Monday, September 5, 2022

The Edomites (3)

webmaster | 7:00:00 AM |

 (sambungan)

Ingatlah selalu bahwa Tuhan sangat tidak suka orang yang sombong. Firman Tuhan berkata: "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati." (Yakobus 4:6). Lewat Paulus kita  diingatkan "Sebab itu siapa yang menyangka, bahwa ia teguh berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan jatuh!" (1 Korintus 10:12). Jika kita lupa dan mengira kita boleh sombong atau tinggi hati, itu artinya kita tengah membiarkan diri kita berjalan menuju kehancuran. Selain itu Firman Tuhan lewat Salomo berkata "Kecongkakan mendahului kehancuran, dan tinggi hati mendahului kejatuhan." (Amsal 16:18). Ini hanyalah sebagian saja dari begitu banyak pesan untuk menghindari sikap angkuh atau sombong dalam hidup kita, apapun alasannya.

Kita harus bersyukur saat sukses, kita tentu boleh menikmati keberhasilan atas hasil kerja keras kita, karir menanjak, bisnis bagus dan meningkat. Apalagi dalam situasi ekonomi saat deraan penderitaan global akibat pandemi seperti sekarang ini, bisnis yang masih berjalan apalagi meningkat tentu merupakan anugerah luar biasa. Benar, kita tentu boleh menghargai keseriusan dan usaha keras kita, tapi kita harus ingat bahwa semua itu tidak akan terjadi tanpa perkenanan Tuhan. Sebesar-besarnya kekuatan atau rasa lebih yang ada saat ini, jangan sampai itu membuat kita lupa diri kemudian berubah sikap menjadi sombong. Karena kalau sampai Tuhan marah karena sikap buruk kita tersebut, kita bisa habis dalam sekejap mata. Dia bisa menjungkir-balikkan semuanya dalam seketika semudah membalik telapak tangan.  Kehancuran atau kejatuhan yang terjadi bisa sangat serius, karena seringkali bukan hanya terjadi untuk pribadi atau individu saja, tapi bisa menjadi kolektif bahkan menimpa satu bangsa besar sekalipun, seperti yang terjadi pada bangsa Edom. Inilah yang harus kita sikapi dengan baik agar kehidupan kita bisa jauh dari murka Tuhan melainkan terus diberkati Tuhan hingga kesudahannya.

Selanjutnya ingat pula bahwa kita diselamatkan untuk menyelamatkan. Kita diberkati untuk memberkati. Semua itu bukanlah untuk ditimbun sendiri, apalagi kalau malah dipakai untuk menyombongkan diri. Bukan karena kekuatan dan kehebatan kita, tapi semua itu berasal dari Tuhan. Oleh karena itulah kita jangan sampai merasa berada di atas angin lantas menjadi sombong dan mengabaikan bahwa keberhasilan tetap merupakan berkat dari Tuhan. Bukankah kepandaian kita pun berasal dari anugerahNya juga? Bukankah kesehatan untuk terus bisa bekerja keras dan berusaha, segala peluang-peluang yang terbuka, kepintaran kita dalam berpikir, talenta-talenta yang kita miliki, itupun semuanya berasal dari Tuhan? Bukankah keadaan baik kita, kondisi aman, tenang jauh dari kesulitan hidup juga merupakan karunia Tuhan? Jika demikian, sesungguhnya tidak ada alasan apapun yang bisa membuat kita berhak menjadi sombong.

Firman Tuhan berkata "Sebab bukan dari timur atau dari barat dan bukan dari padang gurun datangnya peninggian itu, tetapi Allah adalah Hakim: direndahkan-Nya yang satu dan ditinggikan-Nya yang lain." (Mazmur 75:7-8). Perkara naik dan turun sesungguhnya berada dalam keputusan Tuhan. Maka dari itu Petrus berkata "Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya." (1 Petrus 5:6). Tanpa Tuhan kita tidak akan mungkin bisa mempertahankan apa yang sudah sukses kita peroleh hari ini, tidak peduli sehebat apapun diri kita. Semua itu bisa berlalu dari kita, lenyap tanpa bekas dalam sekejap saja.

Berkaca pada konsekuensi mengenaskan yang diterima bangsa Edom, marilah kita semua menjaga diri kita untuk terhindar dari kesombongan, sikap angkuh, tinggi hati, bersenang diatas penderitaan orang dan lain-lain. Pakai segala yang diberikan Tuhan untuk anda bukan untuk membanggakan atau meninggikan diri tetapi untuk menjadi saluran berkat buat orang lain, menjadi terang dan garam dimana anda ditempatkan. Pakailah semua itu untuk memuliakan Tuhan.

Kesombongan itu mendahului kehancuran


No comments :

Search

Bagi Berkat?

Jika anda terbeban untuk turut memberkati pengunjung RHO, anda bisa mengirimkan renungan ataupun kesaksian yang tentunya berasal dari pengalaman anda sendiri, silahkan kirim email ke: rho_blog[at]yahoo[dot]com

Bahan yang dikirim akan diseleksi oleh tim RHO dan yang terpilih akan dimuat. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Archive

Jesus Followers

Stats

eXTReMe Tracker