Tuesday, August 14, 2018

Keep Praying, Never Give Up (4)

webmaster | 8:00:00 AM | Be the first to comment!
(sambungan)

3. Doa yang tidak jemu-jemu melatih diri kita untuk hidup dengan iman

"Iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus." (Roma 10:17). Iman timbul dari pendengaran kita oleh Firman, tapi kita akan sulit mengalami pertumbuhan iman apabila kita tidak melakukan Firman dalam hidup kita sehari-hari. Doa yang tidak jemu-jemu merupakan salah satu bentuk nyata keyakinan kita akan Firman Tuhan, yang kalau kita lakukan tentu akan terus melatih diri kita untuk hidup berpegang pada iman.

4. Doa yang tidak jemu-jemu menunjukkan seberapa besar kita menggantungkan harapan kepada Tuhan

Ketekunan, kegigihan kita dalam berdoa juga bisa dijadikan gambaran tentang sejauh mana kita menggantungkan harapan kepada Tuhan. Apakah kita benar-benar hanya menggantungkan harapan pada Tuhan saja atau hanya menjadikan doa sebagai salah satu alternatif. Bisa jadi di satu sisi berdoa, di sisi lain mencoba mengandalkan banyak hal lainnya seperti harta yang kita miliki, koneksi dengan orang lain atau bahkan lewat kuasa-kuasa gelap. Kalau benar kita hanya mengandalkan Tuhan saja dan bukan menjadikan Tuhan hanya sebagai satu dari sekian alternatif, tentu kita akan terus berdoa dengan sepenuh hati, dengan segenap kekuatan iman kita. Jadi dengan kata lain, apakah kita sepenuhnya menggantungkan harapan atau menantikan jawaban pada Tuhan atau tidak, itu akan terlihat dari seberapa tekun kita berdoa.

5. Doa yang tidak jemu-jemu menujukkan kesungguhan kita

Apakah kita sungguh-sungguh atau tidak dalam berdoa akan tercermin dari seberapa besar intensitas kita berdoa. Orang yang tidak sungguh-sungguh biasanya akan cepat berhenti, cepat menyerah dan mudah putus asa. Atau hanya berdoa ala kadarnya saja, karena kurang percaya akan kekuatan doa. Tapi orang yang serius dalam menanti pertolongan Tuhan akan terus berdoa bukan saja sampai doa mereka dikabulkan tapi juga akan terus menjadikan kehidupan doa sebagai sarana membangun hubungan yang kuat dengan Tuhan.

Dari lima poin di atas kita bisa melihat bahwa doa yang tidak jemu-jemu menunjukkan keteguhan hati dengan pengharapan tanpa henti dan keyakinan sepenuhnya kepada Tuhan. Tanpa itu maka orang akan cepat berhenti berdoa, mudah kembali putus asa, merasa dikecewakan Tuhan dan akibatnya menjadi terombang-ambing atau bahkan meninggalkan Tuhan sama sekali.

Tuhan memang tidak akan mengulur-ulur waktu selama doa kita benar dan disertai motivasi yang benar pula. Tetapi jelaslah bahwa disamping itu kita pun perlu untuk berdoa tanpa henti dalam menantikan jawaban dari Tuhan.

Apa yang Tuhan Yesus ajarkan lewat perumpamaan seorang janda dan hakim yang lalim dalam Lukas 18 tersebut dengan jelas mengingatkan pentingnya untuk terus berdoa tanpa jemu-jemu. Yesus mengajarkan bagaimana besarnya kuasa doa, bagaimana kita sebagai anak-anak Allah sebaiknya terus berdoa siang dan malam dengan tidak jemu-jemu, tanpa putus asa, tanpa putus pengharapan melainkan dengan keyakinan teguh bahwa Tuhan akan memberi pertolongan tepat pada saatnya.

