Friday, August 17, 2018

Merdeka! (2)

webmaster | 8:00:00 AM |
(sambungan)

Kita mungkin tertawa melihat cara berpikir mereka yang sepertinya bodoh, tapi kita pun sering tanpa sadar bertindak seperti itu. Gelimang dosa dan kebiasaan buruk dari masa lalu terkadang terasa begitu nikmat dan masih begitu besar daya pikatnya, sehingga kita lebih memilih untuk membiarkan diri kita tersiksa dalam dosa ketimbang berbalik untuk mengikuti jalan Tuhan dengan penuh ketaatan.

Gambaran seperti ini pun merupakan kenyataan dari kehidupan kita. Kita berpikir bahwa kita sudah merdeka, dan dengan menerima Kristus seharusnya memang demikian. Tetapi sayangnya kita sebenarnya masih terikat dan karenanya tidak bisa melangkah maju memenuhi rencana Tuhan. Kita tidak kunjung merdeka dan tidak bisa menikmati hidup dalam kasih karunia. Tanpa sadar status merdeka kita pun hanya tinggal status, karena kenyataannya kita masih terjajah dan terbelenggu oleh berbagai hal, masih diperbudak oleh iblis dan terus menjadi hamba dosa. Begitu kuatnya ikatan ini, sehingga seperti bangsa Israel kita pun masih berpikir untuk lebih memilih menjadi bangsa terjajah ketimbang keluar dan menuai janji Tuhan.

Kemerdekaan itu sesungguhnya telah diberikan kepada kita lewat Kristus. Yesus berkata: "Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamupun benar-benar merdeka." (Yohanes 8:36). Benar-benar merdeka, itu berarti seharusnya tidak ada lagi satupun yang mengikat kita. Tidak ada penjajah manapun yang berhak untuk berkuasa atas hidup kita. Sebuah kemerdekaan yang sebenar-benarnya seharusnya membuat kita layak hidup tanpa perlu lagi menjadi hamba atas penjajah yang dahulu memperbudak kita. Seharusnya demikian.

Satu-satunya yang bisa membuat kita masih bisa dikuasai adalah apabila kita mengijinkannya, apabila kita memilih untuk tetap berada dibawah kekuasaan si jahat, masih memilih menghamba pada dosa dan membiarkan diri kita kembali diikat ketimbang menikmati kehidupan yang benar-benar merdeka yang sudah disediakan Tuhan lewat Kristus. Jika itu yang terjadi, kita sama seperti bangsa Israel pada masa perbudakan Mesir tadi. Kita tidak memandang sesuatu yang begitu besar yang Tuhan sudah sediakan di depan sana sehingga mengabaikannya. Kita lebih mau kembali kepada perbudakan dan binasa disana ketimbang menerima kebaikan Tuhan dalam kepenuhan.

Betapa sedihnya Tuhan Yesus kalau itu yang menjadi sikap dan keputusan kita. Kita tidak menghargai apa yang sudah Dia lakukan bagi kita, kita tidak mau menerima keselamatan kekal dan lebih memilih binasa dalam kuasa si jahat.

Kemerdekaan yang sebenar-benarnya bukanlah sekedar omongan belaka, tetapi merupakan sebuah anugerah luar biasa yang sudah diberikan kepada kita. Masalahnya adalah, apakah kita benar-benar mau menghargai kemerdekaan sebenar-benarnya itu secara sungguh-sungguh atau kita masih memilih hidup di bawah perbudakan, menjadi hamba dosa, menjadi tawanan iblis. Paulus pun mengingatkan hal ini. "Kamu telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran." (Roma 6:18).

(bersambung)


No comments :

Search

Bagi Berkat?

Jika anda terbeban untuk turut memberkati pengunjung RHO, anda bisa mengirimkan renungan ataupun kesaksian yang tentunya berasal dari pengalaman anda sendiri, silahkan kirim email ke: rho_blog[at]yahoo[dot]com

Bahan yang dikirim akan diseleksi oleh tim RHO dan yang terpilih akan dimuat. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Archive

Jesus Followers

Prayer Request

Community

Stats

eXTReMe Tracker