

Sebuah kisah mukjizat luar biasa yang lahir dari iman teguh kedua orang tua. Pada tahun 1991 di Dallas, Texas, lahir seorang anak yang hanya sempat berada 24 minggu dalam kandungan (normalnya 37-40 minggu). Anak ini, Dana Lu Blessing, hanya memiliki berat kurang dari 1 kg, hanya sekitar 0.7 kg, dengan panjang cuma 30 cm. Kulitnya sangat tipis dan sensitif, sistem syarafnya belum sempat terbentuk sempurna karena lahir prematur, sehingga orang tuanya tidak bisa menyentuhnya. Dana pun harus berada dalam perawatan intensif, penuh alat bantu. Dokter menyatakan pada kedua orang tua, Diana dan David, bahwa bayi mereka tidak punya harapan untuk hidup. Cuma 10% kemungkinan bisa hidup, itupun jika selamat, hidupnya akan penuh masalah. Kemungkinan besar tidak bisa bicara, buta, bakal mengalami kelainan otak, sampai mentalnya terbelakang. Itu vonis dokter ketika melihat kondisi Dana. Dokter malah meminta orang tua Dana untuk mempersiapkan peti buat penguburan Dana. Tapi kedua orang tua Dana menolak hal tersebut. Mereka terus berdoa agar Tuhan hadir melindungi Dana melewati masa-masa kritisnya. "Tidak! Semua itu tidak akan terjadi! Dana tidak akan mati. Satu hari nanti dia akan tumbuh normal dan tinggal bersama kami!" kata Diana. Puji Tuhan, secara perlahan berat Dana bertambah, dan ketika ia berusia 2 bulan, orang tuanya akhirnya berkesempatan menggendong Dana untuk pertama kalinya. Meski demikian, dokter masih mengingatkan bahwa kesempatan Dana untuk tumbuh normal adalah mendekati nol. Berbagai kelainan akan menimpa hidup Dana, kata dokter.


dana lu blessing, renungan harian
Foto-foto Dana Lu Blessing



Tapi bagi Tuhan tidak ada yang mustahil. Dana tumbuh normal, tanpa masalah! Dia tidak mengalami kelainan apapun sama sekali, dan tumbuh seperti layaknya anak sehat. Lihatlah betapa besarnya kuasa doa yang dipanjatkan dengan iman penuh, dan lihatlah betapa Tuhan sangat mengasihi anak-anakNya. Tuhan Yesus berkata "Dan apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya." (Mat 21:22), dan apa yang dikatakan Yesus tergenapi dari kisah ini.

Memberi mukjizat bukanlah hal yang sulit bagi Tuhan. Berkat dan karunia selalu turun buat kita yang sungguh-sungguh taat padaNya. Dia selalu setia berada di dekat kita, baik dalam suka maupun duka, dalam keadaan baik maupun dalam kondisi kita yang paling sulit sekalipun. Tuhan sangat mengasihi kita, dia adalah Allah yang peduli. Yang dibutuhkan hanyalah iman kita, dan kesungguhan hati kita untuk menyerahkan segala perkara ke dalam tanganNya, dan mengijinkan kuasa Allah bekerja atas hidup kita. "Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku." (Filipi 4:13).


Apa yang mustahil bagi manusia, tidaklah demikian bagi Allah.

Monday, July 7, 2008

Hanya Menjalankan Kewajiban

Ayat bacaan:Luk 17:10
====================
"Demikian jugalah kamu. Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan."

daily breadHari ini saya menuliskan apa yang menjadi motivasi saya untuk berkomitmen menulis renungan secara rutin. Saya bukanlah orang yang mengenal Tuhan Yesus dari kecil. Saya hidup di keluarga multi agama, dan melewatkan masa kecil saya dengan kondisi keimanan yang diperebutkan oleh kedua orang tua saya. Bukan hanya belum mengenal Yesus, hidup saya pun dulu bergelimang dosa. Satu ketika di tahun 2001, melalui serangkaian peristiwa yang sulit saya jelaskan, Tuhan menyatakan dirinya beberapa kali. Ketika ibu saya dalam kondisi serius di rumah sakit akibat kanker, saya pun mengalami lagi berbagai peristiwa yang sulit dijelaskan secara logika manusia, dan puncaknya adalah perjumpaan saya dengan Tuhan Yesus. Pada saat itu, saya tidak menunggu lagi dan segera menerima Yesus sebagai Juru Selamat pribadi saya dan dibaptis sebagai tanda ketaatan saya. Setelah itu? Hidup tidak menjadi gampang. Saya diproses cukup keras, yang nanti pada suatu waktu akan saya bagikan sebagai renungan. Tapi yang saya tahu, dalam setiap proses yang saya jalani itu, saya merasakan betul bahwa Tuhan tetap ada bersama saya, dan Dia bukan menyiksa saya, melainkan membentuk saya menjadi manusia baru.

