Friday, March 2, 2018

Real Love Requires Real Action (2)

webmaster | 8:00:00 AM |
(sambungan)

Bentuk kasih dalam kekristenan berbicara mengenai sesuatu yang sangat luas dan tidak ringan. Lihat apa yang diajarkan Yesus: "Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya." (Yohanes 15:13). Yesus tidak sekedar mengajarkan, tapi sudah mempraktekkan langsung hal ini. Dan itulah kemudian yang diberitakan oleh Yohanes dalam menyampaikan pengajaran tentang kasih. "Demikianlah kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa Ia telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita; jadi kitapun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita." (1 Yohanes 3:16). Sebab bagaimana mungkin seseorang bisa mengaku memiliki kasih Allah tapi mereka menutup mata terhadap penderitaan saudara-saudaranya sendiri? (ay 17).

Oleh karena itu Yohanes kemudian mengeluarkan pesan yang sangat jelas sebagai rujukan kasih seperti yang diinginkan Tuhan untuk dimiliki oleh anak-anaknya: "Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran." (ay 18).

Bolehkah mengucapkan cinta? Tentu saja boleh. Hanya jangan berhenti sampai perkataan saja, tapi teruskanlah dengan perbuatan nyata, dalam kebenaran. In deed and in truth, in practice and in sincerity, demikian dikatakan dalam versi Bahasa Inggrisnya. Dalam perbuatan nyata dan dalam kebenaran, dengan praktek dan dalam ketulusan.

Mengenai kasih dalam bentuk tindakan nyata, kita bisa melihat contohnya dari jemaat di Makedonia yang disebutkan dalam 2 Korintus 8:1-15. "Selagi dicobai dengan berat dalam pelbagai penderitaan, sukacita mereka meluap dan meskipun mereka sangat miskin, namun mereka kaya dalam kemurahan." (ay 2).

Jemaat Makedonia disebutkan bukan termasuk jemaat kaya. Mereka juga bukan jemaat yang hidup nyaman tanpa masalah. Dengan sangat jelas dikatakan bahwa mereka itu bukan cuma miskin melainkan dikatakan sangat miskin, dan mengalami banyak penderitaan yang berat. Tapi lihatlah betapa luar biasanya jemaat Makedonia ini. Meski kondisi mereka memperihatinkan, mereka tetap punya sukacita yang meluap, bahkan luar biasanya disebutkan begitu kaya dalam kemurahan.

Lihatlah bagaimana Paulus pun bangga bersaksi atas mereka. "Aku bersaksi, bahwa mereka telah memberikan menurut kemampuan mereka, bahkan melampaui kemampuan mereka. Dengan kerelaan sendiri mereka meminta dan mendesak kepada kami, supaya mereka juga beroleh kasih karunia untuk mengambil bagian dalam pelayanan kepada orang-orang kudus. Mereka memberikan lebih banyak dari pada yang kami harapkan. Mereka memberikan diri mereka, pertama-tama kepada Allah, kemudian oleh karena kehendak Allah juga kepada kami." (ay 3-5).

Bukankah jemaat Makedonia ini luar biasa? Mereka bukan jemaat kaya raya yang turun dari mobil mahal, memakai baju trendi bermerek dan bersikap eksklusif. Mereka bukan orang-orang kaya yang jadi donatur di gereja lantas merasa berhak mengatur ini itu sekehendak hati mereka dan diistimewakan dalam struktur gereja. Mereka ini jemaat biasa yang hidupnya berat, tapi ternyata mereka punya hati penuh kasih untuk melakukan bagian mereka yang bahkan dikatakan Paulus melebihi kemampuan mereka. Mereka juga turut melayani bersama dengan Paulus. Bentuk kasih mereka sangat menginspirasi. Lihatlah bahwa kasih memang tidak tergantung dari kaya miskinnya seseorang, sedang nyaman atau sedang dalam pergumulan, karena jemaat Makedonia membuktikan mereka mampu menyatakan kasih lewat perbuatan nyata meski mereka sendiri hidup di bawah kemiskinan dan penderitaan berat.


(bersambung)


No comments :

Search

Bagi Berkat?

Jika anda terbeban untuk turut memberkati pengunjung RHO, anda bisa mengirimkan renungan ataupun kesaksian yang tentunya berasal dari pengalaman anda sendiri, silahkan kirim email ke: rho_blog[at]yahoo[dot]com

Bahan yang dikirim akan diseleksi oleh tim RHO dan yang terpilih akan dimuat. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Archive

Jesus Followers

Prayer Request

Community

Stats

eXTReMe Tracker