Thursday, March 1, 2018

Real Love Requires Real Action (1)

webmaster | 8:00:00 AM |
Ayat bacaan: 1 Yohanes 3:18
=======================
"Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran."

Seorang teman bercerita tentang konflik rumah tangga yang sempat ia alami. Ia bercerita bahwa kesibukannya bekerja hampir saja membuatnya harus kehilangan keluarga. Ia memang termasuk workaholic atau gila kerja. Kalau tidak kerja ia anggap buang waktu dan buang kesempatan untuk memperoleh uang. Sudah cukup, ingin lebih. Pergi pagi, pulang larut malam. Pergi saat anak masih tidur, pulang saat semua sudah tidur. Tidak ada waktu yang dibagi untuk anak dan istri. Kalau dirumah dipakai tidur supaya bisa ngebut kerja lagi keesokan harinya. Setelah sekian lama, istrinya tidak tahan lagi dan suatu hari saat ia pulang, rumahnya kosong tanpa ada siapa-siapa. Istrinya pergi membawa anak-anaknya. Ia pun kaget dan kemudian menyadari kesalahannya.

Selama ini ia merasa bahwa tugasnya adalah memenuhi kebutuhan finansial keluarga, untuk biaya rumah, belanja sehari-hari, sekolah anak dan sebagainya. Tapi ia lupa bahwa mengasihi keluarga tidak pernah cukup hanya dengan mencukupi dari sisi finansial. Keluarga, istri dan anak butuh sosok ayah secara fisik di tengah mereka. Ayah yang mau bermain, bersenang-senang dengan mereka, ayah yang mau mengajari mereka soal banyak hal, ayah yang peduli terhadap kesulitan atau permasalahan yang mereka hadapi dan mau memberi jalan keluar. Seorang pria yang sudah menikah dan punya anak sesungguhnya harus menjalankan multi peran, sebagai suami, imam, ayah, sahabat dan guru selain mencari nafkah. Hari ini ia sudah menikmati kehidupan keluarga yang bahagia.

Ada banyak orang yang keliru menyikapi tugasnya dalam keluarga. Teman saya tadi tidak selingkuh dengan wanita, tapi sepertinya selingkuh dengan pekerjaannya, seperti yang dikeluhkan istrinya. Ada orang lain yang mengasihi tapi ditempat atau kepada orang yang salah. Bukan kepada istri dan anaknya, tapi kepada wanita lain di luar sana. Ada yang mungkin ringan mengatakan cinta tapi perilakunya sama sekali tidak menunjukkan bentuk yang ia ucapkan. Ada yang pintar mengajar tentang kasih, tapi kehidupan keluarganya morat marit dari sisi kasih sayang. Ada yang mengaku mengasihi tapi diam saja ketika mereka melakukan sebuah kesalahan, atau malah ikut-ikutan. Ada yang mengaku mengasihi tetapi sering menyakiti, mengaku sayang tapi selalu menghilang ketika dibutuhkan. Semua ini bisa berakibat kehancuran.

Walau harta berlimpah, kebahagiaan tidak akan pernah bisa diraih maksimal tanpa adanya kasih. Dan kasih tidak pernah cukup hanya dengan kata-kata melainkan butuh perbuatan nyata, dalam kebenaran. Sudah begitu banyak korban kekeliruan menyikapi kasih dalam keluarga, jangan sampai kita terjatuh pada kesalahan yang sama.

Kemarin kita sudah melihat bahwa kasih itu butuh objek. Kita tidak bisa menyatakan kasih apabila tidak punya objek untuk dikasihi. Tuhan pun demikian. Dan kita merupakan objek kasih Tuhan, yang seharusnya kita sikapi dengan mengasihi kembali Tuhan dan juga sesama. Kita tidak bisa mengaku punya kasih kalau kita masih menutup mata atau tidak peduli dengan kesulitan orang-orang yang ada di sekitar kita. Kalaupun tidak bicara soal membantu orang lain, apakah kita sudah menunjukkan bahwa kita mengasihi mereka yang dinyatakan lewat perbuatan nyata, tidak sebatas omongan saja? Jangan-jangan, ucapan sayang saja tidak lagi penting bagi kita untuk disampaikan kepada orang-orang terdekat. Kalau yang terdekat saja tidak, apalagi orang lain. Dan tentu saja, itu jauh dari kasih yang Tuhan inginkan untuk kita miliki.

Di sisi lain banyak orang berpikir bahwa untuk menyatakan kasih kepada orang lain itu harus selalu mahal harganya. Padahal tidaklah demikian. Kita lupa bahwa sebuah senyuman dan kata-kata pujian sekalipun seringkali mampu membawa dampak positif yang bisa menguatkan atau memotivasi orang lain. Ada kalanya sebuah tepukan di pundak, atau berada disamping mereka ketika tengah menghadapi masalah, itupun bisa sangat berharga bagi yang membutuhkan.

Kasih membutuhkan lebih dari sekedar kata-kata. Kasih membutuhkan perbuatan, tindakan nyata, dan harus dalam kebenaran. Itu idealnya, dan itulah yang jelas disebutkan di dalam Alkitab.

(bersambung)


1 comment :

anak bapak budi said...

trims pak shareengnya. GBU

Search

Bagi Berkat?

Jika anda terbeban untuk turut memberkati pengunjung RHO, anda bisa mengirimkan renungan ataupun kesaksian yang tentunya berasal dari pengalaman anda sendiri, silahkan kirim email ke: rho_blog[at]yahoo[dot]com

Bahan yang dikirim akan diseleksi oleh tim RHO dan yang terpilih akan dimuat. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Archive

Jesus Followers

Prayer Request

Community

Stats

eXTReMe Tracker