Sunday, December 10, 2017

Menjaga Kemurnian Hati (2)

webmaster | 8:00:00 AM | Be the first to comment!
(sambungan)

1. Lahir baru.

Pertama yang harus kita ingat adalah lahir baru. Dalam Efesus 4 dikatakan: "yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan, supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu, dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya." (ay 22-24). Lantas dalam Kolose dikatakan "Jangan lagi kamu saling mendustai, karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya, dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya" (ay 10-11).

Lahir baru membuat kita diberi kesempatan untuk menjadi manusia baru, diperbaharui dalam roh dan pikiran, yang memungkinkan kita untuk hidup dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya/seharusnya. Sebuah proses lahir baru membuat kita bisa terus menerus diperbaharui untuk semakin dalam mengenal Allah secara benar. "Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang." (2 Korintus 5:7). Tanpa menjadi ciptaan yang baru akan sangat sulit bagi kita untuk bisa memiliki hati yang suci.

Satu hal yang harus kita perhatikan adalah menjadi manusia baru tidak serta merta membuat kita sepenuhnya bebas dari jerat dosa untuk seterusnya. Benar, kita sudah diperbaharui dan disucikan. Kematian Kristus menebus kita, memulihkan hubungan dengan Tuhan dan itu bisa menjadi landasan kokoh untuk sebuah hidup penuh kebenaran. Tapi seperti sebuah rumah yang sudah disapu dan dipel, kalau kita biarkan terbuka maka akan ada banyak kotoran yang bisa kembali mencemari rumah yang sudah bersih tadi.

Sebuah kesempatan besar untuk lahir baru dan mengenakan hidup baru seharusnya disikapi dan dihargai dengan tinggi supaya kita tidak kembali terjebak pada dosa-dosa atau kebiasaan-kebiasaan lama yang umumnya bisa menarik kita kembali ke kehidupan lama kita. Dan juga bisa mencegah kita untuk tidak tergoda untuk melakukan berbagai penyimpangan atau pelanggaran yang kerap dilakukan oleh orang-orang yang tidak mengenal Tuhan. Semua itu bisa kembali mencemarkan dan itu berarti kita tidak menghargai sebuah kasih karunia besar yang Tuhan sudah berikan pada kita.

2. Hidup oleh Roh dan dipimpin oleh Roh. 

Hidup dalam Roh dan dipimpin oleh Roh sangatlah penting. Dan itu diingatkan Paulus dalam Galatia 5:16-26 dimana ia mengurakikan panjang lebar tentang hal itu. Setelah kita menjadi manusia baru, kita butuh sesuatu yang bisa menjaga kita untuk tidak melakukan kebiasaan lama dan kecemaran-kecemaran baru, yang bisa membuat kita terhindar dari hidup yang mementingkan keinginan-keinginan daging yang menyesatkan bahkan membinasakan. Membinasakan? Ya. Kita bisa lihat betapa berbahayanya perbuatan daging seperti yang dirinci oleh Paulus. "Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu--seperti yang telah kubuat dahulu--bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah." (ay 19-21).

(bersambung)

Saturday, December 9, 2017

Menjaga Kemurnian Hati (1)

webmaster | 8:00:00 AM | Be the first to comment!
Ayat bacaan: Matius 5:8
====================
"Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah."

Dalam renungan kemarin kita sudah melihat bagaimana Tuhan memperlakukan orang yang tangannya bersih dan hatinya murni. Dikatakan orang yang bersih tangannya dan murni hatinyalah yang boleh naik ke atas gunung Tuhan dan masuk ke dalam tempatNya yang kudus (Mazmur 24:3) dan mereka menerima berkat dan keadilan dari Tuhan. (ay 5). Seperti janji saya sebelumnya, dalam renungan kali ini saya ingin fokus kepada hati yang murni. Hati yang murni adalah sebuah bentuk hati yang tidak dibiarkan tercemar, terkontaminasi oleh hal-hal yang bertentangan dengan prinsip kasih seperti yang dijabarkan Paulus dalam 1 Korintus 13:4-7. Seperti dalam contoh sebelumnya, air murni akan berguna bagi kesehatan kita, bisa menyembuhkan penyakit dan menjaga agar kita tetap dalam kondisi baik. Demikian juga hati yang murni. Begitu pentingnya, Yesus bahkan berkata: "Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah." (Matius 5:8).

Dalam versi English amplifiednya ayat yang saya jadikan ayat bacaan ini berkata "Blessed (happy, enviably fortunate, and spiritually prosperous--possessing the happiness produced by the experience of God's favor and especially conditioned by the revelation of His grace, regardless of their outward conditions) are the pure in heart, for they shall see God!" Kalau diterjemahkan bunyinya seperti ini: Diberkatilah (Bergembiralah, beruntunglah dan makmurlah secara spiritual - dengan kegirangan dan kepuasan hidup dalam kemurahan dan keselamatan Tuhan dan secara khusus berada dalam anugerahNya terlepas dari apapun kondisi yang tengah terjadi) mereka yang suci/murni hatinya, karena mereka akan melihat Allah.

Bukankah itu luar biasa? Itu jelas sebuah anugerah yang bukan main besarnya yang akan membuat hidup kita jauh berbeda dibanding kebanyakan orang yang masih membiarkan hatinya terus teracuni oleh iri, dengki, kebencian, kekecewaan dan berbagai pandangan keliru tentang kemurahan Tuhan serta penyesatan-penyesatan dari pola pikir dunia.

