Tuesday, January 16, 2018

Hindari Amarah dan Panas Hati (2)

webmaster | 8:00:00 AM | Be the first to comment!
(sambungan)

Kita mungkin bertanya, kenapa saya tidak boleh marah saat saya dijahati orang? Kenapa saya yang jadi korban sangat menderita sementara yang menyakiti malah makin baik keadaannya? Pertanyaan seperti ini kemudian bisa berujung pada keraguan kita akan keadilan Tuhan. Dimana Tuhan saat kita mengalami keadaan seperti ini? Kalau Tuhan benar ada, kenapa Dia membiarkan dan diam saja? Dari judul perikopnya saja kita sudah bisa mendapatkan jawaban awal, yaitu bahwa semua kebahagiaan mereka yang jahat itu semu adanya. Selain semu, dalam rangkaian ayat kita bisa melihat apa yang boleh/harus kita lakukan, apa yang tidak boleh, what's do or don't, dan apa yang akan terjadi pada mereka serta apa yang akan Tuhan berikan pada kita kalau kita bisa tetap mengontrol suhu hati dalam kondisi normal, tidak terpancing emosi dan terus memandang Tuhan dalam menghadapi situasi seperti itu.

Kita diminta untuk:
- jangan marah karena orang yang berbuat jahat
- jangan iri hati kepada orang yang berbuat curang

Kenapa?
Sebab: semua itu semu adanya. Mereka segera lisut seperti rumput dan layu seperti tumbuh-tumbuhan hijau yang artinya hanya dalam waktu singkat.

Lalu apa lagi yang harus kita lakukan?
- Percayalah kepada Tuhan
- lakukanlah yang baik
- diamlah di negeri , tetap berada, jangan berhenti mengusahakan kesejahteraannya dan berdoalah dengan tekun untuk negeri
- berlakulah setia
- bergembiralah karena Tuhan; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu. Serahkanlah hidupmu kepada Tuhan dan - percayalah kepada-Nya

Kalau ini yang kita lakukan, maka:
- Tuhan akan bertindak
- Tuhan akan memunculkan kebenaranmu seperti terang, dan hakmu seperti siang.

Lalu, kita harus:
- Berdiam diri di hadapan Tuhan (tenanglah dalam Tuhan)
- nantikanlah Dia
- jangan marah karena orang yang berhasil dalam hidupnya
- janan marah karena orang yang melakukan tipu muslihat

Kalau sudah keburu marah bagaimana?
- Berhentilah marah, dan
- tinggalkanlah panas hati itu.

Kenapa? Karena itu hanya membawa kepada kejahatan. It will leads to evil, not to God. 

Dan yang akan terjadi selanjutnya? Kesimpulannya?
- orang-orang yang berbuat jahat akan dilenyapkan
- tetapi orang-orang yang menanti-nantikan Tuhan akan mewarisi negeri.

Seperti itulah kira-kira rangkaian ayat dalam Mazmur 37:1-9 di atas yang mudah-mudahan bisa lebih mudah dimengerti. Buat saya rangkaian ayat ini sangatlah mampu menjadi pegangan dan kekuatan saat kita harus mengalami situasi berat seperti itu lewat orang-orang yang entah karena sengaja atau memang karena sudah diperdaya rasa benci dan dibawah kendali emosi.

Sambil mendoakan agar mereka dijamah Tuhan agar tidak terus membuat hidup mereka jauh dari rasa damai sejahtera, kita harus serius meredakan kemarahan dan mendinginkan hati secepat mungkin sebelum banyak kejahatan yang mengintip di balik sebuah kemarahan itu kemudian masuk dan memporak-porandakan sendi-sendi kehidupan dalam kebenaran yang selama ini sudah kita bangun dengan susah payah.

(bersambung)


Monday, January 15, 2018

Hindari Amarah dan Panas Hati (1)

webmaster | 8:00:00 AM | Be the first to comment!
Ayat bacaan: Mazmur 37:8
========================
"Berhentilah marah dan tinggalkanlah panas hati itu, jangan marah, itu hanya membawa kepada kejahatan."

Bangsa ini sepertinya semakin kehilangan keramahannya. Kalau dahulu kita bisa mudah saling tersenyum bahkan bertegur sapa dengan orang yang berpapasan di tengah jalan, hari ini semakin banyak orang yang individualistis dan cepat merasa curiga saat ada orang yang tersenyum apalagi menyapa. Banyak dari kita kemudian curiga apa tujuannya tersenyum dan menyapa. Apakah mau menawarkan sesuatu, berniat jahat seperti copet, culik, hipnotis atau lainnya. Kalau itu saja sudah terasa menyedihkan, lihatlah wajah-wajah penuh kebencian dan kemarahan yang semakin terpapar jelas dimana-mana.

