Friday, April 12, 2024

Kuasa Di Atas Puji-Pujian : Yosafat (4)

 (sambungan)

"Camkanlah, hai seluruh Yehuda dan penduduk Yerusalem dan tuanku raja Yosafat, beginilah firman TUHAN kepadamu: Janganlah kamu takut dan terkejut karena laskar yang besar ini, sebab bukan kamu yang akan berperang melainkan Allah." (ay 15).

Lewat Yahaziel Tuhan berkata dengan jelas berkata bahwa mereka tidak perlu takut, karena bukan jumlah tentara mereka yang penting melainkan Tuhan sendirilah yang akan maju berperang melawan laskar musuh untuk mereka. Kuasa Tuhan yang tidak terbatas dan tidak tertandingi oleh apapun ternyata berjanji untuk berada di pihak mereka. Kalau demikian, apa lagi yang harus ditakutkan?

Lebih lanjut Tuhan bahkan berkata: "Dalam peperangan ini tidak usah kamu bertempur. Hai Yehuda dan Yerusalem, tinggallah berdiri di tempatmu, dan lihatlah bagaimana TUHAN memberikan kemenangan kepadamu. Janganlah kamu takut dan terkejut. Majulah besok menghadapi mereka, TUHAN akan menyertai kamu." (ay 17).

Ini jelas merupakan seruan Tuhan yang sangat melegakan dan sungguh luar biasa.

Selanjutnya, bagaimana Yosafat dan bangsa Yehuda merespon pesan Tuhan ini? Mereka bukan menyiapkan prajurit layaknya bangsa yang akan diserang, mereka bukan menyiapkan strategi berperang. Tapi, di luar dugaan mereka membentuk kelompok paduan suara untuk memuji Tuhan!

(bersambung)

No comments:

Belajar dari Rehabeam (2)

 (sambungan) Mengharap berkat itu satu hal, tapi ingat bahwa menyikapi berkat itu hal lain. Dan salah menyikapi berkat bukannya baik tapi ma...