Sunday, March 29, 2015

Gajah Menurut 10 Orang Berbeda (1)

webmaster | 8:00 AM | Be the first to comment!
Ayat bacaan: Maleakhi 2:17
================
"Kamu menyusahi TUHAN dengan perkataanmu. Tetapi kamu berkata: "Dengan cara bagaimanakah kami menyusahi Dia?" Dengan cara kamu menyangka: "Setiap orang yang berbuat jahat adalah baik di mata TUHAN; kepada orang-orang yang demikianlah Ia berkenan--atau jika tidak, di manakah Allah yang menghukum?"

Ada sebuah anekdot menceritakan tentang 10 orang yang diminta mendeskripsikan gajah dengan mata tertutup dengan cara meraba. Kesepuluh orang ini belum pernah melihat gajah sebelumnya dan berdiri pada sudut-sudut yang berbeda. Saat mereka ditanya, jawaban yang muncul berbeda-beda. Ada yang bilang gajah itu seperti ular, bentuknya panjang karena ia kebetulan berdiri pada posisi belalai. Ada yang bilang gajah itu punya sayap lebar karena berada pada posisi kuping, ada pula yang berkata gajah mirip pohon karena meraba kaki dan seterusnya. Ini menunjukkan bahwa akan sangat sulit bagi kita untuk mendeskripsikan seperti apa bentuk gajah secara utuh kalau hanya terfokus pada satu sisi saja.

Ini bisa menggambarkan cara kita memandang Tuhan. Adalah kecenderungan manusia untuk menempatkan Tuhan tidak pada posisi sesungguhnya melainkan hanya disesuaikan dengan pendapat pribadi tanpa mengenal dengan jelas terlebih dahulu, dibentuk sesuai kebutuhan diri sendiri atau berdasarkan apa yang menjadi selera atau keinginan mereka. Mengambil sepenggal-sepenggal lalu mengartikan sendiri. Menciptakan Tuhan menurut selera masing-masing tanpa peduli gambaran seutuhnya. Tidaklah heran apabila ada yang merasa biasa saja melakukan dosa karena mereka menganggap Tuhan itu Maha Pengampun. Berbuat dosa lantas minta ampun, kemudian ulangi lagi. Bukankah Tuhan itu selalu siap memberi pengampunan, pikir mereka. Jadi tidak apa-apa kalau berbuat dosa sedikit-sedikit, nanti tinggal minta diampuni, beres. Ada juga yang menilai bahwa Tuhan itu kejam dan otoriter sehingga mereka hidup penuh rasa takut dan tidak layak. Ada yang merasa Tuhan ada di bawah mereka sehingga perlu dibela, menganggap Tuhan itu berdarah dingin sehingga mereka boleh menyakiti orang lain bahkan tidak segan-segan membunuh dengan mengatasnamakan Tuhan. Tuhan yang satu dideskripsikan berbeda menurut selera masing-masing, tanpa memandang sosok Tuhan secara utuh.

Dalam kitab Maleakhi ada dikatakan: "Kamu menyusahi TUHAN dengan perkataanmu. Tetapi kamu berkata: "Dengan cara bagaimanakah kami menyusahi Dia?" Dengan cara kamu menyangka: "Setiap orang yang berbuat jahat adalah baik di mata TUHAN; kepada orang-orang yang demikianlah Ia berkenan--atau jika tidak, di manakah Allah yang menghukum?" (Maleakhi 2:17). Ayat ini menunjukkan bagaimana orang bisa dipengaruhi oleh ilusinya sendiri, hingga berani membentuk image baru akan Tuhan. Mereka menyangka bahwa berbuat jahat bisa baik di mata Tuhan, bahkan berani berkata bahwa Tuhan berkenan terhadap kejahatan. Ini adalah sebuah bentuk penggambaran Tuhan menurut pandangan pribadi tanpa mengenal sifat-sifat Tuhan terlebih dahulu secara baik. Penggal satu ayat, kemudian pelintir sendiri sesuai kebutuhan. Ketika ada ayat yang mengatakan bahwa Tuhan selalu siap mengampuni dosa, maka mereka menganggap ada banyak kesempatan berbuat dosa karena nanti tinggal 'lapor' dan langsung beres. Ada yang menganggap bahwa gosip itu tidak apa-apa karena hanya untuk kesenangan saja, berbohong kecil itu boleh dan yang tidak boleh adalah menipu yang bisa menimbulkan kerugian materi besar, korupsi kecil tidak apa-apa asal jangan milyaran, sekali-kali menikmati dosa itu tidak apa-apa karena Tuhan yang baik pasti mengerti, dan sebagainya. Ini adalah kecenderungan dari orang-orang yang tidak mengenal Tuhan secara benar, sehingga mereka berani menempatkan Tuhan pada posisi sesuai keinginan mereka. Jika pemikiran seperti ini terus dipelihara, kita bisa terjebak pada konsep yang salah. Itu sama saja dengan menyalahgunakan kebaikan Tuhan yang tentu saja bisa berakibat fatal. Jika pola pikir sendiri tentang Tuhan terus dipupuk, lama kelamaan orang tidak akan peduli lagi terhadap kebenaran firman Tuhan yang sesungguhnya sudah menjelaskan secara rinci seperti apa sebenarnya Tuhan itu.