(bersambung)


Monday, August 13, 2018

Keep Praying, Never Give Up (3)

webmaster | 8:00:00 AM | Be the first to comment!
(sambungan)

Seperti apa doa tanpa jemu-jemu itu? Doa tanpa jemu-jemu adalah doa yang terus kita panjatkan tanpa bosan, terus menerus dengan disertai iman. Kegigihan dan keuletan tentu termasuk pula dari sebuah aktivitas tak jemu-jemu. Dalam bahasa Inggrisnya kata "mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu" disebutkan dengan "they have should always pray and not give up." Harus tetap berdoa dan tidak menyerah. Terus berdoa dengan penuh harapan tanpa putus asa.

Tentu doa ini bukan berarti kita menjadikannya sebagai media untuk merengek kepada Tuhan, atau mendesak Tuhan untuk mengabulkan permintaan kita secepat yang kita mau. Doa tanpa jemu-jemu juga bukan doa dilakukan bertele-tele. Yesus sudah mengingatkan hal itu dengan jelas dalam Matius 6:7. "Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan." Berdoa yang tidak jemu-jemu tidaklah sama dengan doa yang bertele-tele. Itu bukan berarti kita harus mengkonsep doa dengan panjang lebar dan diisi dengan kepintaran merangkai kata, membuatnya penuh perulangan melainkan tetap harus datang dari hati dan disampaikan dengan iman.

Kalau begitu, kenapa kita harus berdoa dengan tidak jemu-jemu? Untuk apa atau apa gunanya bagi kita? Setidaknya ada 5 alasan mengapa doa harus disampaikan seperti itu. Mari kita lihat satu persatu.

1. Doa yang tidak jemu-jemu menunjukkan kesungguhan iman kita kepada Tuhan

Doa adalah sarana kita untuk membangun hubungan dengan Tuhan. Doa juga merupakan bentuk ungkapan atau deklarasi iman kita dihadapan Tuhan yang disampaikan lewat kata. Saat kita berdoa, itu menunjukkan seperti apa iman kita dan kepada siapa kita meletakkan iman. Doa yang disampaikan dengan tidak jemu-jemu menunjukkan seperti apa kondisi iman kita saat ini. Iman haruslah disertai percaya, dan hanya orang yang percayalah yang mau terus berdoa meski jawaban belum datang saat ini. Sederhananya, orang tidak akan mau terus berdoa kalau mereka tidak atau kurang cukup percaya. Orang yang imannya rapuh akan segera bosan atau malas berdoa meski baru sebentar karena ia tidak punya cukup iman untuk percaya akan pertolongan Tuhan, sebaliknya orang yang punya iman kuat tahu bahwa pertolongan Tuhan akan datang, karenanya mereka akan terus berdoa. Jadi doa bisa menunjukkan sampai dimana kesungguhan iman kita kepada Tuhan.

2. Doa yang tidak jemu-jemu menunjukkan sampai dimana kesetiaan dan kesabaran kita pada Tuhan untuk mendapatkan jawaban atas doa

Dalam mengharapkan pertolongan Tuhan saat menghadapi permasalahan terutama yang berat, seberapa besar kesabaran kita untuk berharap kepadaNya? Seringkali ketidaksabaran ini menjadi penghalang terbesar bagi kita untuk menikmati janji-janji Tuhan. Awalnya mungkin kita berdoa, tapi ketika jawaban tidak kunjung datang secepat yang kita kehendaki, intensitas doa pun menurun drastis hingga akhirnya berhenti total. Sebagian orang akan segera mencari alternatif-alternatif lain dengan perasaan kecewa kepada Tuhan. Maka orang yang melakukan doa yang terus dilakukan tanpa rasa jemu pun bisa dijadikan ukuran sampai dimana kesetiaan kita untuk bergantung pada Tuhan saja dan sebesar apa kesabaran yang ada pada kita dalam menanti jawaban dari Tuhan.

(bersambung)


Sunday, August 12, 2018

Keep Praying, Never Give Up (2)

webmaster | 8:00:00 AM | Be the first to comment!
(sambungan)

Bagaimana halnya dengan doa? Sadarkah kita bahwa dalam berdoa pun dibutuhkan keseriusan, kesungguhan dan ketekunan, kegigihan yang tidak jemu-jemu seperti contoh-contoh di atas? Banyak orang yang berdoa hanya selintas saja, ala kadarnya. Ada yang menjadikannya sebagai salah satu alternatif saja untuk bisa memperoleh apa yang diinginkan. Dijawab syukur, tidak dijawab ya sudah, cari alternatif lain. Atau ada pula yang mencoba berdoa sebentar saja, tapi saat tidak langsung dikabulkan langsung kecewa dan menganggap Tuhan tidak peduli, tidak sayang atau bahkan segera meragukan FirmanNya bahkan eksistensiNya.