Saya tidak pernah sekolah alkitab. Saya bukanlah mahasiswa teologi, apalagi pendeta. Saya bukan pengarang , belajar di fakultas ilmu komunikasi atau sastra. Waktu yang saya jalani bersama Yesus juga masih seumur jagung. Saya masih belum hafal lagu2 pujian dan penyembahan, saya terkadang masih lupa berdoa sebelum makan, saya masih sering berjuang melawan keinginan daging, saya masih juga terpeleset, tapi satu hal yang pasti, saya sedang dalam proses, dan saya menikmati proses ini. Saya menyadari sepenuhnya, sebagai manusia saya tidak luput dari kesalahan, tapi sebagai murid Yesus, saya harus selalu mengakui kesalahan-kesalahan itu dan tidak akan pernah menyerah.

Saya tidak punya keinginan duniawi dalam menulis renungan setiap hari. Saya tidak mencari pujian, penghargaan, tidak bermegah terhadap diri sendiri atau motivasi2 pribadi lainnya. Pengetahuan saya mengenai alkitab pun terbatas. Apa yang saya lakukan hanyalah melakukan apa yang menjadi tugas saya sebagai murid Yesus dan tidak mengharap apa2 dari ini semua. Sejujurnya, meskipun Tuhan Yesus menjanjikan kebahagiaan ketika kita kedapatan sedang melakukan tugas pada saat kedatanganNya (Luk 12:43), tapi apa yang saya perbuat adalah ucapan syukur tidak terhingga atas penebusan Yesus buat kita semua di atas kayu salib. Saya tidak dapat membayangkan bagaimana jika hal itu tidak terjadi, terlebih lagi bagaimana jika saya tidak mengalami serangkaian kesaksian seperti yang saya sebutkan diatas. Saya juga rindu lebih banyak lagi jiwa bisa diselamatkan. Bayangkan betapa ironisnya jika saya tidak berbuat apapun buat saudara2 kita yang belum selamat atau yang terperangkap dalam belenggu dosa, padahal saya sendiri mengalami kasih luar biasa Yesus setiap saat. Saya rindu untuk menyatakan bahwa di dalam Yesus lah ada keselamatan, dan upah dosa adalah maut.(Roma 6:23). Komitmen ini saya lakukan dengan penuh sukacita.

Dengan segala kerendahan hati, saya hanyalah seorang manusia yang tidak ada apa2nya. Apa yang saya tuliskan setiap hari adalah berdasarkan tuntunan Roh Kudus yang terus membimbing saya dan bukan kekuatan sendiri. Sungguh luar biasa Tuhan, dalam proses yang menjadi suatu kewajiban pun Dia tetap membimbing. Karena tanpa bimbinganNya, mustahil saya bisa menulis secara rutin seperti ini. Praise the Lord!


Penebusan di kayu salib adalah bentuk kasih terbesar dari Tuhan untuk kita semua, anak2Nya yang berharga. Tidak ada apapun yang sebanding dengan itu.

