Thursday, March 23, 2017

Bersikap Sopan dan Taat Aturan (1)

webmaster | 8:00:00 AM | Be the first to comment!
Ayat bacaan: 1 Korintus 14:39
========================
"Tetapi segala sesuatu harus berlangsung dengan sopan dan teratur."

Saya sebisa mungkin menghindari jam pulang kerja karena jalanan pasti macet parah. Kemarin saya terpaksa harus keluar di jam itu karena sebuah keperluan, dan benar saja, saya pun segera terjebak dalam kemacetan. Jalan terlihat tidak karuan karena mobil dan motor simpang siur disana. Motor yang mengambil hak jalan pengemudi yang berlawanan arah, mobil yang parkir sembarangan di jalan sempit, orang yang masih menerobos meski lampu sudah merah, semua itu membuat jalan raya carut marut tidak bergerak. Ditambah udara panas menyengat, siapapun yang mobilnya tidak dilengkapi pendingin udara akan segera mendidih termasuk emosinya. Mulai terlihat muka-muka kesal di balik kaca, dan di depan ada pengendara motor berselisih dengan seorang pengemudi mobil. Bertukar kata dengan suara keras sambil mengeluarkan gestur-gestur marah. Apakah mobilnya tersenggol atau apa, entahlah.

Saya pun kemudian ngantri di sebuah ATM. Antrian lumayan panjang, sementara orang yang sedang mengakses mesin tidak peduli terhadap antrian orang di belakangnya. Ia lama sekali disana, sepertinya ia masih menunggu uang kiriman masuk ke rekeningnya. Masukkan kartu, tarik lagi. Cek handphone. Kenapa ia tidak menepi saja dahulu agar antrian bisa reda? Mungkin di antara para pengantri ada yang sedang berkejaran dengan waktu. Gerakan gelisah muncul pada beberapa dari mereka. Salah seorang bapak kemudian menegur si orang ini dan memintanya menepi. Tapi ia bergeming tak peduli. Ia bahkan memasukkan temannya seolah mesin itu miliknya. Mulai dari kemacetan, kemudian antrian di mesin ATM, saya melihat bahwa masalah memang kerap muncul saat orang tidak mau teratur atau diatur. Tidak menaati peraturan, tidak mempedulikan orang lain.

Saya pun kemudian berpikir bahwa di saat ketidakteraturan terjadi, potensi hilangnya sopan santun pun menjadi bertambah. Oke lah jalan padat di jam pulang kerja atau pagi hari saat orang hendak ke kantor atau mengantar anak sekolah. Tapi kalau semua teratur mengikuti peraturan, bukankah jalan akan lebih lancar dan pengemudi pun bisa lebih nyaman? Dan kalau dalam mengantri ada tenggang rasa memikirkan orang lain, bukankah itu akan jauh lebih baik? Bukan saja konflik yang bisa dihindari, tapi hidup pun bisa lebih tenang karena tidak harus emosi. Keteraturan dan kesopanan sangatlah penting untuk sebuah tatanan kehidupan yang damai sejahtera. Di saat orang teratur, tidak mengganggu atau mengambil hak orang lain, kesopanan pun muncul. Sebaliknya saat manusia memilih mementingkan diri sendiri dan menolak diatur, maka kesopanan pun hilang.

Keteraturan dan kesopanan semakin saja sulit ditemukan dalam bermasyarakat. Apakah memang sudah sesulit itu kita hidup teratur? Apakah kita sudah berubah menjadi orang-orang yang hanya mementingkan diri sendiri tanpa menghiraukan kepentingan atau kenyamanan orang lain? Sudah begitu egoisnya kah kita sebagai anak bangsa yang katanya menjunjung tinggi keramahan dan kesopanan? Sayangnya tabiat ini seperti virus ganas. Ketidakteraturan, ketidaksopanandan perilaku seenaknya semakin lama semakin menular kemana-mana menjangkiti banyak orang. Segalanya dihalalkan untuk kepentingan sendiri yang hanya sesaat, orang tidak lagi peduli terhadap apapun selain dirinya sendiri.

Akan hal ini, kita harus malu kepada belalang. Belalang? Ya. Agur bin Yake ribuan tahun yang lalu sudah menyinggungnya. "Belalang yang tidak mempunyai raja, namun semuanya berbaris dengan teratur." (Amsal 30:27) Tidak ada yang namanya raja belalang. Tapi meski tanpa raja, belalang bisa berbaris dengan teratur, tidak seperti manusia yang sulit diatur. Bukan cuma belalang, tapi semut pun sama. Perhatikan semut yang selalu beriringan dan selalu bekerja sama. Binatang-binatang yang ukurannya jauh lebih kecil dari kita, dan tidak memiliki akal budi ternyata bisa lebih "beradab" di banding kita.

