Sunday, May 27, 2018

Simon Orang Farisi dan Wanita Berdosa (3)

webmaster | 8:00:00 AM |
(sambungan)


Sementara si wanita berdosa butuh usaha keras untuk bisa berada disana. Seperti Simon, ia pun pasti sudah mendengar begitu banyak perbuatan Yesus yang menunjukkan bahwa Dia adalah Tuhan. Saat merenungkan Firman Tuhan, saya suka mencoba membayangkan kejadiannya secara visual dalam benak saya. Ijinkan saya membagikan apa yang saya lihat dalam gambaran di pikiran saya.

Mungkin pada suatu hari ia berada di sisi jalan saat melihat Yesus melakukan mukjizat dan mendengar pengajaran Yesus. Hidupnya yang penuh dosa tersentuh oleh FirmanNya, hatinya yang beku menjadi cair. Kehangatan kasih Kristus mengalir dalam dirinya.

Karena selalu ada kerumunan orang di dekat Yesus, ia tidak bisa bertemu dan berbicara langsung dengan Yesus. Apalagi melihat statusnya yang sudah diketahui seisi kota sebagai wanita pendosa. Tapi suatu hari saat ia mendengar bahwa Yesus akan datang pada jamuan makan di rumah seseorang, ia mengambil keputusan untuk bertemu dengan Yesus, no matter what, no matter how. Ia rindu akan sebuah pertemuan yang lebih personal, ia ingin mendapat jamahan Tuhan secara langsung. Dia tidak peduli dimana, dia tidak peduli siapa orang-orang yang bakal ada disana dan apa yang akan mereka katakan tentang dia. Kalaupun ia kemudian diusir atau dilempar keluar, setidaknya ia sudah berusaha.

Dalam ayat 38 kita bisa melihat bahwa ia berhasil. "Sambil menangis ia pergi berdiri di belakang Yesus dekat kaki-Nya, lalu membasahi kaki-Nya itu dengan air matanya dan menyekanya dengan rambutnya, kemudian ia mencium kaki-Nya dan meminyakinya dengan minyak wangi itu." Ia sudah ada tepat di belakang Yesus dekat kakinya. Dia menyadari statusnya, merasa tidak layak dan terjatuh di kaki Yesus. Dia tidak tahu harus berkata apa, dia tidak sanggup mengontrol emosinya. Semua beban hidupnya yang berat tumpah seketika disana lewat air mata yang mengalir deras. Begitu deras sehingga cukup untuk mencuci kaki Yesus.

Bagaimana mengeringkannya? Wanita ini memilih untuk menyeka kaki Yesus yang basah oleh air mata dengan rambutnya. Ia mencium kaki Yesus dan kemudian meminyaki dengan minyak wangi yang ia bawa, bukan di kepala seperti adat Yahudi melainkan di kaki Yesus, satu-satunya tempat yang ia bisa atau berani dekati. Bagi saya apa yang ia lakukan sangat mengharukan. Siapapun kita yang mungkin hari ini sedang berada di persimpangan jalan dan tengah terpuruk oleh dosa, kita bisa ikuti langkah wanita ini menuju kaki Yesus.

Sebuah kesimpulan bisa kita dapatkan dari kisah ini. Simon mengundang Yesus ke rumahnya, tapi bukan ke dalam hatinya. Sementara wanita berdosa ini menyambut Yesus dalam hatinya, dan Yesus membalas dengan menyambutNya dengan sukacita lalu mengampuni seluruh dosanya. Ia masuk sebagai wanita berdosa, tapi keluar dengan selamat.

(bersambung)


No comments :

Search

Bagi Berkat?

Jika anda terbeban untuk turut memberkati pengunjung RHO, anda bisa mengirimkan renungan ataupun kesaksian yang tentunya berasal dari pengalaman anda sendiri, silahkan kirim email ke: rho_blog[at]yahoo[dot]com

Bahan yang dikirim akan diseleksi oleh tim RHO dan yang terpilih akan dimuat. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Archive

Jesus Followers

Prayer Request

Community

Stats

eXTReMe Tracker