Sunday, January 1, 2017

With God Throughout the Year (1)

webmaster | 8:00:00 AM |
Ayat bacaan: Ulangan 11:12
==================
"suatu negeri yang dipelihara oleh TUHAN, Allahmu: mata TUHAN, Allahmu, tetap mengawasinya dari awal sampai akhir tahun."

Tahun demi tahun yang kita jalani tidaklah mudah. Sudah ada begitu banyak perbaikan di berbagai sektor, tapi nampaknya semua itu belum cukup untuk membuat kita bisa hidup makmur dan damai. Harga bahan pokok masih menjadi pekerjaan rumah, kerukunan antar umat beragama masih ternodai oleh paham-paham ekstrimis. Kesenjangan, ketidakadilan, kesulitan ekonomi, keamanan, itu masih memerlukan perbaikan. Bukan hanya tugas pemerintah tentu, melainkan menjadi tugas kita bersama.

Hari ini kita mulai memasuki lembaran tahun yang baru. Semoga teman-teman masih tetap sama seperti saya, terus menjalani dengan optimis dan penuh pengharapan. Sebagian dari kita mungkin menganggap tahun 2016 sebagai tahun yang sulit. Tapi satu hal, jika kita sudah melewati tahun kemarin dan sekarang siap untuk menjalani tahun yang baru, kalau bangsa ini masih bisa berdiri menyongsong 2017, itu jelas karena Tuhan. Artinya, kita masih punya kesempatan dan tidak seharusnya kehilangan pengharapan.

Kita selalu bisa belajar dari pengalaman mereka yang sudah hidup lebih dulu dari kita, termasuk juga belajar dari pengalaman orang-orang di masa lalu yang dicatat di dalam Alkitab. Pada waktu Musa memimpin bangsa Israel keluar dari Mesir untuk masuk ke tanah yang dijanjikan Tuhan, bangsa Israel sebenarnya telah mengalami begitu banyak penyertaan Tuhan secara langsung sepanjang perjalanan.

Ada tiang api dan tiang awan untuk menghangatkan disaat dingin dan memayungi mereka disaat panas: "TUHAN berjalan di depan mereka, pada siang hari dalam tiang awan untuk menuntun mereka di jalan, dan pada waktu malam dalam tiang api untuk menerangi mereka, sehingga mereka dapat berjalan siang dan malam. Dengan tidak beralih tiang awan itu tetap ada pada siang hari dan tiang api pada waktu malam di depan bangsa itu." (Keluaran 13:21-22), burung puyuh yang diberikan Tuhan karena mereka bersungut-sungut hanya makan roti terus menerus (Keluaran 16:13) dan lain-lain, sampai sebuah mukjizat besar yang secara mencengangkan jauh melewati batas logika kita waktu Tuhan membelah laut Teberau sehingga mereka bisa berjalan melewati laut itu sementara Firaun dan tentaranya habis tersapu laut yang kembali menutup di saat mereka melintasinya. (Keluaran 14).

Ini hanyalah beberapa bukti nyata penyertaan Tuhan yang saat itu mereka saksikan langsung dengan mata kepala sendiri. Apakah bangsa Israel ini menjadi teguh imannya dan bisa percaya penuh kepada Tuhan? Sayangnya tidak. Bukannya bersyukur, mereka terus keras kepala dan berulang-ulang menunjukkan sikap buruk baik lewat keluh kesah bahkan menyembah ilah lain. Ini bahkan terus terjadi hingga beberapa generasi selanjutnya.

Musa berulang kali mengingatkan mereka bahwa mereka seharusnya sadar bahwa mata mereka sendiri sebetulnya sudah menyaksikan segala perbuatan besar Tuhan. "Kamu tahu sekarang--kukatakan bukan kepada anak-anakmu, yang tidak mengenal dan tidak melihat hajaran TUHAN, Allahmu--kebesaran-Nya, tangan-Nya yang kuat dan lengan-Nya yang teracung, tanda-tanda dan perbuatan-perbuatan yang dilakukan-Nya di Mesir terhadap Firaun, raja Mesir, dan terhadap seluruh negerinya; juga apa yang dilakukan-Nya terhadap pasukan Mesir, dengan kuda-kudanya dan kereta-keretanya, yakni bagaimana Ia membuat air Laut Teberau meluap meliputi mereka, ketika mereka mengejar kamu, sehingga TUHAN membinasakan mereka untuk selamanya; dan apa yang dilakukan-Nya terhadapmu di padang gurun, sampai kamu tiba di tempat ini; pula apa yang dilakukan-Nya terhadap Datan dan Abiram, anak-anak Eliab, anak Ruben, yakni ketika tanah mengangakan mulutnya dan menelan mereka dengan seisi rumahnya, kemah-kemah dan segala yang mengikuti mereka, di tengah-tengah seluruh orang Israel." (Ulangan 11:2-6).  Seharusnya seluruh bangsa itu sadar, "Sebab matamu sendirilah yang telah melihat segala perbuatan besar yang dilakukan TUHAN." (ay 7).

