Friday, August 4, 2017

Pengujian (2)

webmaster | 8:00:00 AM |
(sambungan)

Bayangkan bagaimana bahayanya kesehatan kita kalau tidak pernah kita periksa atau perhatikan dengan baik. Betapa berbahaya kalau kita tidak pernah berolahraga tapi terus membiarkan hal-hal yang merusak kesehatan kita silih berganti masuk dalam tubuh kita. Itu dari sisi jasmani. Rohani pun sama. Kondisi rohani kita perlu diperiksa atau diuji secara teratur. Bayangkan ada berapa banyak bahaya yang mengancam apabila iman kita mampet seperti saringan yang tidak pernah dibersihkan. Hanya pada saat kita berani menguji atau memeriksa diri sendiri kita akan bisa melihat dimana dan bagaimana tingkat keimanan kita saat ini. Itu artinya kita berani melihat segala sesuatu dari diri kita, yang baik maupun yang buruk. Itu artinya kita berani melihat kelemahan kita sendiri. Dengan mengetahui kelemahan kita, disitulah kita akan dapat mengambil langkah untuk melakukan perbaikan. Dan hasilnya jelas, kita akan lebih kuat, lebih tahan uji dibandingkan orang yang tidak pernah peduli terhadap kebugaran rohaninya sendiri.

Daud ternyata paham betul akan pentingnya memeriksa diri sendiri. Lihat betapa ia berani meminta Tuhan untuk menguji dan memeriksa dirinya. "Ujilah aku, ya TUHAN, dan cobalah aku; selidikilah batinku dan hatiku." (Mazmur 26:2). Dalam kesempatan lain ia berkata "Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku; lihatlah, apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal!" (139:23-24). Kalau ia berani meminta Tuhan memeriksa dan mengujinya, tentu ia sudah rajin melakukan itu dan meminta Tuhan memastikan apakah hati dan batinnya sudah bersih atau belum. Sebab, bagaimana jadinya kalau saat meminta Tuhan menguji dan menyeldiki batin anda hati kita, ternyata isinya masih penuh kecemaran? Setelah menguji, mendapati bagian-bagian yang bermasalah lalu memperbaiki dan memurnikannya, kita bisa meminta Tuhan untuk menguji agar sempurna, siapa tahu masih ada hal-hal buruk yang masih luput dari perhatian kita.

Kapan sebaiknya waktu yang paling tepat untuk menguji diri? Anda bisa memilih waktu yang terbaik dimana anda biasanya bisa berkonsentrasi sepenuhnya tanpa ada gangguan dari lingkungan sekitar. Ada yang memilih malam hari sebelum tidur, bagi sebagian lagi mungkin lebih nyaman pada waktu saat teduh di pagi hari. Apakah saat beristirahat kerja? Sehabis pulang? Anda bisa atur waktu yang anda anggap terbaik untuk itu. Jika ternyata anda sulit mencari waktu yang tepat, itu artinya anda perlu menata ulang waktu dan urutan prioritas anda. Yang pasti, menguji diri secara berkala merupakan hal penting yang tidak boleh diabaikan.

Ada banyak ancaman dan godaan dalam hidup yang cepat atau lambat bisa membuat kita jatuh. Daya tahan kita terhadap berbagai serangan ini akan sangat tergantung dari sejauh mana tingkat keimanan kita. Apakah Yesus masih tinggal berdiam dalam diri kita atau kita sudah tidak lagi punya tempat bagi Dia karena ada banyak hal-hal dan keinginan lain yang menduduki semua ruang di hati kita, itu akan sangat menentukan bagaimana reaksi kita dalam menghadapi setiap gangguan, godaan dan ancaman dalam menjalani hidup.

Oleh karena itu tetaplah rajin memeriksa, menguji diri sendiri secara rutin. Akan jauh lebih mudah memperbaikinya selagi masih ringan sebelum kerusakan semakin bertambah parah dan sudah terlanjur sulit untuk diperbaiki. Jika anda belum pernah melakukannya, lakukan sekarang juga selagi masih ada kesempatan. Jika masih jarang, pastikan agar anda menjadikannya kegiatan rutin secara berkala. Pastikan agar identitas diri anda tetap tegak dalam iman dan Yesus masih ada dalam diri anda agar anda bisa tetap melangkah kuat meski menghadapi badai sekuat apapun.

Rajin menguji iman akan sangat menentukan sekuat apa daya tahan kita dalam menghadapi cobaan

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

No comments :

Search

Bagi Berkat?

Jika anda terbeban untuk turut memberkati pengunjung RHO, anda bisa mengirimkan renungan ataupun kesaksian yang tentunya berasal dari pengalaman anda sendiri, silahkan kirim email ke: rho_blog[at]yahoo[dot]com

Bahan yang dikirim akan diseleksi oleh tim RHO dan yang terpilih akan dimuat. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Archive

Jesus Followers

Prayer Request

Community

Stats

eXTReMe Tracker