Thursday, August 9, 2018

"Maaf, Bapak Sedang Sibuk" (2)

webmaster | 8:00:00 AM |
(sambungan)

Ketika dunia menganggap kasih hanya layak diberikan kepada orang-orang terdekat dan yang baik atau menguntungkan saja, Yesus mengajarkan sebaliknya. Sebuah kasih haruslah mencakup kehidupan kita secara luas dan aplikasinya harus mampu menyentuh orang-orang yang jahat kepada kita, memusuhi atau bahkan tega menganiaya kita. Jika kita sanggup berbuat demikian, Yesus berkata: "Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar." (Matius 5:45).

Lihatlah bahwa Tuhan tidak saja mengurus anak-anakNya yang patuh kepadaNya saja, tetapi Dia juga sangat peduli kepada masa depan orang-orang yang tidak benar. Tuhan tidak pernah terlalu sibuk untuk manusia, Dia tidak pernah menutup diri dari kita. Jika manusia bisa merasa dirinya sudah terlalu sibuk, bisakah anda bayangkan bagaimana sibuknya Tuhan mengurusi seisi dunia ini dari satu generasi ke generasi berikutnya? Itu bukanlah sebuah pekerjaan yang mudah, tetapi Tuhan dengan senang hati selalu membuka DiriNya bagi kita, bahkan rindu untuk menerima kita bercerita, tertawa dan menangis bersama-sama denganNya.

Daud menggambarkan kesediaan Tuhan ini secara panjang lebar dalam Mazmur 34. Daud berkata "Orang yang tertindas ini berseru, dan TUHAN mendengar; Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya." (Mazmur 34:7). Bukankah itu sangat melegakan? Ketika kita berhadapan dengan kesulitan lalu berseru, Tuhan mendengar. Tuhan tidak berkata, "maaf, Saya terlalu sibuk untuk anda", atau "Maaf, anda kurang penting dibandingkan yang lain, silahkan datang lagi lain waktu." Tidak. Tuhan mengatakan Dia mendengar. He does listen. 

Tidak saja mendengar, tetapi Dia pun siap menyelamatkan dan melepaskan kita dari kesesakan. Seperti seorang ayah yang peduli dan sayang kepada anak-anaknya, demikianlah sikap Tuhan kepada kita. Lalu selanjutnya kita bisa membaca ayat berikut ini: "Mata TUHAN tertuju kepada orang-orang benar, dan telinga-Nya kepada teriak mereka minta tolong... Apabila orang-orang benar itu berseru-seru, maka TUHAN mendengar, dan melepaskan mereka dari segala kesesakannya." (ay 16,18).

Tuhan penuh kasih sayang terhadap kita dan tidak ingin kita menghadapi masalah atau terluka sendirian. Dalam ayat berikutnya dikatakan: "TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya." (ay 19). Seperti itulah Tuhan mengasihi kita. Dia peduli terhadap penderitaan kita, dan Dia tidak pernah terlalu sibuk untuk berada bersama kita, menguatkan kita dan melepaskan kita dari beban-beban yang berat.

Di saat banyak orang terlalu sibuk untuk mendengarkan atau membantu orang lain, ketika sebagian dari mereka berkata bahwa ia tidak punya waktu untuk orang lain, ketika mereka menganggap waktu mereka terlalu berharga buat diberikan, Tuhan tidak seperti itu. Ingatlah bahwa dalam renungan sebelumnya saya sudah menyampaikan bagaimana keyakinan Daud kepada Tuhan yang begitu besar seperti yang ia sampaikan dalam Mazmur 139.

(bersambung)

No comments :

Search

Bagi Berkat?

Jika anda terbeban untuk turut memberkati pengunjung RHO, anda bisa mengirimkan renungan ataupun kesaksian yang tentunya berasal dari pengalaman anda sendiri, silahkan kirim email ke: rho_blog[at]yahoo[dot]com

Bahan yang dikirim akan diseleksi oleh tim RHO dan yang terpilih akan dimuat. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Archive

Jesus Followers

Prayer Request

Community

Stats

eXTReMe Tracker