Sunday, August 5, 2018

In the End I'm Alone? (2)

webmaster | 8:00:00 AM |
(sambungan)

Daud menyadari dan paham sepenuhnya akan pengenalan Tuhan tentang dirinya. Lanjut Daud lagi: "Engkau mengetahui, kalau aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh. Engkau memeriksa aku, kalau aku berjalan dan berbaring, segala jalanku Kaumaklumi." (ay 2-3). Tuhan tahu apapun yang Daud lakukan atau perbuat. Dan Tuhan ada di sekelilingnya dari segala penjuru, bahkan ia merasakan tangan Tuhan melindunginya dari atas (ay 5).

Semua itu jauh di atas kemampuan pemikiran kita. Daud menggambarkannya begini: "Terlalu ajaib bagiku pengetahuan itu, terlalu tinggi, tidak sanggup aku mencapainya.". (ay 6). Apalagi saat jiwa Daud menyadari sebenar-benarnya bahwa dia, seperti halnya kita, dibentuk dan ditenun Tuhan sendiri dalam kandungan ibu dan dengan demikian merupakan ciptaan Tuhan yang dahsyat dan ajaib. (ay 13-14), kemudian menyadari pula bahwa Tuhan sudah melihat kita sebelum kita lahir, bahkan sudah merencanakan segala yang terbaik bagi kita jauh sebelum kita ada (ay 15-16).

Menyadari itu, Daud kembali berseru "Dan bagiku, betapa sulitnya pikiran-Mu, ya Allah! Betapa besar jumlahnya!" (ay 17). Betapa banyaknya yang Tuhan tahu dari kita, betapa istimewa dan pentingnya kita dalam hati Tuhan.

Jadi jelas, Tuhan mengenal kita dengan teramat sangat baik. He fully knows us. Tapi apakah berhenti hanya sampai mengenal saja? Daud tahu bahwa Tuhan tidak hanya sekedar mengenal kita, tapi Dia juga peduli. Sangat peduli. Daud berkata: "Jika aku mendaki ke langit, Engkau di sana; jika aku menaruh tempat tidurku di dunia orang mati, di situpun Engkau. Jika aku terbang dengan sayap fajar, dan membuat kediaman di ujung laut,  juga di sana tangan-Mu akan menuntun aku, dan tangan kanan-Mu memegang aku." (ay 8-10).

Tidak peduli dimanapun kita berada, apakah dalam keadaan baik maupun tidak, Tuhan akan selalu ada bersama kita. Dia akan selalu mengulurkan tanganNya menuntun, menolong, memegang, membimbing dan melindungi kita. Jadi kalau Tuhan mengenal dan sangat peduli pada kita, kenapa kita harus merasa sendirian menghadapi segalanya?

Yang luar biasa, Daud tidak sekedar menyadari bahwa Tuhan mengenal dan peduli untuk melepaskannya dari kesulitan, tapi terlebih penting baginya adalah agar Tuhan menyelidiki hati dan pikirannya. Ia berkata "Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku; lihatlah, apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal!" (ay 23-24).

Daud tahu betapa pentingnya hal itu, karena ia tidak mau ada sedikitpun yang melenceng dari kebenaran tanpa ia sadari. Sekiranya ada, Daud meminta Tuhan untuk memeriksa dan sekiranya mendapati, agar Tuhan membimbingnya pada jalan yang benar.

(bersambung)


No comments :

Search

Bagi Berkat?

Jika anda terbeban untuk turut memberkati pengunjung RHO, anda bisa mengirimkan renungan ataupun kesaksian yang tentunya berasal dari pengalaman anda sendiri, silahkan kirim email ke: rho_blog[at]yahoo[dot]com

Bahan yang dikirim akan diseleksi oleh tim RHO dan yang terpilih akan dimuat. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Archive

Jesus Followers

Prayer Request

Community

Stats

eXTReMe Tracker