Saturday, June 23, 2018

Intimidasi (4)

webmaster | 8:00:00 AM | Be the first to comment!
(sambungan)

Apa yang Tuhan pikirkan ketika Dia menciptakan kita secara istimewa dan menjanjikan begitu banyak hal yang indah penuh berkat bagi kita? Apapun alasan Tuhan bisa jadi sulit untuk bisa kita pahami, seperti halnya Daud yang berkata: "Dan bagiku, betapa sulitnya pikiran-Mu, ya Allah! Betapa besar jumlahnya!" (ay 17). Tetapi setidaknya maukah kita menyadari betul bahwa kita diciptakan secara khusus sebagai ciptaanNya yang teristimewa dan berhenti hanya memandang kekurangan-kekurangan kita? Maukah kita untuk fokus kepada apa kelebihan yang ditanamkan Allah sejak semula ketika Dia menciptakan kita dan bersyukur untuk itu? Jika kita menyadari hal ini dengan baik, kita akan mampu menyadari kebaikan Tuhan dalam diri kita, dan disaat itulah kita baru bisa menggali potensi-potensi yang ada untuk kemudian dipergunakan dalam segala hal yang memuliakan Allah.

Intimidasi memang punya kekuatan yang cukup besar. Ada banyak orang yang menang hanya dengan berperang secara psikologis atau dikenal juga dengan psy war, itu membuktikan kekuatannya. Salah satu contohnya, lihat bagaimana Muhammad Ali, sang petinju legendaris bisa membuat lawannya gentar sebelum bertanding dengan caranya memprovokasi dan mengintimidasi mereka. Mike Tyson, meski tidak sekreatif Muhammad Ali dalam merangkai kata-kata provokasi untuk menjatuhkan mental lawan, tatapan matanya tajam bagai pisau menusuk lawan sebelum mereka masuk ke dalam ring tinju. Masalahnya, orang-orang yang mengintimidasi ini ada di sekitar kita, dan tidak jarang merupakan mereka di lingkaran terdekat. Itu adalah realita yang mau tidak mau harus kita hadapi.

Dalam hidup kita tidak bisa menghindari orang-orang, yang baik sadar atau tidak, mengeluarkan komentar-komentar yang bisa menyasar mental dan rasa percaya diri kita. Apapun intimidasi atau kata-kata yang merendahkan yang anda terima dari orang lain, berapa lama pun itu sudah berlangsung, ketahuilah sebuah fakta bahwa kejadian dan penciptaan itu dahsyat dan ajaib. Tuhan membuat anda dengan sepenuh hati, dan sudah merencanakan hal besar buat anda sejak jauh sebelum anda diciptakan. Mengertilah bahwa siapapun anda, anda adalah ciptaanNya yang istimewa, indah, mulia dan berharga. Kita adalah karya orisinil Tuhan, Bapa yang begitu luar biasa besar kasihNya kepada kita.

Jangan biarkan siapapun meruntuhkan mental anda dan membuat percaya diri anda hilang. Berhentilah memandang pada manusia tapi arahkan pandangan kepada Tuhan. Ketahui alasan dibalik penciptaanNya dan ketahui apa yang menjadi rencanaNya bagi anda. Find out your calling and do your best in it, with God on your side! 

Life isn't about what others say, it's about realizing who you are according to God and discovering who He created you to be

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Friday, June 22, 2018

Intimidasi (3)

webmaster | 8:00:00 AM | Be the first to comment!
(sambungan)

Seruan Daud itu merupakan kata-kata penyemangat yang hadir pada tentara-tentara gagah yang selama 40 hari hanya bisa cemas dan ketakutan akibat intimidasi Goliat. Daud percaya diri dan tenang menghadapi raksasa bersenjata dan perlengkapan lengkap bukan karena mengandalkan kekuatannya, melainkan karena ia tahu Tuhan menyertainya. Ia percaya kepada Sumber dari segala kekuatan. Dan ya, kita tahu apa hasilnya. Daud sukses mengalahkan Goliat hanya dengan senjata yang sangat minimalis.

Daud menyadari betul bahwa Tuhan menciptakannya dengan cara yang menakjubkan. Ia bukanlah ada karena kebetulan, ia diciptakan bukan asal-asalan, ia tidak dibuat tanpa tujuan dan ia tahu bahwa Tuhan punya rencana besar buat dia. Kelak di kemudian hari, Daud menuliskan hal itu.

"Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku. Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya.Tulang-tulangku tidak terlindung bagi-Mu, ketika aku dijadikan di tempat yang tersembunyi, dan aku direkam di bagian-bagian bumi yang paling bawah; mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satupun dari padanya." (Mazmur 139:13-16).

Bukan hanya pikiran dan hati, tapi dengan jiwanya Daud sepenuhnya menyadari bahwa Tuhan telah menyiapkannya dengan cara yang dahsyat dan ajaib. Dia tahu pasti dirinya adalah hasil mahakarya Tuhan yang indah. Daud tidak berbicara mengenai ketampanan atau kesempurnaan secara fisik, tetapi ia melihat dirinya sebagai sebuah kesatuan yang utuh, dan ia pun mengucapkan rasa syukurnya secara penuh kepada Tuhan atas anugerah yang ia terima tersebut.

Betapa indahnya rangkaian ayat dalam Mazmur 139 ini, yang saya yakin sudah Daud rasakan sejak ia masih menggembala dan terlebih saat menghadapi Goliat. Tidakkah rasanya sangat melegakan jika kita bisa menyadari bahwa kita bukanlah hasil dari sebuah kesalahan, was not made as a mistake, bukan diciptakan sebagai pecundang tanpa arah tujuan atau tanpa rencana, melainkan dibuat Tuhan dengan sempurna dengan sepenuh hati berdasarkan rencana  sejak semula, jauh sebelum kita diciptakan? Kita bukanlah dibuat diciptakan seadanya dengan setengah hati, tetapi Tuhan justru mencurahkan segala yang terindah dalam menciptakan kita.

