Friday, July 1, 2016

Gideon (2)

webmaster | 8:00:00 AM |
(sambungan)

Pada malam harinya Gideon dibangunkan Tuhan dan diminta untuk masuk menyerbu perkemahan Midian dan Amalek. Gideon turun menuju perbatasan perkemahan musuh, dimana ia kemudian mendengar seorang prajurit bercerita pada temannya tentang sebuah penglihatan lewat mimpi. Penglihatan itu berbunyi bahwa ada sekeping roti yang terguling masuk ke perkemahan orang Midian dan menghancurkan kemah mereka sampai habis runtuh. (ay 13). Cerita ini semakin memperteguh semangat Gideon. Gideon membagi pasukannya atas 3 bagian, dengan dilengkapi sangkakala dan buyung (tempayan) kosong. Nantinya dengan dipimpin oleh Gideon, mereka akan serempak meniup sangkakala sambil memecahkan tempayan-tempayan di tangan mereka, dan berseru "Pedang demi TUHAN dan demi Gideon!" (ay 18). Bukannya menyerang frontal atau menyergap, mereka justru berseru-seru dengan lantang sambil meniup sangkakala dan memecahkan tempayan-tempayan. Ternyata strategi mereka ini membuat pasukan-pasukan Amalek dan Midian panik, kacau balau dan melarikan diri. Hanya 300 melawan begitu banyak lawan, itu pekerjaan mustahil. Tapi Alkitab mencatat dengan jelas bahwa 300 pasukan pimpinan Gideon meraih kemenangan mutlak.

Ketika kita dihadapkan pada situasi yang sama, bagaimana reaksi kita? Mungkin kita tidak lagi berperang melawan prajurit di medan pertempuran. Tapi kita punya medan-medan pertempuran kita sendiri. Berbagai pergumulan, melawan kebiasaan buruk, melawan berbagai godaan yang ditawarkan dunia yang bisa menjauhkan kita dari janji Tuhan, berbagai masalah yang masuk ke dalam hidup kita, berperang melawan hawa nafsu dan sebagainya. Peperangan kita bukan lagi melawan darah dan daging melainkan melawan berbagai tipu muslihat iblis, melawan pemerintah-pemerintah, penguasa-penguasa, penghulu-penghulu di dunia yang gelap ini, bukan sesama manusia melainkan melawan roh-roh jahat di udara. (Efesus 6:11-12). Memakai logika dan kekuatan kita, mungkin kita akan putus asa karena seringkali tidak ada satupun yang bisa kita andalkan untuk menang dalam peperangan. Tetapi jangan lupa, bahwa kita punya Tuhan yang akan dengan senang hati menyertai kita, menguatkan bahkan berperang di pihak kita. Dan Alkitab berkata: "... Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?" (Roma 8:31). Ayat ini mengatakan bahwa apa yang bisa memberi kemenangan bukanlah jumlah, tenaga, harta yang kita miliki, kemampuan, kekuatan atau kehebatan kita, tapi tergantung dari ada atau tidaknya Tuhan di pihak kita.

Di sisi lain, apa yang akan anda pilih saat berhadapan dengan situasi sulit? apakah anda memilih untuk mendengar Tuhan dan mengandalkanNya atau justru sibuk membongkar semua kekuatan dan koneksi yang anda miliki? Atau malah mencari alternatif-alternatif yang menjanjikan sesuatu yang instan padahal itu menyakiti hati Tuhan? Apapun masalahnya, bersama Tuhan kita pasti bisa atasi. Apapun masalah dan pergumulan yang saat ini anda hadapi, ingatlah bahwa Firman Tuhan berkata: "Janganlah takut kepada mereka, sebab TUHAN, Allahmu, Dialah yang berperang untukmu." (Ulangan 3:22). Anda sedang bingung, amunisi anda terbatas, kemampuan anda terbatas, sedang masalah yang dihadapi begitu banyak dan berat? Logika anda bilang anda tidak mungkin menang? Tuhan bilang, selama Dia ada bersama anda itu tidak sulit.

Bersama Tuhan anda bisa mengatasi kemustahilan. Tuhan justru senang menyatakan kuasaNya dalam keterbatasan kita agar kita tahu bahwa pertolongan datang dari kuasa Tuhan dan bukan karena kemampuan kita. Ketaatan dan penyerahan sepenuhnya kepada apa kata Tuhan menjadi kunci penting untuk mengalami kemenangan dalam peperangan. Masalah boleh besar dan banyak, kekuatan kita sendiri boleh terbatas, tapi maukah kita memilih untuk taat, percaya kepada Tuhan, menuruti apa kata Tuhan dan melakukan tepat seperti yang Dia minta? itulah yang akan membawa kita menghadapi semua itu bersama Tuhan.

Gideon bukan panglima perang. Dia bukan prajurit senior. Dia bukan orang besar dengan banyak pengikut. Gideon hanyalah orang termuda dari suku terkecil. Tapi Tuhan pakai dia untuk menunjukkan bahwa kemenangan yang membebaskan itu hadir karena kuasaNya dan bukan kekuatan kita. Kalau Gideon bisa, kita pun bisa. Tuhan mau pakai saya dan anda juga untuk membawa perubahan, baik bagi kita maupun kota dan bangsa dimana kita ada. Tampak sulit? Tidak, kalau Tuhan yang berperang bersama kita. Saat Tuhan bicara kepada anda, menguatkan anda dan mengatakan bahwa Dialah yang akan berperang bersama anda, apakah anda mendengarnya atau tidak karena terlalu panik dan sibuk mencari alternatif di luar Tuhan? Apapun yang anda hadapi, jangan gentar, jangan takut, jangan kuatir, jangan putus asa. Bersama Tuhan kita bisa!

Di tengah kecilnya kemungkinan menurut ukuran kemampuan manusia, Tuhan menunjukkan kebesaranNya

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

No comments :

Search

Bagi Berkat?

Jika anda terbeban untuk turut memberkati pengunjung RHO, anda bisa mengirimkan renungan ataupun kesaksian yang tentunya berasal dari pengalaman anda sendiri, silahkan kirim email ke: rho_blog[at]yahoo[dot]com

Bahan yang dikirim akan diseleksi oleh tim RHO dan yang terpilih akan dimuat. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Archive

Jesus Followers

Stats

eXTReMe Tracker