Wednesday, May 30, 2018

Simon Orang Farisi dan Wanita Berdosa (6)

webmaster | 8:00:00 AM |
(sambungan)

- Melihat kekurangan atau kesalahan orang lain dan tidak melihat dosa yang masih ada pada diri sendiri. 

Peribahasa mengatakan: gajah di pelupuk mata tidak kelihatan, semut di seberang lautan tampak jelas. Kesalahan diri sendiri tidak terlihat, tapi kesalahan orang lain terlihat jelas. Yesus sendiri sudah mengatakan: "Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui?" (Matius 7:3). Kita harus berhenti menilai orang lain dan kembali menata hidup kita sendiri. Memastikan agar hidup kita bisa memancarkan terang, menampilkan gambar atau image Tuhan secara benar dalam hidup kita. Terus lebih baik lagi sampai orang bisa mengenal Yesus dan kebenaran Ilahi yang Dia ajarkan secara benar lewat diri kita secara langsung.

- Kita menolak kesempatan untuk melayani Tuhan.
Simon hanya mencari sesuatu dari Yesus. Dia hanya butuh Yesus untuk memenuhi apa yang ia perlukan. Tidak lebih. Orang yang bersikap seperti ini tidak mau repot-repot melakukan sesuatu untuk orang lain, karena mereka hanya mementingkan pemenuhan kebutuhannya sendiri. Kalau orang percaya masih banyak yang terjebak pada sikap ini, bayangkan bagaimana gereja bisa memperluas daya jangkaunya, dan yang lebih parah lagi, bagaimana kita bisa berharap Kerajaan Allah bisa dinyatakan di muka bumi ini.

- Kita lebih peduli terhadap informasi daripada transformasi
Banyak orang yang lebih sibuk mencari pengajaran ketimbang meng-upgrade pertumbuhan imannya. Mencari pengetahuan, mengejar kotbah, bukan untuk mengalami transformasi ke arah yang lebih baik melainkan hanya untuk diperdebatkan, dicari-cari kesalahannya atau bahkan dipakai untuk menghakimi orang lain. Firman Tuhan hanya dipandang sebagai informasi. Semakin banyak informasi yang didapat bisa membuat diri kita semakin terlihat hebat. Ini semua adalah beberapa bentuk ragi Farisi yang harus kita hindari.

3. Apakah kita mengasihiNya dan menghargai betul pengampunan dan kasih karunia yang diberikanNya buat kita?

Seperti yang sudah saya sampaikan di atas, Yesus menegur Simon dengan mengambil sebuah perumpamaan. Ada dua orang yang berhutang, satu hutangnya besar, satu kecil. Keduanya diberikan pengampunan hutang sepenuhnya. Yang mana yang lebih menghargai pengampunan itu? Tentu orang yang hutangnya lebih besar. Maka Yesus berkata:
"Sebab itu Aku berkata kepadamu: Dosanya yang banyak itu telah diampuni, sebab ia telah banyak berbuat kasih. Tetapi orang yang sedikit diampuni, sedikit juga ia berbuat kasih." (ay 47).

Dalam versi The Message dikatakan "She was forgiven many, many sins, and so she is very, very grateful. If the forgiveness is minimal, the gratitude is minimal."

Simon memperlakukan Yesus dengan sangat tidak pantas. Jangankan menyembah, dia bahkan tidak menyambut Yesus sesuai dengan tradisi Yahudi pada saat itu. Itu terjadi karena Simon gagal menyadari bahwa sebagai manusia, ia masih jauh dari sempurna dan masih membutuhkan pengampunan dan kasih karunia dari Yesus agar bisa selamat. Selain gagal menyadari hal itu, dia juga gagal menyadari siapa yang bisa mengampuninya. Kalau dia sadar akan hal itu, saya yakin saat itu juga ia akan berlutut dan mencium kaki Yesus seperti halnya yang dilakukan oleh si wanita berdosa.

(bersambung)


No comments :

Search

Bagi Berkat?

Jika anda terbeban untuk turut memberkati pengunjung RHO, anda bisa mengirimkan renungan ataupun kesaksian yang tentunya berasal dari pengalaman anda sendiri, silahkan kirim email ke: rho_blog[at]yahoo[dot]com

Bahan yang dikirim akan diseleksi oleh tim RHO dan yang terpilih akan dimuat. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Archive

Jesus Followers

Prayer Request

Community

Stats

eXTReMe Tracker