Tuesday, May 8, 2018

Imam Eli, Hofni dan Pinehas (3)

webmaster | 8:00:00 AM |
(sambungan)


Jika kebanyakan pria meletakkan keluarga tidak dalam posisi teratas dan harus selalu siap untuk dikorbankan demi tugas-tugas atau pekerjaan, Alkitab sama sekali tidak menyebutkan demikian. Salah satunya bisa kita lihat dari apa yang dikatakan Yesus berikut: "Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi." (Kisah Para Rasul 1:8). Lihatlah ada sebuah urutan disana. Di Yerusalem, itu berbicara mengenai keluarga, lalu meningkat ke Yudea, menggambarkan lingkup regional, lalu ke Samaria yang mengacu kepada negara/nasional dan baru mencapai dunia. Artinya kita tidak akan bisa bermimpi untuk bisa menjadi berkat bagi dunia atau kota sekalipun jika kita tidak memulainya dari keluarga.

Bukankah ironis jika kita berhasil melayani orang lain tetapi justru gagal dalam keluarga sendiri, pintar mengajari orang tetapi tidak bisa mengajar anak sendiri? Keluarga harus menjadi prioritas utama di atas pekerjaan atau pelayanan sekalipun. Idealnya rumah tangga orang percaya seharusnya bisa menjadi rumah yang sejuk, nyaman dan damai, dan bisa menjadi teladan bahkan kesaksian tersendiri bagi orang lain.

Terhadap anak para pria diminta untuk bisa meluangkan waktu bersama mereka dan mendidik mereka berulang-ulang. "Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun." (Ulangan 6:6-7) Masalahnya, bagaimana kita bisa mengajarkan berulang-ulang apabila kita jarang bersama mereka? Tetapi itupun belum cukup, sebab ayat selanjutnya berkata: "Haruslah juga engkau mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang di dahimu, dan haruslah engkau menuliskannya pada tiang pintu rumahmu dan pada pintu gerbangmu." (ay 8-9). Ayat ini menunjukkan pentingnya kita untuk menjadi teladan. Bagaimana anak-anak bisa menerima apa yang kita ajarkan jika kita tidak menjadi teladan, dan bagaimana orang bisa percaya kepada apa yang kita katakan kalau anak-anak kita tidak mencerminkan pribadi yang beriman dan tunduk pada kebenaran?

Menetapkan skala prioritas adalah hal yang tidak boleh diabaikan. Tempatkan keluarga terlebih dahulu sebelum menjangkau sesuatu yang lebih luas. Jangan sampai pekerjaan atau pelayanan membuat keluarga justru terbengkalai atau berantakan, karena sesungguhnya keteladanan justru dimulai dari keluarga. Dari keluarga imam Eli kita bisa melihat konsekuensi dari ketidaktegasan, memanjakan hingga kesalahan dalam menetapkan skala prioritas. Jangan sampai kita mengulangi hal yang sama.

Para pria, perhatikan istri dan anak-anak kita. Apakah mereka sudah mendapat cukup perhatian dari kita? Menjadi pria memang tidak mudah. It's never easy. Seperti yang saya katakan kemarin, being a superman is not about being able to fly, holding a bullet, catching up the bad guys or getting the most money, but it's about finding balance in every role and know to place the priority. Sadarilah bahwa keluarga membutuhkan figur ayah teladan yang mengasihi mereka dan rindu untuk meluangkan waktu bersama dengan mereka. Pastikan anak-anak anda tidak kehilangan figur bapa dan istri anda punya suami yang berada disisi mereka dalam menghadapi segala sesuatu. Suatu hari nanti anda akan bahagia dan lega anda sudah melakukannya.

Ayah teladan adalah ayah yang menempatkan keluarga pada prioritas utamanya dan tidak mengabaikan pentingnya mendidik anak lewat keteladanan hidup mereka

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

No comments :

Search

Bagi Berkat?

Jika anda terbeban untuk turut memberkati pengunjung RHO, anda bisa mengirimkan renungan ataupun kesaksian yang tentunya berasal dari pengalaman anda sendiri, silahkan kirim email ke: rho_blog[at]yahoo[dot]com

Bahan yang dikirim akan diseleksi oleh tim RHO dan yang terpilih akan dimuat. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Archive

Jesus Followers

Prayer Request

Community

Stats

eXTReMe Tracker