Tuesday, May 22, 2018

Prioritas Maria dan Marta (2)

webmaster | 8:00:00 AM |
(sambungan)

Apa yang anda lakukan jika ada orang besar, katakanlah pejabat atau pemimpin datang ke rumah anda? Anda tentu akan segera menyiapkan segala sesuatu untuk melayaninya bukan? Memberi yang terbaik, menyiapkan yang terbaik agar sang pemimpin bisa ada disana senyaman mungkin. Kalau perlu renovasi rumah minimal cat ulang. Melayani total, memberi servis terbaik, itulah yang ada di pikiran Marta.

Ada tamu Agung datang ke rumah, bukan sekedar pemimpin dunia melainkan Yesus, Raja di atas segala raja, Marta langsung sibuk melayani. Ia ingin menunjukkan bahwa ia sangat menghargai kunjungan Yesus lewat cara menyediakan segala hal yang dia anggap akan menyenangkan hati Yesus.

Injil Lukas mencatat kejadian waktu itu seperti ini:

"...Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya, sedang Marta sibuk sekali melayani." (Lukas 10:39b-40a).

Marta sibuk sekali melayani, tapi Maria mengambil sikap berbeda. Maria justru memilih untuk terus duduk diam di dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan apapun yang dikatakan Yesus. Bagaimana tanggapan Marta? Marta menganggap Maria malas karena tidak membantunya dalam melayani Yesus. "Bukannya ikut membantu malah duduk malas-malasan. Huh." Itu kira-kira reaksinya. Lalu ia  bahkan meminta Yesus mengingatkan Maria untuk membantunya. "Ia mendekati Yesus dan berkata: "Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku." (ay 40b).

Sangatlah menarik melihat jawaban Yesus kepada Marta. KataNya: "Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara,tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya." (Lukas 10:41-42). "Marta, kamu itu terlalu kuatir dan sibuk memikirkan dan melakukan ini dan itu, terlalu memusingkan diri dengan begitu banyak hal. Tenanglah. Lihat Maria, dia tahu apa yang tepat, dan itu tidak akan diambil darinya." Begitulah jawaban Yesus.

Sebuah pelajaran penting bisa kita petik dari kisah sederhana ini. Lebih dari segala pelayanan yang kita lakukan, Tuhan merindukan saat-saat khusus ketika anda datang kepadaNya dengan telinga yang siap mendengar, dan hati yang siap menerima. Sekali lagi, melayani itu sangat baik, bahkan wajib. Bekerja pun demikian. Tapi ada kalanya kita harus menarik rem dari kesibukan kita, baik pekerjaan ataupun pelayanan. Ada saatnya kita harus berhenti berkeluh kesah dan meminta tolong atas segala permasalahan kita. Dan pergunakanlah waktu tersebut untuk duduk diam di kaki Tuhan dan memberi semua perhatian untuk mendengarNya. Itu akan menunjukkan betapa kita mengasihiNya dan bersyukur atas segala yang telah Dia sediakan bagi kita. Disana kita bisa merasakan kasihNya yang begitu damai, mendengar suaraNya menyampaikan hal-hal yang ingin Dia katakan pada kita, menikmati persekutuan pribadi yang indah dengan Bapa. Itu juga akan sangat menyenangkan hatiNya.

Dalam kesempatan lain Yesus berkata: "Tetapi berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya." (Matius 13:16-17). Bukankah banyak orang yang ingin melihat apa yang kita lihat, tapi mereka tidak bisa melihatnya? Dan ingin mendengar suara Tuhan tapi tidak bisa mendengarnya? Yesus sudah memulihkan hubungan kita dengan Tuhan yang sempat terputus lama akibat dosa, itu membuat kita bisa berhubungan langsung dengan Tuhan tanpa perlu lagi melalui perantaraan nabi atau imam. Sadarkah kita bahwa itu adalah sebuah anugerah yang sangat besar yang akan sayang sekali kalau tidak kita pergunakan dan biarkan sia-sia? Bukankah keterlaluan disaat banyak orang yang ingin bisa seperti kita, kita malah membuang kesempatan itu dan lebih memilih sibuk mencoba mengambil hati Tuhan dengan memusingkan dan melakukan ini dan itu?

(bersambung)


No comments :

Search

Bagi Berkat?

Jika anda terbeban untuk turut memberkati pengunjung RHO, anda bisa mengirimkan renungan ataupun kesaksian yang tentunya berasal dari pengalaman anda sendiri, silahkan kirim email ke: rho_blog[at]yahoo[dot]com

Bahan yang dikirim akan diseleksi oleh tim RHO dan yang terpilih akan dimuat. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Archive

Jesus Followers

Prayer Request

Community

Stats

eXTReMe Tracker