Bagi mereka ini, doa dianggap sebagai sarana meminta yang Tuhan harus dikabulkan sesuai waktu yang mereka mau, atau kalau tidak maka Tuhan dipersalahkan. Ada pula orang yang mengira bahwa doa berulang-ulang itu buang waktu, waste of time. Bukankah Tuhan menyelidiki hati kita dan tahu segala sesuatu yang ada disana? Bukankah tanpa diminta pun Tuhan tahu apa yang kita butuhkan? Benar. Tuhan mengerti kita lebih dari kita mengenal diri sendiri. Tapi itu bukan berarti bahwa kita tidak perlu lagi berdoa. Dan hal ini diingatkan langsung oleh Yesus.

Suatu kali Yesus menyampaikan tentang hal ini lewat sebuah perumpamaan yang dicatat dalam Injil Lukas 18:1-8. Perikop ini dibuka dengan kalimat berikut: "Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu." (Lukas 18:1).

Yesus mengambil perumpamaan tentang seorang janda, sosok yang lemah dan sering digambarkan sebagai figur yang tertindas, hidup susah dalam kemiskinan dan kerap diperlakukan tidak adil dalam masyarakat, dan seorang hakim yang lalim. Dalam perumpamaan ini Yesus mengisahkan tentang seorang janda diceritakan terus memohon kepada hakim yang lalim agar berkenan membela haknya. (ay 3). Sementara hakim itu bukanlah orang yang takut akan Tuhan, dan mempunyai sikap arogan yang  tidak menghormati siapapun. Sesuai dengan gambaran pribadi si hakim, sudah tentu ia menolak mentah-mentah permohonan janda ini. Tapi lihatlah kegigihan ibu janda ini. Ia tidak jemu-jemu mendatanginya dan memohon, dan akhirnya ia berhasil meluluhkan hakim yang lalim itu. Dan Yesus pun berkata, "Camkanlah apa yang dikatakan hakim yang lalim itu!" (ay 6).

Kalau hakim yang lalim saja bisa luluh terhadap permohonan tidak jemu-jemu dari seorang janda dan pada akhirnya mau mengabulkan permintaan si janda, mungkinkah Tuhan yang begitu penuh kasih setia, begitu mengasihi kita manusia ciptaanNya sendiridan menganggap kita begitu istimewa tidak mendengarkan seruan kita?  Inilah yang dikatakan Yesus. "Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka?" (ay 7).

Tuhan tidak akan mengulur-ulur waktu. Ia akan menjawab doa kita tepat pada waktunya, selama doa dilakukan dengan benar dengan meminta sesuatu yang baik dan perlu bukan untuk pemenuhan kesenangan diri sendiri (Yakobus 4:3), sudah terlebih dahulu menyelesaikan segala ganjalan yang ada dalam hati terhadap orang lain (Markus 11:25) dan hidup bijaksana dan menghormati pasangan hidupnya (1 Petrus 3:7). Meski demikian, doa tidak boleh dilakukan cuma sekedarnya melainkan datang dari hati yang tulus, jujur dan dilakukan dengan sungguh-sungguh tanpa jemu-jemu.

(bersambung)


Search

Bagi Berkat?

Jika anda terbeban untuk turut memberkati pengunjung RHO, anda bisa mengirimkan renungan ataupun kesaksian yang tentunya berasal dari pengalaman anda sendiri, silahkan kirim email ke: rho_blog[at]yahoo[dot]com

Bahan yang dikirim akan diseleksi oleh tim RHO dan yang terpilih akan dimuat. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Archive

Jesus Followers

Prayer Request

Community

Stats

eXTReMe Tracker