Wednesday, August 2, 2017

Family Builders (2)

webmaster | 8:00:00 AM |
(sambungan)

Dalam 1 Korintus 1:30 dikatakan "Tetapi oleh Dia kamu berada dalam Kristus Yesus, yang oleh Allah telah menjadi hikmat bagi kita. Ia membenarkan dan menguduskan dan menebus kita." Kita jangan sampai lupa bahwa hikmat yang berharga lebih dari emas, perak dan permata manapun yang paling diinginkan orang, yang bagi banyak orang dianggap sebagai sesuatu yang menjamin kebahagiaan keluarga. Hikmat yang berasal dari Allah itu terwujudkan dalam kepribadian Yesus. Yesus menjadi hikmat bagi kita. Ada begitu banyak hal dari kepribadian Yesus yang bisa kita teladani dan aplikasikan dalam membangun keluarga dengan hikmat. Beberapa diantaranya adalah the unconditional love alias cinta tanpa syarat, rendah hati yang dalam bahasa aslinya di Alkitab diartikan dengan tidak memaksakan kehendak sendiri tapi mengijinkan kehendak Tuhan yang terlaksana dalam hidup, memiliki pribadi yang melayani dan lemah lembut. Jika keempat hal ini saja kita jadikan hikmat dalam membangun keluarga atau rumah tangga, anda akan melihat betapa beda hasilnya.

Perjalanan hidup ini sesungguhnya singkat. Jika kita terus menyia-nyiakannya maka pada suatu ketika kita tidak lagi punya cukup waktu untuk membangun dan mengisi kehidupan ini dengan warna-warna yang menarik. Musa menyadari betul betapa singkatnya hidup itu, sehingga salah satu doanya yang dicatat Pemazmur berkata: "Masa hidup kami tujuh puluh tahun dan jika kami kuat, delapan puluh tahun, dan kebanggaannya adalah kesukaran dan penderitaan; sebab berlalunya buru-buru, dan kami melayang lenyap." (Mazmur 90:10). Alangkah sia-sianya jika kehidupan yang singkat itu tidak kita pergunakan dengan sebaik-baiknya. Betapa sayangnya bila hari demi hari berlalu begitu saja tanpa makna, tanpa ada sesuatu peningkatan atau diisi dengan sesuatu yang baik. Dan alangkah ironis jika keluarga yang sudah berjalan lama hancur berantakan karena tidak dirawat dengan baik. Untuk itu jelas diperlukan hikmat agar kita tahu bagaimana caranya memanfaatkan waktu-waktu yang ada dengan hal-hal bijaksana.  Maka Musa pun berdoa meminta hikmat untuk bisa menghitung hari demi hari dan mengisinya dengan hal-hal bermakna. "Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana." (ay 12).

Adalah penting bagi kita semua untuk memiliki hikmat agar dapat maksimal dalam membangun keluarga sesuai dengan keinginan Tuhan. Selain hikmat, dari ayat bacaan hari ini kita juga diingatkan bahwa keluarga harus ditegakkan dengan kepandaian. Kepandaian bukan cuma mengenai kecerdasan otak tapi juga cerdas secara rohani. Kecerdasan rohani bisa kita peroleh dengan memenuhi diri dengan prinsip kebenaran, mengenal Firman Tuhan. Tapi tidak berhenti sampai disitu saja, kita harus menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Menjadikan setiap hari dalam kehidupan keluarga sebagai ajang latihan terus menerus hingga kebenaran itu menjadi reflek dalam perbuatan kita. Kecerdasan rohani kemudian akan melahirkan pengertian, dan dengan pengertian kita akan mengisi kehidupan kita pribadi dan keluarga dengan hal-hal bernilai tinggi dan berharga dengan standar kebenaran Firman Tuhan.

Esensi dari kehidupan adalah bagaimana kita bisa bertumbuh dan berbuah, dan mengisinya dengan mempergunakan segala potensi yang ada bagi kita demi kebaikan diri kita, keluarga dan buat sesama, dimana Tuhan dipermuliakan di atasnya. Seperti layaknya membangun rumah, kitapun harus membangun kehidupan dan keluarga kita dengan pondasi yang kuat, dan mengisinya dengan berbagai hal baik yang bisa membuat keluarga menjadi seindah surga di bumi. Untuk itu, seperti Bob the Builder, diperlukan hikmat, kecerdasan atau kepandaian dan pengertian.

Juga diperlukan kerjasama tim dimana setiap anggota keluarga mengetahui perannya masing-masing dan berusaha serius memberi yang terbaik sesuai perannya. Pria tahu perannya sebagai suami, ayah, pemimpin, imam dan juga teman yang peduli, istri tahu perannya sebagai penolong, penyeimbang, penghibur, pendamping, teman dan pelengkap suaminya, ibu yang penuh kasih pada anak-anaknya. Anak-anak patuh kepada orang tuanya, serius dalam menuntut ilmu dan membanggakan orang tua dimanapun mereka berada dalam apapun yang mereka kerjakan. Suami mengasihi istri, istri taat pada suami. Anak tunduk dan hormat pada orang tua, orang tua dekat dengan anaknya dan selalu memberi waktu dalam membina hubungan yang dekat dengan anak layaknya teman. Ada keteladanan akan prinsip kebenaran dalam hidup orang tua yang ditransfer kepada anak-anaknya secara terus menerus. Hikmat, kecerdasan spiritual dan pengertian yang baik akan kebenaran dalam sebuah keluarga akan menjadikan keluarga itu kokoh dan bersinar di dunia.

The world today needs family builders more than ever. Siapkah anda menjadi salah satunya lalu menginspirasi keluarga lainnya untuk turut serta?

Bangun keluarga dalam Kristus yang oleh Allah telah menjadi hikmat bagi kita

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

No comments :

Search

Bagi Berkat?

Jika anda terbeban untuk turut memberkati pengunjung RHO, anda bisa mengirimkan renungan ataupun kesaksian yang tentunya berasal dari pengalaman anda sendiri, silahkan kirim email ke: rho_blog[at]yahoo[dot]com

Bahan yang dikirim akan diseleksi oleh tim RHO dan yang terpilih akan dimuat. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Archive

Jesus Followers

Prayer Request

Community

Stats

eXTReMe Tracker