Friday, August 25, 2017

Yusuf dan Hidup dengan Kualitas Tuhan (1)

webmaster | 8:00:00 AM |
Ayat bacaan: Kejadian 49:22-24
=========================
"Yusuf adalah seperti pohon buah-buahan yang muda, pohon buah-buahan yang muda pada mata air. Dahan-dahannya naik mengatasi tembok. Walaupun pemanah-pemanah telah mengusiknya, memanahnya dan menyerbunya, namun panahnya tetap kokoh dan lengan tangannya tinggal liat, oleh pertolongan Yang Mahakuat pelindung Yakub, oleh sebab gembalanya Gunung Batu Israel." 

Siapa kita menurut penilaian orang lain? Kita bisa mengatakan siapa kita menurut kita sendiri, tapi tentu saja yang objektif adalah bagaimana dan seperti apa orang memandang kita. Benar, ada orang-orang yang tidak objektif juga dalam menilai, tapi secara garis besar kita bisa melihat seperti apa kita dari apa yang kita cerminkan dalam hidup kita. Setidaknya saat kita sudah tidak ada lagi di bumi ini, bagaimana orang mengenang kita akan menunjukkan kualitas hidup seperti apa yang kita tampilkan selama hidup. Orang yang mengaplikasikan Firman dalam bentuk real/nyata atau jago menyitir Firman tapi tidak terlihat dalam hidup? Orang yang peduli terhadap orang lain atau mau menang sendiri? Orang yang memberkati orang lain atau suka cari masalah dengan banyak orang? Orang yang didekatnya membawa kegembiraan atau perusak mood?

Sebuah kualitas baik dari hidup itu nyata akan bisa dilihat dan dirasakan orang lain. Semakin tinggi kualitasnya, semakin sulit juga orang mengatakan sebaliknya. Menjadi contoh keteladanan tentang hal baik bukan contoh buruk atau contoh gagal/rusak, itu seharusnya menjadi ciri kita. Tanpa itu, kita tidak akan pernah bisa mengenalkan Tuhan secara benar kepada mereka yang belum mengenalNya. Jangan sampai lewat kita justru orang mendapatkan pemahaman keliru akan Tuhan, dengan kasih karunia dan segala kesetiaan serta kebaikanNya yang besar dan tak terukur.

Kemarin kita sudah membahas bahwa manusia diciptakan Tuhan secara istimewa menurut gambar dan rupaNya sendiri. Kita diciptakannya dengan kemuliaan dan hormat. Kita diciptakan dengan, dalam dan untuk kemuliaan. Karenanya kita hidup dengan bobot atau kualitas Allah sendiri dan itu sudah Dia berikan pada kita sejak semula. Manusia yang berjalan dalam kualitas Allah akan membuat manusia mampu mengambil keputusan-keputusan yang benar dalam hidupnya, dan membuat manusia bisa mencerminkan prinsip kebenaran kehidupan Kerajaan yang tampil beda dengan cara hidup dunia. Apa yang diberikan Tuhan lebih dari cukup untuk membuat kita bisa memutuskan segala sesuatu sesuai dengan kualitas Tuhan, sesuai dengan kebenaran. Ini adalah hal yang harus kita sadari agar kehidupan kita bisa mengalami kepenuhan dan kemenangan hingga akhir dimana orang akan bisa belajar tentang Tuhan secara benar lewat itu.

Sebuah contoh orang yang hidup dengan kualitas Tuhan bisa kita lihat lewat kisah hidup Yusuf. Kita tahu Yusuf menghadapi masalah beruntun yang sama sekali tidak ringan dalam perjalanan hidupnya. Ia menghabiskan waktu lama berada di bawah, berjalan dari satu penderitaan kepada penderitaan berikutnya. Mengalami banyak ketidakadilan bahkan berkali-kali nyawanya terancam. Yang melakukan bukan orang lain tapi saudara-saudara sendiri dan kemudian majikan yang ia layani dengan setia. Sebagai manusia biasa seperti kita, Yusuf tidak mempunyai faktor pendukung apapun untuk bisa tetap kuat. Meski ia mengaku tahu apa yang menjadi rencana Tuhan atas dirinya, tetap saja ia tidak akan kuat kalau hanya mengandalkan diri sendiri, baik dari segi tenaga, pikiran dan perasaan. Ada banyak orang yang kemudian menyerah di tengah jalan meski sudah tahu apa yang dijanjikan Tuhan atas dirinya. Yang lebih parah lagi, bagaimana kalau seseorang bahkan tidak mengetahui apa rencana Tuhan untuknya? Mereka akan terus menjaring angin dan kemudian berakhir sia-sia.

Tapi Yusuf terbukti tetap kuat berjalan. Hebatnya, Alkitab berulang-ulang mencatat sesuatu yang luar biasa: yaitu meski ia berjalan dari satu titik rendah kepada titik rendah lainnya dalam hidupnya, keberhasilan tetap menyertai dia dalam apapun yang ia kerjakan. Dan penyebabnya jelas dikatakan, yaitu karena Tuhan menyertai dia. Dengan kata lain, Yusuf bisa tetap kuat saat menghadapi beratnya kenyataan hidup karena ia memutuskan untuk hidup dengan bobot dan kualitas Tuhan. Ia tahu bahwa ia telah dilengkapi dengan mahkota kemuliaan saat diciptakan, dimana kualitas Tuhan sudah ada dalam dirinya. Apa yang ia lakukan adalah hidup dengan kualitas itu, bukan dengan mencari faktor pendukung di dunia, mencari bantuan orang lain atau mempergunakan kekuatan sendiri.

Keputusannya untuk hidup dengan kualitas Tuhan terbukti membuatnya mampu tampil kuat tanpa kehilangan harapan walau masalah terus silih berganti menimpanya. Pada akhirnya kita tahu bagaimana Yusuf menjadi orang paling berkuasa kedua di seluruh Mesir. Ia dipercaya untuk mengelola dan mendistribusikan makanan di masa sukar. Lihatlah bahwa dalam masa seperti itu, Mesir tetap berkelimpahan di tangannya. Yusuf menggenapi rencana Allah dalam hidupnya. Dia tidak menunjukkan kepahitan bahkan bisa memaafkan dan memberkati mereka yang telah berbuat jahat kepadanya. Lalu, ia juga menjadi berkat luar biasa bagi sebuah bangsa, sesuatu yang selalu mengikutinya pada setiap langkah termasuk pada saat-saat sulit dalam hidupnya. Dan itulah hasil yang dicapai oleh orang yang hidup dalam kualitas Tuhan, yang menyadari bagaimana sebuah kehidupan yang dipenuhi kemuliaan Allah.

(bersambung)


No comments :

Search

Bagi Berkat?

Jika anda terbeban untuk turut memberkati pengunjung RHO, anda bisa mengirimkan renungan ataupun kesaksian yang tentunya berasal dari pengalaman anda sendiri, silahkan kirim email ke: rho_blog[at]yahoo[dot]com

Bahan yang dikirim akan diseleksi oleh tim RHO dan yang terpilih akan dimuat. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Archive

Jesus Followers

Prayer Request

Community

Stats

eXTReMe Tracker