Saturday, June 9, 2018

Ragi Orang Saduki (3)

webmaster | 8:00:00 AM |
(sambungan)

3. Orang Saduki memakai logika manusia yang terbatas untuk memahami prinsip Kerajaan, termasuk mukjizat atau peristiwa supranatural

Orang-orang Saduki dipengaruhi oleh filsafat-filsafat rasional seperti yang dimiliki bangsa Yunani.

Hal ini pun dicatat dalam Markus 12:18-27. Mereka datang kepada Yesus dan mencoba menyampaikan penolakan mereka yang didasarkan pada logika. Mereka memakai peraturan Musa yang menyebutkan bahwa seandainya seorang pria beristri meninggal, maka istrinya harus kawin dengan salah satu saudaranya. Kalau kemudian suaminya terus meninggal dan si istri harus mengawini saudara lainnya, siapa yang nantinya menjadi suami saat dibangkitkan? Dan Yesus menegur keras mereka yang memakai cara pikir duniawi dalam memahami seperti apa hidup nantinya setelah kebangkitan. "Jawab Yesus kepada mereka: "Kamu sesat, justru karena kamu tidak mengerti Kitab Suci maupun kuasa Allah. Sebab apabila orang bangkit dari antara orang mati, orang tidak kawin dan tidak dikawinkan melainkan hidup seperti malaikat di sorga." (ay 24-25).

Orang-orang Saduki ini cenderung mempertanyakan segala sesuatu mengenai prinsip kebenaran dan bersikap negatif atau skeptis. Memakai logika dan kemampuan rasional manusia membuat orang Saduki sulit menerima kebenaran yang dibawa Kristus dari Tahta Bapa. Mereka suka berdebat, bukan untuk mencari kebenaran melainkan untuk mencari kesalahan. Mereka sibuk menyanggah dan melawan ketimbang mencoba meresapi kebenaran.

Perhatikanlah bahwa hingga hari ini konsep pemikiran yang sama masih banyak diadopsi oleh manusia. Ironisnya, bukan hanya terdapat pada orang yang belum percaya tapi juga diantara orang percaya. Orang-orang yang terkena ragi Saduki ini cenderung menilai segala sesuatu tentang iman dengan menggunakan logika dan memiliki pandangan negatif tentang pengajaran-pengajaran Yesus.

Mereka mencari penjelasan ilmiah terhadap perbuatan-perbuatan ajaib Tuhan dan pengajaran yang berasal dari KerajaanNya, merasionalisasikan Firman sesuai kemampuan pikiran manusia bukan menganggap Firman sebagai sebuah otoritas tertinggi yang harus dipatuhi dan dilakukan dan sebuah kebenaran yang mutlak. Kalau mereka sulit mencari alasan rasional mempergunakan logika, maka sikap skeptis kemudian muncul dalam benak mereka.

Ada banyak prinsip Kerajaan yang lebih besar dari kemampuan logika manusia yang terbatas. Contoh kecil saja, kita tidak bisa mengetahui apa yang akan terjadi di masa depan secanggih apapun teknologi dan ilmu pengetahuan hari ini. Memprediksi mungkin bisa, tapi tidak akan pernah ada yang bisa mengetahui dengan pasti. Alkitab sudah mengatakan bahwa kacamata yang dipakai seharusnya bukanlah kacamata kemampuan kita yang terbatas apalagi kacamata dunia, melainkan kacamata iman.

(bersambung)


No comments :

Search

Bagi Berkat?

Jika anda terbeban untuk turut memberkati pengunjung RHO, anda bisa mengirimkan renungan ataupun kesaksian yang tentunya berasal dari pengalaman anda sendiri, silahkan kirim email ke: rho_blog[at]yahoo[dot]com

Bahan yang dikirim akan diseleksi oleh tim RHO dan yang terpilih akan dimuat. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Archive

Jesus Followers

Prayer Request

Community

Stats

eXTReMe Tracker