Monday, June 30, 2008

Keahlian

webmaster | 9:00:00 AM | Be the first to comment!
Ayat bacaan: Keluaran 31:6
====================
"Juga Aku telah menetapkan di sampingnya Aholiab bin Ahisamakh, dari suku Dan; dalam hati setiap orang ahli telah Kuberikan keahlian. Haruslah mereka membuat segala apa yang telah Kuperintahkan kepadamu:"


Perhelatan Pesta Sepakbola Euro 2008 usai sudah. Adu strategi, trik sampai skil, baik secara tim maupun individu antar kesebelasan dari berbagai negara di Eropa tentu memuaskan penggemar sepakbola di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Sebagai satu dari sekian banyak penggemar sepakbola, saya melihat bahwa sebuah tim yang bagus punya pemain2 yang berperan secara khusus pada posisinya masing2, sesuai dengan karakter, kemampuan, kebiasaan dan sebagainya, yang ada pada masing2 pemain. David Villa (Spanyol) dan Andrei Arshavin (Rusia) berperan luar biasa dalam Euro kali ini sebagai striker. Di posisi gelandang serang? sulit membayangkan tim Jerman tanpa Ballack. Skill Cristiano Ronaldo (Portugal), Schweinsteiger (Jerman) atau Robben (Belanda) fantastis menyisir pinggir lapangan dan memporak-porandakan pertahanan lawan. Palang pintu? Lihat aksi luar biasa Iker Casillas dalam drama adu pinalti lawan Italia di Semi final. Mereka menempati posisi2 masing, bertanggung jawab penuh dalam teritorinya, di posisi sesuai dengan spesialisasi mereka masing2.Coba bayangkan jika posisi2 ini kita bolak balik. Kiper menjadi penyerang, gelandang serang menjadi kiper, penyerang jadi bek, bakal kacau dong..

Sebagai murid2 Tuhan Yesus pun kita seperti itu. Dalam mengemban tugas Amanat Agung seperti yang tertera pada Matius 28:19-20, kita tidak diharuskan menjadi pendeta atau penginjil untuk dapat melaksanakan Amanat dari Yesus. Ada banyak peran dalam misi pelayanan yang dapat dikerjakan oleh orang2 yang tepat. Dalam ayat bacaan hari ini, ketika bangsa Israel membutuhkan tenaga dari orang2 untuk membangun rumah ibadah seperti yang diperintahkan Tuhan pada Musa, Tuhan sendiri langsung menunjuk dua orang secara khusus, yaitu Bezaleel dan Aholiab, dan melengkapi mereka dengan keahlian tersendiri. Bezaleel dikaruniai keahlian, pengertian dan pengetahuan dalam membuat rancangan2 dari emas, perak dan tembaga, hingga mengasah batu permata atau mengukir kayu. Sedang Aholiab diberi karunia agar dapat menjadi pendamping Bezaleel.

Tuhan kita adalah Allah yang pro-aktif. Dia tidak duduk diam membiarkan kita sendirian. Kita semua adalah ciptaan unik yang memiliki keahlian tersendiri. Semua keahlian kita dapat dipakai untuk melayani, apakah itu di gereja anda, atau dalam kehidupan bermasyarakat. Mungkin diantara anda ada yang pintar main musik, seniman, penulis, orator, pintar mengatur keuangan, berbakat jadi pemimpin, menguasai komputer, video editing, menciptakan lagu dan sebagainya. Semua keahlian itu berasal dari Tuhan, dan jika kita punya komitmen sungguh2 untuk melayani Tuhan sesuai dengan talenta yang telah Dia berikan, Tuhan pun akan semakin melengkapi anda dengan hikmat dan kemampuan yang terus bertambah. Tidak perlu menunggu hingga tua, menunggu sampai memiliki pendapatan lebih dari cukup, sekolah teologi dulu, belajar nyanyi dulu atau alasan2 lainnya. Apapun yang anda miliki saat ini, saya yakin sudah sangat cukup untuk menjadi murid2 Yesus di dunia hari ini.

Setiap orang telah diperlengkapi dengan talenta tersendiri, pakailah talenta anda untuk memuliakan Tuhan

Sunday, June 29, 2008

Seperti Anjing Mati

webmaster | 9:00:00 AM | 1 Comment so far
Ayat bacaan: 2 Samuel 9:8
====================
"Lalu sujudlah Mefiboset dan berkata: "Apakah hambamu ini, sehingga engkau menghiraukan anjing mati seperti aku?"

Ada seorang teman dari luar negeri yang pernah berkunjung ke Indonesia. Dia kaget melihat banyaknya peminta2 hampir di tiap lampu merah. Dan ini ia jumpai bukan hanya di satu kota, melainkan di banyak kota.Saya ingat satu komentarnya, "apa salah negara ini hingga begitu banyak orang cacat yang butuh bantuan seperti ini?" Sebenarnya bukannya orang cacat itu lebih banyak ada di Indonesia dibanding negara2 lain, tapi rasa ketidakmampuan, rasa rendah diri pada mereka yang cacat biasanya lebih banyak dijumpai di negara2 yang masih dililit krisis seperti kita. Masih banyak orang yang merasa risih, takut bahkan jijik ketika mereka melihat orang yang fisiknya tidak lengkap. Bayangkan jika hal ini mereka hadapi setiap hari dari kecil, mereka akan terbentuk menjadi pribadi yang rendah diri dan dihantui bayang2 kegagalan dan kesia-siaan sepanjang hidupnya.

Entah kenapa, ketika bangun tadi pagi saya ketemu dengan kisah Mefiboset. Mefiboset adalah anak Yonathan, cucu Saul. Kakinya cacat akibat jatuh dari pangkuan pengasuhnya. Dia diasingkan di sebuah tempat yang tandus, Lodebar. Tidak heran jika Mefiboset merasa dirinya sangat rendah, memandang dirinya tidak lebih dari anjing mati. Betapa terkejutnya Mefiboset ketika Daud memanggilnya dan memperlakukannya seperti salah seorang anak raja. Daud ingin memulihkan semua hak milik Mefiboset, termasuk harga dirinya. Mefiboset kemudian tinggal di Yerusalem dan makan sehidangan dengan raja Daud.

Sebuah kisah yang bertolak belakang datang dari Korea. Bulan lalu Indonesia mendapat kunjungan dari Hee Ah Lee, pianis berusia 22 tahun. Ah Lee terlahir cacat. Dia hanya punya total empat jari dari kedua tangannya, sehingga terlihat seperti capit kepiting. Kakinya juga hanya sampai paha. Sejak kecil dia diejek teman2nya, disebut anak setan, atau dikata2i setan air, tapi dia tidak pernah menangis atau menyesali diri. Lee terus berjuang untuk belajar piano, meskipun rata2 guru piano menolaknya. Ketika orang normal belajar satu lagu dalam waktu relatif singkat, Lee butuh waktu lima tahun berlatih selama 10 jam sehari untuk bisa menguasai satu lagu , Fantasia Impromptu. Hasilnya? Puji Tuhan, bukan hanya berhasil menguasai piano, Lee juga telah membuat dua album dan telah berkeliling dunia. Selain itu, dia juga tetap aktif melayani sebagai pianis di gereja.Luar biasa. Lee berhasil karena dia tidak pernah putus pengharapan, dan percaya Tuhan memberkati siapapun yang terus berusaha dan percaya bahwa dalam Tuhan tidak ada yang mustahil.

Cacat atau tidak, banyak diantara kita yang memiliki rasa rendah diri berlebihan, atau mengasihani diri secara berlebihan. Apakah karena himpitan problem hidup, atau dosa yang pernah dilakukan, banyak orang merasa dirinya tidak layak untuk berhasil dalam hidupnya. Kita lebih memandang apa yang buruk pada diri kita daripada apa yang benar dalam hubungan kita dengan pribadi Yesus, yang telah mengorbankan hidupNya untuk kita, dan memberikan kita kebenaranNya. Kita telah ditebus, dimateraikan dan disahkan dalam Yesus Kristus, dan perjanjian itu kekal. Setiap pribadi berharga bagiNya, dan tidak ada hal yang mustahil buat Tuhan. Tuhan mengasihi setiap anak2Nya, apapun kondisi kita. Dalam segala kekurangan dan keterbatasan, Tuhan bisa mengubah itu semua, karena justru dalam kelemahanlah kuasa Tuhan menjadi sempurna.(2 Korintus 12:9). Tidak ada kata menyerah dalam kamus anak2 Tuhan, dan dalam setiap langkah dan denyut nadi kita, dalam nama Yesus, ada pengharapan luar biasa.

Kita semua berharga dimataNya, berhentilah mengasihani diri berlebihan dan peganglah janji Tuhan

Saturday, June 28, 2008

Melepaskan Yang Tertahan

webmaster | 9:00:00 AM | Be the first to comment!
Ayat Bacaan: Mazmur 51: 10
=====================
"Jadikanlah hatiku tahir, ya Allah, dan perbaharuilah batinku dengan roh yang teguh!"

Disaat kita merasa marah, kesal, dikecewakan, diperlakukan tidak adil, maka kita seringkali menjadi marah. Dan itu adalah reaksi yang wajar sebagai manusia. Tetapi, banyak diantara kita yang tidak cepat-cepat melepaskan rasa marah tersebut, malahan terus memendam rasa marah di dalam hati, bahkan lama setelah peristiwa itu berlalu. Apa yang akan terjadi dengan diri kita? merasa tidak puas, getir dan pemikiran negatif mencemari jalan pikiran kita.

Apakah saudara mau menjadi orang yang seperti itu? Mungkin dalam hati saudara bersikeras,"Anda gak tau apa yang dia lakukan terhadap saya, anda gak ngerti." Coba saudara bertanya pada diri sendiri, "apa yang akan saudara dapatkan lewat rasa marah dan benci yg dipendam itu terhadap diri saudara?"

Allah kita selalu memaafkan kesalahan kita, Dia tidak pernah menahan-nahan pengampunannya kepada kita, seburuk apapun kitsa sudah menyakiti hatiNya. Kalau kita mengikuti ajaran Yesus dengan taat, tentunya kita akan melepaskan pengampunan pada orang yang sudah membuat kita marah ataupun kecewa. Ketika saudara memaafkan, kebencian akan dilepaskan, ketegangan akan mereda dan rasa sukacita yang baru akan melingkupi roh dan jiwa kita. Sekarang, pilihannya anda ditangan anda.


Mintalah ampun akan kemarahan yang kita tahan selama ini, minta kepada Tuhan satu jiwa yang baru, yang penuh dengan sukacita melimpah.

Friday, June 27, 2008

Dalam Tangan Tuhan

webmaster | 9:00:00 AM | Be the first to comment!
Ayat bacaan: Yes 49:16
==================
"Lihat, Aku telah melukiskan engkau di telapak tangan-Ku; tembok-tembokmu tetap di ruang mata-Ku."


Kami punya seekor anjing chihuahua yang sekarang berusia hampir 3 tahun. Dulu ketika pertama kali dibeli, dia masih berumur 3 bulan. Saya masih ingat betul, ukurannya tidak lebih dari se-kepalan tangan saya.Begitu kecil, begitu mungil, dan begitu lemah. Pada saat itu, chi cuma duduk diam dalam keranjang, sepertinya masih bingung dan belum sadar kalau dia sudah "diselamatkan" dari kandang besi kecil yang tidak nyaman sama sekali. Seiring berjalannya waktu, chi benar2 menjadi anjing yang sangat bergantung pada kami. Dia tidur di kasur yang sama setiap kami tidur, dia mengajak main kalau dia bosan, dia akan minta digendong dan dibelai2, ngajak main, dan sebagainya. Dia akan minta dibawa keluar untuk buang hajat, dan patuh kalau dipanggil masuk. Meski badannya kecil,rasa tanggung jawabnya besar loh. Walaupun tidak ada yang mengangkat dia jadi satpam, dia akan menggonggong jika ada orang yang tidak dikenal membuka pagar rumah kami. Sulit rasanya membayangkan hidup tanpa Chi, dan rasanya saya pun bisa yakin kalau dia juga sulit hidup tanpa kami.

