Saturday, July 2, 2016

Runtuhnya Tembok Yerikho

webmaster | 8:00:00 AM |
Ayat bacaan: Yosua 6:20
==================
"Lalu bersoraklah bangsa itu, sedang sangkakala ditiup; segera sesudah bangsa itu mendengar bunyi sangkakala, bersoraklah mereka dengan sorak yang nyaring. Maka runtuhlah tembok itu, lalu mereka memanjat masuk ke dalam kota, masing-masing langsung ke depan, dan merebut kota itu."

Pada jaman dahulu sebuah kekuatan sebuah kota sangat tergantung dari kekuatan temboknya dalam menahan serangan musuh. Itu fungsi utama tembok, tapi Jerman mempergunakannya sebagai simbol perpecahan yang memisahkan bangsa yang sama. Tahun 1989 mencatat sebuah sejarah besar dunia dengan runtuhnya tembok Berlin yang memisahkan Jerman Barat dan Timur. Simbol pemisahan Jerman yang sudah berdiri sejak puluhan tahun sebelumnya itu diruntuhkan oleh kekuatan rakyat di kedua belah sisi yang bersatu dengan menggunakan alat-alat sederhana seperti palu. Setelah itu terjadi, barulah pemerintah kemudian merespon suara hati rakyatnya. Dengan menggunakan buldoser secara resmi, tembok diruntuhkan yang sekaligus merobohkan sekat batas antara kedua bagian Jerman tersebut.

Bicara soal runtuhnya sebuah tembok, jauh sebelum kisah tembok Berlin, ada sebuah tembok yang runtuh lewat cara yang ajaib. Bukan memakai perkakas-perkakas penghancur batu, bukan menggunakan buldoser, bahan peledak, tetapi unik dan terdengar tidak masuk akal: yaitu lewat sorak sorai memuji Tuhan. Ini terjadi pada tembok Yerikho yang bisa dibaca dalam kitab Yosua pasal 6.

Yosua 6:1-27 bercerita tentang kejatuhan kota Yerikho. Kepada Yosua, Tuhan menyampaikan bahwa kota Yerikho diserahkan kepadanya. "Berfirmanlah TUHAN kepada Yosua: "Ketahuilah, Aku serahkan ke tanganmu Yerikho ini beserta rajanya dan pahlawan-pahlawannya yang gagah perkasa." (ay 2). Itu artinya Yosua harus masuk merebut kota yang dikelilingi tembok kokoh dan tebal. Normalnya ketika hendak merebut sebuah kota, kekuatan militerlah yang berperan disana. Seberapa kuatnya prajurit dan persenjataan maupun perisai dan kendaraan perang termasuk hewan penggeraknya akan sangat menentukan. Tetapi, seperti halnya apa yang kita baca kemarin dari kisah Gideon, Tuhan lagi-lagi mendobrak pemahaman dari logika manusia. Tuhan tidak memakai sistem strategi perang menurut manusia, tetapi menyuruh mereka merebut dengan jalan yang sangat aneh. Tuhan memerintahkan Yosua dan prajurit untuk berbaris mengelilingi kota itu sambil membawa tabut perjanjian sebanyak satu putaran, sekali sehari selama enam hari berturut-turut. Khusus untuk hari ketujuh, Tuhan mengharuskan mereka untuk mengelilingi kota Yerikho sebanyak tujuh kali sembari para imam meniup sangkakala dibarengi sorak sorai yang nyaring.

Jika anda berada di dalam tembok Yerikho dan melihat orang yang ingin merebut bukannya menyerang tapi malah berputar-putar sambil meniup sangkakala dan bersorak riuh selama berhari-hari apa yang ada di benak anda? Mungkin kita akan menertawakan dan mencemooh mereka yang seperti terlihat tidak waras. Keliling satu kali, kemudian tunggu hari berikutnya. Bukan menyusun strategi, bukan menyusun formasi, bukan menyiapkan dan mengangkat senjata, tapi jalan berkeliling saja. Lalu di hari ketujuh mereka jalan tujuh kali sambil meniup sangkakala dan bersorak-sorak. Itu apaan sih? Itu mungkin respon kita. Tapi karena Tuhan yang memerintahkan, Yosua dan prajuritnya menuruti dengan taat.