Monday, June 23, 2008

Nasihat Seminggu Penuh

Ayat bacaan: Ayub 33:14-16
======================
"Karena Allah berfirman dengan satu dua cara, tetapi orang tidak memperhatikannya.Dalam mimpi, dalam penglihatan waktu malam, bila orang nyenyak tidur, bila berbaring di atas tempat tidur,maka Ia membuka telinga manusia dan mengejutkan mereka dengan teguran-teguran"

Kali ini renungan harian akan saya isi dengan sepenggal kesaksian menjelang pernikahan kami di awal bulan Februari yang lalu. Proses untuk membicarakan keinginan saya untuk menikah tidaklah gampang. Setelah sekian tahun saya belum juga mendapat "keberanian" untuk memohon persetujuan dan restu dari ayah saya. Ayah saya belum menerima Yesus dan menganut agama yang mayoritas dianut oleh penduduk di negara ini. Pada satu malam setelah memarkir mobil, saya mendengar suara dalam hati saya yang mengatakan kira2 begini:"siap2 untuk ngomong sama papa ya.. waktunya tiba." Saya pun kaget. Bagaimana mungkin? apa saya harus telepon sekarang juga? 10 menit saya masih menimbang2, tiba2 telepon saya berbunyi. Ayah saya menelepon, dan mengatakan bahwa dia akan ke Jakarta, dan meminta saya untuk menjumpainya disana. Saya pun tahu, ini saatnya untuk bicara.

Saya mengira saya bakal harus menjelaskan panjang lebar dan meminta dengan susah payah agar pernikahan saya yang sedianya akan dilangsungkan di Gereja direstui olehnya. Saya mengira bahwa ayah saya akan menolak hadir disana, kalaupun beliau setuju. Ternyata ketika saya katakan bahwa saya hendak menikah, ayah saya tersenyum dan berkata bahwa dia sudah lama menunggu berita ini dan menyerahkan segala sesuatunya pada saya dan (calon) istri saya. Haleluya. Tuhan ternyata telah sediakan semuanya terlebih dahulu. Saya hanya perlu menyampaikan tanpa harus bersitegang sama sekali.

Itu awal dari sebuah proses pra nikah dimana campur tangan Tuhan sangat nyata dalam setiap langkah. Tapi apa yang saya ceritakan diatas barulah sebuah awal. Ayat bacaan hari ini berbicara mengenai bagaimana Tuhan bisa menyampaikan keinginanNya di malam hari, bahkan ketika orang sedang nyenyak tidur. Seminggu menjelang pernikahan, setiap malam ayah saya bermimpi didatangi oleh ibu saya yang telah dipanggil Tuhan beberapa tahun yang lalu. Selama seminggu penuh, ayah bercerita bahwa ibu saya berpesan dalam mimpi2nya agar ayah bisa mewakili ketidakhadiran ibu di dunia ini, dan melancarkan segala sesuatu. Seminggu penuh ayah saya diingatkan untuk bergembira, bersukacita, dan menjaga agar seluruhnya berjalan dengan baik. "Tidak ada satu malam pun tanpa kehadiran mama dalam mimpi lengkap dengan pesan2nya.." begitu kata ayah saya. Dan puncaknya adalah malam sebelum pemberkatan. Kehadiran ibu dalam mimpi ayah saya tidak lagi memberikan pesan2, tapi hanya memberi sebuah penglihatan bahwa kami bertiga, ayah, ibu dan saya, tengah tertawa bahagia sambil berenang. Dan pada saat pemberkatan, ayah saya hadir dalam Gereja dengan wajah sangat bahagia. Tidak ada wajah keterpaksaan, tidak ada penolakan, melainkan sukacita dan air mata bahagia. "Mama ada disini, dan dia sangat senang.." begitu katanya setelah kami berdua diberkati dan sah menjadi suami istri.

Tuhan bisa berbicara pada manusia lewat berbagai cara. Inilah yang dijelaskan Elihu kepada Ayub seperti yang dapat kita baca pada pasal 33. Tuhan tidak pernah diam dalam setiap pergumulan kita, walaupun terkadang apa yang kita alami menurut kita seolah2 tidak mendapat jawaban apa2 dariNya. Kepada ayah saya, Tuhan berbicara lewat mimpi dan penglihatan pada waktu malam, persis seperti bunyi ayat bacaan hari ini. Dan saya yakin, seminggu penuh Allah mengutus malaikatNya untuk menasihati dan memberikan sukacita pada ayah saya, dan sang Malaikat tampil dalam penglihatan melalui wujud ibu saya. Satu hal lagi yang dapat diambil dari kesaksian saya adalah, bahwa apapun yang sejalan dengan keinginan Tuhan, ketika kita taat dengan sungguh2 dan percaya sepenuhnya padaNya, apapun yang menurut akal manusia mustahil, bagi Allah bukanlah perkara sulit. Percayalah, Allah peduli pada segala persoalan anda.