Di jalan saja kita tidak bisa mengikuti peraturan. Motor zig-zag seenaknya, kendaraan berjalan seenaknya, pelan di tengah atau meliuk tanpa melihat kendaraan di belakangnya, angkot yang berhenti sesuka hati ditengah jalan, klakson yang ditekan dengan panjang berulang-ulang, atau justru melaju semakin kencang saat melihat ada yang hendak menyeberang, menerobos lampu merah dan kelakuan buruk lainnya. Semua ini menunjukkan perilaku yang bukan saja buruk, tapi juga berpotensi membahayakan keselamatan diri sendiri dan orang lain.

(bersambung)


Wednesday, March 22, 2017

Tuhan Mengawasi Kita (2)

webmaster | 8:00:00 AM | Be the first to comment!
(sambungan)

Tuhan berada bersama kita kemanapun kita melangkah, dan itu bisa membuat kita tidak perlu takut menghadapi apapun. Menyadari keberadaan Tuhan dengan kasih setiaNya setiap waktu bersama kita akan membuat kita menyadari bahwa semua yang kita lakukan demi namaNya tidak akan pernah Dia abaikan, meski mungkin di dunia tidak ada satupun orang yang peduli.

Sebaliknya, bagaimana dengan orang yang hidupnya melanggar ketetapan-ketetapan Tuhan? Buat orang yang terus memilih untuk hidup dalam kecemaran dan kejahatan, ini jelas menjadi sebuah kabar buruk. Kalau ada orang yang selama ini berpikir bahwa bisa selamat jika perbuatan jahatnya tidak diketahui orang lain, berpikir bahwa jika tidak ada orang yang melihat karena pintar bersembunyi, mereka harus tahu bahwa tidak ada tempat atau kesempatan sedikit pun sebenarnya untuk menyembunyikan diri dari pandangan mata Tuhan. Tuhan melihat segalanya dan tahu segalanya. Meski kebohongan, kecurangan atau kejahatan bisa disimpan rapi sehingga bisa lolos di dunia, serapi apapun penipuan atau kebohongan itu sehingga mampu mengecoh manusia, di mata Tuhan semua itu akan selalu terlihat dengan amat sangat jelas.

Penulis Ibrani menyampaikan pesan seperti ini: "Dan tidak ada suatu makhlukpun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab." (Ibrani 4:13). Baik atau jahat, semua perbuatan dan niat kita akan sangat transparan di mata Tuhan, bahkan apa yang ada di dalam hati dan pikiran kita pun sesungguhnya terbuka di mata Tuhan. Apapun yang ada dalam hati kita Tuhan tahu. "Roh manusia adalah pelita TUHAN, yang menyelidiki seluruh lubuk hatinya." (Amsal 20:27).

Baik buruknya yang kita lakukan, rencana yang ada di pikiran kita atau perasaan dalam hati kita, ingatlah bahwa Tuhan sedang memandang dan akan terus memantau kita. Maka hendaklah kita menjaga sikap, perbuatan, pikiran, perasaan, tingkah laku dan perkataan kita agar tidak berseberangan dengan kehendakNya. Mari kita buat Tuhan tersenyum bahagia dan bangga melihat bagaimana kita menjalani hidup dengan sebaik-baiknya seperti yang Dia inginkan.

Apakah terlihat di depan oleh orang lain atau tidak, tetaplah junjung tinggi integritas sesuai kebenaran. Sepanjang waktu Tuhan ada bersama kita, melihat dan menyelidiki kita, pergunakanlah kesempatan ini sebagai sebuah jaminan penyertaan dari Tuhan kepada anak-anakNya yang taat dan setia dan bukan sebagai sesuatu yang kita anggap mengganggu kebebasan kita dalam melakukan segala sesuatu ynag melanggar ketetapanNya

"Karena mata TUHAN menjelajah seluruh bumi untuk melimpahkan kekuatan-Nya kepada mereka yang bersungguh hati terhadap Dia." (2 Tawarikh 16:9)

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Tuesday, March 21, 2017

Tuhan Mengawasi Kita (1)

webmaster | 8:00:00 AM | Be the first to comment!
Ayat bacaan: Amsal 15:3
================
"Mata TUHAN ada di segala tempat, mengawasi orang jahat dan orang baik."