Teman, Tuhan pun menginginkan bentuk hubungan seperti ini dengan kita, anak2Nya. Kita diciptakan menurut gambar dan rupa Allah sendiri (Kej 1:26), kita begitu dicintaiNya dan sangat berharga bagiNya, hingga Dia menganugrahkan Anak-Nya yang tunggal bagi keselamatan kita (Yoh 3:16), merancang masa depan penuh harapan dalam damai sejahtera (Yer 29:11), dan juga, seperti ayat bacaan hari ini, kita ada dalam telapak tangan Tuhan. Kita sangat berharga di mata Tuhan, dan Dia begitu mengasihi kita. Apakah kita sudah mengasihi Tuhan seperti halnya Tuhan mengasihi kita?

Chi yang lemah butuh sosok dengan kekuatan yang lebih besar agar dapat hidup dan bertumbuh. Kita manusia pun butuh kekuatan yang lebih besar, dan satu2nya pemberi kekuatan yang lebih besar itu sesungguhnya ada pada pribadi Tuhan. Dia peduli, Dia tetap menyediakan semua kebutuhan anak2Nya, kasih setiaNya ada pada kita untuk selama-lamanya, dan itu Tuhan buktikan dengan mengukir nama anda dan saya pada telapak tangan-Nya. Jadi apapun permasalahan yang anda hadapi, sesulit apapun hidup ditengah krisis seperti sekarang ini, jangan takut. Hadapi realita hidup dengan bersandar padaNya, peganglah janji2 Allah pada setiap kita, karena anda ada pada telapak tanganNya!

Mari bersyukur atas Allah yang sangat peduli dan sangat mengasihi kita

Thursday, June 26, 2008

Butiran Pasir

webmaster | 9:00:00 AM | Be the first to comment!
Ayat bacaan: Amsal 4:14-15
======================
"Janganlah menempuh jalan orang fasik, dan janganlah mengikuti jalan orang jahat. Jauhilah jalan itu, janganlah melaluinya, menyimpanglah dari padanya dan jalanlah terus."

Pada tahun 1909, Edward Payson Weston membuat sebuah catatan sensasional. Pada usia 70 tahun, Edward melakukan perjalanan super jauh, 4000 mil, dari New York ke San Fransisco dengan berjalan kaki. Sebuah rekor mengagumkan di usia begitu lanjut berhasil dibuat oleh Edward. Dalam cuplikan koran tahun 1909 yang saya baca di internet, ada komentar dari Edward yang menarik menjawab sebuah wawancara setelah dia mencapai San Fransisco. Kira2 katanya begini: "Pada suatu hari kaki saya terasa sangat sakit, hampir menyerah menyudahi perjalanan ini. Masalah terbesar yang hampir membuat saya menyerah bukanlah rasa lelah, rentang jarak 4000 mil, panas terik atau jalan yang serasa memanggang, tapi butiran pasir yang memasuki sepatu."

Begitu juga halnya dengan Kekristenan kita. Disaat kita awas dan waspada penuh terhadap dosa2 besar yang sudah jelas, kita sering terjerembab pada dosa2 yang seolah2 terlihat sepele. Kita tidak memperhatikan hal2 yang kecil, sebaliknya kita berkompromi. Kita membiarkan diri kita berprasangka, mengucapkan kata2 yang tidak baik, membiarkan pengaruh2 jelek dari teman atau lingkungan sekitar perlahan2 memasuki kita, atau hal2 lain yang seakan2 sepele, dan memakluminya sebagai hal yang alami dan manusiawi. Betapa banyak anak2 Allah yang jatuh, bukan karena terpeleset pada masalah besar, tapi justru dimulai dari kasus2 yang sangat kecil.

Teman, mari kita jaga kekudusan kita. Tetap awas pada godaan untuk berbuat dosa, walau hal tersebut mungkin masih sangat sepele menurut pikiran manusiawi kita. Jangan sampai, apa yang telah kita capai selama ini harus luluh lantak hanya gara2 "butiran pasir dalam sepatu."


Bukan bukit dan gunung yang membuat kita terpeleset, tapi butiran pasir

Wednesday, June 25, 2008

Keteguhan Hati Seperti Intan

webmaster | 9:00:00 AM | Be the first to comment!
Ayat bacaan: Yehezkiel 3:8-9a
=============================
"Lihat, Aku meneguhkan hatimu melawan mereka yang berkepala batu dan membajakan semangatmu melawan ketegaran hati mereka. Seperti batu intan, yang lebih keras dari pada batu Kuteguhkan hatimu; janganlah takut kepada mereka dan janganlah gentar melihat mukanya, sebab mereka adalah kaum pemberontak."


Banyak orang menganggap hati adalah kata lain dari perasaan. Ada juga yang menganggap bahwa adalah pusat emosi semata. Hati adalah pusat diri, pusat dari segala keinginan yang terkuat. Dari hati lahir berbagai kehendak dan keinginan, hati juga dapat memberi gambaran yang lebih besar dari apa yang bahkan tidak bisa dilihat melalui persepsi otak. Dari hati lah kita bisa membuat pilihan-pilihan bijaksana, penuh hikmat, penuh kasih, atau sebaliknya. Betapa penting fungsi hati bagi manusia, dan itu pun ditegaskan di dalam Alkitab.

Yehezkiel harus menghadapi sebuah bangsa yang memberontak terhadap Allah. Allah tahu bahwa itu bukan sebuah tugas mudah, maka Dia memperlengkapi Yehezkiel dengan hati yang seteguh intan. Kenapa intan? Intan adalah mineral yang berasal dari substansi karbon yang mengalami tekanan dan panas sangat tinggi pada kerak bumi dan mengalami proses selama jutaan tahun. Mulai dari proses terbentuknya, keindahan dan pesonanya, hingga tingkat kesulitan tinggi untuk mendapatkannya membuat intan berharga sangat mahal. Tapi bukan itu saja, ada satu lagi keistimewaan intan seperti yang tercatat pada ayat bacaan hari ini. Intan memiliki tingkat kekerasan yang paling tinggi yang bisa dijumpai dari alam, akibat kerapatan atomnya yang luar biasa padat. Untuk menghadapi bangsa keras kepala yang memberontak, Allah memberikan hati sekeras batu intan agar Yehezkiel sanggup melakukan tugas, walau sesulit apapun.

Betapa banyak diantara kita gagal menjadi anak Allah karena kita tidak memiliki keteguhan hati. Kita seringkali terlalu mudah terbawa arus pergaulan, ikut2an teman dan berubah menjadi "pemberontak", sesuatu yang sangat tidak Allah inginkan dari kita. Dengan begitu cepat kita terpengaruh oleh hal2 duniawi, hal2 yang mengakibatkan dosa, hanya karena hati kita begitu lemah dan tidak sanggup untuk mengatakan "tidak" kepada hal2 yang bertentangan dengan kehendak Allah. Sebentuk hati yang teguh akan selalu memotivasi kita, mengingatkan kita untuk memberikan yang terbaik dari diri kita untuk kemuliaan Tuhan. Hati yang teguh akan selalu memberi peringatan apabila berbagai bentuk dosa mulai mendekati kita.

Kita tinggal di dalam dunia yang berada dibawah kuasa si jahat (1 Yoh 5:19). Setiap saat godaan mengintai kita, maka sangat penting bagi anak2 Allah untuk memiliki hati seteguh intan. Untuk itu, kita harus menjaga dan memelihara diri kita agar tetap memiliki hubungan yang erat dengan Allah.


Hati seteguh intan akan membuat anda mampu berbuat yang terbaik bagi kemuliaan Tuhan, bahkan di tempat yang paling sulit sekalipun.

Tuesday, June 24, 2008

Iri Hati

webmaster | 9:00:00 AM | Be the first to comment!
Ayat bacaan: Kej 4:5
=====================
"tetapi Kain dan korban persembahannya tidak diindahkan-Nya. Lalu hati Kain menjadi sangat panas, dan mukanya muram."

Ketika menunggu istri saya di dokter gigi kemarin malam, saya membolak balik majalah lama dan disitu saya membaca sebuah kisah yang menarik. Ada dua anak SMU yang tadinya bersahabat erat. Ketika yang satu menyadari bahwa sahabatnya selalu lebih unggul dalam hal nilai2 di sekolah, dia merasa bahwa Tuhan itu tidak adil padanya. Hubungan persahabatan itu pun menjadi renggang, karena setiap kali dia melihat sahabatnya, yang timbul adalah rasa kebencian. Ketika membaca cerita tadi, pikiran saya langsung melayang menuju kisah Kain dan Habel. Kain membunuh Habel akibat cemburu, melihat persembahannya yang ditolak Tuhan, sedangkan persembahan adiknya diterima. Lihatlah apa yang berasal dari iri hati bisa berakibat sangat jauh.

Iri hati merupakan sebuah perasaan tidak puas yang timbul akibat keuntungan atau kesuksesan orang lain. Banyak orang menganggap sepele masalah iri hati ini karena iri hati seakan2 sudah menjadi bagian yang sangat alamiah, begitu biasa terjadi dalam kehidupan kita. Banyak orang melihat iri hati hanyalah sebagai sebuah ungkapan perasaan hasil emosi sesaat yang tidak berbahaya. Tapi pandangan ini sungguh keliru. Walaupun terlihat sepele, tapi iri hati dapat mengarah pada banyak hal yang sangat buruk. Iri hati adalah seperti racun yang dapat mengubah kasih menjadi kebencian. Awalnya mungkin sepele, tapi akibat selanjutnya bisa fatal. "Sebab di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat." Hal yang berawal cuma dari iri hati bisa berakibat kepada kebencian hingga pembunuhan sekalipun. (Yak 3:16). Kasih yang telah tercemar itu akan mengakibatkan iman anda terganggu, karena iman hanya bekerja oleh kasih (Galatia 5:6).

Alkitab lebih jauh mencatat dimana posisi iri hati ini. Iri hati termasuk salah satu dari "perbuatan daging" yang dipaparkan pada Galatia 5:19-21. Iri hati ada dalam daftar bersama dosa2 serius lain seperti percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah,kedengkian, kemabukan, pesta pora dan lain2. Ketika bentuk2 dosa yang disebutkan diatas dengan susah payah kita hindarkan, iri hati seringkali terabaikan, menyelinap tanpa kita sadari.

Ketika ada tanda2 iri hati mulai muncul dalam hati anda, tolaklah segera. Daripada anda berkata, "Lihat mobil barunya! Lagi2 baru, dia tidak memerlukannya! Aku yang butuh mobil baru!". Segera gantikan dengan kuasa kasih dan sukacita yang berasal dari Tuhan, sehingga anda bisa dengan tulus hati mengatakan, "Puji Tuhan yang telah memberi berkat buat dia."

Iri hati tidak memiliki kuasa apapun bila sukacita dan kasih berlimpah dari Allah tetap mengalir dalam diri anda.

Monday, June 23, 2008

Nasihat Seminggu Penuh

webmaster | 9:00:00 AM | Be the first to comment!
Ayat bacaan: Ayub 33:14-16
======================
"Karena Allah berfirman dengan satu dua cara, tetapi orang tidak memperhatikannya.Dalam mimpi, dalam penglihatan waktu malam, bila orang nyenyak tidur, bila berbaring di atas tempat tidur,maka Ia membuka telinga manusia dan mengejutkan mereka dengan teguran-teguran"

Kali ini renungan harian akan saya isi dengan sepenggal kesaksian menjelang pernikahan kami di awal bulan Februari yang lalu. Proses untuk membicarakan keinginan saya untuk menikah tidaklah gampang. Setelah sekian tahun saya belum juga mendapat "keberanian" untuk memohon persetujuan dan restu dari ayah saya. Ayah saya belum menerima Yesus dan menganut agama yang mayoritas dianut oleh penduduk di negara ini. Pada satu malam setelah memarkir mobil, saya mendengar suara dalam hati saya yang mengatakan kira2 begini:"siap2 untuk ngomong sama papa ya.. waktunya tiba." Saya pun kaget. Bagaimana mungkin? apa saya harus telepon sekarang juga? 10 menit saya masih menimbang2, tiba2 telepon saya berbunyi. Ayah saya menelepon, dan mengatakan bahwa dia akan ke Jakarta, dan meminta saya untuk menjumpainya disana. Saya pun tahu, ini saatnya untuk bicara.