Ironisnya, masih banyak saja acara televisi yang memanfaatkan kemarahan dan emosi manusia untuk tujuan rating. Begitu orang mulai tersulut emosinya, mulai mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas dan menunjukkan gerak gerik akan menyerang, disanalah acara itu mulai dirasa menarik. Ada banyak orang yang bersembunyi di balik wajah penuh kemarahan supaya orang segan atau takut kepada mereka. Ada yang begitu mudahnya membentak atau marah, atau setidaknya memasang wajah dingin karena mengira bahwa mereka akan terlihat berkuasa.

Padahal apa bagusnya wajah seperti itu? Selain terlihat tidak indah, penelitian ilmiah membuktikan bahwa tersenyum membutuhkan jauh lebih sedikit otot ketimbang cemberut. Imbasnya wajah akan lebih cepat keriput disamping masalah-masalah lainnya. Belum lagi masalah kesehatan, kestabilan jiwa dan sebagainya yang bisa merugikan kita kalau kita terus membiarkan diri kita mudah terbakar api amarah.

Kekristenan tidak pernah mengajarkan kita untuk memupuk emosi. God never wishes us to have that kind of face, mind, thoughts and heart. The face of rage, the wrath, anger because all leads only to evil and never to Him.

Berulang-ulang dalam banyak ayat Alkitab mengajarkan kita untuk tidak memendam amarah. Apalagi memupuk dan terus meningkatkan kebiasaan kita untuk terbakar emosi. Lihatlah firman Tuhan dalam Mazmur berikut: "Berhentilah marah dan tinggalkanlah panas hati itu, jangan marah, itu hanya membawa kepada kejahatan." (Mazmur 37:8). Kemarahan yang seperti apa? Apakah kemarahan yang tanpa sebab atau yang ringan-ringan saja yang tidak boleh kita biarkan? Apakah kalau alasannya kuat kita boleh membiarkan diri kita dikuasai api emosi itu? Mari kita lihat dulu bagian Mazmur 37 ini secara lebih luas agar bisa mendapatkan jawabannya.

"Dari Daud. Jangan marah karena orang yang berbuat jahat, jangan iri hati kepada orang yang berbuat curang; sebab mereka segera lisut seperti rumput dan layu seperti tumbuh-tumbuhan hijau. Percayalah kepada TUHAN dan lakukanlah yang baik, diamlah di negeri dan berlakulah setia, dan bergembiralah karena TUHAN; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu. Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak;  Ia akan memunculkan kebenaranmu seperti terang, dan hakmu seperti siang. Berdiam dirilah di hadapan TUHAN dan nantikanlah Dia; jangan marah karena orang yang berhasil dalam hidupnya, karena orang yang melakukan tipu daya. Berhentilah marah dan tinggalkanlah panas hati itu, jangan marah, itu hanya membawa kepada kejahatan. Sebab orang-orang yang berbuat jahat akan dilenyapkan, tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN akan mewarisi negeri." (Mazmur 37:1-9).

Dari bagian dengan judul "Kebahagiaan orang fasik semu" ini, Daud mengingatkan kita bahwa kita jangan marah bukan cuma untuk hal-hal yang sepele, tapi juga, atau bahkan terutama yang diakibatkan oleh orang-orang yang jahat pada kita. Mereka yang berlaku curang dan merugikan kita, mendatangkan ketidakadilan, orang yang tampaknya masih bergembira dengan bebas setelah menyakiti kita atau memperlakukan kita dengan tidak adil, mereka yang tampaknya menang meskipun kesalahan bukan di pihak kita, yang sepertinya malah kelihatan menjadi makin baik setelah membuat kita menderita, terhadap yang demikian pun kita diingatkan untuk bersabar dan tidak marah.

(bersambung)


Sunday, January 14, 2018

Menjadi Pribadi yang Lemah Lembut (2)

webmaster | 8:00:00 AM | Be the first to comment!
(sambungan)

Bagaimana agar kita bisa menjadi orang yang lemah lembut, bukan orang yang cepat keras dan panas hatinya? Ada sebuah tips diberikan Daud yang bisa kita jadikan pegangan mengenai hal ini. "Dari Daud. Jangan marah karena orang yang berbuat jahat, jangan iri hati kepada orang yang berbuat curang; sebab mereka segera lisut seperti rumput dan layu seperti tumbuh-tumbuhan hijau. Percayalah kepada TUHAN dan lakukanlah yang baik, diamlah di negeri dan berlakulah setia, dan bergembiralah karena TUHAN; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu. Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak." (Mazmur 37:1-5).