Pada hari ketujuh mereka bangun pagi-pagi benar saat fajar menyingsing dan melakukan tepat seperti yang diperintahkan Tuhan. Yosua memimpin langsung bangsanya dalam berkeliling sambil meniup sangkakala dan bersorak-sorai. Apa yang terjadi? Janji Tuhan kemudian secara ajaib tergenapi. "Lalu bersoraklah bangsa itu, sedang sangkakala ditiup; segera sesudah bangsa itu mendengar bunyi sangkakala, bersoraklah mereka dengan sorak yang nyaring. Maka runtuhlah tembok itu, lalu mereka memanjat masuk ke dalam kota, masing-masing langsung ke depan, dan merebut kota itu." (ay 20). Sorak sorai dan sangkakala terbuktimampu meruntuhkan tembok tebal yang membentengi kota. Itu jelas bukan hal biasa. Diluar logika, bertentangan dengan keilmuan kita, tapi itulah yang terjadi.

Ketika Tuhan berjanji, Dia pasti menepati. Ketaatan kepada Tuhan tanpa banyak tanya membuat janji itu bisa tergenapi tidak peduli seaneh apapun itu bagi kemampuan logika manusia. Tuhan bisa memakai apa saja, bahkan yang paling tidak masuk akal sekalipun untuk menyatakan kuasaNya yang tak terbatas. Dan itu biasanya bisa membuat kita mengerti bahwa keberhasilan atau kemenangan bukanlah terletak pada kekuatan kita semata melainkan ada tidaknya Tuhan di pihak kita. Apakah Tuhan berjalan bersama kita, berperang bersama kita, atau kita sendirian mengandalkan diri sendiri dan semua hal duniawi yang kita miliki.

Satu hal lain yang tidak kalah penting, lihatlah bagaimana besarnya kuasa puji-pujian yang mendatangkan kemenangan. Alkitab mencatat beberapa kejadian dimana mukjizat yang ajaib terjadi didahului puji-pujian. Untuk kali ini kita melihat kuasa besar dibalik puji-pujian dari kejatuhan kota Yerikho ke tangan bangsa Israel dibawah pimpinan Yosua. Ada kuasa di balik puji-pujian. Bagaimana itu bisa ada? Alasannya jelas, sebab ada Tuhan yang bersemayam di atas puji-pujian (Mazmur 22:4).

Adakah penghalang janji Tuhan yang hari ini ingin anda rubuhkan tapi anda merasa kekuatan dan kemampuan anda tidak cukup kuat untuk melakukannya? Mengandalkan kekuatan sendiri mungkin berat, tapi bersama Tuhan tidak ada kata mustahil. Angkat tabut perjanjian tinggi-tinggi, itu melambangkan bahwa anda mengagungkan kehadiran Tuhan dalam menuntun anda, dengar baik-baik apa kata Tuhan dan lakukan dengan taat meski mungkin sepertinya aneh. Lalu angkat puji-pujian memuji Tuhan. Lakukan itu, dan anda akan lihat bahwa tidak ada satupun tembok yang peling tebal sekalipun bisa bertahan. Bebaskan diri anda, raih janji Tuhan sepenuhnya.

God does His best work in impossible situations

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

No comments :

Search

Bagi Berkat?

Jika anda terbeban untuk turut memberkati pengunjung RHO, anda bisa mengirimkan renungan ataupun kesaksian yang tentunya berasal dari pengalaman anda sendiri, silahkan kirim email ke: rho_blog[at]yahoo[dot]com

Bahan yang dikirim akan diseleksi oleh tim RHO dan yang terpilih akan dimuat. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Archive

Jesus Followers

Prayer Request

Community

Stats

eXTReMe Tracker