Saturday, August 12, 2017

Asa (2)

webmaster | 8:00:00 AM |
(sambungan)

Ini pertanyaannya. Ketika kita mengalami masalah dalam hidup, siapa yang kita andalkan? Mungkin kita bisa geleng-geleng kepala dan sedih melihat raja Asa dan keputusannya. Kalau sebagai penonton mungkin begitu. Tetapi tidakkah kita sering tergiur untuk melakukan hal-hal yang sama saat kita mengalami sendiri ancaman berat seperti itu? Ada banyak manusia yang mencoba menyelesaikan masalah lewat hal-hal duniawi, mengandalkan manusia hingga bahkan menjalin perjanjian dengan iblis. Banyak yang mencari jawaban instan tanpa memikirkan konsekuensinya. Tampaknya bisa menjadi solusi, tapi sebenarnya bukan menyelesaikan masalah tetapi malah menambah dan memperbesar masalah. Jika tidak hati-hati, eskalasi masalah pada suatu saat akan sangat sulit untuk dikendalikan, membuat kita jatuh semakin jauh dan berakhir pada sesuatu yang fatal seperti Asa, Saul atau Korah yang sama-sama tidak kita inginkan.

Raja Asa menjadi contoh bagaimana sebuah kesalahan keputusan akan mengarahkan seseorang pada kesalahan berikutnya dengan eskalasi meningkat. Ia menjadi contoh bagaimana orang yang sebenarnya sudah memulai dengan awal yang baik kemudian berakhir buruk karena tidak dibarengi dengan langkah benar dalam perjalanannya. Ia terus semakin jauh dalam kesesatan, dan kemudian sudah terlanjur begitu jauh, sehingga sudah sulit baginya untuk kembali ke jalan Tuhan. Ada banyak orang yang terjebak dalam tawaran-tawaran ke dukun, peramal, paranormal dan bentuk okultisme lainnya ketika berhadapan dengan masalah dalam hidup mereka. Itu merupakan kekejian di mata Tuhan. Firman Tuhan jelas berkata "Beginilah firman TUHAN: "Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN!" (Yeremia 17:5). Dalam kesempatan lainnya tertulis: "Celakalah orang-orang yang pergi ke Mesir minta pertolongan, yang mengandalkan kuda-kuda, yang percaya kepada keretanya yang begitu banyak, dan kepada pasukan berkuda yang begitu besar jumlahnya, tetapi tidak memandang kepada Yang Mahakudus, Allah Israel, dan tidak mencari TUHAN." (Yesaya 31:1).

Dalam kitab Hosea reaksi kemarahan Allah atas keputusan manusia yang lebih mengandalkan hal-hal lain ketimbang Tuhan pun bisa kita lihat: "Kamu telah membajak kefasikan, telah menuai kecurangan, telah memakan buah kebohongan. Oleh karena engkau telah mengandalkan diri pada keretamu, pada banyaknya pahlawan-pahlawanmu, maka keriuhan perang akan timbul di antara bangsamu, dan segala kubumu akan dihancurkan seperti Salman menghancurkan Bet-Arbel pada hari pertempuran: ibu beserta anak-anak diremukkan." (Hosea 10:13-14). Lihatlah bahwa Tuhan sudah mengingatkan kita berkali-kali untuk tidak mengandalkan manusia atau kekuatan kita sendiri dalam menghadapi masalah, tetapi bergantung kepadaNya dengan sepenuh hati.

Tentu bukan berarti bahwa kita hanya diam saja ketika menghadapi masalah, bukan pula berarti bahwa kita tidak boleh bekerja sama dengan orang lain saat menghadapi situasi pelik. Tetapi yang harus kita ingat adalah kita harus pastikan bahwa semua yang kita putuskan tidak ada yang salah di mata Tuhan. Lalu, pastikan kita sejalan dengan pandangan Tuhan. Ambillah keputusan yang telah dibawa dalam doa terlebih dahulu, dan dengarkan baik-baik apa yang dikatakan Tuhan. Lakukan sesuai dengan itu, dan peganglah Tuhan dengan keyakinan dan kepercayaan yang teguh.

Bagaimana kita bisa yakin bahwa Tuhan akan membantu kita dalam menghadapi masalah? Mari kita lihat kembali apa yang dikatakan Hanani kepada Asa: "Karena mata TUHAN menjelajah seluruh bumi untuk melimpahkan kekuatan-Nya kepada mereka yang bersungguh hati terhadap Dia.." (2 Tawarikh 16:9). Pemazmur pun mengatakan hal yang sama: "Allah memandang ke bawah dari sorga kepada anak-anak manusia, untuk melihat apakah ada yang berakal budi dan yang mencari Allah." (Mazmur 53:3). Kepada orang-orang yang termasuk dalam kategori bersungguh hati terhadap Tuhan, berakal budi dan terus mencariNya, Tuhan sanggup melakukan segala sesuatu yang ajaib, bahkan diluar hal yang mampu diterima oleh logika kita sekalipun. Firman Tuhan berbunyi: "Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!" (Yeremia 17:7).

Awali dengan manis, akhiri pula dengan manis. Berhati-hatilah dalam melangkah di sepanjang kehidupan kita agar kita tidak terperosok ke dalam kebodohan yang sama seperti yang dilakukan raja Asa. Masalah apapun yang tengah melanda anda hari ini, ingatlah untuk tidak mengandalkan kekuatan manusia diatas segalanya, jangan terjatuh ke dalam jebakan okultisme dan tawaran-tawaran menggiurkan lainnya di dunia, tetapi andalkanlah Tuhan. Tetap taruh harapan sepenuhnya ke dalam tangan Tuhan, dengarkan apa kataNya dan lakukanlah sesuai dengan apa yang Dia katakan. Bersabarlah, pegang teguh janjiNya, karena akan ada saat dimana Tuhan melepaskan anda dan membawa anda menjadi pemenang.

Don't waste your good start

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

No comments :

Search

Bagi Berkat?

Jika anda terbeban untuk turut memberkati pengunjung RHO, anda bisa mengirimkan renungan ataupun kesaksian yang tentunya berasal dari pengalaman anda sendiri, silahkan kirim email ke: rho_blog[at]yahoo[dot]com

Bahan yang dikirim akan diseleksi oleh tim RHO dan yang terpilih akan dimuat. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Archive

Jesus Followers

Prayer Request

Community

Stats

eXTReMe Tracker