Tuesday, August 29, 2017

Pelajaran dari Kualitas Hidup Yusuf (3)

webmaster | 8:00:00 AM |
(sambungan)

4. Yusuf adalah orang yang jujur dan bertanggungjawab terhadap otoritas yang diberikan
Yusuf tidak memanfaatkan situasi dan berbuat curang meskipun peluang ada didepan mata. Yusuf melakukan segalanya sesuai dengan mandat atau otoitas yang diberikan kepadanya. "...Dengan bantuanku tuanku itu tidak lagi mengatur apa yang ada di rumah ini dan ia telah menyerahkan segala miliknya pada kekuasaanku, bahkan di rumah ini ia tidak lebih besar kuasanya dari padaku, dan tiada yang tidak diserahkannya kepadaku selain dari pada engkau, sebab engkau isterinya.." (ay 8-9). Saat kita diberi otoritas, sangatlah penting untuk menjaga betul batas otoritas agar kita tidak tergoda untuk mengambil lebih daripada hak kita. Bukankah seringkali kehancuran terjadi saat orang gagal menyikapi batasan, mempergunakan kesempatan yang ada dengan keliru? Yusuf menunjukkan, meski kesempatan terbuka, ia tidak tergiur sedikitpun dengan tawaran yang sesat.

5. Yusuf tidak mendendam
Atas segala kejadian pahit yang dia alami, dia tidak pernah mendendam. Baik ketika disiksa oleh saudara-saudaranya dalam Kejadian 37, maupun ketika dimasukkan ke dalam penjara (39:20). Ia tidak mmembenci dan membalas kejahatan dengan kejahatan, melainkan dengan pengampunan dan kasih. Membenci dan keinginan membalas dendam kerap menjadi sumber kehancuran seseorang dalam membangun hidup yang benar. Mengapa? Karena biasanya rasa ini muncul saat kita menjadi korban. Yesus sendiri mengajarkan kita untuk tidak membenci musuh melainkan memberkati dan mendoakan mereka. Kita diwajibkan untuk hidup damai dan mengampuni siapapun yang bersalah pada kita, seperti halnya Tuhan mengampuni kesalahan kita. Kita tidak bisa mengharapkan pengampunan dari Tuhan kalau kita tidak bersedia mengampuni orang lain.

6. Yusuf memiliki sikap positif
Lihatlah sepanjang kisah kita tidak pernah mendapati Yusuf bersungut-sungut, mengeluh atau menyesali nasib. Yusuf selalu punya sikap positif dalam perjalanan hidupnya. Ia tetap melakukan kewajibannya dan tetap berbuat baik kepada siapapun termasuk kepada yang memenjarakan dan memperlakukannya secara jahat.

Semua hal di atas menunjukkan bahwa Yusuf punya kualitas Tuhan dalam menjalani hidupnya. Dalam kondisi tidak enak dia tidak sekalipun ragu akan Tuhan. Dan sebaliknya ketika ada kesempatan untuk mendapat kenikmatan duniawi, dia tidak terjebak sama sekali. Semua itu membuktikan kesetiaan dan kedekatan Yusuf dengan Tuhan, kekuatan imannya dan kesadarannya akan hakekat manusia saat diciptakan Tuhan dengan kemuliaan dan hormat. Tidak heran jika kemudian Tuhan menyertai Yusuf, dan penyertaan Tuhan itu membuat apapun yang dibuat Yusuf menjadi berhasil hingga ia menggenapi rencana Tuhan atas dirinya sepenuhnya.

Kualitas hidup Yusuf yang penuh dengan kualitas Tuhan membuktikan bahwa tidak ada satupun masalah yang tidak bisa dilewati. Bukan sekedar dilewati, tapi bahkan ada keberhasilan-keberhasilan di dalamnya, meski ditengah titik rendah kehidupan sekalipun yang berasal dari penyertaan Tuhan. Dari satu keberhasilan kecil kepada keberhasilan kecil berikutnya, hingga akhirnya bermuara pada keberhasilan menggenapi rencana Tuhan seutuhnya. Jangan sampai kita belum sempat menggenapi saat kesempatan hidup kita sudah berakhir. Marilah kita belajar dari integritas dan kualitas hidup Yusuf yang dipenuhi kualitas Tuhan, sehingga kita bisa mengalami kegemilangan yang sama sepertinya. Anda saat ini tengah dalam titik (ter) rendah hidup anda dan merasa ada banyak ketidakadilan di dalamnya? Selama anda melakukan hal benar, itu adalah bagian dari proses menunju keberhasilan dan kepenuhan. Tetap dasarkan hidup pada kebenaran, tetap pertahankan kesetiaan iman. Tetaplah hidup dengan kualitas Tuhan. Pada waktunya nanti, anda akan melihat bagaimana kualitas Tuhan dalam hidup membuat anda tetap kuat berjalan ditengah badai dan berhasil mencapai rancangan Tuhan yang indah bagi anda.

Live a life full with God's quality

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

No comments :

Search

Bagi Berkat?

Jika anda terbeban untuk turut memberkati pengunjung RHO, anda bisa mengirimkan renungan ataupun kesaksian yang tentunya berasal dari pengalaman anda sendiri, silahkan kirim email ke: rho_blog[at]yahoo[dot]com

Bahan yang dikirim akan diseleksi oleh tim RHO dan yang terpilih akan dimuat. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Archive

Jesus Followers

Prayer Request

Community

Stats

eXTReMe Tracker