Friday, January 17, 2014

Karakteristik Buah yang Baik dan Bernilai Tinggi (1)

webmaster | 8:00:00 AM |
Ayat bacaan: Galatia 5:22-23
======================
"Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu."

Beruntunglah kita yang tinggal di daerah tropis, karena kita bisa mendapatkan berbagai jenis buah-buahan segar dengan harga yang relatif lebih murah. Suatu kali ketika saya pergi ke sebuah negara di Eropa Utara, saya melihat ada rambutan yang bukan dijual per-ikat seperti di negara kita, tapi dijual satuan, itupun sudah menghitam, mengkerut dan tidak lagi menarik dilihat. Yang membuat saya terkejut, harganya sangat tidak masuk akal karena mencapai sekitar 50 ribu rupiah dengan kurs yang  berlaku sekitar 13 tahun lalu. Iseng saya bertanya kepada pegawai disana apakah buah itu laku dijual, ia berkata bahwa pembelinya sangat banyak. "Dari luar mungkin tidak menarik, tapi rasanya tetap manis. Orang disini menyukai buah tropis, sehingga mereka akan membeli berapapun harganya tanpa harus jauh-jauh ke negara anda." kira-kira seperti itu katanya. Hari ini saya teringat akan waktu itu dan berpikir bahwa buah yang manis akan terus dicari dan dihargai tinggi oleh banyak orang.

Mari kita lanjutkan seri renungan mengenai buah. Kemarin kita sudah melihat bagaimana kecewa dan marahnya Tuhan melihat manusia ciptaanNya yang tidak kunjung berbuah baik meski Dia sudah memberi segalanya untuk itu. "Ia mencangkulnya dan membuang batu-batunya, dan menanaminya dengan pokok anggur pilihan; ia mendirikan sebuah menara jaga ditengah - tengahnya dan menggali lobang tempat memeras anggur; lalu dinantinya supaya kebun itu menghasilkan buah anggur yang baik tetapi yang dihasilkannya ialah buah anggur yang asam." (Yesaya 5:2). Bayangkan Tuhan sudah memberi kunci Kerajaan Surga, tapi anak-anakNya mengabaikan itu semua dan tidak membawa "buah" atau dampak apapun dalam hidup mereka. Tidaklah heran apabila Tuhan kecewa karenanya. "Apatah lagi yang harus diperbuat untuk kebun anggur-Ku itu, yang belum Kuperbuat kepadanya? Aku menanti supaya dihasilkannya buah anggur yang baik, mengapa yang dihasilkannya hanya buah anggur yang asam?" (ay 4). "Harus bagaimana lagi supaya anak-anak-Ku di dunia ini menyadari jatidirinya? Dengan segala yang telah Aku berikan , seharusnya mereka menjadi teladan bagi banyak orang, tetapi mengapa malah menjadi batu sandungan..." Seperti itulah kira-kira kekecewaan Tuhan. Lalu lihatlah bagaimana marahnya Tuhan. "Maka sekarang, Aku mau memberitahukan kepadamu apa yang hendak Kulakukan kepada kebun anggur-Ku itu: Aku akan menebang pagar durinya, sehingga kebun itu dimakan habis, dan melanda temboknya, sehingga kebun itu diinjak-injak; Aku akan membuatnya ditumbuhi semak-semak, tidak dirantingi dan tidak disiangi, sehingga tumbuh puteri malu dan rumput; Aku akan memerintahkan awan-awan, supaya jangan diturunkannya hujan ke atasnya." (ay 5-6).  Dalam injil Matius, pokok-pokok yang tidak menghasilkan buah yang baik dikatakan akan "ditebang adan dibuang ke dalam api." (Matius 3:10). Dalam Wahyu kita kembali mendapati konsekuensi yang harus dihadapi oleh "buah-buah anggur asam" ini. "...Ayunkanlah sabitmu yang tajam itu dan potonglah buah-buah pohon anggur di bumi, karena buahnya sudah masak." Lalu malaikat itu mengayunkan sabitnya ke atas bumi, dan memotong buah pohon anggur di bumi dan melemparkannya ke dalam kilangan besar, yaitu murka Allah." (Wahyu 14:18b-19).

Lantas seperti apa seharusnya buah yang seharusnya dihasilkan? Jika buah-buah yang enak dalam ilustrasi awal di atas bisa berharga sangat tinggi meski tampak luarnya sudah tidak menarik, kita orang-orang percaya yang notabene manusia dengan tubuh, jiwa dan roh mempunyai buah yang jauh lebih berharga lagi. Dan itu tercatat dalam surat Galatia, yang disebut dengan buah Roh. "Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu." (Galatia 5:22-23). Lihatlah betapa indahnya buah-buah yang dihasilkan oleh sebentuk roh yang melekat pada Kristus. Seperti itulah buah yang ingin Tuhan tuai atas hasil usahaNya dalam merawat dan mengasihi kita.

(bersambung)

No comments :

Search

Bagi Berkat?

Jika anda terbeban untuk turut memberkati pengunjung RHO, anda bisa mengirimkan renungan ataupun kesaksian yang tentunya berasal dari pengalaman anda sendiri, silahkan kirim email ke: rho_blog[at]yahoo[dot]com

Bahan yang dikirim akan diseleksi oleh tim RHO dan yang terpilih akan dimuat. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Archive

Jesus Followers

Prayer Request

Community

Stats

eXTReMe Tracker