Tips yang diberikan Daud ini singkat tapi sangat lengkap dan padat. Ia mengingatkan agar kita:
- Jangan lekas marah dalam menghadapi orang-orang yang berbuat jahat
- Jangan iri kepada orang-orang yang suka berbuat curang
- Percayalah kepada Tuhan
- Terus fokus melakukan hal yang baik
- Perdulilah kepada tempat dimana kita ada
- Berlakulah setia
- Teruslah bersukacita bukan karena situasi dan kondisi tetapi karena Tuhan
- Serahkan hidup kepada Tuhan

Kalau ini yang kita jadikan pegangan, apapun yang kita hadapi, sesulit apapun situasi atau orang-orang yang kita hadapi, Tuhan akan memberikan apa yang kita inginkan dan Dia sendiri akan bertindak. Ini tips yang saya kira sangat baik untuk mencegah hati kita terkontaminasi oleh hal-hal yang seharusnya tidak dilakukan oleh orang percaya, termasuk di dalamnya perilaku-perilaku yang berlawanan dengan lemah lembut.

Berikutnya mari kita lihat pesan lainnya dari Daud. "Berhentilah marah dan tinggalkanlah panas hati itu, jangan marah, itu hanya membawa kepada kejahatan. Sebab orang-orang yang berbuat jahat akan dilenyapkan, tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN akan mewarisi negeri." (ay 8-9). Pesan Daud ini paralel dengan apa yang dikatakn Yesus di atas. Kemarahan tidaklah mendatangkan hal baik tapi bisa membawa orang untuk terjerumus pada kejahatan, yang pada akhirnya akan dilenyapkan. Tapi orang-orang yang taat menuruti Tuhan, menyerahkan semua kepada Tuhan akan mewarisi negeri.

Akan halnya meredam kemarahan, kita bisa mendapatkan satu tips sederhana dari Yakobus diantara begitu banyak ayat yang mengingatkan kita akan bahaya membiarkan diri kita gampang dibakar emosi. Katanya: "Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah." (Yakobus 1:19). Tips dari Yakobus adalah, jangan buru-buru marah, tapi dengarlah terlebih dahulu sebelum keburu nafsu membalas. Dengar dulu, pikirkan dulu, dan hargai pendapat orang. Jangan belum apa-apa sudah tersinggung, sakit hati, bersitegang dan marah. Itu tidak baik buat kesehatan kita, itu tidak baik buat orang lain dan tentu tidak baik di mata Tuhan.

Kalau kita kebiasaan menelan makanan buru-buru sebelum dikunyah, itu tidak baik buat pencernaan. Seperti itu pula bereaksi terburu-buru sebelum mengunyah baik-baik terlebih dahulu apa yang dikatakan orang lain. Terburu-buru bereaksi bisa menumpulkan nalar alias akal sehat, mengebiri logika dan terus dikuasai emosi yang berpotensi mendatangkan banyak kejahatan. Lebih jelas lagi Yakobus juga menerangkan bahwa amarah tidak pernah mendapat tempat apalagi bisa dibenarkan di hadapan Tuhan. "sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah." (ay 20).

Ditengah dunia yang semakin dingin bahkan kejam, dengan jumlah orang yang sulit terus bertambah banyak, tentu tidak mudah untuk bisa menahan diri dan tetap menjadi pribadi lemah lembut. But in no matter condition, that's what God wants us to be. Mungkin untuk bisa menjadi figur Musa bisa jadi terlihat seperti mustahil, tapi tidak ada salahnya untuk mulai mencoba.

Adakah di antara teman-teman yang sedang dalam tekanan dan emosi pada saat ini karena tengah berhadapan dengan orang-orang atau kondisi yang sulit? Gampang marah, tersulut emosi dan cepat tersinggung? Mudah panik saat berhadapan dengan masalah? Tekanan begitu cepatnya merebut rasa sukacita dan damai sejahtera? Sudah lama tidak merasakan suasana hati yang cerah ceria karena dikuasai suasana mendung penuh guruh dan halilintar? Redakanlah, dan tersenyumlah. Jangan biarkan sukacita anda dirampas, jangan buka celah bagi iblis untuk menghancurkan anda. Biarkan terang Tuhan menyinari hati anda dengan kebahagiaan. Tetap jaga kelembutan hati dan rasakanlah bahwa Tuhan yang sangat baik dan menyayangi anda itu sesungguhnya selalu ada bersama dengan anda dalam setiap keadaan.

"Being soft-hearted does not make you a weak person. It takes courage to stay delicate in a world that is sometimes cruel." - anonymous

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Search

Bagi Berkat?

Jika anda terbeban untuk turut memberkati pengunjung RHO, anda bisa mengirimkan renungan ataupun kesaksian yang tentunya berasal dari pengalaman anda sendiri, silahkan kirim email ke: rho_blog[at]yahoo[dot]com

Bahan yang dikirim akan diseleksi oleh tim RHO dan yang terpilih akan dimuat. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Archive

Jesus Followers

Prayer Request

Community

Stats

eXTReMe Tracker