Sang Seniman Agung menciptakan manusia secara sangat istimewa. Tidak seperti ciptaan lainnya, kita diciptakan dengan gambar dan rupa Allah sendiri (Kejadian 1:26). Kita mendapatkan nafas hidup langsung dari hembusan Allah (2:7), tetap berada dalam telapak tangan dan ruang mataNya (Yesaya 49:16), dan sungguh semua itu memang benar-benar dahsyat dan ajaib.


(bersambung)


Thursday, June 21, 2018

Intimidasi (2)

webmaster | 8:00:00 AM | Be the first to comment!
(sambungan)

Ada satu pertanyaan yang cukup menggelitik pikiran saya saat membaca bagian sejarah Daud. Pertanyaannya adalah: kenapa prajurit Israel sampai sebegitu takutnya berhadapan dengan Goliat? Benar, ia adalah raksasa, tinggi besar dengan persenjataan dan alat pelindung lengkap. Dalam 1 Samuel 17 gambaran tentang Goliat dicatat dengan sangat detail. Tingginya sekitar 3 meter. Ia pakai helm tembaga, baju pelindung dada bersisik dengan berat hampir 60 kilogram. Kakinya dilindungi penutup juga dari tembaga, dan ia membawa tombak panjang  yang dililit di bahunya. Gagang tombaknya besar, mata tombaknya yang tajam sekitar 7 kilogram beratnya. Dan didepannya ada prajurit yang berjalan membawa perisainya. (ay 4-7). Lengkap sudah, jelas Goliat berat untuk dikalahkan. Inilah alasan yang biasa kita lihat yang menyebabkan prajurit Israel takut menghadapi Goliat dan pasukannya.

Tapi suatu kali saat membaca kisah ini, saya menemukan hal lain. Lihatlah apa yang disebutkan pada ayat bacaan hari ini. Dalam Alkitab yang kita punya ayatnya berbunyi sebagai berikut: "Orang Filistin itu maju mendekat pada pagi hari dan pada petang hari. Demikianlah ia tampil ke depan empat puluh hari lamanya." (ay 16). Ia maju setiap pagi dan petang, tampil di depan selama 40 hari. Untuk apa tampil di depan? Dari Versi Mudah Dibaca (VMD) kita bisa menemukan jawabannya. "Selama 40 hari Goliat orang Filistin itu keluar dari kemahnya setiap pagi dan petang dan berdiri menghadap tentara Israel dan mengejek mereka." Dengan kata lain, Goliat berdiri mengintimidasi tentara Israel bukan satu dua hari melainkan sampai 40 hari.

Seperti apa bentuk intimidasinya? Bentuknya adalah seperti ini. "Ia berdiri dan berseru kepada barisan Israel, katanya kepada mereka: "Mengapa kamu keluar untuk mengatur barisan perangmu? Bukankah aku seorang Filistin dan kamu adalah hamba Saul? Pilihlah bagimu seorang, dan biarlah ia turun mendapatkan daku. Jika ia dapat berperang melawan aku dan mengalahkan aku, maka kami akan menjadi hambamu; tetapi jika aku dapat mengungguli dia dan mengalahkannya, maka kamu akan menjadi hamba kami dan takluk kepada kami."  Pula kata orang Filistin itu: "Aku menantang hari ini barisan Israel; berikanlah kepadaku seorang, supaya kami berperang seorang lawan seorang." (ay 8-10).

"Hai Israel, hari ini aku menantang kalian! Ayo satu lawan satu saja kalau berani!" Itu yang diteriakkannya setiap hari di depan tentara Israel. Tidaklah mengherankan kalau mental tentara Israel kemudian drop akibat tekanan psikologis yang dilancarkan Goliat sampai lebih dari sebulan. Dengan kata lain, Goliat dan bala tentara Filistin sukses meruntuhkan mental tentara Israel. Alkitab mencatat hal itu dengan jelas. "Ketika Saul dan segenap orang Israel mendengar perkataan orang Filistin itu, maka cemaslah hati mereka dan sangat ketakutan." (ay 11).

Lantas tibalah Daud disana. Ia tidak mengalami intimidasi selama 40 hari. Anak muda ini bukanlah prajurit. Ia hanyalah bertugas menggembalakan beberapa ekor ternak ayahnya. Tampaknya pekerjaan yang sepele, tapi sebenarnya tidak, bahkan berbahaya. Ia setiap hari harus berhadapan dengan hewan-hewan buas yang siap memangsa ternak dan dirinya. Ia berani mengatasi 'intimidasi' hewan-hewan buas itu bukan karena kekuatannya melainkan karena ia tahu bahwa Tuhan ada menyertainya. Spirit itulah yang ia bawa ke hadapan Goliat dan tentara Filistin. Dan lihatlah apa yang dikatakan Daud kepada Saul dan para tentara Israel. "Berkatalah Daud kepada Saul: "Janganlah seseorang menjadi tawar hati karena dia; hambamu ini akan pergi melawan orang Filistin itu." (ay 32).

(bersambung)


Search

Bagi Berkat?

Jika anda terbeban untuk turut memberkati pengunjung RHO, anda bisa mengirimkan renungan ataupun kesaksian yang tentunya berasal dari pengalaman anda sendiri, silahkan kirim email ke: rho_blog[at]yahoo[dot]com

Bahan yang dikirim akan diseleksi oleh tim RHO dan yang terpilih akan dimuat. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Archive

Jesus Followers

Prayer Request

Community

Stats

eXTReMe Tracker