Friday, July 22, 2016

Bermain-main dengan Okultisme (2)

webmaster | 8:00:00 AM |
(sambungan)

Melakukan kekejian bagi Tuhan tentulah ada konsekuensinya. Itulah yang dialami oleh Saul. Jika kita baca kisahnya dalam 1 Samuel 28, pada saat itu Saul tengah ketakutan menghadapi serangan bangsa Filistin. Ia sempat bertanya pada Tuhan, namun ia merasa tidak mendapat jawaban secepat yang dia inginkan. (ay 6). Karena tidak sabar, ia lalu memutuskan untuk mencari dukun wanita yang sanggup memanggil arwah. (ay 7). Apa yang dilakukan Saul merupakan kekejian di hadapan Tuhan. Kesalahannya fatal dan akibatnya pun fatal. Yang menyedihkan, keputusannya untuk berhubungan dengan okultisme hanyalah satu dari serangkaian kesalahan yang ia lakukan. Saul pun akhirnya harus mati dengan tragis. Alkitab mencatat hal ini secara jelas dalam 1 Tawarikh. "Demikianlah Saul mati karena perbuatannya yang tidak setia terhadap TUHAN, oleh karena ia tidak berpegang pada firman TUHAN, dan juga karena ia telah meminta petunjuk dari arwah, dan tidak meminta petunjuk TUHAN." (1 Tawarikh 10:13-14a).

Dijawab Tuhan dengan segera atau tidak, itu adalah mutlak keputusan Tuhan. Yang pasti apa yang Tuhan sediakan adalah segala sesuatu yang terbaik bagi kita. Termasuk kapan waktu yang terbaik untuk memberikannya kepada kita. Dia jauh lebih mengetahui apa yang terbaik bagi kita lebih dari kemampuan kita dalam memutuskan apa yang terbaik bagi kita. Seringkali ketidaksabaran berbuah malapetaka, salah satunya dengan pergi kepada peramal, dukun atau kuasa-kuasa kegelapan lainnya.

Ada banyak orang yang hari-hari ini lebih percaya pada seorang peramal atau dukun daripada kepada Tuhan. Ketika usaha atau toko sepi pengunjung, ketika karir jalan di tempat, ketika jodoh tidak kunjung datang, orang akan rela merogoh kantongnya mengeluarkan uang sebesar apapun untuk datang kepada dukun/peramal atau orang pintar. Mencari hari baik, tanggal baik, memasang berbagai jimat yang ditanam di sekitaran rumah atau tempat usaha dan sebagainya, menanam berbagai benda di dalam tubuh, dan seterusnya. Semua itu dilakukan dengan tenang tanpa perasaan bersalah.

Tuhan menganggap praktek-praktek perdukunan sebagai sebuah kekejian. Kalau kita bersinggungan dengan hal ini, kita pun melakukan hal yang keji di mata Tuhan. Bagaimana tidak, atas segala yang Tuhan sudah berikan termasuk atau terutama keselamatan yang kekal, kita masih lebih memilih yang lain ketimbang Dia?  Ketidaksabaran kita bisa dimanfaatkan iblis yang terus mengaum-aum mencari mangsa untuk menjebak kita. Padahal biar bagaimanapun janji Tuhan akan digenapi kepada orang-orang yang terus hidup taat akan firmanNya. Lihat apa kata Pemazmur. "Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti." (Mazmur 46:2).

Alkitab mencatat begitu banyak kisah tentang bagaimana Tuhan sanggup mengubah segala sesuatu secara gemilang tepat pada waktunya. Kita melihat begitu banyak hidup diubahkan bahkan hingga hari ini kepada orang-orang yang terus hidup dalam pengharapan dengan taat. If that could happen to them, it could happen to us. Sekali kita terjerumus ke dalam dunia okultisme kita akan sulit lepas. Dan ada konsekuensi yang menunggu atas segala kekejian yang kita lakukan kepada Tuhan yang telah begitu baik pada kita.

Ketika kita menghadapi persoalan, datanglah menghadap ke hadiratNya, dan percayalah dengan pengharapan penuh bahwa Tuhan sanggup melepaskan kita dari berbagai belenggu masalah. Perkuat iman agar kita tidak sampai tergoda untuk memilih alternatif-alternatif diluar Tuhan yang menyesatkan dan membinasakan. Berhati-hatilah dan jangan tergoda untuk bermain-main dengan kuasa kegelapan atau okultisme. Teruslah hidup kudus dan teruslah berusaha melatih diri untuk semakin teguh hidup dalam kebenaran. Karena sebagai orang percaya, "Haruslah engkau hidup dengan tidak bercela di hadapan TUHAN, Allahmu." (Ulangan 18:13).

Faith in God includes faith in his timing

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

No comments :

Search

Bagi Berkat?

Jika anda terbeban untuk turut memberkati pengunjung RHO, anda bisa mengirimkan renungan ataupun kesaksian yang tentunya berasal dari pengalaman anda sendiri, silahkan kirim email ke: rho_blog[at]yahoo[dot]com

Bahan yang dikirim akan diseleksi oleh tim RHO dan yang terpilih akan dimuat. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Archive

Jesus Followers

Prayer Request

Community

Stats

eXTReMe Tracker