Monday, July 11, 2016

Sukacitanya Daud (1)

webmaster | 8:00:00 AM |
Ayat bacaan: Mazmur 16:8-9a
======================
"Aku senantiasa memandang kepada TUHAN; karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah. Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorak.."

Seorang teman yang biasanya ceria tiba-tiba berubah jadi pendiam. Air mukanya keruh meski tidak menunjukkan emosi atau sedih. Ia hanya diam dan menyapa sekenanya. Setelah saya tanya, ia baru bercerita kalau sebenarnya ia tidak punya masalah yang terlalu pelik, hanya saja moodnya sedang down. Bukankah kita pun bisa atau pernah mengalami hal itu? Mungkin karena terlalu lelah, mungkin karena ada gangguan-gangguan yang meski kecil tapi tetap saja merusak mood kita. Itu wajar saja. Masalahnya, kalau mood yang kurang kondusif itu kita biarkan, biasanya mood bukannya makin baik tapi memburuk. Bisa berubah jadi emosi, jadi mudah marah, gampang kesal dan salah-salah orang yang tak bersalah bisa kita semprot tanpa kita sadari. Dibiarkan saja bisa seperti itu apalagi kalau diladeni, semakin dirasa-rasa, semakin disulut. Wah, bisa makin besar baranya.

Hidup memang tidak mudah. Jika melihat hidup yang semakin sulit, itu tidaklah mengherankan. Tetapi itulah sebenarnya sebuah kekeliruan dalam memandang sukacita. Kita berpikir bahwa sukacita akan otomatis hadir jika hidup tanpa masalah. Tetapi saya pun telah bertemu dengan banyak orang yang tidak merasa bahagia justru di tengah kemewahan mereka. Sebaliknya, ada orang yang hidupnya pas-pasan atau malah sedang kekurangan, tapi mereka masih punya sukacita.

Menyerahkan perasaan kepada kesulitan yang tengah dihadapi akan membuat kita semakin jauh dari sukacita. Kalau membiarkan hati dan otak kita terus memikirkan atau merasakan kesusahan, sukacita pun terusir dari diri kita. Kita yang sedang susah akan mudah berkata bahwa kita bisa tidak mungkin bisa gembira ketika hidup sedang penuh dengan problema, tetapi masalahnya jarang sekali hidup berjalan tanpa masalah. Kita akan berhadapan dengan setumpuk permasalahan, yang terkadang bahkan datang pada waktu bersamaan sekaligus. Kalau kita gantungkan sukacita disana, mau kapan kita bisa bersukacita? Bukankah hidup hampir tidak pernah bisa sepenuhnya bebas tanpa masalah? Jika demikian, bagaimana kita bisa tetap merasakan sukacita meski di tengah kesulitan-kesulitan yang ada dalam hidup kita? Lewat Daud kita bisa menemukan jawabannya. Sukacita yang bisa membawa rasa gembira dalam hidup ternyata bukan tergantung dari kesulitan-kesulitan yang kita alami, melainkan bergantung kepada seberapa jauh kita mengandalkan Tuhan dalam hidup kita, seberapa dekat kita berada denganNya, atau seberapa jauh kita menyadari  keberadaan Tuhan bersama dengan kita.

Daud adalah seorang raja. Tapi status raja terbukti tidak serta merta membuat hidupnya aman dan tenang seratus persen. Disamping berkuasa sebagai raja, Daud adalah manusia yang sama seperti kita. Berulang kali Daud mengalami masa-masa sulit bahkan tidak jarang nyawanya terancam. Daud bisa dengan mudah menyalahkan Tuhan jika ia keliru dalam memandang hubungan antara kedekatan dengan Tuhan dan bagaimana kehidupan real-nya berjalan. Tetapi Daud tidaklah berpikir demikian. Lihatlah apa yang ia katakan. "Aku senantiasa memandang kepada TUHAN; karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah. Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorak" (Mazmur 16:8-9). Daud mengerti benar bahwa sukacita dan sorak-sorai bukanlah bergantung dari berat-ringannya situasi yang sedang ia hadapi. Tetapi ia percaya bahwa dengan memandang kepada Tuhan, menyadari kehadiran Tuhan yang selalu berjalan di sebelahnya dengan setia akan membuatnya mampu untuk terus berdiri tegak meski situasi sama sekali sedang tidak baik. Bagi Daud, kehadiran Tuhan bersamanya merupakan kunci utama yang membuatnya mampu terus hidup dengan penuh sukacita. Ia menolak untuk memandang masalah tapi mengarahkan pandangannya kepada Tuhan. Saat ia memandang kepada Tuhan, ia mendapati bahwa Tuhan berdiri di sebelah kanannya. Menopangnya. Karenanya ia tidak goyah. Dan karenanya, hatinya tetap bisa bersukacita bahkan jiwanya ia katakan bersorak-sorak. Daud tahu kalau Tuhan ada di sampingnya, tidak ada yang perlu ia takutkan. Bersama Tuhan ada perlindungan, solusi, pertolongan bahkan kemenangan. Kalau begitu bersama Tuhan kita akan selalu bisa bersukacita. Daud sadar betul akan hal itu. Itulah sebabnya kita akan menemukan banyak tulisan Daud yang menyatakan hal ini, termasuk salah satunya ayat bacaan hari ini.

Apakah anda sedang sulit tersenyum dan tidak merasa bahagia saat ini? Apa yang dilakukan Daud akan sangat baik untuk direnungkan. Sadarilah bahwa beban kehidupan akan selalu datang silih berganti. Tetapi kabar baiknya adalah, Tuhan mengerti kesulitan kita. Dia mendengar segala teriakan, rintihan dan keluh kesah kita dan sangat peduli terhadap itu semua. Yesus bersabda: "Marilah kepadaKu, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu." (Matius 11:28).

(bersambung)


No comments :

Search

Bagi Berkat?

Jika anda terbeban untuk turut memberkati pengunjung RHO, anda bisa mengirimkan renungan ataupun kesaksian yang tentunya berasal dari pengalaman anda sendiri, silahkan kirim email ke: rho_blog[at]yahoo[dot]com

Bahan yang dikirim akan diseleksi oleh tim RHO dan yang terpilih akan dimuat. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Archive

Jesus Followers

Prayer Request

Community

Stats

eXTReMe Tracker