Monday, August 21, 2017

Press On (2)

webmaster | 8:00:00 AM |
(sambungan)

Apa kuncinya hingga ia bisa seperti itu? Semangat pantang menyerah tanpa memandang situasi, katanya. Selain itu, ia juga memutuskan untuk tidak terjebak pada kondisinya yang terbatas maupun masa lalunya yang jauh dari baik tapi mengarahkan pandangannya kepada Tuhan. Apa yang ia katakan mengingatkan saya pada apa kata Paulus dalam suratnya untuk jemaat Filipi pasal 3.

"Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna, melainkan aku mengejarnya, kalau-kalau aku dapat juga menangkapnya, karena akupun telah ditangkap oleh Kristus Yesus. Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus." (Filipi 3:13-14).

Paulus mengatakan bahwa ia tidak takabur dengan menganggap dirinya sudah sempurna, tapi lebih kepada terus berusaha, berjuang untuk mencapai anugerah keselamatan kekal yang sudah diberikan Tuhan lewat Kristus sampai ia bisa memperolehnya. Saya tertarik pada versi Bahasa Inggris dari ayat 12 yaitu "Not that I have already obtained all this, or have already arrived at my goal, but I press on to take hold of that for which Christ Jesus took hold of me."

Perhatikan kata yang saya cetak tebal, 'Press On". Bagi sebagian orang kata press on mungkin sama dengan move on, tapi buat press on membutuhkan usaha maupun tenaga jauh lebih bear dari sekedar move on. Durasinya pun lebih panjang dan kontinu bukan hanya sesaat. Kalau diterjemahkan, press on adalah sebuah usaha dalam melakukan atau mengerjakan sesuatu dengan determinasi tinggi. Terus menekan maju dalam kondisi seperti apapun. Dan itu hanya bisa dilakukan kalau kita berhenti memandang kesulitan maupun kegagalan dan hal-hal buruk di masa lalu. Seringkali apa yang terjadi di belakang menjadi penghambat kita untuk maju, bagaikan kaki terbelenggu pada beban berat sehingga kita tidak bisa bergerak. Ya, jika seharusnya kita sudah berlari untuk mencapai tujuan, jangankan lari, bergerak saja mungkin susah.

Hal itu pun terjadi pada Paulus. Surat ini ditulisnya saat berada dalam penjara di usia yang sudah lumayan lanjut dan sedang menanti eksekusi mati. Di saat seperti itu ia masih terus menekan, pressing on untuk memperoleh apa yang dijanjikan Tuhan kepada setiap orang percaya. Pada ayat selanjutnya ia menyampaikan sebuah pesan penting yang harus kita semua ingat baik, terutama bagi yang punya pengalaman buruk traumatis di masa lalu. Katanya: "... aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus." (13-14).

Selain press on, Paulus mengatakan kunci agar bisa melangkah maju untuk memperoleh hadiah yang disediakan Tuhan di garis akhir, yaitu:
- melupakan hal-hal traumatis yang sudah terjadi dibelakang
- mengarahkan diri ke depan
- berlari-lari kepada tujuan.

(bersambung)


1 comment :

rahma shop said...

terimakasih atas informasinya, jangan lupa kunjungi
https://goo.gl/n57Jev

Search

Bagi Berkat?

Jika anda terbeban untuk turut memberkati pengunjung RHO, anda bisa mengirimkan renungan ataupun kesaksian yang tentunya berasal dari pengalaman anda sendiri, silahkan kirim email ke: rho_blog[at]yahoo[dot]com

Bahan yang dikirim akan diseleksi oleh tim RHO dan yang terpilih akan dimuat. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Archive

Jesus Followers

Prayer Request

Community

Stats

eXTReMe Tracker