Saya mengira saya bakal harus menjelaskan panjang lebar dan meminta dengan susah payah agar pernikahan saya yang sedianya akan dilangsungkan di Gereja direstui olehnya. Saya mengira bahwa ayah saya akan menolak hadir disana, kalaupun beliau setuju. Ternyata ketika saya katakan bahwa saya hendak menikah, ayah saya tersenyum dan berkata bahwa dia sudah lama menunggu berita ini dan menyerahkan segala sesuatunya pada saya dan (calon) istri saya. Haleluya. Tuhan ternyata telah sediakan semuanya terlebih dahulu. Saya hanya perlu menyampaikan tanpa harus bersitegang sama sekali.

Itu awal dari sebuah proses pra nikah dimana campur tangan Tuhan sangat nyata dalam setiap langkah. Tapi apa yang saya ceritakan diatas barulah sebuah awal. Ayat bacaan hari ini berbicara mengenai bagaimana Tuhan bisa menyampaikan keinginanNya di malam hari, bahkan ketika orang sedang nyenyak tidur. Seminggu menjelang pernikahan, setiap malam ayah saya bermimpi didatangi oleh ibu saya yang telah dipanggil Tuhan beberapa tahun yang lalu. Selama seminggu penuh, ayah bercerita bahwa ibu saya berpesan dalam mimpi2nya agar ayah bisa mewakili ketidakhadiran ibu di dunia ini, dan melancarkan segala sesuatu. Seminggu penuh ayah saya diingatkan untuk bergembira, bersukacita, dan menjaga agar seluruhnya berjalan dengan baik. "Tidak ada satu malam pun tanpa kehadiran mama dalam mimpi lengkap dengan pesan2nya.." begitu kata ayah saya. Dan puncaknya adalah malam sebelum pemberkatan. Kehadiran ibu dalam mimpi ayah saya tidak lagi memberikan pesan2, tapi hanya memberi sebuah penglihatan bahwa kami bertiga, ayah, ibu dan saya, tengah tertawa bahagia sambil berenang. Dan pada saat pemberkatan, ayah saya hadir dalam Gereja dengan wajah sangat bahagia. Tidak ada wajah keterpaksaan, tidak ada penolakan, melainkan sukacita dan air mata bahagia. "Mama ada disini, dan dia sangat senang.." begitu katanya setelah kami berdua diberkati dan sah menjadi suami istri.

Tuhan bisa berbicara pada manusia lewat berbagai cara. Inilah yang dijelaskan Elihu kepada Ayub seperti yang dapat kita baca pada pasal 33. Tuhan tidak pernah diam dalam setiap pergumulan kita, walaupun terkadang apa yang kita alami menurut kita seolah2 tidak mendapat jawaban apa2 dariNya. Kepada ayah saya, Tuhan berbicara lewat mimpi dan penglihatan pada waktu malam, persis seperti bunyi ayat bacaan hari ini. Dan saya yakin, seminggu penuh Allah mengutus malaikatNya untuk menasihati dan memberikan sukacita pada ayah saya, dan sang Malaikat tampil dalam penglihatan melalui wujud ibu saya. Satu hal lagi yang dapat diambil dari kesaksian saya adalah, bahwa apapun yang sejalan dengan keinginan Tuhan, ketika kita taat dengan sungguh2 dan percaya sepenuhnya padaNya, apapun yang menurut akal manusia mustahil, bagi Allah bukanlah perkara sulit. Percayalah, Allah peduli pada segala persoalan anda.


Tuhan bisa menyatakan isi hati dan keinginanNya lewat berbagai-bagai cara. Jika anda percayakan hidup sepenuhnya dalam tangan Allah, maka tidak ada yang mustahil

Sunday, June 22, 2008

Home Sweet Home

webmaster | 9:00:00 AM | Be the first to comment!
Ayat Bacaan: Lukas 2:51
====================
"Lalu Ia pulang bersama-sama mereka ke Nazaret; dan Ia tetap hidup dalam asuhan mereka..."

Berapa banyak dari saudara yang merasa tumbuh di lingkungan keluarga yang kurang baik? pasti beberapa ada yang mengeluh, kenapa aku dilahirkan di keluarga miskin, kenapa aku mempunyai orang tua yang pemikirannya kolot dan keras, kenapa begini dan begitu. Dan kita tentunya berjanji pada diri kita sendiri untuk tidak menjadi seperti mereka suatu saat nanti.

Bagaimana dengan Yesus sendiri? yang merupakan teladan buat kita. Sejak dulu ia sudah membantu pekerjaan ayahnya yang seorang tukang kayu, ia juga tentunya dididik Taurat sebagai anak-anak Yahudi. Dan semua itu membentuk Yesus sebagai sosok Dia yang kita puja sekarang. Anda mungkin berpikir, Dia kan Tuhan, pastinya segala sesuatu tentang Dia sempurna. Tapi jangan salah dulu, Dia memiliki tubuh dan karakter seorang manusia, jadi siapa sosok Yesus, dipengaruhi juga oleh dimana dia bertumbuh.

Ketika Yesus berusia 12 tahun, Yesus merayakan Paskah di Yerusalem bersama kedua orang tuaNya. Yesus sempat tertinggal di Yerusalem, dan kemudian ditemukan di dalam Bait Allah setelah Maria dan Yusuf kembali lagi ke Yerusalem mencari Yesus. Ia tahu, Bait Allah adalah rumah BapaNya. Namun Ia juga sadar, bahwa Ia tercipta dalam tubuh manusianya 100% sama seperti sifat Ke-Tuhan-annya. Ia memiliki kewajiban untuk mengikut orang tuanya, maka Ia-pun pulang ke Nazaret untuk tetap hidup dalam naungan mereka.

Saudara, sifat Yesus ini perlu kita contoh. Tidak terkecuali apakah kita merasa terganggu dengan keadaan keluarga kita. Sebab diyakini atau tidak, keluargalah yang membentuk siapa kita. Kita tumbuh dan menjadi besar seperti saat ini adalah karena perawatan dari kedua orang tua kita. Kita menjadi seperti diri kita saat ini karena pengaruh keluarga. Mungkin kita merasa papa kita terlalu keras, tapi sadar tidak sadar itu membentuk kepribadian kita menjadi seorang yang lebih kuat. Belum tentu teman kita memiliki pribadi kuat seperti yang dimiliki oleh anak yang orang tuanya keras. Jika ada diantara saudara yang memilih untuk pergi dari rumah karena memiliki keluarga broken home, kembalilah kesana, dan dukung dalam doa. Sementara itu, lakukan apa yang menjadi kewajiban anda sebagai seorang anak dan tunjukkan bahwa ada kasih Tuhan mengalir bagi keluarga anda lewat diri anda sendiri.

Saudara, di keluarga seperti apapun kita bertumbuh, jadilah anak yang memiliki tanggung jawab seperti Tuhan kita, Yesus Kristus, disitu sebenarnya kita dibentuk menjadi siapa kita sekarang atau nantinya.


Anda merupakan bagian dari keluarga. Seperti apapun keadaan keluarga anda, bersyukurlah bahwa anda punya mereka.

Saturday, June 21, 2008

Menutup Pintu

webmaster | 9:00:00 AM | Be the first to comment!
Ayat bacaan: Matius 6:6
=======================
"Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu."

Masih ingat bentuk telepon umum yang sering dipakai Superman untuk mengganti kostumnya? Mungkin sudah rada susah mencari bentuk telepon umum berbentuk kotak kaca seperti itu di jaman sekarang. Ada sebagian dari telepon umum jenis itu yang memakai sistem hemat energi. Lampu di dalam telepon umum hanya akan menyala apabila pintunya ditutup rapat. Begitu anda membuka pintunya, maka lampu akan padam.

Cerita diatas bisa menggambarkan ayat bacaan hari ini. Kita akan dapat lebih konsentrasi dalam berdoa jika tidak terganggu dengan hal2 di sekeliling kita. Selain itu, ketika kita hendak berdoa, kita harus menutup pintu duniawi kita, agar kita bisa fokus kepada Tuhan. Kehidupan duniawi ini terkadang begitu kompleks, segala kesibukan dan aktivitas, masalah2 dan lainnya dapat dengan mudah mengganggu hubungan anda dengan Tuhan. Bayangkan jika segala persoalan dunia masih ada di benak anda ketika anda memulai doa. "wah, tugas saya masih banyak yang belum dikerjakan..", "bagaimana ya kira2 presentasi saya esok hari..?" , "aduh lupa, saya belum bayar rekening2 bulanan..", "duh capainya, mana lapar lagi.." dan lain2, akan mengganggu proses doa anda, dan akibatnya doa bisa menjadi kurang efektif. Ketika kita telah menutup pintu duniawi, dan fokus pada Allah, membuka hati kita secara total, kita akan mendapatkan terang Surgawi dariNya. Tuhan Yesus sendiri melakukan hal yang sama berulang kali. Misalnya setelah melakukan mukjizat kesembuhan atas orang sakit kusta (Luk 5:12-16), ketika Yesus naik ke atas bukit sendirian meninggalkan murid2Nya, sebelum memilih dua belas rasul (Lukas 6:12-13), atau pada kisah Yesus berjalan di atas air (Mat 14:23).

Kita telah dijanjikan Tuhan, dan bisa meyakini bahwa Tuhan pasti mengabulkan doa kita, jika apa yang kita minta sesuai dengan kehendakNya seperti yang tertulis pada 1 Yoh 5:14. Tapi kita harus ingat, bahwa untuk "menghidupkan lampu" mendapatkan terang dariNya, kita terlebih dulu harus menutup pintu duniawi, dan fokus hanya pada Tuhan.


Tutup pintu dari dunia, fokuslah dalam doa, dan dapatkan terang dari Bapa

Friday, June 20, 2008

Terperangkap Dalam Botol

webmaster | 9:00:00 AM | Be the first to comment!
Ayat bacaan: Roma 12:2
======================
"Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna"

Di Afrika menangkap monyet menangkap monyet merupakan sebuah hal yang lumrah. Ada berbagai cara yang dilakukan untuk menangkap monyet. Apakah itu dengan memasang perangkap, dengan jaring dan lain2. Hari ini di radio saya mendengar salah satu cara yang terbilang unik untuk menangkap monyet dalam keadaan hidup-hidup agar bisa dijual ke kebun binatang atau sirkus-sirkus di Amerika. Metode penangkapannya adalah dengan menggunakan botol-botol berat berleher panjang yang berisikan kacang. Botol-botol itu cukup diletakkan di tanah, dan keesokan harinya ketika si pemburu kembali, ia akan mendapatkan monyet terperangkap didekat setiap botol. Bagaimana hal ini bisa terjadi?

Aroma kacang akan menarik minat monyet. Mereka akan mendekat, memasukkan tangannya ke dalam botol dan menggenggam kacang sebanyak - banyaknya. Karena tangan mereka telah berisi kacang, tangan itu tidak muat lagi untuk ditarik keluar dari botol. Sangat gampang sebenarnya bagi si monyet untuk lolos, yakni cukup dengan melepaskan kacang dalam genggaman dan menarik tangannya keluar. Namun yang terjadi, monyet tidak mau melepaskan kacang dan terus berusaha menarik tangannya berikut kacang-kacang yang ada.Akibatnya monyet pun terperangkap.

Kita bisa menertawakan kebodohan monyet-monyet itu, tapi sebenarnya kalau kita mau jujur, kita pun sering terperangkap dengan cara yang sama. Seringkali kita sulit melepaskan diri dari dosa-dosa kedangingan seperti harta, tahta, wanita dan lain sebagainya, meskipun kita tahu hal itu tidak berkenan di hadapan Allah bahkan bisa berujung pada hukuman kekal. Banyak juga yang sulit lepas dari belenggu masa lalu, dan terus berjalan tanpa arah dengan membawa "botol berat" itu.