Ada banyak pula yang mengira bahwa jika Tuhan memang mau menghukum, itu akan langsung terjadi seketika itu juga. Jadi kalau satu-dua perbuatan dosa sepertinya 'luput' dari hukuman Tuhan, mereka menganggap bahwa itu artinya Tuhan memberi toleransi yang bisa dimanfaatkan sebagai kesempatan untuk melakukan beberapa dosa berikutnya demi memuaskan keinginan daging. Kenyataannya tidak seperti itu. Tuhan tidak pernah berkenan terhadap perbuatan jahat, dan pada saatnya nanti semua harus dipertanggungjawabkan sepenuhnya. "Dan tidak ada suatu makhlukpun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab." (Ibrani 4:13). Itu kebenaran firman Tuhan. Artinya, cepat atau lambat, ganjaran akan datang, dan tidak akan pernah sebuah perbuatan jahat itu berkenan di mata Tuhan. Kalaupun Tuhan memberi kesempatan seharusnya dihargai sebagai sebuah peluang untuk memperbaiki hidup secara utuh dan menyeluruh, bukan malah dimanfaatkan buat melakukan kesalahan lebih lagi.

(bersambung)


Saturday, March 28, 2015

Tergesa-gesa Itu Berbahaya (2)

webmaster | 8:00 AM | Be the first to comment!
(sambungan)

Kita harus arif, penuh hikmat dan tidak bebal atau bodoh dalam memahami kehendak Tuhan atas diri kita, karena itulah yang terbaik. Kita harus ingat bahwa "TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya." (Mazmur 37:23). Ini janji Tuhan yang sudah disampaikan pada kita jauh-jauh hari. Kepekaan kita terhadap suara Tuhan akan membuat kita mampu menjaga setiap langkah agar rencana Tuhan tergenapi dalam sekuens demi sekuens hidup kita. Ini tepat seperti yang dilakukan oleh Pemazmur: "Aku memikirkan jalan-jalan hidupku, dan melangkahkan kakiku menuju peringatan-peringatan-Mu." (119:49).

Lebih jauh lagi dalam Amsal dikatakan, "Banyaklah rancangan di hati manusia, tetapi keputusan Tuhanlah yang terlaksana." (Amsal 19:21). Itu artinya penting bagi kita untuk menyelaraskan setiap langkah sesuai rencana Tuhan agar kita tidak membuang-buang waktu secara sia-sia dan terus menerus mengalami kerugian. Kita harus mau mendengar dulu baik-baik apa sebetulnya rencana Tuhan bagi hidup kita, lalu melakukannya tepat seperti itu dengan pertimbangan yang matang dalam setiap langkah perencanaannya. Dan Salomo pun berkata: "Serahkanlah perbuatanmu kepada TUHAN, maka terlaksanalah segala rencanamu." (Amsal 16:3).

