Wednesday, March 7, 2018

Love Never Fails (1)

webmaster | 8:00:00 AM |
Ayat bacaan: 1 Korintus 13:8
============================
"Love never fails" (Amplified Bible)

Sekitar setahun lalu saya dan istri memutuskan untuk mengadopsi seekor kucing anggora yang entah kenapa bisa tersesat dan terus berada di sekitar rumah kami. Kami tidak langsung mengadopsinya karena bisa jadi itu kucing milik orang lain. Tapi setelah sekian lama menggelandang, dan setelah kami coba tanya kesana kemari tidak ada yang punya, kami memutuskan untuk merawatnya. Tidak mudah, karena kucing ini jelas takut dan tampaknya punya masalah dengan manusia. Ia kabur, dan mulai mendesis marah saat didekati. Mulanya kami tinggalkan saja makanan di luar agar dia bisa makan saat kami sudah tidak ada lagi disitu. Lalu saya atau istri atau keduanya duduk di dekat makanannya. Ia terlihat ragu, tapi kemudian mulai berani mendekat. Saat mau dipegang, ia pergi. Dan itu berlangsung beberapa hari.

Singkat cerita, ia mulai percaya pada kami. Ia berani makan meski kami disana. Ia mulai tenang saat disentuh. Kondisi kucing ini sangat memperihatinkan. Tubuhnya penuh kutu, jamur, dan banyak duri yang tertancap di kulitnya. Butuh waktu lama bagi kami untuk mencabuti satu persatu setelah ia percaya pada kami. Setelah urusan duri selesai, kami masih harus membawanya ke petshop untuk dimandikan dengan obat anti jamur dan kutu lalu ke dokter untuk memastikan ia baik-baik saja. Urusan memandikan dengan obat jamur dan anti kutu harus dilakukan selama beberapa kali agar ia bisa benar-benar bersih.

Kalau urusan memperbaiki kondisinya lumayan repot, kami juga harus memperkenalkannya kepada ke 6 anjing kami. Anjing dan kucing, itu dianggap musuh abadi. Tapi kalau mau mengadopsinya, kami harus bisa membuat ke 6 anjing dan teman baru mereka yang berbeda jenis ini bisa hidup damai, setidaknya tidak saling serang. Kami berhasil melakukannya. Sekarang mereka bisa makan sebelahan, tidur menempel satu sama lain, menjadi satu kelompok meski jenisnya berbeda bahkan berasal dari dua jenis yang punya sejarah permusuhan panjang.

Sampai disitu saja kah prosesnya? Tidak. Kucing ini tampaknya sudah begitu lama menggelandang di luar, sehingga ia tidak nyaman berada di rumah alias bukan tipe kucing rumahan. Awalnya ia terus berusaha kabur, mengeong keras dan lama di depan pintu atau jendela supaya bisa keluar. Kalau lengah sedikit saja, ia secepat kilat kabur dan sulit sekali untuk kembali membawanya pulang. Suatu kali ia kabur dan tidak terlihat lagi sampai berhari-hari. Kami mencarinya hingga radius beberapa kilometer tapi gagal menemukannya.

Setelah dua mingguan, saya mengambil waktu khusus pada suatu malam untuk berdoa. Yang saya minta pada Tuhan sederhana. Saya katakan: "Tuhan, kalau memang kucing ini tidak bisa lagi ada bersama-sama kami, tolong jaga dia supaya tidak disakiti orang atau kucing lain. Ia punya hati lembut dan baik, jangan sampai ia menderita sendirian di luar sana." Kira-kira itu isi doa saya buatnya. Ternyata keesokan harinya, mukjizat terjadi. Siapa yang menyangka kalau ia tiba-tiba pulang? Ia mengeong dengan keras di depan pintu, dan kami pun berlari menyambutnya. Sejak saat itu ia menjadi kucing yang jauh lebih tenang di rumah. Ia sekarang bisa menunjukkan rasa sayangnya dan bisa pula meminta perhatian dan sentuhan saat ia ingin dikasihi.

Saya kira ada banyak hal yang bisa kita bahas mengenai kesaksian saya tentang anggota keluarga yang baru ini, tapi untuk kali ini saya ingin menghubungkannya dengan kasih, sebagai sebuah bahasa yang ternyata mampu menjembatani tiga jenis mahluk hidup berbeda - manusia, anjing dan kucing - dan sebagai sesuatu yang mencerminkan pribadi Sang Pencipta kita sendiri, sehingga punya kekuatan luar biasa dan tidak pernah gagal.

Antara manusia dan hewan terdapat perbedaan bahasa sehingga sulit untuk bisa berkomunikasi. Beberapa jenis hewan pintar memang bisa dilatih untuk mengerti bahasa kita, tapi itu pun tidak seluruhnya. Mereka belajar dari kebiasaan hingga akhirnya bisa mulai mengerti satu dua hal. Secara umum kita tidak bisa berkomunikasi layaknya seperti kepada sesama manusia. Kalau antara kami dengan anjing 6 ekor akhirnya bisa menemukan cara berkomunikasi sehingga mereka bisa mengerti mana yang boleh, mana yang tidak, mengerti ketika ditegur dan senang saat dipuji, kesulitan kemudian bertambah dengan kehadiran kucing di rumah.

(bersambung)


No comments :

Search

Bagi Berkat?

Jika anda terbeban untuk turut memberkati pengunjung RHO, anda bisa mengirimkan renungan ataupun kesaksian yang tentunya berasal dari pengalaman anda sendiri, silahkan kirim email ke: rho_blog[at]yahoo[dot]com

Bahan yang dikirim akan diseleksi oleh tim RHO dan yang terpilih akan dimuat. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Archive

Jesus Followers

Prayer Request

Community

Stats

eXTReMe Tracker