Yeremia 36:26 menuliskan: "Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat." Disini kita melihat bahwa pembaharuan adalah merupakan karya Allah melalui Roh Kudus. Artinya Allah akan senantiasa siap untuk memberikan kelepasan dari belenggu apapun yang mengikat anda. Tapi ingatlah bahwa kita pun mempunyai peran dalam proses itu. Kita harus rela untuk memberikan diri kita diperbaharui oleh Tuhan. Tidak seperti hewan, kita memiliki akal budi, yang tidak lain adalah kemampuan kita untuk membedakan hal baik dan buruk, kemampuan untuk bersikap akan sebuah keadaan berdasarkan hati nurani kita. Semua itu telah dipersiapkan Tuhan kepada setiap anda dan saya.

Jika ada diantara anda masih terperangkap pada botol2 ini, sadarlah bahwa jalan keluar akan anda temukan apabila anda mau melepaskan hal2 yang membelenggu anda. Sebuah pertobatan dan pengakuan sungguh2 dihadapan Tuhan bisa menjadi langkah pembuka. Kemudian beri diri anda untuk diubahkan, diperbaharui dan dibentuk kembali oleh Roh Kudus. Ingatlah bahwa semua itu telah disediakan Allah buat kita semua tanpa terkecuali.


Sebuah pembaharuan budi melalui pertobatan akan melepaskan anda dari perangkap yang selama ini mengikat anda.

Thursday, June 19, 2008

Tong Kosong Nyaring Bunyinya

webmaster | 9:00:00 AM | Be the first to comment!
Ayat bacaan: Matius 23:3
========================
"Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya."

gandhiMasih ingat dengan salah seorang pemimpin besar yang paling berpengaruh sepanjang masa, Mahatma Gandhi? Malam ini saya tiba2 ingat akan sosok kharismatik yang satu ini. Pada suatu ketika dalam masa ia belajar ilmu hukum di London ia berkenalan dengan banyak orang Kristen. Banyak diantara mereka berusaha mendekati Gandhi, mengajaknya untuk ikut dalam kegiatan gereja, pelayanan hingga mempelajari Alkitab. Gandhi berkenalan dengan sosok Yesus, dimana ia mengakui bahwa lewat Yesus ia menemukan kekuatan dan ketentraman. "Yesus tidak mengajarkan balas dendam, melainkan cinta kasih." Gandhi sangat terinspirasi dengan ajaran Yesus. Sayangnya, apa yang ia saksikan dalam kehidupan orang2 Kristen pada masa itu sangatlah jauh dari apa yang ia baca tentang Kristus. Berbagai bentuk pemaksaan yang dialaminya, bentuk2 diskriminasi seperti ketika ia ditendang keluar dari kereta api karena menolak pindah ke kabin kelas tiga yang khusus diperuntukkan untuk kaum kulit berwarna, dan melihat langsung bagaimana ekspansi kekuasaan dari negara2 barat ke asia dan afrika dengan mengatas namakan Tuhan sebagai dalih, sungguh mengecewakannya. Dengan alasan mewartakan injil, mereka menggunakan cara2 yang seringkali tidak manusiawi, merendahkan martabat, dan berbentuk imperialisme alias penjajahan. "Mereka hanyalah pemuja kekayaan yang mengucap Tuhan hanya di bibir saja". Demikian kira2 ucapan Gandhi. Ia menyesalkan pemahaman yang keliru dan menyimpang dari Kristen di barat terhadap ajaran Yesus Kristus. "bahwa dimanapun suatu keyakinan tidak dapat diwujudkan secara sempurna tanpa adanya tindakan." kata Gandhi.

Teman, adalah baik ketika kita rajin berdoa, mengucap syukur lewat pujian dan penyembahan, namun jangan lupa bahwa kita hidup diantara banyak orang, dan apa yang kita tampilkan dari sikap, perbuatan maupun tingkah laku kita disaksikan oleh mereka setiap saat. Ada banyak orang yang memusuhi Kekristenan lebih akibat bentuk kemunafikan yang ditampilkan orang yang mengaku murid Yesus, ketimbang menentang Yesus sendiri. Sayangnya, mereka tidak sadar kalau Yesus justru sangat menentang bentuk kemunafikan. Lihat kecaman yang Dia tujukan pada ahli2 Taurat dan orang Farisi. Ayat bacaan hari ini jelas menggambarkan kecaman Yesus terhadap kemunafikan.

Bagaimana dengan hidup anda? Apakah anda rela meluangkan waktu untuk bekerja di ladangnya Tuhan, atau anda selalu berdalih dengan beribu alasan, tapi tetap mengharap berkat? Sudahkah anda memberikan contoh yang baik, sesuai dengan apa yang diajarkan Kristus? Atau anda masih sering mengeluh seputar krisis kehidupan yang melanda anda? sudahkah anda menunjukkan bahwa anda yakin ada Yesus bersama anda yang tidak membiarkan anda sendirian memikul beban berat, atau anda masih sering menyatakan ketidak yakinan anda akan masa depan? Apakah anda telah menunjukkan sebuah bentuk kasih buat teman2 anda, atau yang anda bicarakan setiap hari hanyalah gosip dan ketidaksukaan anda terhadap seseorang? Apakah anda sudah menunjukkan bahwa dalam Kristus tidak ada yang perlu anda khawatirkan, atau anda hanya berdoa panjang lebar berkeluh kesah, merasa jadi orang tersusah di dunia dan terus menerus meminta Tuhan menolong hidup anda? Jika pilihan2 kedua yang lebih mendominasi, jangan heran bila apapun yang anda wartakan mengenai Yesus Kristus tidak akan diterima oleh mereka. Bagaimana kita dapat menyampaikan ajaran Yesus Kristus, ketika kita sendiri tampil penuh dengan ketidakyakinan? Jika ini terjadi, kita tidak lebih dari tong kosong yang nyaring bunyinya dimata saudara2 kita.

Kita harus menjaga segala perilaku kita. Bukan berpura2, tapi benar2 taat meneladani sosok Tuhan Yesus. Yakobus 2:17 mencatat bahwa iman tanpa perbuatan hakekatnya adalah mati. Ini saatnya berbicara banyak mengenai Yesus Kristus lewat perbuatan, sikap dan tingkah laku dalam kehidupan kita sehari2.


Jadilah garam dan terang bukan hanya lewat kata2, tapi lewat contoh kehidupan kita setiap hari.

Wednesday, June 18, 2008

Mencari Tuhan

webmaster | 9:00:00 AM | 1 Comment so far
Ayat bacaan: Yeremia 29:13
==========================
"apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati"

Ketika saya ke Medan minggu lalu, saya bertemu dengan kerabat yang mempunyai anak yang sedang beranjak dewasa. Sang ibu berkata bahwa anaknya sedang dalam proses "mencari Tuhannya", karena dia masih ragu untuk menentukan apa yang harus dia percayai. Maklum, ayah dan ibunya berbeda keyakinan, dan si anak bingung harus ikut yang mana.

Dalam banyak keluarga, anak akan serta merta mengikuti keyakinan yang dianut orang tuanya. Ada banyak diantara mereka mengikuti hanya karena tradisi, karena itulah yang dipercaya keluarga turun temurun, tanpa menyadari tujuan sebenarnya. Pada suatu saat ketika mereka mulai dewasa, mereka merasakan ada sebuah ruang kosong dalam hati mereka yang tidak bisa diisi oleh apapun selain Tuhan, seperti renungan tentang ruang kosong yang telah saya tulis beberapa hari yang lalu. Ketika kebutuhan untuk mengisi ruang kosong dalam hati ini begitu mendesak, dan saat mereka menyadari bahwa tidak ada alternatif duniawi apapun yang dapat dipakai untuk menutupi kekosongan itu, proses mencari Tuhan pun terjadi.

Sulitkah Tuhan untuk ditemukan? Tidak, sama sekali tidak. Tuhan mengasihi setiap anda dan saya, begitu mengasihi sehingga Dia memberikan Anak-Nya yang tunggal,Yesus Kristus agar setiap orang yang percaya pada Anak itu tidak binasa, melainkan memperoleh hidup yang kekal seperti yang tertulis pada Yoh 3:16. Lalu lihatlah apa yang dikatakan Yesus. "Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku."(Yoh 4:16) , "Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput.(Yoh 10:9), "Jawab Yesus: "Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati,dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?" (Yoh 10:25-26). Artinya, dengan menerima Yesus sebagai juru selamat pribadi anda, maka Tuhan akan begitu dekat, begitu nyata dalam hidup anda.

Dibutuhkan iman untuk mengerti. Iman sebesar biji sesawi sekalipun akan memberikan kuasa pengertian yang besar. Jangan keraskan hati dan beri kesempatan bagi diri anda untuk mengenal Sang Juru Selamat. Kenapa saya bisa begitu yakin? Saya berkomitmen untuk menulis renungan harian ini setiap hari karena saya telah merasakan, menyaksikan dan membuktikan sendiri bagaimana dekatnya Tuhan dalam kehidupan saya sehari2. Jika tidak, buat apa saya meluangkan waktu secara rutin? Demi uang? kehormatan? ketenaran? Tidak sama sekali. Saya rindu lebih banyak lagi teman2 yang diselamatkan dan masuk dalam hidup yang kekal. Dalam Kristus ada sukacita berlimpah, pengharapan tanpa putus, kasih karunia tanpa henti, dan keselamatan abadi.


Beri kesempatan pada diri anda untuk mengenal pribadi Yesus, dan rasakan bahwa Tuhan itu begitu dekat, begitu nyata.

Tuesday, June 17, 2008

Orang Biasa

webmaster | 10:00:00 AM | 1 Comment so far
Ayat bacaan: Markus 1:16-17
===========================
"Ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat Simon dan Andreas, saudara Simon. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan.Yesus berkata kepada mereka: "Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia."


Mari kita berandai2. Apabila anda ingin mencalonkan diri sebagai presiden, orang seperti apa yang akan anda pilih untuk menjadi tim sukses anda? Mungkin dengan cepat kategori2 tertentu akan dikemukakan. Orang tersebut harus terkenal, harus pintar, punya gelar, punya massa, punya sumber dana melimpah, punya koneksi luas, pintar bicara dan lain2. Rasanya tidak ada orang yang berani mengambil resiko dengan memilih orang2 biasa untuk suatu keperluan penting.

Ketika membaca perikop mengenai Yesus memanggil murid-murid yang pertama, mungkin tidak sedikit yang bertanya-tanya, kenapa Yesus memanggil murid2 pertamanya untuk menjadi muridnya, untuk dijadikan penjala manusia. Apakah pada jaman itu tidak ada orang yang memenuhi kriteria2 tertentu yang lebih pantas untuk menjadi murid2 Tuhan Yesus? Tentu ada. Ada banyak pemuka2 agama, ahli2 taurat, ada banyak orang2 kaya, dan saya yakin ada banyak orator ulung, ahli bicara, pemimpin2 militer dan sebagainya. Tapi tidak, Tuhan memilih nelayan, yang mungkin dalam sebuah struktur masyarakat bukanlah dianggap sebagai kaum terdepan. Yesus menelusuri pinggiran danau Galilea dan memanggil Simon, Andreas, Yakobus dan Yohanes. Dalam akal manusia, jika kita disana, kita akan berpikir bahwa itu adalah keputusan yang buruk. Bagaimana mungkin orang2 yang "kurang terpelajar" dapat tampil di barisan utama seperti ini? Tuhan Yesus pasti punya kriteria. Melihat dari orang2 yang dipilihnya, jelas bahwa mereka dipanggil ketika sedang bekerja, bukan bermalas2an. Artinya mereka adalah pekerja keras dan sungguh2. Mereka berani menantang ombak dalam bekerja, dan mereka juga adalah orang2 yang sabar, karena urusan menangkap ikan membutuhkan kesabaran. Kualitas seperti ini jelas dibutuhkan untuk mengemban Amanat Agung seperti yang tertulis pada Matius 28:19-20.

