Saturday, March 10, 2018

Kasih : Sumber Daya Iman (1)

webmaster | 8:00:00 AM |
Ayat bacaan: Galatia 5:6
==================
"...faith activated and energized and expressed and working through love." (English AMP)

Kebutuhan manusia akan perangkat komunikasi terus meningkat. Saya masih ingat saat telepon seluler atau handphone (hp) mulai menjamur di Indonesia di sekitar pertengahan dekade 90'an. Telepon seluler sebenarnya sudah ada sejak awal tahun 70an, dan kemudian mulai diperkenalkan di Indonesia sekitar 10 tahun kemudian. Tapi berbagai penyempurnaan dan berdirinya operator seluler membuat telepon seluler ini bisa eksis dan berkembang pesat dengan jumlah pemakai yang terus meningkat dengan cepat.

Dahulu di awal-awal layarnya tidak berwarna dan nada dering alias ringtonenya masih monphonic. Lantas layar mulai berwarna meski terbatas dan nada dering juga tidak lagi mono melainkan polyphonic. Karena pada masa itu telepon seluler hanya berfungsi untuk menelepon dan sms an, baterainya sangat awet. Standby time nya bisa tahan berhari-hari, yang artinya telepon seluler anda akan tetap aktif  meski tidak di charge selama beberapa hari. Metamorfosis dan revolusi telepon genggam terjadi begitu cepat.

Hari ini sulit rasanya membayangkan bagaimana jadinya tanpa adanya smart phone dalam genggaman kita. Seperti namanya yang 'smart', kegunaannya jauh melebihi fungsi dasar sebagai alat menelepon dan teks. Beberapa aplikasi tetap stand by agar pesan yang masuk bisa segera kita terima. Karenanya baterainya pun jauh lebih cepat habis dibanding telepon seluler jadul. Orang yang aktif memakai smart phone akan butuh men-charge ulang gadgetnya beberapa kali dalam sehari.

Tidaklah heran jika di pusat-pusat perbelanjaan, cafe atau tempat hang-out/pusat keramaian menyediakan colokan listrik untuk menjaring konsumennya. Tempat hang-out yang tidak 'peka' terhadap kebutuhan terkini orang akan sulit bersaing. Alternatifnya, kita pun wajib dilengkapi dengan power bank agar kita bisa kembali mengisi daya unit baterai saat mengalami lowbat kapanpun dan dimanapun. Pendek kata, di jaman yang serba elektronik dan elektrik ini kita sangat tergantung pada sumber daya agar semua gadget dan kebanyakan perangkat penting kita bisa tetap berfungsi.

Bagaimana dengan iman? Dengan apa iman sebenarnya bekerja? Apakah iman juga butuh sumber daya seperti halnya perangkat-perangkat elektrik kita? Banyak dari kita yang tidak menyadari bahwa ternyata iman pun butuh 'sumber daya' agar iman tetap bisa aktif. Dalam menghadapi berbagai kesulitan hidup, kita jelas butuh iman supaya bisa tetap melangkah maju tanpa diganggu rasa kuatir akan ketidakpastian atau kendala-kendala yang menyusahkan kita. Agar iman itu tetap menyala dan bekerja dengan baik, ada yang dibutuhkan sebagai sumber dayanya. Apakah itu?

Sumber daya yang mampu menggerakkan iman bisa kita lihat dalam surat Galatia, yang disampaikan Paulus saat mengingatkan jemaat tentang apa yang penting atau mempunyai makna mengenai keselamatan. Ia menyinggung tentang banyaknya orang yang lebih bergantung kepada prosesi, tata cara atau ritual-ritual lengkap dengan perulangannya. Banyak orang keliru menganggap hal ini sebagai yang terpenting dalam beribadah dan mengira hal itu mampu membawa keselamatan, sementara kita lupa akan hal lain yang justru jauh lebih penting, berarti atau bermakna dalam menerima janji-janji Tuhan.

Mari kita lihat ayat berikut ini: "Sebab bagi orang-orang yang ada di dalam Kristus Yesus hal bersunat atau tidak bersunat tidak mempunyai sesuatu arti, hanya iman yang bekerja oleh kasih." (Galatia 5:6).

Paulus memulai bagian ini dengan penegasan tentang kemerdekaan yang sesungguhnya sudah diberikan kepada orang percaya lewat Kristus. (ay 1). Tapi banyak yang tidak mengetahuinya dan masih bergantung kepada prosesi atau ritual, bahkan menganggap prosesi dan ritual sebagai hal yang terpenting lalu melupakan apa yang justru seharusnya menjadi yang terutama yang harus kita lakukan. Maka Paulus pun mengatakan sia-sialah semua itu tanpa adanya satu hal yang terpenting dalam hidup untuk kita miliki, yaitu iman.

Iman. Itulah yang dikatakan Paulus sebagai hal yang "mempunyai sesuatu arti", alias bermakna,atau  something that really counts. Lantas perhatikan ayat Galatia 5:6 bagian terakhir, disana dikatakan bahwa iman itu bekerja oleh kasih. Dalam versi English Amplified bagian ini tertulis dengan sangat detil, yaitu: "...faith activated and energized and expressed and working through love." Iman diaktivasi, diberi tenaga/daya dan diekspresikan dan bekerja lewat kasih.

(bersambung)


No comments :

Search

Bagi Berkat?

Jika anda terbeban untuk turut memberkati pengunjung RHO, anda bisa mengirimkan renungan ataupun kesaksian yang tentunya berasal dari pengalaman anda sendiri, silahkan kirim email ke: rho_blog[at]yahoo[dot]com

Bahan yang dikirim akan diseleksi oleh tim RHO dan yang terpilih akan dimuat. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Archive

Jesus Followers

Prayer Request

Community

Stats

eXTReMe Tracker