Hindarilah bertindak ceroboh dan tergesa-gesa dalam mengambil keputusan, baik yang berhubungan dengan pekerjaan, dalam berinvestasi, yang menyangkut keluarga dan sebagainya. Apakah anda seorang pemimpin di pekerjaan, di lingkungan, di organisasi, lembaga atau cuma dalam keluarga, anda perlu kemampuan untuk mengambil keputusan yang tepat. Keragu-raguan dalam mengambil pertimbangan, bingung dalam menghadapi banyak opsi atau tergesa-gesa/terburu-buru dalam memutuskan sesuatu hanya akan membawa kerugian, penyesalan dan penderitaan, baik terhadap diri sendiri maupun orang lain. Sebelum anda mengambil sebuah keputusan, lakukan pertimbangan menyeluruh terlebih dahulu dengan memikirkan berbagai aspek yang terkait termasuk orang-orang baik yang terlibat secara langsung maupun yang tidak langsung. Pikirkan masak-masak, jangan tergesa-gesa. Ambil waktu untuk tenang dan diam, sabar dan berdoalah. Tanyakan pada Tuhan mengenai langkah yang akan anda ambil, dengarkan baik-baik dan pastikan agar jangan ada keinginan-keinginan pribadi yang menghalangi suara Tuhan untuk bisa anda dengar.

Meski anda rajin dan gigih dalam memperjuangkan sesuatu, tanpa pertimbangan matang, sebuah keputusan yang tergesa-gesa bisa membuat anda salah langkah dan akibatnya menderita kerugian yang tidak sedikit. "Tanpa pengetahuan kerajinanpun tidak baik; orang yang tergesa-gesa akan salah langkah." (Amsal 19:2). Jangan jadi orang yang ceroboh dan bodoh seperti saya beberapa tahun lalu, tetapi jadilah orang bijak, berhikmat yang akan selalu berpikir matang dan berhati-hati dalam melangkah dan patuh menuruti kehendak Tuhan. Kecerobohan akibat tergesa-gesa dalam mengambil keputusan bisa menjadi awal dari datangnya banyak masalah dan bencana. Perhatikan baik-baik setiap langkah, selaraskan dengan rencana Tuhan dan tetap berpegang pada ketetapan-ketetapanNya. Menunda-nunda pengambilan keputusan memang bukan hal yang baik, tetapi tergesa-gesa pun bisa membawa konsekuensi berat untuk kita pikul. Terutama untuk sebuah keputusan besar, ambillah cukup waktu untuk mempertimbangkan dan menyerahkan kepada Tuhan.

Tergesa-gesa mengambil keputusan tanpa pertimbangan cukup bisa mendatangkan kerugian besar

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Friday, March 27, 2015

Tergesa-gesa Itu Berbahaya (1)

webmaster | 8:00 AM | Be the first to comment!
Ayat bacaan: Amsal 21:5
===================
"Rancangan orang rajin semata-mata mendatangkan kelimpahan, tetapi setiap orang yang tergesa-gesa hanya akan mengalami kekurangan."

Beberapa tahun yang lalu saya mengalami kerugian gara-gara terburu-buru dalam mengambil keputusan. Ceritanya begini. Suatu kali saya bertemu dengan seorang event organizer yang menjanjikan bahwa ia bisa mengusahakan sponsor hanya dalam waktu yang sangat singkat. Secara normal, waktu kurang dari sebulan tidak layak untuk menggelar sebuah acara, tetapi karena ia pintar meyakinkan saya, termasuk kepintarannya dalam menyusun timeline, saya pun percaya dan mengambil langkah untuk maju. Perjanjian dengan pihak tempat acara diteken, dan dalam pikiran saya acara ini bisa memberi keuntungan walau tidak banyak. Semakin mendekati hari H, semakin semuanya tidak jelas. Si event organizer mulai susah dihubungi dan mulai terlihat melempar tanggung jawab kesana kemari sambil mencari kambing hitam. Kalau bukan kepada orang, ya kepada keadaan. Hari liburlah, tanggal tualah, sedang di luar kota dan sebagainya, Karena ada MoU yang sudah ditandatangani, mau tidak mau acara harus tetap berlangsung, dan saya pun rugi sekian juta, yang sempat menggoyang kondisi keuangan rumah tangga. Adalah sebuah kesalahan dengan mengambil langkah terlalu berani tanpa perhitungan matang. Saya tetap melibatkan Tuhan, tapi memaksa Tuhan untuk masuk ke dalam time frame saya dan bukan menanyakan dulu kepada Tuhan. Harga untuk sebuah pelajaran penting memang mahal. Saya jadi belajar untuk lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan, terutama keputusan-keputusan yang penting dan yang berdampak pada kemampuan saya maupun terhadap orang lain yang terkait.

