Tuesday, January 3, 2017

Berbalik (1)

webmaster | 8:00:00 AM |
Ayat bacaan: Yoel 2:23
=============
"Hai bani Sion, bersorak-soraklah dan bersukacitalah karena TUHAN, Allahmu! Sebab telah diberikan-Nya kepadamu hujan pada awal musim dengan adilnya, dan diturunkan-Nya kepadamu hujan, hujan pada awal dan hujan pada akhir musim seperti dahulu."

Suatu kali saya hendak mencari sebuah alamat tujuan di kota lain. Belum ada fasilitas GPS atau aplikasi-aplikasi di smart phone yang bisa membantu kita menemukan jalan dengan mudah pada saat itu. Hanya berbekal alamat, saya pun mencoba menemukannya dengan tanya sana-sini. Beberapa kali saya melewatkan arah yang dimaksud oleh para penunjuk jalan. Harusnya tinggal memutar saja, beres. Tapi saya 'sok tahu', mengira bahwa belokan berikutnya akan sama saja. Yang terjadi kemudian, saya tersesat, tidak lagi tahu harus ke arah mana. Sementara jalan itu sudah sangat jauh dari kota dan sangat sunyi. Mengingat kota itu masih asing buat saya yang baru pertama kali datang kesana, tersesat di jalan yang sunyi di malam hari tentu bukan sesuatu yang menyenangkan. Seandainya saja saat itu saya cepat berbalik arah selagi masih ingat jalannya, saya tidak harus tersesat seperti itu. Untunglah bebeapa waktu kemudian saya berhasil bertemu orang-orang yang menunjukkan jalan sehingga saya bisa kembali mencapai hotel.

Dalam kehidupan kita tidak bisa dipungkiri bahwa ada kalanya kita mengambil langkah-langkah yang salah. Sama seperti ketika anda salah jalan dalam berkendara, ada begitu banyak percabangan dalam perjalanan kehidupan kita, dan jika kita salah mengambil jalan maka kita pun bisa tersesat, sehingga gagal mencapai tujuan kita. Semakin lama kita salah jalan, maka semakin repot pula kita untuk kembali ke jalur yang benar. Itulah sebabnya kita harus segera berbalik begitu menyadari bahwa kita mengambil arah yang salah secepat mungkin, sebelum semuanya menjadi semakin berat dan suatu ketika nanti sudah terlambat untuk diperbaiki lagi.

Kitab Yoel berbicara mengenai bagaimana mengerikannya hukuman Tuhan yang dijatuhkan kepada bangsa Yehuda yang secara nasional sudah menyimpang dari ajaranNya. Disana kita melihat serbuan belalang yang menakutkan (Yoel 1:4), dimana serbuan belalang itu menimbulkan kerusakan sangat parah pada pertanian dan perekonomian mereka. (ay 7-12). Tidak ada lagi gandum, anggur dan minyak, sehingga mereka tidak bisa lagi mempersembahkan korban curahan. (ay 9-13). Bukankah semua ini merupakan gambaran kehancuran yang mengerikan bagi sebuah bangsa? Dan itulah yang terjadi, disebabkan oleh kesalahan bangsa itu sendiri yang terus menyimpang dari ketetapan Tuhan.

Menyikapi hal ini, Yoel menyampaikan seruan Allah pada mereka yang telah menyimpang. Yoel berdoa bagi semuanya. (ay 19). Yoel meminta bangsa Yehuda untuk melakukan tiga hal: meratap (ay 8,13), berkabung (ay 13) dan  puasa (ay 14). Yoel menyerukan agar bangsa Yehuda yang sudah terlanjur tersesat untuk segera berbalik kembali pada Tuhan dengan hati yang koyak. "Koyakkanlah hatimu dan jangan pakaianmu, berbaliklah kepada TUHAN, Allahmu, sebab Ia pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia, dan Ia menyesal karena hukuman-Nya." (Yoel 2:13). Sebuah pertobatan dengan hati terkoyak punya kekuatan untuk mendorong Tuhan menghentikan hukuman kemudian mengembalikan belas kasihNya secara berlimpah untuk turun atas umatNya. Yoel 2:18-27 berbicara mengenai janji Tuhan yang luar biasa pada bangsa yang bertobat. Pemulihan luar biasa atas pertanian yang penuh kelimpahan, curah hujan yang cukup, kehormatan, semua akan mereka peroleh begitu mereka bertobat dengan sungguh-sungguh. Tuhan kita adalah Tuhan yang penuh kasih, adil, setia dan selalu siap untuk mengampuni siapapun yang datang kepadanya dengan hati hancur untuk bertobat, meninggalkan kesesatan mereka dan kembali pada jalan yang benar, kembali kepada Tuhan.

Meski menyimpang sejauh apapun, Tuhan tetap menyambut anak-anakNya yang berbalik kembali kepadaNya dengan segera dan dengan penuh sukacita, seperti apa yang dicontohkan Yesus dalam perumpamaan anak yang hilang. Dalam kitab Yoel pun gambaran Allah yang sama bisa kita lihat pula. Mari kita lihat janji Tuhan kepada umatNya yang bertobat. "Hai bani Sion, bersorak-soraklah dan bersukacitalah karena TUHAN, Allahmu! Sebab telah diberikan-Nya kepadamu hujan pada awal musim dengan adilnya, dan diturunkan-Nya kepadamu hujan, hujan pada awal dan hujan pada akhir musim seperti dahulu. Tempat-tempat pengirikan menjadi penuh dengan gandum, dan tempat pemerasan kelimpahan anggur dan minyak." (Yoel 2:23-24). Ini seruan Allah yang menjanjikan hujan awal, masa menanam atau investasi, hingga hujan akhir, masa menuai yang sama berkelimpahan.

(bersambung)


No comments :

Search

Bagi Berkat?

Jika anda terbeban untuk turut memberkati pengunjung RHO, anda bisa mengirimkan renungan ataupun kesaksian yang tentunya berasal dari pengalaman anda sendiri, silahkan kirim email ke: rho_blog[at]yahoo[dot]com

Bahan yang dikirim akan diseleksi oleh tim RHO dan yang terpilih akan dimuat. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Archive

Jesus Followers

Prayer Request

Community

Stats

eXTReMe Tracker