Saya percaya, hal diatas bukanlah alasan utama Tuhan Yesus untuk memilih murid2Nya. Tuhan Yesus juga ingin menunjukkan bahwa Tuhan dapat mentransformasikan atau mengubah orang2 biasa menjadi pembawa kabar gembira bagi saudara2 kita di dunia. Ketika kita taat dan mau mengikuti rencana Tuhan, maka tidak ada yang mustahil, Roh Kudus akan bekerja dalam apapun yang anda kerjakan. Siapapun itu, anda dan saya, dapat dipakai Tuhan untuk "menjala manusia" dimanapun kita ditempatkan. Apakah itu di tempat kerja, di lingkungan tempat tinggal, di komunitas, ditengah2 teman atau saudara, Roh Kudus akan selalu berkarya lewat kita. Hanya dibutuhkan komitmen dan ketaatan terhadap apa yang dikehendaki Tuhan.

Ada banyak pekerjaan2 Tuhan yang dilakukan lewat orang2 biasa, dari tempat2 yang juga biasa-biasa saja, dalam artian tidak ada yang spesial - Orang2 biasa seperti halnya anda dan saya pun bisa berubah menjadi luar biasa lewat Yesus Kristus.


Tuhan memakai orang2 biasa untuk melakukan karya2 luar biasa

Monday, June 16, 2008

Kehendak Bebas

webmaster | 10:00:00 AM | Be the first to comment!
Ayat bacaan: Kej 3:6
================
"Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya."


renungan harianDalam perjalanan pulang sehabis kerja kemarin saya berhenti pada sebuah lampu merah. Disana ada doger monyet, dimana dua orang bermain gamelan, satu mengontrol seekor monyet untuk memperagakan gerakan2 unik seperti memakai payung, membawa cangkul, naik sepeda, sampai mengambil uang dari para pengendara yang kebetulan terhenti didekatnya. Saya memperhatikan banyak orang tertawa melihat kelucuan yang ditimbulkan oleh perilaku monyet tersebut, apalagi ketika si monyet memakai topeng berwajah anak perempuan. Tapi saya sendiri merasa kasihan dan sedih. Kenapa? Bayangkan, sebuah rantai diikatkan dari leher monyet itu, dan dia hanya bisa bergerak sebatas panjang rantai yang dipegang oleh sang pawangnya. Tiba2 saya tersentak ketika di hati saya terdengar: "kamu merasa sedih? inilah sebabnya kenapa Aku memberi kehendak bebas pada manusia."

Banyak orang menyangsikan bentuk kehendak bebas yang diberikan Tuhan pada kita. Sebuah bentuk pernyataan sinis, "jika Tuhan memberi kehendak bebas, kenapa kita harus taat pada firman dan peraturan Nya, dan jika tidak, kita akan dihukum?" Sebuah analogi sederhana akan saya berikan. Setuju kan kalau negara kita punya pemerintahan yang berdaulat? Meski pemerintah kita berdaulat atas bangsanya, tapi bukan berarti kita hidup dan diatur seperti robot. Anda bebas berjalan kemana saja dengan setiap langkah kaki anda, anda bebas untuk tidur kapanpun anda mau, anda bebas bermain dengan anak anda dan lain2. Tapi ingat, ada peraturan perundangan dan hukum yang wajib kita patuhi. Jika tidak, maka pemerintah berhak untuk menangkap kita. Anda bisa menjual narkoba, tapi hal itu melanggar hukum dan anda akan ditindak karenanya. Inilah bentuk kehendak bebas. Allah memberikan kita kebebasan bergerak, berpikir atau melakukan apapun.Jika kita melawan aturan Nya, maka kita harus berurusan dengan hukuman dari Allah.

Dalam ayat bacaani ini, kita melihat bahwa Hawa melihat buah pohon itu sedap dan menarik hati, kemudian ia memberikannya pada Adam, dan mereka memakannya. Padahal sebelumnya Tuhan telah melarang hal tersebut. "Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: "Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas,tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati."(Kej 2:16-17) Tuhan melarang, tapi semua tergantung pada Adam dan Hawa, untuk mentaati atau melawan perintah Tuhan. Mereka bisa memutuskan untuk patuh, atau melawan. Dan konsekuensinya jelas, ketika mereka memutuskan untuk melanggar.

Apakah Tuhan bisa mengontrol manusia seperti robot yang dikendalikan oleh remote control? tentu bisa jika Tuhan mau. Tapi sebagaimana sedihnya saya melihat monyet itu terikat rantai dan tidak memiliki kebebasan, saya pun bersyukur bahwa Tuhan memberikan kebebasan pada kita. Lebih dari itu, saya merasakan betapa kasih kepada Tuhan jauh lebih nikmat ketika kita merasakan hal itu tanpa adanya keterpaksaan.


Bersyukurlah jika hari ini anda memiliki kehendak bebas, dan bersyukurlah karena Tuhan telah memberikan batasan lengkap agar kebebasan anda tidak disalahgunakan.

Sunday, June 15, 2008

Menyerahkan Sepenuhnya

webmaster | 10:00:00 AM | Be the first to comment!
Ayat Bacaan: Amsal 4:11
===================

"Aku mengajarkan jalan hikmat kepadamu, aku memimpin engkau di jalan yang lurus"
Kita adalah anak-anak Allah yang terus berusaha berjalan di jalanNya. Tapi Iblis tidak langsung meninggalkan kita karena anda menjadi anak Allah, ia terus menggoda anda melakukan hal-hal yang tidak disukai Allah. Dan kita sebagai manusia tentunya bisa tergoda, saya yakin kita semua pasti pernah diliputi pemikiran-pemikiran jahat yang berasal dari godaan setan. Lalu bagaimana melepaskan cengkraman dosa itu atau kebiasaan yang salah itu? Jawabannya terletak pada siapa yang menjadi tuan dalam hidup kita? Setan tidak lagi berkuasa atas kita. Ia masih bisa menggoda kita tapi kita bisa mengatakan tidak dan pergi meninggalkan godaan tersebut. Roh Kudus yang hidup dalam hati kita akan membantu mengusir Iblis, ya Ia ada di dalam hati kita semua dan siap untuk membantu kita kapanpun kita memintanya.

Satu hal yg harus kita ingat, kita tidak dapat menjadi seperti apa yg kita kehendaki dan apa yg Tuhan kehendaki, tanpa bantuan Roh Kudus. Jika anda ingin menjadi orang yang baik hati, penuh kasih, kuat, tidak penakut, dll, semua itu adalah buah dari Roh Kudus yang hidup dalam diri kita.

Sekarang permasalahannya adalah, sejauh apa kita memberikan diri kita pada Allah? sebesar apa porsi yang kita berikan untuk Roh kudus agar Ia dapat mengendalikan hidup kita? Sebab, kita bisa memilih siapa tuan dalam kehidupan kita, apakah itu Diri kita sendiri? Harta? Wanita? yang kesemuanya berasal dari si Iblis, atau Tuhan kita Yesus Kristus?

Jadi kita tidak bisa mengharapkan Roh Kudus mengubah kita kalau kita tidak bersedia memberikan seluruh porsi hidup kita kepadaNya.Marilah putuskan supaya Roh Kudus diam dalam hati kita dan melakukan segalanya untuk kebaikan hidup kita sendiri.


Serahkanlah hidupmu seutuhnya pada Tuhan, maka Roh Kudus akan mengambil alih hidupmu.

Saturday, June 14, 2008

Singkat Seperti Bunga

webmaster | 10:00:00 AM | Be the first to comment!
Ayat bacaan: Mazmur 103:15-16
=========================

"Adapun manusia, hari-harinya seperti rumput, seperti bunga di padang demikianlah ia berbunga; apabila angin melintasinya, maka tidak ada lagi ia dan tempatnya tidak mengenalnya lagi."

Ketika berjalan menuju parkiran tadi sore, saya melihat sebuah bunga kecil melayang melintasi saya. Begitu indah bunga itu, melayang dengan gemulai hingga akhirnya jatuh ke tanah.

Malam ini saya mendapatkan ayat pada Mazmur yang berbicara mengenai hidup manusia seperti bunga. Bunga adalah sebuah ciptaan Tuhan yang indah, banyak diantaranya yang memiliki aroma harum, dan biasanya serbuk dari bunga akan menghasilkan bibit2 bunga baru. Sungguh indah, tapi keindahan itu tidaklah lama, karena kemudian dalam waktu singkat bunga akan layu, atau diterbangkan angin seperti bunga yang melintasi saya tadi sore. Demikian pula hidup kita. Kalau kita punya 10 nyawa, mungkin kita bisa memakai dua atau tiga nyawa itu untuk berleha2, fokus untuk memuaskan diri sendiri, mengikuti keinginan daging, menumpuk kekayaan dan lain2.Tapi karena kita cuma punya satu, kita harus memanfaatkan hidup kita yang cuma satu kali ini saja secara sungguh2. Kita harus mempergunakan waktu-waktu kita yang singkat ini untuk melakukan hal2 yang memuliakan Tuhan. Betapa indahnya jika hidup kita ini bisa diisi dengan perbuatan mulia, penuh kasih, menjadi terang dan garam bagi dunia, sehingga apa yang kita hasilkan dapat menyelamatkan banyak jiwa untuk kembali pada sang Juru Selamat. Tidak ada waktu untuk perbuatan sia-sia. Selagi kita masih punya nyawa, mari mulai dari sekarang!

Hidup ini singkat, buatlah indah.

Friday, June 13, 2008

Meringankan Beban

webmaster | 10:00:00 AM | Be the first to comment!
Ayat bacaan: Galatia 6:2
====================
"Bertolong-tolonglanlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus."
Seberapa dalam anda mempercayakan hidup anda dalam tangan Yesus? Saya yakin teman2 sudah tidak asing lagi dengan ayat dalam Filipi 4:13 yang berbunyi "Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku." Dan puji Tuhan, jika anda mengimani ayat ini dan percaya bahwa Tuhan Yesus sungguh memberikan kekuatan. Puji Tuhan jika anda pernah mengalami berbagai pengalaman dimana iman akan Yesus Kristus telah menguatkan anda menghadapi perkara2 dalam hidup anda. Masalahnya, terkadang ketika beban masalah begitu besar menghimpit kita, keyakinan kita dapat menjadi goyah. Jika kita sebagai anak2 Allah pun bisa goyah pada suatu waktu tertentu, bagaimana dengan saudara2 kita yang belum mengenal Yesus, atau mereka yang masih belum sanggup menggantungkan hidup sepenuhnya pada Dia?

Ada kalanya kita bermaksud menguatkan teman atau saudara yang tengah mengalami masalah dengan menyampaikan ayat Filipi 4:13 diatas pada mereka. Itu tentu bagus. Tapi bagi mereka yang masih kurang percaya, atau ketika masalah yang dialami terlalu berat, mungkin mereka akan sulit menerimanya. "ah, ngomong itu gampang.. alami dulu deh baru tahu!" Mungkin perkataan seperti ini bisa keluar dari mereka.

Teman, selain menyampaikan firman Tuhan, kita juga perlu membantu sesama melalui tindakan nyata. Pesan dari rasul Paulus pada ayat bacaan hari ini menyatakan dengan jelas bahwa kita perlu bahu membahu saling dukung, saling bantu dan saling menguatkan. Dengan demikian kita akan memenuhi hukum Kristus. Sebagaimana kita mengasihi diri kita sendiri, demikian pula kita harus mengasihi sesama. Hal tolong menolong ini dapat kita jumpai pula pada ayat2 lain seperti pada Filipi 2:4. Filipi 4:14 dan lain2.

Tidak ada manusia yang tidak mempunyai beban. Kita harus saling peduli dan saling meringankan.Selain memberikan ayat2 yang menguatkan, bantu juga mereka lewat perbuatan dan karya nyata. Mari gunakan kekuatan yang kita peroleh dari Kristus untuk meringankan beban mereka.

Bukan cuma mewartakan firman, kita juga harus membantu sesama lewat karya nyata.

Thursday, June 12, 2008

Ruang Kosong

webmaster | 10:00:00 AM | Be the first to comment!
Ayat bacaan: Yesaya 59:2
=====================
"tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu."

Ketika saya kecil, saya pernah menangkap seekor lebah dalam botol. Saya ingat persis ketika itu saya sangat terpesona melihat gerakan terbangnya ke segala arah dalam botol itu. Betapa anggun dan indah terbangnya, seperti sebuah tarian gembira. Saat ini ketika saya mengingat hal tersebut, sebenarnya tidak ada tarian disana. Lebah tersebut mungkin sedang kalut, terbang mencari jalan keluar yang hasilnya sia2. Jika tutup botol tidak dibuka, cepat atau lambat lebah tersebut akan mati lemas kehabisan oksigen.