Hanya karena terlalu cepat mengambil keputusan, orang bisa mengalami kerugian besar yang mungkin bisa sulit dipulihkan dalam waktu singkat. Masih untung kerugian saya tidak sampai merugikan orang lain dan angkanya relatif tidak terlalu fatal. Bagaimana kalau sampai membahayakan? Konsekuensinya bisa sangat berat. Seorang teman membuat rekan dan saudaranya pun sudah ikut menjadi korban karena menjerumuskan mereka ke dalam sebuah investasi yang pada akhirnya merugi sampai angka milyaran. Ia merupakan tipe orang yang tidak hati-hati. Ia tidak suka berpikir dan merencanakan matang-matang terlebih dahulu sebelum melakukan sesuatu, hanya melihat godaan keuntungan dan terlalu tergesa-gesa dalam mengambil keputusan. Lilitan hutang sampai angka seperti itu sangatlah mengerikan. Dan itu bisa menjadi konsekuensi dari sebuah keputusan yang tidak disertai pertimbangan matang.

Sebuah sikap tergesa-gesa selalu tidak membawa kebaikan atau keuntungan, tapi kerugian dan kemalanganlah yang seringkali menjadi akibatnya. Mengenai kerugian dari orang-orang yang suka tergesa-gesa atau terburu-buru mengambil keputusan sudah diingatkan Salomo. Ia berkata: "Rancangan orang rajin semata-mata mendatangkan kelimpahan, tetapi setiap orang yang tergesa-gesa hanya akan mengalami kekurangan." (Amsal 21:5).

Orang yang tergesa-gesa dalam mengambil keputusan atau melakukan sesuatu tidak akan pernah memperoleh hasil baik, melainkan hanya akan mengalami kerugian. Itulah yang akan menjadi bagian dari orang-orang yang tidak memperhatikan pentingnya perhitungan yang matang sebelum melangkah. Orang yang cenderung tergesa-gesa, bertindak serampangan tanpa hikmat, tanpa pertimbangan, tidak cermat dan sebagainya. Dan akibatnya kerugian atau kejatuhanlah yang menjadi hasilnya. Untuk menutupi kerugian yang timbul bisa jadi jauh lebih mahal ketimbang apabila itu dikerjakan sejak awal dengan pertimbangan matang dan cermat. Bahkan tidak menutup kemungkinan pula bahwa konsekuensinya akhirnya harus ditanggung sepanjang sisa hidup dan tidak bisa lagi diperbaiki.

Salomo mengatakan bahwa rancangan orang rajinlah yang mendatangkan kelimpahan, bukan orang yang tergesa-gesa. Ada kata rancangan disana yang berarti perencanaan, pertimbangan yang matang dan cermat, lalu ada kata 'rajin' disana. Rajin dalam hal apa? Dalam banyak hal, seperti rajin berpikir, rajin memperhitungkan dengan baik, rajin menimbang, rajin belajar, rajin bekerja, rajin mendengar nasihat atau masukan dari orang lain dan sebagainya, dan tentu saja rajin berdoa, meminta hikmat dan petunjuk dari Tuhan sebelum melangkah.

Ada juga ayat yang berkata seperti ini: "Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif...Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan." (Efesus 5:15,17).

(bersambung)


Thursday, March 26, 2015

Surat Cinta dari Tuhan (2)

webmaster | 8:00 AM | Be the first to comment!
(sambungan)

Hal tersebut disinggung Paulus pada suatu kali. "Sebab apa yang tidak nampak dari pada-Nya, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih." (Roma 1:20). Daud begitu mengagumi apa yang ia lihat, sehingga ia pun berkata "Biarlah kemuliaan TUHAN tetap untuk selama-lamanya, biarlah TUHAN bersukacita karena perbuatan-perbuatan-Nya!" (Mazmur 104:31).