Dahulu ibu susah untuk memasak sambil menjaga anaknya. Teknologi mampu menciptakan baby monitor yang memungkinkan sang ibu tetap bisa memantau anaknya di kamar meski sedang berada di dapur. Baik suara maupun gambar akan tampil sehingga ibu akan tahu bagaimana keadaan anaknya di ruangan lain. Lalu CCTV alias closed circuit television akan memampukan kita memonitor area dimana perangkat ini dipasang. Kalau ada apa-apa, maka ada rekaman yang bisa menunjukkan apa yang terjadi, atau siapa yang mau berbuat jahat di sebuah tempat dimana CCTV itu ada.

Berbagai aplikasi seperti Skype pun bisa dipakai untuk memonitor dari jauh. Saat sedang liburan, rumah bisa tetap dipantau. Kalau ada apa-apa bisa segera menelepon tetangga atau pihak berwajib. Kalau dulu orang hanya mampu melihat sejauh jarak pandangan matanya, maka sekarang lewat teknologi kita bisa melihat lebih jauh dari kemampuan mata kita memandang. Bahkan ada aplikasi yang bisa memungkinkan kita untuk melihat beberapa CCTV sekaligus dari belahan dunia yang berbeda secara nyaris real time. Ada beberapa kota besar yang memasang CCTV di beberapa bagian jalan sehingga kita akan tahu apakah jalan itu macet atau tidak sebelum melewatinya.

Teknologi memang memampukan kita untuk bisa melihat jauh lebih luas dari kemampuan mata dan masih akan terus berinovasi untuk lebih baik lagi. Mungkin nanti suatu saat kita bisa melihat tempat-tempat jauh dengan ukuran asli tepat di depan mata kita, tidak lagi harus puas pada ukuran monitor saja. Tuhan sejak semula mampu melakukan itu tanpa perlu CCTV. Tuhan sanggup berada di segala tempat pada satu waktu yang sama untuk memantau dan mengawasi segala sesuatu yang kita lakukan. Salomo menyadari hal itu dan berkata: "Mata TUHAN ada di segala tempat, mengawasi orang jahat dan orang baik." (Amsal 15:3). Tidak ada satupun tempat di dunia bahkan di jagat raya ini yang berada di luar jangkauan penglihatan Tuhan. Dia tahu apa yang kita lakukan, baik atau buruk, tak ada yang tersembuyi bagiNya.

Ayah Salomo sendiri yaitu Daud mengangkat pemahaman yang sama dalam Mazmur 139 yang bertajuk "Doa di hadapan Allah yang maha tahu." Dalam bagian Mazmur ini kita bisa melihat bagaimana Tuhan menyelidiki dan mengenal kita. "TUHAN, Engkau menyelidiki dan mengenal aku." (ay 1). Selanjutnya dikatakan Dia mengetahui pikiran kita (ay 2), melihat kita bekerja dan beristirahat serta mengetahui apapun yang kita perbuat (ay 3), Dia pun tahu apa yang menjadi isi hati kita sebelum kita mengucapkannya. (ay 4). Tidak satupun tempat yang tersembunyi dariNya (ay 7-10), bahkan di tempat yang tergelap sekalipun Tuhan bisa melihat. (ay 11-12).

Semua ini menunjukkan bagaimana mata Tuhan tidak pernah gagal menjangkau segala sudut dari hidup kita. MataNya ada dimana-mana, di segala tempat, mengawasi yang jahat dan yang baik, memeriksa kita sampai bagian yang terdalam, apakah ada niat-niat buruk yang masih bercokol atau tidak.

Bagi orang hidup benar, mengasihi Tuhan dan rajin melakukan kehendakNya ini tentu merupakan sebuah kabar yang menggembirakan. Dengan mengetahui hal ini kita tahu sekarang bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan kita, Dia ada bersama kita dalam setiap waktu, baik dalam keadaan suka maupun duka, dalam keadaan tenang maupun penuh gejolak. Tidak ada satupun yang luput dipantauNya, kita selalu ada dalam jarak pandangNya.

(bersambung)


Search

Bagi Berkat?

Jika anda terbeban untuk turut memberkati pengunjung RHO, anda bisa mengirimkan renungan ataupun kesaksian yang tentunya berasal dari pengalaman anda sendiri, silahkan kirim email ke: rho_blog[at]yahoo[dot]com

Bahan yang dikirim akan diseleksi oleh tim RHO dan yang terpilih akan dimuat. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Archive

Jesus Followers

Prayer Request

Community

Stats

eXTReMe Tracker