Sunday, September 4, 2022

The Edomites (2)

webmaster | 7:00:00 AM |

 

(sambungan)

Menyadari keuntungan teritorial mereka secara geografis, orang Edom merasa sangat aman. Bukannya bersyukur, mereka malah terjerumus pada sikap lupa diri dan sombong. Mereka berpikir bahwa tidak akan ada bangsa manapun yang akan mampu menandingi mereka. Jangankan menandingi atau menyerang, mengganggu saja mereka yakin tidak akan ada yang berani.

Ironisnya, meski bangsa Edom ini memiliki hubungan darah dengan Israel, tetapi kedua bangsa ini tidaklah harmonis. Ketidakakuran mereka sudah terjadi sejak jaman nenek moyang mereka dan terus berlanjut ke generasi-generasi berikutnya.

Pada suatu kali nabi Obaja mendapat sebuah penglihatan mengenai situasi yang bisa menghancurkan negeri Edom. Dari Tuhan ia mengetahui bahwa Tuhan sedang mengirim utusan ke tengah bangsa itu untuk memeranginya. Beginilah yang pesan yang ia dapat dari Tuhan. "Sesungguhnya, Aku membuat engkau kecil di antara bangsa-bangsa, engkau dihinakan sangat." (ay 2).

Mengapa Tuhan sampai sebegitu marah? Obaja menyatakan bahwa itu disebabkan Tuhan sangat tidak berkenan melihat keangkuhan bangsa itu. Demikian Tuhan berkata: "Keangkuhan hatimu telah memperdayakan engkau, ya engkau yang tinggal di liang-liang batu, di tempat kediamanmu yang tinggi; engkau yang berkata dalam hatimu: "Siapakah yang sanggup menurunkan aku ke bumi?" (ay 3).

Kesombongan atau keangkuhan bangsa ini muncul hanya karena mereka punya posisi strategis di gunung dengan tebing terjal dan jurang. Itu membuat mereka sombong dan merasa tidak ada kekuatan apapun yang bisa menandingi mereka. Mereka lupa bahwa meski keadaan geografis yang strategis dan terlihat sangat aman, kekuatan mereka tidaklah berarti apa-apa dibanding kekuatan Tuhan yang memiliki kuasa diatas segala-galanya. Kesombongan mereka ternyata menjadi perhatian serius dari Tuhan. Begitu tidak sukanya Tuhan atas sikap mereka hingga siap menjatuhkan hukuman.  "Sekalipun engkau terbang tinggi seperti burung rajawali, bahkan, sekalipun sarangmu ditempatkan di antara bintang- bintang, dari sanapun Aku akan menurunkan engkau, --demikianlah firman TUHAN." (ay 4).

Kenapa Tuhan sampai semarah itu? Sejauh mana sebenarnya kesombongan mereka sampai mendatangkan murka Tuhan jatuh atas mereka? Kalau hanya melihat dari bagian ini saja, kemarahan Tuhan bisa terlihat seperti hanya dipicu oleh keangkuhan atau arogansi bangsa Edom  atas kelebihan kondisi geografis mereka. Tapi sebenarnya, kalau kita baca lebih jauh Obaja pasal 1 kita bisa melihat bahwa bangsa ini memang sudah keterlaluan sombongnya. 

Dalam ayat 11-14 kita bisa membaca bahwa mereka memandang rendah saudara-saudaranya orang Yehuda saat mengalami serangan bangsa lain. Mereka bukannya menolong atau setidaknya bersimpati, tapi malah senang melihat kehancuran Yerusalem yang diserang dan dirampas kekayaannya. Tidak sampai disitu, mereka bahkan menghadang orang-orang Yehuda yang berhasil melarikan diri, menangkap dan menyerahkan mereka pada lawan. Bukan main jahat dan angkuhnya mereka,  dan lihatlah ada berapa banyak prinsip Allah yang sebenarnya sudah mereka langgar.


Jadi tidaklah mengherankan kalau Allah sampai marah. Apa yang turun sebagai murka Allah pada bangsa Edom sangat mengenaskan. Kita bisa lihat bahwa Tuhan akan menurunkan/merendahkan mereka (ay 4), akan diserang/diperangi (ay 1), orang-orang bijaksananya akan dilenyapkan dan para pahlawannya akan terbunuh, dan harta kekayaan bangsa itu akan disapu habis para musuh (ay 5-7). Puncaknya, Tuhan menyatakan bahwa akibat kekejaman mereka terhadap bangsa Yehuda, bangsa Edom akan dilenyapkan untuk selama-lamanya (ay 10), dibinasakan dan dicela orang sepanjang jaman (versi BIS). Semua nubuatan ini kemudian terbukti. Bangsa Edom sudah lama punah. Hari ini puing-puing yang tinggal dari sebuah bangsa yang tadinya makmur hanya menjadi saksi bisu bagaimana mengerikannya saat hukuman Tuhan turun akibat kesombongan satu bangsa. 

(bersambung)

No comments :

Search

Bagi Berkat?

Jika anda terbeban untuk turut memberkati pengunjung RHO, anda bisa mengirimkan renungan ataupun kesaksian yang tentunya berasal dari pengalaman anda sendiri, silahkan kirim email ke: rho_blog[at]yahoo[dot]com

Bahan yang dikirim akan diseleksi oleh tim RHO dan yang terpilih akan dimuat. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Archive

Jesus Followers

Stats

eXTReMe Tracker