"Biarlah Tuhan bersukacita karena perbuatan-perbuatanNya, lewat ciptaan-ciptaanNya.." kata Daud. Seharusnya surat cinta dari Tuhan membuat kita merasa berharga dan dicintai, dan itu seharusnya membuat Tuhan pun bersukacita. Tapi melihat apa yang terjadi hari-hari ini rasanya tidak akan bisa membuat Tuhan tetap bisa bersukacita lewat ciptaan-ciptaanNya. Lihatlah bagaimana manusia terus saja merusak kelestarian lingkungan. Buang sampah sembarangan, sungai-sungai tercemar limbah industri dan buangan dari rumah-rumah pemukiman penduduk, asap yang keluar dari knalpot kendaraan dan pabrik-pabrik, penebangan liar, semua itu merusak segala keindahan yang Tuhan sediakan bagi kita. Kerusakan lingkungan membuat dunia ini semakin lama semakin rusak.

Manusia yang diciptakan Allah secara istimewa ternyata tidak menghargai dan mensyukuri surat cinta dari Tuhan. Mereka membuang dan merobek-robek surat cinta itu. Selain merusak lingkungan, menghancurkan ekosistem dan lain-lain, manusia pun masih sanggup saling membinasakan. Padahal semua manusia ini ciptaan Tuhan, yang berharga dimataNya. Tapi di mata sesama manusia, nyawa itu tidaklah penting, letaknya masih sangat jauh di bawah ego dan kepentingan diri sendiri. Dia sudah begitu baik dengan menganugerahkan keselamatan kepada kita lewat Kristus, tapi kita begitu sulit untuk sekedar menghargai kebaikanNya.

Segala yang ada di alam semesta merupakan ciptaan Tuhan yang luar biasa indahnya. Itu adalah anugerah yang amat besar yang telah ia sediakan sebelum Dia menciptakan manusia, agar ketika manusia hadir, keindahan itu bisa dinikmati secara langsung. Tuhan menyatakan bahwa apa yang Dia ciptakan adalah baik. Tanaman, pohon-pohon berbuah, tunas-tunas muda, itu diciptakan dengan baik (Kejadian 1:11-12). Matahari, bulan dan bintang, cakrawala, semua itu diciptakan Tuhan dengan baik. (ay 14-18). Segala jenis hewan, baik burung-burung di udara, ikan-ikan di laut dan hewan-hewan darat, semua Dia ciptakan dengan baik. (ay 20-22). Dikatakan bahwa bumi beserta segala isinya adalah milik Tuhan (Mazmur 24:1), tapi otoritas untuk menguasai diberikan kepada kita. (Kejadian 1:28).

Menguasai bukanlah berarti bahwa kita boleh bertindak semena-mena dan merusak seenaknya tapi justru sebaliknya, kita diminta untuk menjaga dan melestarikan alam dan lingkungan hidup. Tuhan menitipkan itu semua kepada kita. Idealnya kita bersyukur. Idealnya kita bersukacita bersama-sama dengan Tuhan menikmati segala keindahan itu. Tapi apakah kita sudah melakukannya? Apakah Tuhan bisa bersukacita atas segala ciptaanNya hari ini? Apakah surat cinta dari Tuhan itu sudah kita tanggapi dengan sepantasnya?

Surat cinta dari Tuhan ada disekitar kita dan bisa kita saksikan kapan saja. Saya bersyukur jika hari ini masih bisa melihat dan menikmati keindahan alam dan berkat-berkat Tuhan lainnya. Pertanyaannya, apakah anak cucu kita kelak masih bisa menyaksikannya? Tuhan menitipkan milikNya kepada kita untuk dikelola, dijaga, dilestarikan dan dikembangkan. Jika kita mau melakukannya, disanalah Allah akan bersukacita melihat seluruh ciptaanNya di muka bumi ini dapat saling bekerjasama dalam menghormati hasil karyaNya yang agung. Surat cinta dari Tuhan seharusnya bisa membuat kita punya semangat untuk melakukan yang terbaik bagiNya, dan Sang Pengirim surat cinta pun bisa berbangga hati dan berbahagia melihat bagaimana kita meresponnya. Mari kirimkan kembali surat cinta kepada Tuhan lewat cara hidup kita yang menyukakan hatiNya.

Nikmati dan hargai surat cinta dari Tuhan secara benar

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho





Wednesday, March 25, 2015

Surat Cinta dari Tuhan (1)

webmaster | 8:00 AM | Be the first to comment!
Ayat bacaan: Mazmur 8:4-5
===================
"Jika aku melihat langit-Mu, buatan jari-Mu, bulan dan bintang-bintang yang Kautempatkan: apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya?"