Tuhan bisa menyatakan isi hati dan keinginanNya lewat berbagai-bagai cara. Jika anda percayakan hidup sepenuhnya dalam tangan Allah, maka tidak ada yang mustahil

Monday, April 7, 2008

Tuhan Peduli Terhadap Segala Hal

Ayat Bacaan: Yer 32:27
===================
"Sesungguhnya, Akulah TUHAN, Allah segala makhluk; adakah sesuatu apapun yang mustahil untuk-Ku?"


Hari ini saya mengalami kejadian yg ingin saya bagikan dengan teman-teman. Jam 1 siang papa saya sms bilang bahwa waktu pagi tadi (jam 6),ia jogging dan seperti biasa anjing kesayangan kami –namanya Taki- ikut jogging juga. Anjing kami itu kalaupun jalan sendiri keluar rumah,ia akan pulang sendiri, kami tahu betul sifatnya. Sewaktu papa saya mau pulang,dilihatnya anjing kami tidak ada disitu, tapi ah..ia biasa pulang sendiri, maka dari itu papa pulang ke rumah. Namun setengah jam lewat belum jg pulang, ia mulai khawatir, sejak itu papa selalu mencari Taki tiap beberapa jam sekali. Pencariannya nihil, sampai ia meng-sms saya tentang ini. Saya sedih mendengarnya karena walaupun saya sudah tidak tinggal di rumah bersama mereka, tapi saya kenal Taki sejak dia masih kecil. Sifatnya yg anti sosial dengan orang lain selain keluarga kami membuat saya semakin khawatir kalau-kalau dia hendak diambil orang, ia tidak akan menyukai orang itu atau bahkan ia bisa saja disakiti orang yg tidak menyukai anjing. Saat itu ditengah kesedihan, saya langsung berdoa, dalam doa saya, saya berkata pada Tuhan bahwa Tuhan menyayangi semua makhluk di dunia ini, kami juga menyayangi anjing kami, jangan biarkan seorangpun menyakiti dia. Saya bahkan minta malaikat Tuhan untuk menuntun Taki di dalam ketersesatannya.

Selesai berdoa, saya agak menitikan sedikit air mata, karena sangat berharap Taki kembali. Setelah itu, saya bersiap-siap hendak pergi, tak sampai setengah jam berlalu, sebelum saya berangkat, papa meng-sms saya, isinya: Taki sudah pulang, dibawa kakak saya yg laki-laki pakai mobil. Puji Tuhan! Saya teramat senang, bahkan Tuhan kita tidak pernah terlalu sibuk untuk menjawab doa mengenai anjing peliharaan kita! Luar biasa…saya percaya Dia Allah yang maha peduli terhadap apapun persoalan yg menghadang kita. Sampai sekarang katanya kakak saya, ia masih merasa seperti mimpi menemukan Taki tepat ketika ia membuka pintu mobil ketika hendak membeli makan siang, sudah 6 jam lamanya ia menghilang, namun Tuhan tahu saya akan mendoakan Taki, maka dari itu saya yakin juga, Tuhan sudah menjawab doa saya bahkan sebelum saya berdoa. Halleluya!

Tuhan mendengar dan menjawab doa-doa anakNya

Sunday, February 17, 2008

Sebuah Kesaksian

Ayat Bacaan: ROMA 12:3
====================

Berdasarkan kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, aku berkata kepada setiap orang di antara kamu: Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi dari pada yang patut kamu pikirkan, tetapi hendaklah kamu berpikir begitu rupa, sehingga kamu menguasai diri menurut ukuran iman, yang dikaruniakan Allah kepada kamu masing-masing.

Tanggal 3 Februari yang lewat, kita berdua, penulis RHO ini baru saja melangsungkan pernikahan. Renungan hari ini akan berisikan kesaksian dari kita berdua, bagaimana indah dan sempurnanya jika Tuhan bekerja dalam hidup kita.