Banyak orang yang merasa kesepian, meskipun dia sedang berada ditengah2 gemerlap pesta. Tekanan demikian berasal dari sebuah ruang hampa di hati manusia. Bagian hati yang sunyi, sepi dan senyap, kosong dan hampa. Banyak orang yang mencoba lepas dari hal tersebut dengan lari pada hal2 yang mereka pikir bisa melepaskan diri mereka dari kehampaan. Pesta narkoba, free sex, clubbing, dugem, kekerasan dan sejenisnya, sering menjadi pelarian. Tapi, sama seperti lebah diatas, sebenarnya tidak ada pesta apalagi sukacita. Ketika semuanya selesai, mereka akan kembali berhadapan dengan kehampaan.

Francis Blaise Pascal,seorang ahli fisika pernah berkata bahwa dalam hati manusia terdapat ruang kosong yang tak dapat diisi oleh apa pun. Bagian ini seharusnya adalah milik Yesus. Hanya Yesus yang mampu memberikan sukacita terus menerus, memberikan rasa damai dan nyaman yang sesungguhnya. "Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; Engkau akan melimpahi aku dengan sukacita di hadapan-Mu." (Kis 2:28).Jika bagian itu masih kosong, mungkin itu disebabkan oleh dosa2 kita. Ya, kita bisa terpisah dari Tuhan kala kita dilingkupi dosa2. Lihat ketika Adam dan Hawa diusir dari Taman Eden, dosa memisahkan mereka dari Tuhan. Jika saat ini ruang hampa dalam hati anda terasa begitu menyiksa, bertobatlah, dan terima Yesus sebagai Juru Selamat pribadi anda. Dan nikmati sukacita, damai sejahtera dan kasih karunia berkelimpahan mengalir dari ruang di hati anda yang tidak lagi hampa.

Hanya Yesus yang sanggup mengisi kekosongan dalam hati kita dan melimpahi kita dengan sukacita tanpa henti.

Wednesday, June 11, 2008

Judi Bola

webmaster | 10:00:00 AM | 2 Comments so far
Ayat bacaan: Amsal 13:11
========================
"Harta yang cepat diperoleh akan berkurang, tetapi siapa mengumpulkan sedikit demi sedikit, menjadi kaya"


Kemarin saya ngobrol dengan satpam penjaga kampus tempat saya mengajar. Dia berkata, "apalah artinya menonton bola tanpa taruhan.. nggak seru!" Orang punya beribu alasan menghalalkan judi. Mari saya kumpulkan alasan2 yang pernah saya dengar sepanjang ingatan saya. Untuk mengusir rasa sepi, tidak ada hiburan yang lebih menyenangkan, sebagai hobi, tidak mau dianggap pengecut karena takut kalah, sudah tradisi, ingin cepat kaya tanpa harus susah dan lain2. Dari obrolan dengan pak satpam diatas, satu lagi alasan: untuk menambah keasikan.

Saya pernah bengong ketika tetangga saya bercerita dengan penuh semangat mengenai bentuk2 taruhan sepak bola. Voor 1 bola, voor 1/2, 1/4, main bawah, main atas, dan bermacam2 lainnya yang sama sekali tidak saya mengerti. Bukannya sok alim loh, tapi memang saya tidak pernah tertarik untuk mencari keuntungan lewat jalan pintas. Bagi saya, penghasilan yang saya terima baru sah apabila saya bekerja mengerahkan segenap kemampuan saya, mengumpulkan sedikit demi sedikit sesuai dengan jerih payah saya. Itu sudah saya jalani sejak dulu sebelum saya menerima Yesus sebagai Juru Selamat, dan ternyata belakangan saya dapati hal itu alkitabiah.

Tuhan tidak menyukai segala bentuk perjudian. Salomo menulis harta yang cepat diperoleh akan berkurang. Dalam kehidupan dunia hal ini sering terbukti benar. Istilah uang panas cepat habisnya sering kita dengar. Alkitab memperingatkan kita untuk menjauhkan diri dari cinta uang seperti yang tertulis di 1 Timotius 6:10 atau Ibrani 13:5. Tuhan juga sangat marah pada bangsa Israel ketika mereka menyembah Gad, dewa keberuntungan. (Yes 65:11-12). Selain itu? bentuk2 taruhan dan perjudian juga bertentangan dengan etos kerja kristiani seperti yang tertulis pada Efesus 4:28: "Orang yang mencuri, janganlah ia mencuri lagi, tetapi baiklah ia bekerja keras dan melakukan pekerjaan yang baik dengan tangannya sendiri, supaya ia dapat membagikan sesuatu kepada orang yang berkekurangan."

Ada banyak hal positif sesuai firman Tuhan yang dapat kita petik dari sebuah perhelatan kompetisi sepak bola seperti nilai2 sportivitas, semangat juang tinggi, nilai2 persahabatan dalam kompetisi dan sebagainya. Judi jelas tidak termasuk salah satu diantaranya. Tanpa taruhan alias judi, menonton bola tidak akan berkurang nikmatnya. Setuju?


Tuhan tidak menyukai perjudian. Raih penghasilan anda hanya dengan kerja keras yang diberkati Tuhan.

Tuesday, June 10, 2008

Euro 2008

webmaster | 10:00:00 AM | Be the first to comment!
Ayat bacaan: 2 Timotius 2:5
===========================
"Seorang olahragawan hanya dapat memperoleh mahkota sebagai juara, apabila ia bertanding menurut peraturan-peraturan olahraga."


Perhelatan Euro 2008 sedang menyita perhatian penggemar sepak bola di seluruh dunia. Banyak diantara kita yang rela bergadang hingga larut untuk menyaksikan pertandingan demi pertandingan yang digelar. Saya sendiri merupakan salah seorang penggemar sepak bola yang tidak mau ketinggalan. Saya terkesan dari beberapa pertandingan yang telah selesai kemarin. Tim Austria, Swiss, Polandia dan Turki menunjukkan sikap profesional dan sportif menyikapi kekalahan mereka. Terutama untuk Swiss dan Austria sebagai tuan rumah, kekalahan didepan pendukungnya sendiri sebagai tuan rumah pasti sangat menyesakkan. Tapi ditengah wajah2 kecewa, mereka tetap menyambut uluran tangan dari tim yang menang. Italia lawan Belanda juga menampilkan sikap sportif yang tinggi. Bayangkan, meski dibantai 3-0, Italia tidak mencari kambing hitam. Setelah pertandingan Del Pierro berkata: ""ini adalah hasil negatif bagi kami dipandang dari sudut manapun. Kami harus menganalisa apa yang terjadi dengan kepala dingin, untuk mengakui bahwa kami memang membuat kesalahan"". Sebuah komentar menyejukkan dan sportif, meskipun kekalahan tadi pasti sangat menyakitkan, karena Belanda sebelumnya tidak sanggup mengalahkan Italia dalam 30 tahun terakhir.

Betapa sulitnya mengakui sebuah kekalahan. Pada suatu kesempatan, ada seorang teman yang begitu kesalnya dengan kekalahan tim kesayangannya. Dia berkata, "jangankan mengakui kekalahan dan mengucapkan selamat pada yang menang, menahan emosi saja sudah susah!" Dan seperti itulah mayoritas dari kita terbentuk. Saya merasa miris melihat peta politik di negara kita. Mulai dari pemilihan presiden sampai pemilihan kepala daerah, aroma persaingan tidak sportif ditampilkan secara blak2an. Rasanya sulit sekali menemukan pesaing yang mengakui kekalahan secara sportif. Saya berbicara di tatanan reformasi yang seharusnya menjunjung tinggi nilai2 demokrasi yang sportif. Bukannya mengucapkan selamat dan mendukung penuh kubu pemenang, ucapan2 provokatif atau sinis justru dikeluarkan oleh mereka yang kalah. Tuduhan kecurangan, ucapan merendahkan atau yang paling populer: "kami akan menjadi oposisi" segera dikumandangkan. Itu masih lumayan, karena banyak pula yang mengerahkan massa untuk merusak demokrasi. Sebuah keteladanan bisa kita lihat dari persaingan kandidat presiden dari partai demokrat di Amerika. Setelah berperang dan saling membongkar kelemahan masing2, Obama dan Hillary Clinton ternyata langsung bersatu padu. Hillary menerima kekalahan, mengucapkan selamat dan menyatakan dukungan penuh terhadap sang pemenang. Kata2 pujian dari kedua kubu langsung silih berganti begitu pemenangnya telah diketahui.

Mumpung Euro 2008 sedang berlangsung, mari kita mengambil sebuah pelajaran. Dalam permainan sepak bola ada banyak yang bisa kita pelajari, apalagi hal tersebut alkitabiah. Salah satu nasihat Paulus kepada Timotius salah seorang muridnya dalam suratnya yang kedua ialah agar Timotius bersikap seperti seorang olahragawan, yaitu sportif yang artinya mengikuti pertandingan dengan taat dan patuh kepada peraturan-peraturan olahraga. Menjunjung sportivitas dalam hidup yang penuh kompetisi haruslah diterapkan oleh kita yang menjadi anak2 Allah. Mengakui kekalahan dengan sportif bukanlah berarti menyerah. Kalah atau menang itu biasa, yang luar biasa adalah bagaimana kita menyikapi keadaan dengan lapang dada dan sportif setelahnya. "Jadi karena dalam Kristus ada nasihat, ada penghiburan kasih, ada persekutuan Roh, ada kasih mesra dan belas kasihan,karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan,dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri" (Flp 2:1-3). Selamat menikmati Euro 2008.


Menjunjung tinggi nilai2 sportivitas akan membuat anda menjadi juara yang sejati.

Monday, June 9, 2008

Jadilah Garam Dunia

webmaster | 10:00:00 AM | Be the first to comment!
Ayat bacaan: Matius 5:13
=========================
"Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang."

Apakah anda termasuk orang yang hobi memasak? jika ya, tentu anda tahu betapa penting fungsi garam dalam racikan anda. Kalaupun anda tidak suka masak, saya yakin anda setuju garam merupakan bumbu penting. Bayangkan sebuah olah masakan tanpa garam. Hambar kan? Terlalu banyak garam pun akan merusak rasa. Ketika hari ini saya diingatkan akan ajaran Yesus tentang kita sebagai garam dunia, hal inilah yang pertama kali muncul di pikiran saya.

Setelah saya berdoa dan berpikir lebih jauh, ternyata garam bukan hanya berfungsi sebagai penambah cita rasa. Ikan asin misalnya, menunjukkan fungsi garam sebagai pengawet dan pembersih makanan, menghindarkan makanan dari pembusukan. Itu saja? eh, saya tiba2 ingat akan oralit. Garam ternyata juga bisa berfungsi sebagai obat. Oke, memang banyak fungsi garam. Tapi bergunakah garam jika tidak dipergunakan? adakah guna garam jika hanya memenuhi botol tapi tidak pernah dipakai? garam tersebut bisa rusak, basah atau keras dan tidak lagi enak jika disimpan dalam waktu lama. Akhirnya garam hanya bisa dibuang. Garam juga harus keluar dari botolnya dan dipakai. Jika tidak, buat apa garam itu?