Menerima sebuah surat cinta tentu luar biasa rasanya. Hati terasa berbunga-bunga, seperti melayang di angkasa dalam kegembiraan yang sulit dilukiskan dengan kata-kata. Jika anda pernah menerima surat cinta, anda tentu setuju dengan saya. Surat itu kemungkinan besar akan disimpan supaya bisa terus dibaca berulang-ulang. Sebuah surat cinta bisa membuat kita merasa berharga dan dicintai, sehingga kita pun punya semangat untuk berbuat yang terbaik dalam hidup kita.

Kemarin saya baru saja membagikan sebuah pengingat bahwa kita orang percaya seharusnya mampu menjadi surat Kristus bagi dunia. Hari ini saya ingin membagikan renungan yang masih berhubungan dengan surat, tetapi kali ini tentang surat cinta yang berasal dari Allah buat kita anak-anakNya. Apakah ada surat seperti itu? Tentu saja ada, meski tidak melalui surat menyurat baik lewat pos biasa maupun surat elektronik. Tapi surat cinta dari Tuhan sesungguhnya ada di ruang pandang kita yang bisa kita baca dan lihat setiap hari.

Mari kita baca apa yang direnungkan Daud dan ia tuangkan ke dalam salah satu bagian dalam kitab Mazmur. "Jika aku melihat langit-Mu, buatan jari-Mu, bulan dan bintang-bintang yang Kautempatkan: apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya?" (Mazmur 8:4-5). Daud sepertinya sedang memandang keindahan langit di waktu malam. Apa yang ia lihat sangat indah, jauh lebih indah dibanding manusia yang kerap mengecewakan Tuhan. Tapi Tuhan ternyata mengingat manusia, bahkan mengindahkan atau memelihara, mempedulikannya. Bukan itu saja, Daud melanjutkannya seperti ini. "Namun Engkau telah membuatnya hampir sama seperti Allah, dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat. Engkau membuat dia berkuasa atas buatan tangan-Mu; segala-galanya telah Kauletakkan di bawah kakinya: kambing domba dan lembu sapi sekalian, juga binatang-binatang di padang; burung-burung di udara dan ikan-ikan di laut, dan apa yang melintasi arus lautan. Ya TUHAN, Tuhan kami, betapa mulianya nama-Mu di seluruh bumi!" (ay 6-10).

Keindahan alam semesta beserta isinya bagaikan sebuah surat cinta yang menyapa kita setiap hari. Di tengah berbagai kesulitan dalam hidup, kita sering lupa menyadari bahwa alam semesta ini diciptakan Tuhan begitu indahnya. Bintang-bintang berkelip, bulan purnama, langit biru diselimuti awan putih, rerumputan hijau dengan bunga warna warni mekar dimana-mana dan sebagainya. Awan putih di antara langit biru cerah, gemericik air dan angin sepoi-sepoi, semua itu tentu sangat indah untuk kita nikmati.  Tapi semakin jarang saja manusia meluangkan waktu untuk menikmati hasil ciptaan Tuhan yang indah itu. Kita melupakan hal itu dan terus meragukan kepedulian Tuhan, bahkan keberadaanNya. Kita terus mengeluh dan mengira Tuhan berlama-lama untuk melakukan sesuatu, padahal jika kita mau mengambil waktu sebentar untuk melihat sekeliling kita, maka kita akan menyadari bahwa Tuhan sebenarnya telah melakukan begitu banyak hal yang indah bagi kita. Seperti keindahan alam misalnya, bukankah itu juga berkat yang luar biasa dari Tuhan yang seharusnya kita syukuri?

Kembali kepada Daud, pada saat ia menulis Mazmur 104 yang diberi judul "Kebesaran TUHAN dalam segala ciptaan-Nya", kita bisa kembali melihat bagaimana ia sedang mengagumi keindahan alam yang tersaji di depannya. Rasanya itu yang ia alami pada saat itu karena dalam Mazmur ini ia menggambarkan keindahan alam ciptaan Tuhan dengan sangat puitis. Alam yang indah itu jelas merupakan buah tangan Tuhan, sebuah bukti keiahian Tuhan yang bisa kita saksikan dengan amat sangat nyata.