Teguran Musa ini berlaku pula bagi kita. Kita seringkali terlalu sibuk terfokus memandang masalah sehingga lupa bagaimana Tuhan telah menyertai kita selama ini. Berbagai bukti nyata penyertaan Tuhan yang pernah kita alami kita kesampingkan atau lupakan karena kita terus fokus hanya kepada masalah yang mendera. Pujian dan ucapan syukur tidak lagi ada, digantikan oleh keluhan, ratapan dan kekecewaan dalam menghadapi berbagai kesulitan hidup.

Benar, hidup masih sulit. Ada banyak di antara kita yang masih bergumul dengan berbagai macam hal. Bangsa Israel pun demikian. Tidaklah mudah untuk berjalan selama 40 tahun untuk menggenapi apa yang Tuhan sediakan buat mereka di depan sana. Apalagi mereka belum mengalami langsung buktinya selagi masih dalam perjalanan. Tapi kalau mereka mau lebih bijaksana, seharusnya mereka melihat bagaimana penyertaan Tuhan dalam hidup mereka sudah begitu nyata mereka alami. Seharusnya mereka bisa mengacu kepada hal itu dan bersyukur pada saat mereka masih mengalami kesulitan demi kesulitan dalam menjalani hidup mereka.

Hal yang sama pula buat kita. Kalau kita menyadari bahwa Tuhan selama ini masih ada bersama kita dalam melewati masa-masa sulit, seharusnya kita tidak putus pengharapan dan bisa memakai iman untuk melihat bahwa rencana Tuhan yang indah menanti di depan sana. Seharusnya kita bisa berkaca pada penyertaan Tuhan yang sudah membawa dampak nyata bagi kita sehingga kita masih ada dan masih bisa berusaha hari ini.

Bangsa Israel tidak kunjung bisa melihat apa yang sebenarnya diberikan Tuhan kepada mereka. Padahal Tuhan sudah melepaskan mereka dari perbudakan di Mesir dan memberi sebuah tanah yang sangat subur, melimpah susu dan madunya. Apa  yang diberikan Tuhan bukanlah sesuatu yang ala kadarnya, bukan pula janji yang hanya main-main saja. "Sebab negeri, ke mana engkau masuk untuk mendudukinya, bukanlah negeri seperti tanah Mesir, dari mana kamu keluar, yang setelah ditabur dengan benih harus kauairi dengan jerih payah, seakan-akan kebun sayur. Tetapi negeri, ke mana kamu pergi untuk mendudukinya, ialah negeri yang bergunung-gunung dan berlembah-lembah, yang mendapat air sebanyak hujan yang turun dari langit." (Ulangan 11:10-11). Dan lebih dari itu, Tuhan juga mengatakan bahwa itu adalah "suatu negeri yang dipelihara oleh TUHAN, Allahmu: mata TUHAN, Allahmu, tetap mengawasinya dari awal sampai akhir tahun." (ay 12). Lihatlah betapa besar berkat yang Tuhan sediakan bagi mereka.

(bersambung)


No comments :

Search

Bagi Berkat?

Jika anda terbeban untuk turut memberkati pengunjung RHO, anda bisa mengirimkan renungan ataupun kesaksian yang tentunya berasal dari pengalaman anda sendiri, silahkan kirim email ke: rho_blog[at]yahoo[dot]com

Bahan yang dikirim akan diseleksi oleh tim RHO dan yang terpilih akan dimuat. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Archive

Jesus Followers

Prayer Request

Community

Stats

eXTReMe Tracker