Tuhan Yesus tidak sembarangan mengambil perumpamaan garam. Ketika kita disebut sebagai garam dunia, kita diminta sembari tetap dalam proses Roh Kudus untuk menggarami dunia. Buat apa? Supaya dunia yang penuh dengan kekecewaan, kepahitan, penderitaan ini bisa disembuhkan dan siap untuk menerima kedatangan Yesus buat kedua kali. Kita harus mampu membuat dunia sebagai tempat yang lebih baik bagi penduduknya. Wujud kepedulian, cinta kasih, keadilan, kedamaian yang anda beri pada orang2 disekeliling anda akan memberi kesempatan bagi mereka untuk merasakan bagaimana rasanya kerajaan Allah. Dalam contoh ikan asin diatas, kitapun harus mampu membersihkan dan menghindari pembusukan. Kita dipanggil untuk memelihara ciptaan2 Tuhan yang semakin terancam dan rusak. Oralit? ya, kita juga harus mampu memulihkan hubungan2 yang rusak, mendoakan orang2 sakit agar mereka mendapat jamahan Tuhan dan sembuh, memulihkan kepahitan, kesedihan, penderitaan dan mengembalikan sukacita dalam hidup saudara2 kita. Begitu banyak tugas kita, tapi jangan khawatir, karena yang dituntut hanyalah kesediaan kita. Ketika kita bersedia, kasih karunia dan kekuatan Tuhanlah yang bekerja lewat kita. Kita tidak akan berguna jika kita masih mementingkan kepentingan pribadi semata, alias garam yang tidak keluar dari botolnya. Jagalah selalu diri anda agar tidak menjadi tawar, dengan tetap dekat dengan Tuhan lewat doa, pujian, penyembahan, membaca firman Tuhan dan mengucap syukur senantiasa. Dan mari kita semua menyalurkan berkat2 dari Allah kepada sesama kita.


Garam kecil bentuknya, namun banyak fungsinya. Jadilah garam dunia.

Sunday, June 8, 2008

I Have A Dream

webmaster | 10:00:00 AM | Be the first to comment!
Ayat bacaan: Kejadian 37:5
======================
"Pada suatu kali bermimpilah Yusuf, lalu mimpinya itu diceritakannya kepada saudara-saudaranya; sebab itulah mereka lebih benci lagi kepadanya."


Banyak orang menyepelekan mimpi. Banyak pula yang tidak mau bermimpi, karena tidak mau kecewa kalau mimpi yang telalu muluk akan menimbulkan kekecewaan ketika berhadapan dengan realita yang jauh dari gambaran mimpi. Di kalangan kristen banyak orang takut bermimpi karena merasa bahwa mimpi dapat mengarah pada ambisi pribadi yang bertentangan dengan kehendak Tuhan, atau malah mengarah pada hal2 berbau mistis.

Hari ini kita melihat kisah Yusuf. Pada awal kisah Yusuf, dikatakan bahwa Yusuf bermimpi bakal menjadi seorang raja.Dia bermimpi saudara2nya bersujud hingga ke tanah dan berdiri tegak diantara ikatan gandum2 yang berdiri tegak. Hal ini membuat Yusuf semakin dibenci oleh saudara2nya, dan selanjutnya kisah Yusuf tentu tidak asing lagi bagi anda. Sekilas, mungkin mimpi Yusuf itu terlihat sebagai sebuah ambisi pribadi, karena pada waktu itupun Yusuf belum tahu apa yang ditujukan Tuhan dalam hidupnya. Tapi ternyata Tuhan memberikan mimpi itu pada Yusuf dengan tujuan untuk menyelamatkan seluruh dunia dari kelaparan. "Kelaparan itu merajalela di seluruh bumi. Maka Yusuf membuka segala lumbung dan menjual gandum kepada orang Mesir, sebab makin hebat kelaparan itu di tanah Mesir.Juga dari seluruh bumi datanglah orang ke Mesir untuk membeli gandum dari Yusuf, sebab hebat kelaparan itu di seluruh bumi." (Kej 41:57)

Martin Luther King Jr sang pejuang hak2 sipil dan hak asasi bagi kaum kulit hitam mengakhiri pidatonya yang sangat populer di Lincoln Memorial tahun 1963 dengan serangkaian kalimat: "I Have A Dream". Penggalan I Have I Dream milik Martin Luther King Jr ini menjadi bagian sangat penting dalam sejarah dunia. Ia bermimpi bahwa warga kulit hitam akan memiliki hak yang sama dan berjalan beriringan dengan warga kulit putih. Impian Martin Luther bukanlah sebuah mimpi untuk ambisi pribadi. Dalam pidatonya itu, dia berkata dengan jelas mendapat mimpi yang alkitabiah. Lihat beberapa ayat alkitab yang ia katakan hadir dalam mimpinya, seperti Mazmur 30:5, Amos 5:24 dan Yesaya 40:4. Saat ini, ada jutaan warga kulit hitam bersorak sorai ketika Obama tampil menjadi kandidat presiden Amerika dari partai Demokrat.

Tidak ada yang salah dalam bermimpi. Mimpi bisa berupa visi, aspirasi dan cita2 yang dapat menentukan arah hidup seseorang. Orang yang takut bermimpi akan cenderung sulit untuk mengembangkan potensinya, dan cenderung hidup tanpa tujuan. Banyak orang gagal untuk hidup dalam potensi maksimal karena tidak memiliki mimpi besar, atau mimpi yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan. Mimpi haruslah menempatkan Tuhan sebagai figur utama yang dimuliakan dalam penggenapan mimpi tersebut. Bukan untuk ambisi, bukan untuk kekayaan pribadi. Ketika anda bermimpi untuk menjadi pengusaha sukses, apakah tujuan akhir anda untuk memperkaya diri, untuk pamor, atau untuk memperluas pekerjaan Tuhan lewat berkat2 Tuhan yand hadir dalam usaha anda? Fokuslah pada Tuhan, dan raihlah mimpi anda!


Mulailah bermimpi dan biarkan Tuhan mengerjakan perkara2 besar untuk meraihnya.

Saturday, June 7, 2008

Kasihilah Musuhmu

webmaster | 11:52:00 AM | Be the first to comment!
Ayat bacaan: Matius 5:44
====================
"Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu."

Semua orang pasti pernah punya pengalaman memandang seseorang sebagai musuh. Mungkin saat inipun anda masih memiliki list panjang berisi orang2 yang anda anggap sebagai musuh. Ada banyak alasan menjadikan orang sebagai musuh. Misalnya orang tersebut pernah menyakiti kita, mengkhianati kita, menipu dan lain sebagainya. Permusuhan berjalan beriringan dengan sakit hati. Orang yang menganggap seseorang sebagai musuh akan selalu ingin membalas perbuatan jahat. Dendam dan kebencian tidak lagi dapat dihindarkan, dan semakin lama rasa ini akan semakin dalam, hingga kita sering mendengar ucapan: "tidak akan saya maafkan hingga tujuh turunan!"

Dalam hidup kita tidak bisa menghindari benturan dengan orang lain. Ada kalanya kita akan merasa disakiti. Itu wajar karena manusia adalah mahluk yang tidak luput dari kekeliruan. Tuhan Yesus mengajarkan sebuah ajaran yang baru dihadapan murid2Nya dan orang banyak. Tidak ada prinsip mata ganti mata, melainkan ajakan untuk mengasihi musuh. Bagaimana caranya? dengan tidak membalas perbuatan buruk mereka bahkan berdoa bagi mereka. Mengapa kita harus mengasihi musuh kita? bukankah kita disakiti atau dikecewakan? Kita melakukan hal itu karena kita adalah anak2 Allah. Bukankah dari Bapa yang sempurna, kita anak2Nya juga harus mampu mencerminkan hal itu? ketika orang dunia juga mampu mengasihi atau memberi salam? bukankah orang2 dunia juga mampu mengampuni? Apa jadinya jika kita yang mengaku anak2 Allah malah sulit untuk mengampuni atau mengasihi musuh?

Teman2, siapakah musuh anda saat ini? Saudara kandung atau keluarga yang tidak membantu anda? Teman sekantor atau sekelas yang mengecewakan anda? tetangga yang sinis? Orang tua yang tidak pernah menghargai keberadaan anda? atau diri anda sendiri? berdamailah. Sadarkan mereka dengan tindakan mengasihi dan doakanlah terus. Sebagai anak2 Allah, kita harus mampu keluar dari permusuhan dan menunjukkan kasih melalui doa dan perbuatan.


Mengasihi dan mendoakan musuh tidak akan sulit bagi anak2 Allah sejati.

Friday, June 6, 2008

Perampas Sukacita

webmaster | 11:00:00 AM | Be the first to comment!
Ayat bacaan: Filipi 1:6
==================

"Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus."

Beberapa waktu lalu saya telah menulis bahwa sukacita adalah salah satu buah roh (Galatia 5:22). Kalau benar demikian, mengapa masih banyak diantara kita yang tidak pernah merasakan sukacita, atau selalu gagal untuk menerapkan rasa sukacita?

Masalah terutama adalah ketidakyakinan kita akan kemampuan Tuhan dalam menepati janji2Nya. Ketika kita diliputi keraguan dan mulai goyah dalam pengharapan, sadar atau tidak hal2 seperti kecemasan, kekhawatiran, stres atau ketakutan akan mengambil alih hidup dan merampas sukacita dari diri kita. Terutama dalam kehidupan hari2 ini yang terasa makin sulit, setiap saat hal2 diatas dapat merampas sukacita tersebut dan menguasai kita.

Mungkin ada yang berkata bahwa dalam banyak hal kita akan berhadapan dengan situasi diluar kemampuan atau kendali kita. Saya setuju, tapi jangan pernah lupa bahwa tidak ada yang mustahil bagi Tuhan. Dia ada diatas segalanya dan Dia mampu melepaskan kita dari kesulitan apapun. Sebagai orang percaya, kita harus memiliki keyakinan yang sama dengan Paulus. Paulus yakin seyakin-yakinnya bahwa Tuhan yang telah memulai pekerjaan yang baik dalam diri setiap kita, akan menuntaskannya sampai kedatangan Yesus yang kedua kali. Roh Kudus selalu memenuhi anda dengan sukacita, damai sejahtera dan lain2. Jika kita meyakininya, percayalah bahwa kekhawatiran, kecemasan, stres hingga ketakutan tidak akan punya tempat dalam hidup kita. Dengan keyakinan seteguh Paulus, kita bisa memulai dan mengakhiri setiap hari dalam hidup kita dengan kepercayaan penuh bahwa Tuhan berkuasa atas hidup kita. Kita bisa menyerahkan segala permasalahan dalam tanganNya.

Menghadapi situasi apapun dalam rangkaian perjalanan hidup anda, pastikan bahwa anda selalu memperbaharui keyakinan anda setiap pagi. Berdoalah, mengucap syukurlah, serahkan hidup dan hari2 anda padaNya. Dan rasakan kembali sukacita dari Surga memenuhi anda.


Bergembira dan bersukacitalah karena Roh Kudus selalu menyertai anda dalam situasi apapun

Thursday, June 5, 2008

Bersungut-Sungut

webmaster | 9:54:00 AM | Be the first to comment!
Ayat bacaan: Keluaran 15:22
======================

"Musa menyuruh orang Israel berangkat dari Laut Teberau, lalu mereka pergi ke padang gurun Syur; tiga hari lamanya mereka berjalan di padang gurun itu dengan tidak mendapat air."


Pernahkah anda melakukan perjalanan jauh? Biasanya dalam sebuah perjalanan anda akan berhadapan dengan banyak hal, situasi dan pengalaman. Anda bisa merasa capai, gembira, sedih, bosan, emosi dan sebagainya ketika melalui perjalanan tersebut. Perjalanan kerohanian kita pun seperti itu. Ada kalanya kita mengalami masa2 dimana Tuhan melakukan mukjizatnya, menolong kita, menyembuhkan kita, mengangkat kita dari kegelapan, melepaskan kita dari beban dan lain2, tapi ada kalanya kita menghadapi masa2 yang kurang menyenangkan.

Bangsa Israel punya sejarah panjang mengenai masalah bersungut-sungut ini. Alkitab memaparkan dengan jelas bagaimana mereka berulang kali bersungut-sungut, komplain dan mengutarakan ketidakpuasan mereka, meskipun mukjizat atas mereka sudah begitu banyak dilimpahkan Allah. Dalam ayat bacaan hari ini kita bisa melihat segera setelah mereka melewati Laut Teberau alias Laut Merah, dimana kisah laut terbelah yang menenggelamkan prajurit2 Firaun baru saja terjadi, bangsa Israel masuk ke padang gurun Syur, dan mengalami kesulitan air. Mukjizat penyelamatan luar biasa baru saja mereka alami, tapi kemudian ketika menghadapi kesulitan air, mereka sudah mulai bersungut-sungut lagi. Cuma bangsa Israel yang seperti ini? kalau mau jujur, kita yang hidup hari2 ini pun masih sering bertingkah seperti itu. Seringkali kita menghadapi masa2 sulit dengan bersungut-sungut. Kebanyakan orang berharap bahwa Tuhan akan segera menyelesaikan masalah kita secara instan, dan jika tidak, kita akan segera menggerutu, kesal dan bersungut2. Kalau kita lihat secara luas dalam hidup kita, begitu banyak berkat Tuhan yang turun atas kita sejak lahir hingga sekarang, betapa tidak pantasnya apabila menghadapi pencobaan kita langsung mengeluh.