(bersambung)

Tuesday, March 24, 2015

Berfungsi Sebagai Surat Kristus (2)

webmaster | 8:00 AM | Be the first to comment!
(sambungan)

Pengenalan akan Kristus yang benar akan muncul lewat buah-buah baik yang tumbuh dari hidup kita. Cara termudah bagi kita untuk mengetahui jenis pohon adalah lewat buah yang tumbuh pada ranting-rantingnya. Seperti itu pula orang bisa mengenal Yesus lewat kita, ranting-rantingnya yang menghasilkan buah. Yesus berkata: "Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar. Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya. Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku." (Yohanes 15:4-8).

Dalam kesempatan lain Yesus berkata: "Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi." (Yohanes 13:35). Jadi seharusnya orang akan tahu bahwa kita adalah murid Yesus dan mengenal PribadiNya secara benar lewat diri kita, yaitu apabila kita menunjukkan sikap saling mengasihi tanpa memandang latar belakang, kenal tidak kenal dan lain-lain dalam hidup kita sehari-hari.

Sebagai surat Kristus kita juga harus mampu membawa terang, seperti halnya Yesus yang merupakan Terang Dunia. Yesus berkata "Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga." (Matius 5:16) Karena itulah kita harus menjaga hati kita dengan segala kewaspadaan, hingga kita bisa mencapai tingkatan seperti yang Tuhan ingin kita capai. "Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna." (Matius 5:48). Hanya dengan demikianlah kita bisa menjadi surat Kristus yang benar untuk dibaca banyak orang. Segala sisi kehidupan kita seharusnya mampu bercerita tentang Yesus. Hidup kita seharusnya mampu menjadi surat cinta Yesus kepada semua orang di dunia tanpa terkecuali. Seperti halnya Yesus mencintai anda, setiap sendi kehidupan kita juga sudah selayaknya menjadi kertas yang dipakai oleh guratan pena Tuhan untuk menyatakan kasihNya yang begitu besar kepada semua orang tanpa terkecuali.

Roh Allah bukan meninggalkan coretan-coretan kasar tanpa makna atau malah yang tidak enak dipandang mata, tetapi sebaliknya memberikan gambaran akan kasih dan perhatian Tuhan yang begitu indah dan besar kepada dunia. Apakah itu yang dibaca orang lewat diri kita hari ini atau malah kita meninggalkan goresan-goresan tajam yang justru mencabik-cabik orang lain? Sosok Yesus seperti apa yang tergambar lewat diri kita? Setiap orang percaya merupakan surat atau buku tersendiri akan Kristus. Suka atau tidak, sadar atau tidak, kita merupakan sebuah surat terbuka yang bisa membuat orang mengenal Yesus lewat cara dan gaya hidup kita. Karenanya, perhatikanlah dengan baik perilaku dan cara hidup kita, agar orang tidak sampai salah melihat figur Yesus lewat cerminan diri kita.

Jika kita merupakan surat Kristus, apakah pembaca akan menemukan pribadi Yesus yang benar di dalam setiap lembarnya?

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Monday, March 23, 2015

Berfungsi Sebagai Surat Kristus (1)

webmaster | 8:00 AM | Be the first to comment!
 Ayat bacaan: 2 Korintus 3:3
======================
"Karena telah ternyata, bahwa kamu adalah surat Kristus, yang ditulis oleh pelayanan kami, ditulis bukan dengan tinta, tetapi dengan Roh dari Allah yang hidup, bukan pada loh-loh batu, melainkan pada loh-loh daging, yaitu di dalam hati manusia."

Salah satu yang suka saya baca adalah biografi. Disana saya bisa melihat kisah hidup yang menginspirasi, belajar dari kesuksesan dan kegagalan. Sebuah biografi bisa berfungsi bagai surat yang menggambarkan pribadi yang dikisahkan. Di sisi lain, orang-orang yang terinspirasi terhadap tokoh idola seringkali mirip sikap maupun penampilannya dengan sang tokoh. Baru saja saya bertemu dengan seorang gitaris yang mengidolakan Steve Vai, penampilan maupun gaya bermainnya mirip dengan gitaris legendaris tersebut. Dalam beberapa hal, ia bisa tampil bagai surat Steve Vai, yang merepresentasikan sang tokoh secara tidak langsung.

