Tuesday, August 1, 2017

Family Builders (1)

webmaster | 8:00:00 AM |
Ayat bacaan: Amsal 24:3-4
=====================
"Dengan hikmat rumah didirikan, dengan kepandaian itu ditegakkan, dan dengan pengertian kamar-kamar diisi dengan bermacam-macam harta benda yang berharga dan menarik."

Bagi anda yang punya anak masih kecil, anda tentu familiar dengan sebuah karakter animasi asal Inggris bernama Bob the Builder. Bob berprofesi sebagai kontraktor bangunan yang mengerjakan berbagai proyek pembangunan maupun renovasi gedung, rumah dan jalan. Acara ini sangat baik untuk ditonton anak-anak karena selain bisa merangsang kreativitas mereka, Bob the Builder juga mengajarkan kerjasama atau kekompakan tim, bagaimana bersosialisasi dengan orang lain dan pemecahan masalah menggunakan ketrampilan dan kerjasama dengan timnya.

Dari satu jaman ke jaman lainnya dunia sangat membutuhkan ahli bangunan dalam merancang bangun tempat tinggal maupun tata kota yang baik. Di satu sisi kita butuh orang yang mau bekerja membangun yang membutuhkan tenaga besar, di sisi lain kita juga butuh perancang yang mengerti struktur, kualitas bahan dan hal-hal lain secara teknis yang dibutuhkan agar semua yang dibangun kokoh, tahan terhadap perubahan cuaca, kondisi alam yang bisa buruk dan berbagai potensi gangguan lainnya. Kalau asal bangun tanpa memperhatikan aspek teknis, bisa sangat berbahaya untuk tinggal di dalamnya. Rumah bisa rubuh lantas mencelakakan pemiliknya.

Untuk membangun rumah kita butuh sosok seperti Bob the Builder. Bagaimana dengan keluarga? Pada kenyataannya, keluarga tidak terjadi secara natural melainkan perlu dibangun dengan baik kalau ingin kokoh. Ada banyak orang yang mendasari pernikahannya pada alasan keliru, lalu keliru menetapkan tujuan. Ada yang keliru menyikapi pembentukan keluarga, keliru bertindak di dalamnya dan cenderung membiarkan saja keluarga berjalan tanpa dibangun lantas berharap semua akan menjadi lebih baik seiring waktu. Layaknya rumah, keluarga butuh pondasi yang kuat dan kemudian diatasnya dibangun dengan baik. Tanpa itu, keluarga bisa rubuh porak poranda dalam waktu singkat. Singkatnya, untuk sebuah tatanan kehidupan atau peradaban yang baik, dunia sangat membutuhkan para pembangun keluarga. The world today is seriously in need of family builders.

What kind of family builders? Builders that know what God wants and has planned in a family that He has given His blessing. Keluarga sejatinya adalah tempat dimana Tuhan menyatakan diriNya secara penuh. Sebuah keluarga yang baik adalah keluarga dimana kita bisa mendapati atau merasakan karakter dan keilahianNya. Sudah saatnya kita menyikapi bagaimana dan seperti apa keluarga itu seharusnya. Keluarga jangan lagi cuma sekedar tempat makan dan tidur, bukan lagi sekedar tempat berteduh dan beristirahat, tapi tempat dimana Tuhan dinyatakan yang bisa dirasakan oleh siapapun.

Ayat bacaan hari diambil dari kitab Amsal yang bunyinya: "Dengan hikmat rumah didirikan, dengan kepandaian itu ditegakkan, dan dengan pengertian kamar-kamar diisi dengan bermacam-macam harta benda yang berharga dan menarik." (Amsal 24:3-4). Rumah disini bukan berbicara hanya mengenai masalah rumah dalam bentuk harafiah, rumah yang didirikan dari batu, beton, pasir, kayu, rangka besi, semen dan berbagai bahan bangunan lainnya. Tapi rumah disini berbicara akan sesuatu yang lebih luas, yaitu sebuah kehidupan. Sebuah kehidupan yang baik haruslah didirikan atas dasar hikmat, ditegakkan dengan kepandaian, dan kehidupan itu selanjutnya diisi dengan berbagai hal berharga. Tidak hanya atas satu hal saja, melainkan berbagai hal, bukan yang sia-sia tetapi yang berharga. Berharga buat hidup kita sendiri, berharga buat sesama, berharga buat buat orang lain, dan tentunya berharga di mata Tuhan.

Keluarga sebagai sebuah bagian dari kehidupan pun harus didirikan dengan hikmat, ditegakkan dengan kepandaian dan diisi dengan berbagai hal bernilai tinggi dan menarik dengan berdasarkan pengertian. Inilah sebuah pelajaran penting dari penulis Amsal akan betapa pentingnya kita memperhatikan kehidupan dan keluarga dengan sungguh-sungguh. Kalau kita membiarkan saja hidup berjalan sendiri, kalau kita membiarkan saja jalannya keluarga tanpa diperhatikan, dibangun, dibina, dijaga dengan benar, semua itu bisa gagal total. Sebagai bagian dari keluarga, jika kita tidak membangun maka kita hanya akan mengacau dan mengganggu kebahagiaan di dalamnya.

Seperti apa mendirikan rumah dengan hikmat itu? Hikmat menurut Alkitab bukanlah cuma pengetahuan tapi wujud dari pribadi Allah yang mengintervensi kehidupan manusia. Lewat hikmat Tuhan mengintervensi manusia yang hidup dengan kehendak bebasnya supaya manusia bisa membedakan mana yang benar dan salah, mengetahui kemana harus melangkah sehingga tidak salah jalan, bisa menjadi pribadi-pribadi bijaksana dan berintegritas yang mengaplikasikan prinsip kebenaran Allah dalam kehidupannya dimanapun ia ada.

(bersambung)


No comments :

Search

Bagi Berkat?

Jika anda terbeban untuk turut memberkati pengunjung RHO, anda bisa mengirimkan renungan ataupun kesaksian yang tentunya berasal dari pengalaman anda sendiri, silahkan kirim email ke: rho_blog[at]yahoo[dot]com

Bahan yang dikirim akan diseleksi oleh tim RHO dan yang terpilih akan dimuat. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Archive

Jesus Followers

Prayer Request

Community

Stats

eXTReMe Tracker