Pada satu ketika, ada seseorang yang dirampok di jalan. Dalam seketika dia langsung dikerumuni orang banyak. Dia hanya tersenyum, dan hal itu mengherankan orang2 yang mengerumuninya. Ketika mereka bertanya, dia menjawab: ada dua hal yang membuat dia tersenyum. Satu, dia bersyukur dia cuma dirampok dan tidak dibunuh, dan kedua, dia dirampok dan bukan merampok.

Alkitab berbicara berulang kali mengenai hidup dengan penuh sukacita. Kalau kita mengenal pribadi Tuhan, kita akan tahu betapa hidup kita ini ada dalam tanganNya. Jadi buat apa kita mengeluh? Kalaupun Tuhan mengijinkan kita berjalan dalam lembah permasalahan supaya kita terlatih dan ditempa untuk percaya dan bergantung sepenuhnya kepadaNya. Tetaplah mengucap syukur dalam segala hal, karena Dia adalah Allah yang setia yang tidak pernah membiarkan anak2Nya berjalan sendirian. Tuhan akan selalu memberikan solusi sesuai waktunya Tuhan. Ayat Mazmur 103:2 yang berbunyi "Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya" (Mazmur 103:2) dapat menjadi sebuah ayat yang selalu mengingatkan kita untuk tetap hidup dalam sukacita dan tidak melupakan segala berkat yang telah kita terima dari Tuhan.

Dalam kondisi apapun, mari persembahkan segala puji2an, hormat dan kemuliaan pada Bapa.

Wednesday, June 4, 2008

Demi Tuhan

webmaster | 9:59:00 AM | Be the first to comment!
Ayat bacaan: Mat 7:21
==================
"Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga"

Sudah terlalu sering kita melihat rekaman tindakan sewenang2 dengan kekerasan yang mengatasnamakan agama tertentu di televisi atau media massa lainnya. Betapa memprihatinkan, kita menyaksikan nama Tuhan disebut2 ketika sekelompok orang melakukan penganiayaan. Bahkan Tuhan diteriakkan dengan lantang seraya mereka memukuli orang yang berbeda pandangan dengan mereka. Apakah hal seperti ini hanya berlaku bagi salah satu agama saja? anda akan terkejut jika diantara mereka yang mengakui Yesus pun perilaku seperti ini tetap terjadi. Lihatlah dari Gedung Putih, Bush mengutip ayat2 alkitab dalam pidatonya sebelum mengirim pasukannya ke Irak, membumihanguskan sebuah negeri termasuk wanita dan anak2. Di sisi lain di negeri kita, serangkaian pembantaian, pembakaran gereja, intimidasi terang2an masih kerap mewarnai berita dimana2. Tidak hanya itu, kejadian di Monas tanggal 1 Juni kemarin menunjukkan bahwa kekerasan masih dapat terjadi bahkan dalam sebuah kepercayaan yang sama. Sungguh menggenaskan dan ironis ketika masing2 mengklaim diri mereka sebagai yang paling benar, dan yang mereka lakukan adalah sebuah bentuk perang suci melawan kejahatan. Kami benar, kalian salah. Kami pasukan Tuhan, dan kalian pasukan setan.

Tapi Yesus Kristus sudah sejak jauh hari mengingatkan kita. Tuhan tidak senang namanya dipakai untuk melakukan kekerasan dan menyakiti orang lain. Yesus berkata bahwa tidak semua orang yang kerap menyerukan nama Tuhan-lah yang akan masuk kedalam kerajaan Surga, tapi mereka yang melakukan kehendak2Nya. Tuhan tidak pernah menghendaki kekerasan, perang, pertikaian, pengrusakan, penyiksaan, pembunuhan dan sejenisnya. Tuhan menginginkan perdamaian. Apakah itu dengan sesama, dengan alam atau dengan Tuhan sendiri.

Ingin berbuat sesuatu untuk membela keadilan dan kebenaran itu baik. Ingin memperbaiki keadaan itu baik. Ingin berbuat sesuatu demi Tuhan itu baik. Yang penting adalah, pikir terlebih dahulu dengan matang, apakah cara yang kita tempuh sudah sesuai dengan apa yang dikehendaki Tuhan atau tidak? Mengatasnamakan Tuhan dengan sembarangan sebagai alat untuk menghalalkan tindak kekerasan sangatlah bertentangan dengan prinsip kasih sebagai salah satu sifat Allah. "Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih." (1 Yoh 4:8)


Kasih sebagai prinsip dasar Kekristenan tidak mengajarkan kita untuk memusuhi, mendendam, apalagi melakukan bentuk2 kekerasan.

Tuesday, June 3, 2008

Fairy Tales

webmaster | 11:00:00 AM | Be the first to comment!
Ayat Bacaan: Filipi 4:13
===================
"Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku."
Semasa kecil kita tentunya pernah nonton film-film disney yang memberikan cerita indah untuk kita mimpikan terjadi dalam hidup kita di masa depan. Putri cantik bertemu sang pangeran dari kerajaan dan hidup happily ever after.

Namun pada kenyataannya, apakah hal-hal indah dan sempurna terjadi dalam kehidupan kita? Yang ada malah susahnya beli rumah di jaman sekarang karena harga tanah melambung, susahnya beli bensin karena kenaikan BBM, susahnya memasukkan anak ke sekolah yg bagus karena pasti harganya selangit, dan lain sebagainya. Hidup tidak semulus cerita Disney yang indah tersebut.

Tuhan sendiri tidak pernah menjanjikan kehidupan tanpa kesulitan kok, tahu sendiri kan Adam dan Hawa diusir dari Taman Eden ke dunia agar mengalami kesusahan yang ada di dunia akibat perbuatan mereka? Tapi,satu hal anda bisa pegang erat-erat,bahwa Tuhan menjanjikan kita kekuatan untuk menghadapi kesulitan tersebut.Dia meyakinkan kita bahwa Dia akan mendatangkan kebaikan dari keadaan yang buruk sekalipun (Roma 8:28)

Ketika kita sudah menyadari bahwa hidup itu sulit, kita tidak akan terkejut lagi ketika banyak hal kita rasakan tidak adil. Sebaliknya, kita belajar menerima kesulitan sebagai kesempatan bagi kita semua untuk bertumbuh dan membiarkan Tuhan yang pegang kendali dalam hidup kita.

Allah selalu beserta kita dan mengurus kita, disaat sesulit apapun.

Monday, June 2, 2008

Larilah dan Jadilah Pemenang

webmaster | 11:00:00 AM | Be the first to comment!
Ayat bacaan: 1 Korintus 9:24
======================
"Tidak tahukah kamu, bahwa dalam gelanggang pertandingan semua peserta turut berlari, tetapi bahwa hanya satu orang saja yang mendapat hadiah? Karena itu larilah begitu rupa, sehingga kamu memperolehnya!"
Kalau anda pernah menonton lomba lari, anda pasti tahu bahwa akan hanya ada satu pemenang. Teknologi saat ini mampu membedakan beda waktu hingga sepersekian detik sehingga pemenangnya tidak lagi sulit untuk ditentukan, meskipun mata kita menangkap ada lebih dari satu orang yang masuk garis finish secara serentak.

Kalau kita amati, ada beberapa orang yang menjalani kehidupan Kristiani dengan sungguh-sungguh, dan dalam hidup mereka semua terlihat sesuai, seimbang dan utuh. Mereka2 ini terlihat bisa mengatasi rintangan hidup tanpa terengah-engah. Ketika orang2 dunia mengalami kesulitan, mereka terlihat baik2 saja. Bagaimana mereka melakukannya?

Anda tentu setuju bahwa latihan olah raga yang teratur akan menaikkan tingkat energi dan stamina seseorang. Pelari yang berlatih konsisten akan selalu siap mengikuti lomba. Demikian halnya dengan anak2 Allah yang rajin berlatih secara konsisten dalam doa, membaca alkitab dan menyerahkan hidupnya sepenuhnya pada Tuhan. Mereka2 ini akan punya energi lebih banyak untuk berjalan dalam kehidupan, dan tidak gampang menyerah.

Latihan, latihan dan latihan. Ini merupakan hal yang sangat penting. Berlatih bukan hanya membuat stamina atau energi seseorang semakin kuat, tapi juga melatih untuk bersikap. Kita bisa melihat motivasi dari orang yang berlari untuk menang dengan yang sekadar ikut berlomba. Sikap Kekristenan dibentuk oleh hubungan dengan Kristus. Sementara kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, kitapun akan siap berlomba dalam sebuah perlombaan yang diwajibkan bagi kita (Ibrani 12:1). Jangan menyerah, tetap semangat dan jadilah pemenang!

Tanpa beban dosa dan terus tekun dalam iman akan Yesus, kita akan mampu memasuki garis finish dan menjadi pemenang.

Sunday, June 1, 2008

Perfeksionis

webmaster | 11:00:00 AM | Be the first to comment!
Ayat bacaan: Filipi 4:8
==================

"Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu."

Teman, pernahkah anda fokus hanya pada sebuah hal kecil yang sebenarnya tidak perlu sementara anda mengesampingkan segala hal lain? Misalnya, pernahkah anda melakukan sesuatu yang memalukan dalam sebuah pesta, dan anda menghabiskan beberapa hari merasa malu dan menyesali diri?

Terkadang kita membebani diri kita terlalu berat. Saya seorang yang perfeksionis. Bagi saya, pekerjaan sekecil apapun membutuhkan kesempurnaan. Jika menurut saya hal itu tidak tercapai, saya tidak akan dapat tidur nyenyak meskipun orang yang melihatnya mungkin sudah cukup puas. Di awal2 saya mengajar, saya sangat berambisi agar semua mahasiswa bimbingan saya bisa mendapat nilai A. Untuk tuntutan pribadi saya, tanpa sadar mungkin saya telah memberikan beban yang terlalu berat buat para anak didik saya. Dan ketika ada yang mendapat B, saya pun merasa kecewa, menyesali diri karena artinya saya belum berbuat cukup baik. Faktanya ada begitu banyak faktor, dan si mahasiswa pun telah terlihat sangat lega dan gembira karena dia berhasil lulus.

Mudah sekali bagi kita untuk melihat hal2 negatif, mudah bagi kita untuk membebani diri sedemikian rupa, melebihi kapasitas kita, sebaliknya susah untuk berpikir positif. Penyesalan diri tidak akan memperbaiki keadaan, justru akan semakin menjatuhkan mental anda. Ada banyak orang yang begitu menyesali masa lalu, sehingga mereka tidak lagi mau berusaha dan memutuskan untuk menyerah.

Ada satu wise word yang saya ingat, the winner never quit, the quitter never win. Sebuah bentuk pikiran positif akan membuat anda selalu berusaha untuk maju, dan melihat kegagalan sebagai sebuah proses menuju ke arah yang lebih baik, sebuah kesuksesan yang tertunda, dan bukan akhir dari segalanya. Selalu ada hikmah yang bisa diambil dari hal apapun, dan ambillah semua yang positif sebagai dasar pijakan anda untuk melangkah kedepan.

Berpikir positif akan membuat anda lebih bersemangat untuk maju

Search

Bagi Berkat?

Jika anda terbeban untuk turut memberkati pengunjung RHO, anda bisa mengirimkan renungan ataupun kesaksian yang tentunya berasal dari pengalaman anda sendiri, silahkan kirim email ke: rho_blog[at]yahoo[dot]com

Bahan yang dikirim akan diseleksi oleh tim RHO dan yang terpilih akan dimuat. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Archive

Jesus Followers

Prayer Request

Community

Stats

eXTReMe Tracker