Thursday, August 31, 2017

Dilupakan (2)

webmaster | 8:00:00 AM |
(sambungan)

Bayangkan seandainya kita di posisi Yusuf, tidakkah kita akan kesal? Sudah dibantu, begitu bebas langsung melupakan. Dan sedihnya, soal dilupakan disini bukan berbicara mengenai satu-dua hari atau satu-dua minggu, tetapi dalam Alkitab kita mengetahui bahwa Yusuf dilupakan selama dua tahun! (41:1). Artinya Yusuf harus mengurut dada dan bersabar selama itu. Terus menanti tanpa tahu pasti kapan ia akan mendapatkan kebebasannya. Terus menunggu, berharap dan terus berharap. 2 tahun berselang, barulah akhirnya juru minuman itu mengatakan kepada Firaun mengenai Yusuf (ay 9) dan Yusuf pun mendapatkan kembali kebebasannya.

Apa yang dialami Yusuf adalah sebuah contoh ekstrim bagaimana kita harus bersabar menghadapi kelupaan seseorang pada kita. Kalau kita bisa kesal menunggu sekian menit atau hitungan jam, bagaimana dengan penantian dua tahun tanpa kepastian dalam penjara yang gelap dan pengap. Tentu itu jauh lebih berat. Belum lagi rasa kecewa atau sakit hati yang mungkin timbul karena merasa dilupakan atau malah dikhianati. Tapi Yusuf tampaknya tidak membiarkan dirinya dikuasai oleh emosi atau dendam seperti itu. Yusuf juga tidak membiarkan dirinya menyerah dalam keputus-asaan. Apa yang menjadi kunci dari kesabaran Yusuf mengalami berbagai masalah adalah penyertaan Tuhan dalam hidupnya, yang ia miliki karena ia hidup dengan kualitas Tuhan.

Dan penyertaan Tuhan yang muncul dari cara hidupnya mendatangkan keberhasilan demi keberhasilan bahkan pada saat sulit, dalam sebuah situasi dimana normalnya kita tidak akan berpikir bisa meraihnya. Kita bisa melihat hal itu dalam beberapa ayat, seperti "Tetapi TUHAN menyertai Yusuf, sehingga ia menjadi seorang yang selalu berhasil dalam pekerjaannya.."(39:2) atau "Tetapi TUHAN menyertai Yusuf dan melimpahkan kasih setia-Nya kepadanya, dan membuat Yusuf kesayangan bagi kepala penjara itu." (ay 21). Yusuf menyadari betul bahwa dalam proses yang tidak mengenakkan sekalipun, Tuhan ada besertanya. Yusuf mengerti bahwa apapun yang terjadi, imannya tidak boleh goyah dan cara hidup berpusat pada kualitas Tuhan tidak boleh kendor. Hal itu cukup untuk membuatnya bisa bersabar menghadapi masalah.

Tidak saja Yusuf yang mengalami, tetapi penyertaan Tuhan itu pun dapat dirasakan oleh orang-orang yang berada di dekatnya. Mulai dari tuannya Potifar, kepala penjara hingga kelak, Firaun. Hal itu tidak akan bisa terjadi apabila Yusuf tidak memiliki kualitas Tuhan dalam hidupnya termasuk soal kesabaran dan mengasihi. Ia terus melangkah dari satu keberhasilan kepada keberhasilan berikutnya sejak masih dalam kondisi tidak kondusif sampai pada akhirnya menggenapi rencana Tuhan yang sudah disampaikan kepadanya sejak semula.

Apakah ada yang tengah diuji menghadapi batas-batas kesabaran kita saat ini? Apakah situasi sudah membuat anda kesal dan tertekan hingga mulai kehilangan kesabaran? Apakah orang-orang disekitar anda saat ini tengah mencoba menguji kesabaran anda? Atau, anda merasa dilupakan oleh seseorang atau mungkin anda merasa dilupakan Tuhan? Ini saatnya untuk melihat kisah Yusuf. Seperti halnya Yusuf, Tuhan pun telah berjanji bahwa Dia akan selalu menyertai kita. "..Karena Allah telah berfirman: "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau." (Ibrani 13:5).

Sadarilah bahwa dalam kondisi tidak mengenakkan sekalipun sesungguhnya Tuhan ada bersama kita. Dan Dia akan bawa kita melangkah dari satu keberhasilan kepada keberhasilan berikutnya sampai pada akhirnya kita sampai pada puncak dari rencanaNya. Kesabaran tidak akan pernah sia-sia. Jika anda merasa tidak bisa sabar lagi hari-hari ini, bersandarlah pada Tuhan yang selalu ada bersama diri anda. Bagi yang masih bergumul menanti jawaban atau pertolongan Tuhan, bersabarlah menunggu waktu yang terbaik dan tetaplah bersyukur. Jangan kehilangan harapan dan jangan kehilangan sukacita.

"Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!" (Roma 12:12)

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

No comments :

Search

Bagi Berkat?

Jika anda terbeban untuk turut memberkati pengunjung RHO, anda bisa mengirimkan renungan ataupun kesaksian yang tentunya berasal dari pengalaman anda sendiri, silahkan kirim email ke: rho_blog[at]yahoo[dot]com

Bahan yang dikirim akan diseleksi oleh tim RHO dan yang terpilih akan dimuat. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Archive

Jesus Followers

Prayer Request

Community

Stats

eXTReMe Tracker