Thursday, August 23, 2018

Belenggu-Belenggu Penghalang Kemerdekaan (1)

webmaster | 8:00:00 AM |
Ayat bacaan: Markus 11:25
======================
"Dan jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di sorga mengampuni kesalahan-kesalahanmu."

Bangsa Indonesia dalam sejarahnya pernah mengalami oleh beberapa negara. Yang terlama tentu saja Belanda terutama di pulau Jawa. Belanda mulai masuk ke Indonesia di awal tahun 1600 hingga 1942, kemudian digantikan Jepang selama 3,5 tahun. Jepang hanya terbilang sebentar, tapi kekejaman bangsa negara matahari terbit ini menyisakan luka yang masih membekas baik bagi keturunan korbannya maupun bagi sejarah bangsa. Lalu beberapa ratus tahun sebelumnya ada Portugis dan Spanyol. Inggris pun sempat masuk dan menguasai pulau Jawa selama 1811-1816. Thomas Stamford Raffles adalah gubernur jendral yang diangkat pemerintah Inggris pada saat itu merupakan nama yang masih diingat terutama karena ia dicantumkan dalam pelajaran-pelajaran sejarah dan namanya juga diabadikan pada sebuah bunga parasit berukuran terbesar di dunia. Kalau Jepang yang melakukan praktek romusha dan kekejian lainnya terutama pada kaum wanita, Belanda sempat kembali mencoba masuk setelah bangsa ini merdeka dan melakukan agresi militernya beberapa kali.

Jadi bangsa kita seharusnya sudah tahu bagaimana berat dan kejamnya penderitaan sebagai bangsa terjajah. Sayangnya ada banyak orang yang hingga hari ini masih lebih memilih dijajah daripada hidup dalam kemerdekaan. Termasuk pula orang percaya. Bukan, kita bukan lagi dijajah oleh Belanda, Jepang dan sebagainya, melainkan oleh berbagai bentuk dosa sebagai produk dari si jahat. Banyak dari kita yang belum sepenuhnya merdeka, atau malah belum merdeka sama sekali. Kita sudah ditebus dari kutuk dosa, tetapi banyak yang masih hidup dibawahnya. Harusnya sudah tidak lagi dibelenggu dan bisa berlari maju untuk meraih masa depan yang baik sesuai rencana Tuhan yang indah, tapi malah memilih untuk terus dibelenggu jerat berbagai dosa.

Mengapa bisa seperti itu, padahal Yesus sudah memerdekakan kita ribuan tahun lalu? Kita yang sudah merdeka masih bisa terjajah karena keputusan kita sendiri yang masih mengijinkan kejahatan dosa berkuasa atas kita. Keputusan-keputusan atau perilaku kita sendiri yang bertentangan dengan Firman Tuhan membuat kita hidup bagai budak di alam kemerdekaan.

Menjadi budak di alam kemerdekaan, itu menyedihkan. Itu membuat kita tidak bisa meraih apa yang menjadi rencana Tuhan atas hidup kita. Itu akan membuat kita gagal hidup dalam kasih karunia dan karenanya gagal untuk menerima hidup yang kekal yang padahal sudah diberikan Kristus buat kita. Kita terhalang dari segala berkat dan terpisah jauh dari Tuhan. Karya penebusan Kristus yang juga memulihkan hubungan manusia dengan Tuhan seharusnya kita hargai sebagai sesuatu yang luar biasa besarnya.

Bayangkan, kita tidak lagi perlu untuk melalui perantaraan nabi jika ingin berhubungan dengan Tuhan. Setiap saat kita bisa menghampiri tahta karuniaNya yang kudus dan duduk di kakiNya untuk mendengar apa yang ingin Dia katakan pada kita. Tapi banyak orang yang sebenarnya sudah percaya masih terikat pada berbagai dosa dan karenanya kembali terputus hubungan dengan Tuhan. Harusnya sudah sangat dekat malah jadi tambah jauh. Itu adalah sesuatu yang ironis dan menyedihkan. Betapa sedihnya Yesus saat menyadari bahwa penderitaannya mengalami siksaan sampai wafat di kayu salib dibuang sia-sia oleh orang yang masih memilih untuk tunduk atau menghamba pada dosa.

Sebuah ayat dalam kitab Yesaya berkata: "Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar; tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu." (Yesaya 59:1-2).

Ayat ini sudah tidak asing lagi bagi sebagian besar dari kita, tetapi apakah kita sudah benar-benar merenungkannya? Adalah dosa-dosa yang kita biarkan terus bercokol di dalam diri kita yang bisa membuat doa-doa kita terhalang untuk mendapatkan jawaban.

(bersambung)


No comments :

Search

Bagi Berkat?

Jika anda terbeban untuk turut memberkati pengunjung RHO, anda bisa mengirimkan renungan ataupun kesaksian yang tentunya berasal dari pengalaman anda sendiri, silahkan kirim email ke: rho_blog[at]yahoo[dot]com

Bahan yang dikirim akan diseleksi oleh tim RHO dan yang terpilih akan dimuat. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Archive

Jesus Followers

Prayer Request

Community

Stats

eXTReMe Tracker