Saturday, September 3, 2022

The Edomites (1)

webmaster | 7:00:00 AM |

 Ayat bacaan: Obaja 1:3
==============
"Keangkuhan hatimu telah memperdayakan engkau, ya engkau yang tinggal di liang-liang batu, di tempat kediamanmu yang tinggi; engkau yang berkata dalam hatimu: "Siapakah yang sanggup menurunkan aku ke bumi?"


Dalam politik di jaman manapun akan ada orang-orang yang dianggap 'the untouchables'. Kata untouchable yang berarti 'tak tersentuh' ini diberikan pada orang-orang yang sepertinya tak tersentuh oleh hukum. Mereka merasa bisa berbuat seenaknya, segala pelanggaran mereka sepertinya tak terlihat oleh hukum. Mereka biasanya ada di kalangan elit politik kelas atas, orang-orang berkuasa atau bisa juga orang yang punya koneksi dengan orang-orang berpengaruh. Ada yang punya jaringan seperti mafia, ada juga yang kalau digoyang bisa membuat stabilitas negara menjadi riskan. Biasanya mereka ini memiliki faktor-faktor yang kuat hingga tak tersentuh seperti harta, jabatan, relasi, koneksi, kekuasaan dan sebagainya. Semua itu bisa membuat orang berada di atas hukum dan keadilan. Mungkin untuk masa tertentu mereka bisa sombong dan tertawa, tapi akan ada saatnya mereka yang untouchables ini kena batunya juga. Yang sekelas Al Capone saja akhirnya diringkus oleh sekelompok aparat yang memegang integritas dan tidak bisa disuap atau diimingi apapun. Dan kita terus melihat satu persatu dari mereka yang selama ini untouchables tetap harus berhadapan dengan hukum. Sekarang mungkin masih bisa sombong, tapi semua kejahatan akan selalu mendapat ganjaran. Kalau tidak di dunia, nanti di akhirat tetap saja semua itu harus dipertanggungjawabkan.

Dunia memang cenderung memandang pada tingkatan. Yang kuat menindas yang lemah, yang kaya menindas yang miskin. Yang berkuasa menindas yang tidak. Itu terjadi dimana-mana sejak lama. Pola ini bahkan sudah terjadi di kalangan anak-anak, baik di sekolah maupun di lingkungan sekitar. Dengan pola seperti ini yang sudah lama dan luas, tidaklah heran kalau kesombongan menjadi sesuatu yang terlihat biasa saja, dan meski kita kesal tetap dianggap wajar dilakukan oleh mereka yang punya pengaruh. They feel untouchable. They feel above the law. Sekali lagi, di dunia mungkin ya, tapi apakah mereka lupa bahwa ada penghakiman yang lebih besar dari apapun yang harus mereka hadapi pada suatu saat, yaitu penghakiman Tuhan? Manusia bisa dikuasai, bisa ditekan, bisa dibeli, tapi Tuhan tidak akan pernah bisa. Tidak ada satupun hal yang dimiliki manusia yang mampu membeli keadilan Tuhan.

Kesombongan bisa terjadi pada individu, kelompok atau golongan, organisasi bahkan negara yang merasa di atas angin. Kalaupun belum sampai masuk kategori untouchable, kesombongan pun sudah menjangkiti orang-orang biasa. Kapan orang biasanya menjadi angkuh atau sombong? Biasanya ini menjadi penyakit yang timbul ketika orang mulai atau sudah sukses. Berhasil dalam karir, bisnis, atau aspek-aspek kehidupan lainnya. Atau ketika orang mulai punya sesuatu yang lebih dari orang lain. Tidaklah heran apabila kita melihat orang yang tiba-tiba berubah sikapnya begitu mereka mencapai keberhasilan. Mengandalkan uang atau harta, jabatan dan koneksi, itu jadi kartu as untuk bisa berbuat seenaknya, bebas melanggar peraturan tanpa mendapat ganjaran. Kita harus hati-hati dari sikap yang mudah merasuki dan menguasai diri kita ini, sebuah sikap yang menyelinap dari sesuatu yang seharusnya kita syukuri. Ya, kesombongan itu sangat mudah muncul dan seringkali tidak direncanakan, dipikirkan atau disadari. Siapapun kita, untouchables atau bukan, jika kita bersikap sombong maka murka Tuhan bisa sama menimpa semuanya tanpa pandang bulu.

Hari ini saya ingin mengajak teman-teman untuk melihat konsekuensi dari kesombongan sebuah bangsa yang bernama Edom.

Siapa bangsa Edom ini? Bangsa Edom adalah bangsa yang berasal dari keturunan Esau dan membangun tempat tinggalnya di atas gunung. Letak wilayah mereka itu ada di ketinggian lebih dari 600 meter di atas permukaan laut. Kontur tempatnya ada di tebing terjal dengan jurang yang dalam. Kalau ditinjau dari segi geografis, Edom jelas sangat diuntungkan karena berada pada posisi yang sangat strategis dan aman. Pada waktu itu belum ada bom, rudal  atau pesawat tempur sehingga mereka bisa dengan mudah menyapu bersih siapapun yang menyerang dari bawah.

(bersambung)



No comments :

Search

Bagi Berkat?

Jika anda terbeban untuk turut memberkati pengunjung RHO, anda bisa mengirimkan renungan ataupun kesaksian yang tentunya berasal dari pengalaman anda sendiri, silahkan kirim email ke: rho_blog[at]yahoo[dot]com

Bahan yang dikirim akan diseleksi oleh tim RHO dan yang terpilih akan dimuat. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Archive

Jesus Followers

Stats

eXTReMe Tracker