Kira2 sebulan sebelum pernikahan, dalam sebuah doa, saya diberitahu Tuhan, agar saya mempersiapkan diri untuk mengucapkan janji nikah yang berasal dari diri sendiri. Saya tidak tahu untuk apa hal tersebut harus saya persiapkan, tapi saya siapkan saja. Malah saya rencanakan kata2 itu untuk diucapkan pada saat pendeta selesai memberkati kita berdua. Pada hari H, kita berdua kaget, karena janji nikah ternyata harus dihapalkan(!), sedangkan kita tidak pernah diberikan hapalannya sama sekali hingga hari H. Kemudian pendeta mendekati kita, dan mengatakan bahwa kita diminta menyebutkan janji nikah itu dari dalam hati kita sendiri. Tuhan telah menyiapkan hal tersebut sebulan sebelumnya, kebingungan saya waktu itu akhirnya terjawab.

Pesta kita dilangsungkan ala pesta taman, yang artinya kita bergantung penuh pada cuaca. Bisa dibayangkan jika pada saat pesta, hujan turun dengan derasnya. Pesta bisa kacau berantakan jika itu terjadi. Apalagi seminggu sebelum pesta, hujan terus menerus membanjiri bandung, bahkan di jakarta sempat terjadi banjir yang melumpuhkan jalan menuju bandara. Berbagai tawaran akan pawang pun sampai kepada saya. Mulai dari pawang "biasa" hingga pawang "Persib", ditawarkan sebagai perisai apabila hari tidak bersahabat, katanya. Tapi saya menolak. Sejak awal saya menolak campur tangan pawang, karena saya tahu, yakin dan percaya, saya punya Bapa yang luar biasa. Saya percaya, jika pernikahan ini datangnya dari Dia, dan hadiratnya hadir memberkati kita berdua, semua pasti berlangsung sempurna. Doa2 menjelang pernikahan pun tidak lagi berisi permintaan, tapi berisi: "kita serahkan semuanya kedalam tanganMu , ya Bapa, biarlah kehendakMu yang terjadi, kita percaya apapun rencanaMu pasti baik dan sempurna bagi kami, dan dariMu tidak akan ada yang lain selain yang terbaik." Artinya, saya merasa tidak perlu berpikir hal2 jelek terlalu jauh, tidak perlu khawatir dan takut akan hal2 didepan, tapi iman akan Allah lah yang membuat saya percaya penuh padaNya. Dan... pesta tersebut begitu sukses, ceria, dengan cuaca yang sangat sempurna. Sesuai janji Tuhan sebelum pernikahan, pesta akan ditutup oleh hujan, dan itulah yang terjadi. Tepat setelah pesta selesai, (dalam hitungan detik), hujan gerimis turun, cuma sebentar. Artinya, para tamu pun dapat pulang ke rumah masing2 dalam cuaca baik. Halleluya.

Tuhan kita Tuhan yang luar biasa. Kita berdua sangat bersyukur, bahwa pesta pernikahan kita dapat menjadi sebuah kesaksian, terutama bagi orang2 yang terlibat di pesta kita berdua, bahwa kita punya Tuhan yang sungguh sungguh ajaib dan penuh kasih. Takjub, heran, ditengah peristiwa cuaca buruk yang melanda negeri ini dihari2 belakangan ini, campur tangan Tuhan dalam hidup kita dapat menjungkir balikkan hal2 logika manusia. BerkatNya, kuasaNya sungguh sempurna dalam hidup kita, jika kita mempercayakan segala sesuatu dalam tanganNya.

Percaya, percaya dan percaya. Serahkan semua pada Allah Bapa,dalam nama Yesus Kristus. Dia tahu setiap pergumulan dan permasalahan kita, dan Dia tidak akan pernah meninggalkan kita. Tuhan adalah Bapa yang sangat sayang pada kita anak2Nya, betapa kasihNya sempurna setiap hari. Hari ini, mari kita semua berhenti berkeluh kesah, datanglah kepadaNya, dan ucapkan syukur, berikan pujian yang terbaik untukNya, dan rasakan betapa damaiNya berada dalam hadirat Tuhan.

Semua telah Dia sediakan bagi kita yang percaya

Tidur (10)

 (sambungan) Menghadapi masalah hanya memandang pada masalah, itu bahaya. Menghadapi masalah tanpa iman, itu pun bahaya. Iman seperti yang d...