Friday, July 15, 2016

Kesalahan Raja Asa (1)

webmaster | 8:00:00 AM |
Ayat bacaan: 2 Tawarikh 16:8-9
========================
"Pada waktu itu datanglah Hanani, pelihat itu, kepada Asa, raja Yehuda, katanya kepadanya: "Karena engkau bersandar kepada raja Aram dan tidak bersandar kepada TUHAN Allahmu, oleh karena itu terluputlah tentara raja Aram dari tanganmu."

Kemarin kita sudah melihat bagaimana pencuri sukacita atau joy stealers bekerja. Menurut Charles Swindoll, seorang pastor senior dari Amerika, ada tiga pencuri sukacita yang paling utama, yaitu worry (cemas/kuatir), stress (tegang, tertekan) dan fear (takut). Ketiga hal ini seringkali berhasil merampas sukacita dari diri kita dan menggantikannya kepada sebuah suasana hati yang tidak lagi ceria, tenang dan bahagia. Masalahnya, jika hal itu dibiarkan maka akan ada kerugian-kerugian yang akan kita alami sebagai konsekuensi dari hilangnya sukacita dari dalam diri kita. Kesehatan kita akan menjadi terganggu, hubungan kita dengan orang lain bisa memburuk dan hal-hal lainnya yang merugikan, termasuk gagalnya kita menuai janji dan rencana Tuhan.

Ada banyak orang yang sebenarnya mengawali hidupnya dengan sukses. Secara perlahan membangun imannya untuk percaya kepada Tuhan dengan ketaatan yang baik, Sayangnya, pencuri-pencuri sukacita kemudian datang dan menghimpit iman dari setiap sisi sehingga kita semakin kehilangan sukacita. Kalau dibiarkan akhirnya bisa jauh dari harapan kita dan rencana Tuhan.Alkitab berisikan banyak contoh yang seperti ini. Mengawali dengan baik, sayangnya menutup akhir kisahnya dengan tragis. Hari ini mari kita lihat satu tokoh yang pernah mengalami hal itu. Tokoh ini memulai dengan manis tapi kemudian jatuh karena kebodohannya sendiri, yaitu seorang raja Yehuda bernama Asa.

Raja Asa memulai karirnya dengan indah. Sebagai salah satu garis keturunan Daud, pada mulanya dikatakan "Asa melakukan apa yang benar di mata TUHAN seperti Daud, bapa leluhurnya." (1 Raja Raja 15:11). Lihatlah bagaimana ia memulai jabatannya sebagai raja. "Ia menyingkirkan pelacuran bakti dari negeri itu dan menjauhkan segala berhala yang dibuat oleh nenek moyangnya. Bahkan ia memecat Maakha, neneknya, dari pangkat ibu suri, karena neneknya itu membuat patung Asyera yang keji. Asa merobohkan patung yang keji itu dan membakarnya di lembah Kidron." (ay 12-13). Hal itu tentu benar di mata Tuhan.

Tetapi kemudian muncullah masalah ketika ia mulai menghadapi tekanan dari raja Israel, Baesa. Peperangan ini membuat dirinya merasa terdesak dan takut. Worry, stress and fear overcame him, and then he started to make wrong moves. Disinilah kesalahan terbesar raja Asa. Ia tidak mengandalkan Tuhan untuk mengatasi rasa takutnya menghadapi peperangan dengan raja Baesa, tetapi malah memilih untuk meminta pertolongan dan menyandarkan dirinya kepada raja Aram. Ia lebih percaya kepada raja Aram ketimbang meminta pertolongan Tuhan. Yang lebih parah, ia bahkan berani mengambil apa yang menjadi perbendaharaan rumah Tuhan untuk diberikan sebagai upeti buat raja Aram. "Lalu Asa mengeluarkan emas dan perak dari perbendaharaan rumah TUHAN dan dari perbendaharaan rumah raja dan mengirimnya kepada Benhadad, raja Aram yang diam di Damsyik." (2 Tawarikh 16:2). Itu adalah sebuah pelanggaran besar di mata Tuhan.

Seorang pelihat bernama Hanani kemudian datang menegurnya. "Pada waktu itu datanglah Hanani, pelihat itu, kepada Asa, raja Yehuda, katanya kepadanya: "Karena engkau bersandar kepada raja Aram dan tidak bersandar kepada TUHAN Allahmu, oleh karena itu terluputlah tentara raja Aram dari tanganmu." (ay 7). Karena keputusan Asa yang salah, kesempatannya untuk menang pun luput dari dirinya. "Karena mata TUHAN menjelajah seluruh bumi untuk melimpahkan kekuatan-Nya kepada mereka yang bersungguh hati terhadap Dia. Dalam hal ini engkau telah berlaku bodoh, oleh sebab itu mulai sekarang ini engkau akan mengalami peperangan." (ay 9). Sayangnya Asa tidak segera memperbaiki kesalahannya.

Ada peluang baginya untuk bertobat dan kembali ke jalur yang benar ketika ditegur Hanani, tapi sayangnya ia tidak mempergunakannya. Asa yang sudah terlanjur sesat malah menjadi semakin sesat. Yang terjadi malah seperti ini: "Maka sakit hatilah Asa karena perkataan pelihat itu, sehingga ia memasukkannya ke dalam penjara, sebab memang ia sangat marah terhadap dia karena perkara itu. Pada waktu itu Asa menganiaya juga beberapa orang dari rakyat." (ay 10). Bahkan ketika menderita sakit yang parah pun ia tidak juga bertobat, malah semakin jauh meninggalkan Tuhan. "Pada tahun ketiga puluh sembilan pemerintahannya Asa menderita sakit pada kakinya yang kemudian menjadi semakin parah. Namun dalam kesakitannya itu ia tidak mencari pertolongan TUHAN, tetapi pertolongan tabib-tabib." (ay 12). Itulah yang menjadi akhir dari riwayat raja Asa, yang memulai segala sesuatu dengan manis, tapi kemudian melakukan serangkaian kebodohan dan menutup akhir kisahnya dengan tragis.

(bersambung)


No comments :

Search

Bagi Berkat?

Jika anda terbeban untuk turut memberkati pengunjung RHO, anda bisa mengirimkan renungan ataupun kesaksian yang tentunya berasal dari pengalaman anda sendiri, silahkan kirim email ke: rho_blog[at]yahoo[dot]com

Bahan yang dikirim akan diseleksi oleh tim RHO dan yang terpilih akan dimuat. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Archive

Jesus Followers

Prayer Request

Community

Stats

eXTReMe Tracker