Monday, January 20, 2014

Menghindari Pemutusan Kerja

webmaster | 8:00:00 AM |
Ayat bacaan: Lukas 13:7
===================
"Lalu ia berkata kepada pengurus kebun anggur itu: Sudah tiga tahun aku datang mencari buah pada pohon ara ini dan aku tidak menemukannya. Tebanglah pohon ini! Untuk apa ia hidup di tanah ini dengan percuma!"

Pemutusan Hubungan Kerja sering dianggap mengangkangi hak-hak buruh dan karyawan. Jika kita melihat demo buruh dimana-mana, kita pun akan melihat seringkali bentuk tuntutan tidak masuk akal karena tidak melihat fakta yang terjadi dari perspektif yang lebih luas. Benar, di satu sisi peraturan pemerintah masih kurang melindungi hak-hak buruh, dan memang ada pengusaha-pengusaha nakal yang ingin mengeruk keuntungan sebanyak-banyaknya tanpa memperhatikan kesejahteraan pekerjanya. Tapi melihat kondisi ekonomi makro di negara kita, kenaikan harga-harga bahan pokok dibanding pendapatan menimbulkan tingkat inflasi yang cukup mencemaskan dari sisi pengusaha. Untuk menyelamatkan kapal, mau tidak mau keputusan pahit bisa jadi harus diambil. Jadi ada banyak faktor yang bisa mendatangkan keputusan PHK yang bisa saja luput dari perhatian kita. Salah satunya adalah dari sisi kinerja atau performance sang karyawan itu sendiri.

Hari ini mari kita lihat kembali perumpamaan tentang pohon ara yang tidak berbuah di kebun anggur seperti yang disampaikan Yesus sendiri dari sudut pandang berbeda. "Seorang mempunyai pohon ara yang tumbuh di kebun anggurnya, dan ia datang untuk mencari buah pada pohon itu, tetapi ia tidak menemukannya." (Lukas 13:6). Bagus tidaknya sebuah pohon biasanya dinilai dari buah yang dihasilkan. Pohon yang bagus dan sedapat mungkin dipelihara dengan baik. Sebaliknya, jika pohon itu tidak kunjung menghasilkan buah, meski dengan segala cara sudah diusahakan, maka mau tidak mau pohon itu harus ditebang karena jika terus dipelihara, maka pohon itu hanya akan menghabiskan zat makanan dari tanah tanpa memberi hasil apa-apa. Itulah yang terjadi dalam perumpamaan yang diberikan Yesus di Injil Lukas 13:6-9 ini. "Lalu ia berkata kepada pengurus kebun anggur itu: Sudah tiga tahun aku datang mencari buah pada pohon ara ini dan aku tidak menemukannya. Tebanglah pohon ini! Untuk apa ia hidup di tanah ini dengan percuma!" (ay 7). Tiga tahun bukanlah waktu yang singkat untuk menanti buah keluar dari sebuah pohon. Ada kesempatan yang sudah diberikan, dan segala daya upaya pun sudah dilakukan sang pemilik kebun selama 3 tahun itu. Tapi nyatanya pohon itu tidak juga bisa menghasilkan apa-apa. Tetapi si tukang kebun masih meminta belas kasih dari sang pemilik. "Jawab orang itu: Tuan, biarkanlah dia tumbuh tahun ini lagi, aku akan mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk kepadanya, mungkin tahun depan ia berbuah; jika tidak, tebanglah dia!" (ay 8-9). Lewat tukang kebun, pohon itu mendapatkan kesempatan kedua. The second chance. Tapi jika itupun disia-siakan, maka tidak ada jalan lain selain menebang habis pohon itu.

Sebagai orang percaya kita dituntut untuk bisa menjadi teladan dimanapun kita ditempatkan. Dalam pekerjaan pun demikian. Etos kerja seorang Kristen adalah bekerja dengan sungguh-sungguh, dengan sebaik-baiknya seperti melakukannya untuk Tuhan. (Kolose 3:23). Kita dituntut untuk memiliki buah yang baik, dimana nama Tuhan bisa dipermuliakan lewat buah-buah yang kita hasilkan, sebab "Jikalau suatu pohon kamu katakan baik, maka baik pula buahnya; jikalau suatu pohon kamu katakan tidak baik, maka tidak baik pula buahnya. Sebab dari buahnya pohon itu dikenal." (Matius 12:33). Dari manusia lama yang berselubung dosa kita telah ditebus menjadi ciptaan baru. Sebuah pertobatan yang telah dibereskan dengan sungguh-sungguh seharusnya bisa menghasilkan buah-buah yang baik. "Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan." (Matius 3:8). Bayangkan apabila kita menjadi orang percaya yang benar, dengan hidup yang benar-benar dipimpin oleh Roh Allah sendiri. Lalu kita berbuah seperti yang dirinci dalam Galatia 5:22 mengenai buah Roh. Bukankah itu luar biasa? Bukan saja sekedar terhindar dari jerat PHK, tapi kita pun bisa menjadi teladan, menjadi terang dan garam.

Kita bisa belajar lewat perumpamaan ini untuk terhindar dari PHK. Salah satu cara yang ampuh untuk menghindari jerat ini adalah dengan menempatkan diri kita pada posisi yang terus menghasilkan buah. coba lihat apakah apakah anda sudah memberi yang terbaik dalam apa yang anda kerjakan? Jika anda saat ini seorang karyawan, apakah anda sudah memberi hasil yang memuaskan dalam kinerja anda? Apakah pimpinan puas dengan hasil kerja anda? Jika anda sudah memberi yang terbaik anda tentu tidak perlu khawatir, karena tidak ada seorangpun pimpinan yang rela kehilangan karyawan terbaiknya bukan? Tapi sebaliknya, jika anda masih termasuk "pohon yang tidak berbuah", maka posisi tawar anda akan sangat lemah untuk menghindar dari masalah PHK. Dengan alasan efisiensi, perusahaan biasanya akan memberhentikan karyawan-karyawan yang tidak produktif, tapi mereka akan dengan segala daya upaya mempertahankan pegawai-pegawai terbaiknya. Dari sudut pandang seperti ini kita bisa melihat apa yang harus kita lakukan agar kita bisa selamat dalam setiap kemungkinan pemutusan hubungan kerja. Berbuah, berbuah dan berbuahlah terus.

Pohon yang baik akan terlihat dari buah yang dihasilkan

Follow us on twitter: https://twitter.com/dailyrho

No comments :

Search

Bagi Berkat?

Jika anda terbeban untuk turut memberkati pengunjung RHO, anda bisa mengirimkan renungan ataupun kesaksian yang tentunya berasal dari pengalaman anda sendiri, silahkan kirim email ke: rho_blog[at]yahoo[dot]com

Bahan yang dikirim akan diseleksi oleh tim RHO dan yang terpilih akan dimuat. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Archive

Jesus Followers

Prayer Request

Community

Stats

eXTReMe Tracker