Sadarkah anda bahwa anda pun sesungguhnya merupakan tulisan atau surat tersendiri akan Kristus? Bukan tulisan di atas kertas atau lewat tuts keyboard komputer, melainkan dari cerminan kehidupan kita, menjadi surat Kristus bagi orang-orang di sekitar kita. Mereka seharusnya bisa mengenal Tuhan yang kita sembah lewat cara hidup kita ditengah masyarakat. Kalau cara hidup kita benar, maka kebenaran Tuhan akan terpancar disana. Tapi sebaliknya jika kita mengaku orang percaya tapi kehidupan kita buruk, maka orang pun akan mencemooh dan mendapat pengenalan yang keliru dari Kristus. Kita seharusnya sadar bahwa kita merupakan surat yang bukan sembarang surat tetapi menjadi surat Kristus yang bisa dibaca orang lain. Dengan kata lain, kita seharusnya bisa menjadi sebuah kesaksian tersendiri mencerminkan figur Kristus yang bisa dilihat oleh orang lain yang bertemu kita dengan jelas.

Hal tersebut dituliskan Paulus dalam suratnya kepada jemaat Korintus. Dia mengatakan: "Karena telah ternyata, bahwa kamu adalah surat Kristus, yang ditulis oleh pelayanan kami, ditulis bukan dengan tinta, tetapi dengan Roh dari Allah yang hidup, bukan pada loh-loh batu, melainkan pada loh-loh daging, yaitu di dalam hati manusia." (2 Korintus 3:3). Dikatakan bahwa kita ditulis bukan dengan tinta, melainkan langsung dengan Roh Allah, bukan pada loh batu atau kertas tetapi langsung ke dalam hati kita. Jika kita jelek, maka jeleklah yang dibaca orang. Sebaliknya jika yang tertulis adalah gambaran Kristus yang benar, maka orang pun akan mampu melihat atau membaca siapa sebenarnya Kristus lewat diri kita.

Kita perlu merenungkan dan memeriksa apa yang tertulis dalam hati kita hari ini. Seperti apa pribadi Kristus yang dibaca orang lewat diri kita? Agar suratnya tidak keliru, kita harus menjaga hati kita agar yang tercermin tidak bertentangan dengan pribadi Kristus yang telah ditulis oleh Roh Kudus secara langsung.

Firman Tuhan berkata: "Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan." (Amsal 4:23). Ayat ini dengan tegas dan nyata menggambarkan bahwa apapun kehidupan yang terpancar dari diri kita hari ini, semua itu berasal dari hati. Dan apa yang tertulis dalam hati kita akan sangat menentukan apa yang dibaca orang lewat diri kita. Sebagai anak Tuhan kita telah dianugerahkan Roh Kudus, dan dalam hati kitalah Dia berdiam. "Dan karena kamu adalah anak, maka Allah telah menyuruh Roh Anak-Nya ke dalam hati kita, yang berseru: "ya Abba, ya Bapa!" (Galatia 4:6).

Sebagai surat Kristus, apa yang kita tunjukkan lewat kehidupan kita saat ini? Apakah kita sudah mencerminkan pengenalan yang benar akan Kristus, atau kita bersikap munafik, mengaku sebagai pengikut Kristus tetapi terus menerus menunjukkan perilaku yang jelek? Apakah kita sudah memperkenalkan bagaimana Yesus yang sebenarnya atau malah kita membuat Yesus menjadi bahan ejekan dan tertawaan orang? Apakah orang menjadi tertarik untuk mengenal Kristus lebih jauh atau malah tambah anti pati? Kita harus menyadari bahwa orang bisa mengenal Yesus lewat diri pengikutNya. Ini adalah hal yang sangat penting untuk kita renungkan, karena orang akan terus mengamati siapa diri kita, dan Pribadi seperti apa yang tertulis lewat kita.

(bersambung)

Search

Bagi Berkat?

Jika anda terbeban untuk turut memberkati pengunjung RHO, anda bisa mengirimkan renungan ataupun kesaksian yang tentunya berasal dari pengalaman anda sendiri, silahkan kirim email ke: rho_blog[at]yahoo[dot]com

Bahan yang dikirim akan diseleksi oleh tim RHO dan yang terpilih akan dimuat. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Archive

Jesus Followers

Prayer Request

Community

Stats

eXTReMe Tracker