Hati sungguh merupakan faktor penting yang sangat menentukan kualitas hubungan kita dengan Tuhan, kemampuan kita dalam menerima berkat dan anugerahNya tanpa terhalang sesuatu apapun, siapa kita dalam hidup saat ini dan kemana kita akan mengarah setelah fase kehidupan yang sekarang ini selesai. Dengan kata lain, bagaimana kondisi hati akan sangat menentukan dan menunjukkan seperti apa perjalanan dan masa depan kehidupan kita.

Dalam kitab Amsal dikatakan "Seperti air mencerminkan wajah, demikianlah hati manusia mencerminkan manusia itu." (Amsal 27:19).  Jika kita memandang permukaan air dari atas, wajah kita akan tercermin disana. Sebagaimana air memantulkan wajah saat kita pandang dari atas, seperti itu pula hati mencerminkan diri atau hidup seseorang.

Lalu Firman lainnya mengingatkan bahwa Tuhan sangat mementingkan hati. "... Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati." (1 Samuel 16:7). Sebegitu pentingnya kondisi hati kita, sehingga sebuah ayat berkata demikian: "Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan." (Amsal 4:23).

Dikatakan kita harus menjaga hati bukan dengan ala kadarnya atau seadanya, apalagi asal-asalan dengan standar kewaspadaan rendah, tapi dikatakan dengan segala kewaspadaan, sepenuh-penuhnya sadar dan waspada, karena dari hatilah sesungguhnya hidup itu terpancar.

Semakin murni hati kita, maka semakin besar pula kesempatan kita untuk membangun hubungan berkualitas dengan Tuhan. Dan semakin besar pula kesempatan kita untuk menikmati hidup yang berkemenangan, penuh sukacita dalam perlindungan dan perhatian Tuhan tanpa tergantung dari situasi dan kondisi yang tengah kita alami.

Pertanyaannya sekarang, bagaimana agar kita bisa memperoleh dan menjaga kemurnian atau kesucian hati? Ada beberapa poin penting yang harus kita ingat dan perhatikan, dan mari kita lihat satu persatu.

(bersambung)


Friday, December 8, 2017

Bersih Tangannya, Murni Hatinya (4)

webmaster | 8:00:00 AM | Be the first to comment!

(sambungan)

Orang bisa saja menganggap bahwa Tuhan tidak menghukum mereka saat ini dan berpikir bahwa mereka aman dari hukuman. Orang-orang jahat yang melakukan kejijikan ini bisa saja pintar dalam menipu manusia, atau menghamburkan uangnya untuk menyuap penegak hukum agar terlepas dari jerat hukum. Sekarang mungkin lepas, tapi pada suatu ketika nanti hukuman Tuhan itu tetap akan tiba biar bagaimanapun. Cepat atau lambat, akan datang waktunya dimana semua harus dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan, dan disana tidak akan ada yang bisa berkelit lagi. Kepentingan sesaat di dunia fana diprioritaskan dengan sebuah hidup yang kekal? Itu tentu sebuah pilihan yang sangat fatal.

Dunia memang semakin lama semakin keliru menilai prinsip hidup, tetapi kita orang percaya tidak boleh ikut-ikutan seperti itu. Dunia bisa saja semakin kekurangan orang-orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, tapi kita harus menunjukkan bahwa umatNya yang ada di dunia ini bisa tampil beda dengan kemurnian hati dan perbuatan bersih sebagai bagian dari kehidupan kekristenan yang sebenarnya. Oleh karena itu jagalah agar kita bisa memiliki ketulusan hati dan kejujuran. Apapun alasannya, apapun resikonya,  Belajarlah untuk senantiasa mempercayai Tuhan, mengasihiNya dan hidup sesuai kehendakNya. Tuhan menyediakan berkat-berkat bagi orang yang hidup dengan kesucian hati.

Firman Tuhan berkata: "Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah." (Matius 5:8). Ayat lainnya: "Sesungguhnya Allah itu baik bagi mereka yang tulus hatinya, bagi mereka yang bersih hatinya." (Mazmur 73:1). Seperti itulah janji Tuhan yang tentunya berlaku bagi siapa saja, termasuk anda dan saya.

Kalau kita dipandang bagai mahluk aneh, ditertawakan dan menganggap kejujuran dan ketulusan, kebersihan tangan dan kemurnian hati sebagai sebuah kebodohan, biarlah. Sebab bukan apa kata manusia yang penting, tapi bagaimana Tuhan memandang hidup kita itulah yang penting. Tuhan menjanjikan berkat dan keadilan bagi orang-orang yang hidup dengan tangan yang bersih dan hati yang murni. Orang seperti inilah yang bisa masuk ke dalam rumahNya, berdiam di bukitNya, dan mendapat jaminan berkat dan keadilan dari Tuhan.

Nikmati kebaikan Tuhan lewat hidup yang kudus dimana kebersihan tangan dan kemurnian hati berperan didalamnya. Keduanya merupakan bagian dari integritas yang wajib dimiliki anak-anak Tuhan. Tuhan sanggup melimpahi berkatNya dan melindungi hidup setiap orang yang berjalan seturut kehendakNya dengan memiliki hati yang murni dan tangan yang bersih.

Clean hands refers to a person's actions and pure heart refers to inner attitude

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Search

Bagi Berkat?

Jika anda terbeban untuk turut memberkati pengunjung RHO, anda bisa mengirimkan renungan ataupun kesaksian yang tentunya berasal dari pengalaman anda sendiri, silahkan kirim email ke: rho_blog[at]yahoo[dot]com

Bahan yang dikirim akan diseleksi oleh tim RHO dan yang terpilih akan dimuat. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Archive

Jesus Followers

Prayer Request

Community

Stats

eXTReMe Tracker