Monday, January 9, 2017

Diampuni dan Disucikan (1)

webmaster | 8:00:00 AM |
Ayat bacaan: 1 Yohanes 1:9
======================
"Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan."

Di taman-taman kota sekarang sudah disediakan air yang bisa langsung diminum dari keran. Saya melihat ada banyak pengunjung dari desa yang masih belum terbiasa melihat fasilitas ini. Mereka sepertinya bingung, termasuk saat memencet tombol keluar air sehingga air pun muncrat kemana-mana. Air ini sudah melewati filterisasi yang baik agar bisa langsung diminum. Kalau dahulu air harus dimasak dahulu, sekarang teknologi sudah memungkinkan kita untuk langsung meminumnya, tentu saja dengan sistem penyaringan yang baik. Kalau tidak, kita bisa sakit perut dan mengalami banyak masalah lewat kandungan bakteri dan logam-logam berbahaya yang terkandung di dalamnya.

Apakah bersih tidaknya air bisa dilihat kasat mata? Benar, air yang keruh apalagi yang ada endapan atau butir-butiran kotor sudah pasti tidak layak minum. Tapi air yang terlihat bersih, berwarna biru cerah sekalipun belum menjamin bahwa air itu sudah layak dikonsumsi. Tetap diperlukan proses yang baik, mungkin penelitian atau pemeriksaan kandungan air terlebih dahulu untuk memastikan apakah air itu sudah boleh diminum atau tidak.  Air yang sudah murni kalau dibiarkan tak terjaga dan terbuka lama bisa kembali terkontaminasi oleh banyak kotoran. Karenanya kalau mau air itu tetap bertahan kemurniannya, kita harus menjaganya dengan benar.

Ilustrasi ini bisa diterapkan pada keadaan manusia. Kita bisa terlihat suci, rohani, tampak baik dari tampilan luar tapi sebenarnya di dalam tidaklah sebersih yang terlihat. Apalagi kalau dari luar saja sudah 'keruh', bisa dipastikan bahwa kita harus melakukan proses supaya hati yang sudah terkontaminasi itu bisa kembali bersih seperti yang diinginkan Tuhan bagi anak-anakNya.

Waktu kita menerima Yesus, kita mendapat kesempatan untuk menerima anugerah untuk menjadi manusia baru  Dalam 2 Korintus 5:17 hal itu disampaikan dengan jelas. "Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang." Kita pun dikatakan sudah suci oleh ketaatan akan kebenaran karena kita dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana melainkan benih yang tidak fana, melainkan oleh firman Allah, yang hidup dan yang kekal (1 Petrus 22:23-24). Itu artinya kita sudah dimurnikan, dilepaskan dari berbagai ikatan dan dosa-dosa kita di masa lalu. Job done, at least for a while.

Tugas kita selanjutnya adalah memastikan agar apa yang sudah murni jangan sampai kotor kembali. Seperti itu seharusnya, idealnya. Tapi dalam perjalanan hidup kita, kita bisa saja kembali jatuh ke dalam jebakan dosa mulai dari yang kecil sampai yang besar. Jangan lupa bahwa dosa-dosa masa lalu bisa kembali menjadi masalah mengotori kita. Juga dosa-dosa yang belum dibereskan. Maka ibarat air, bisa saja kita terlihat jernih dari luar tetapi sesungguhnya mengandung banyak kandungan yang membahayakan. Jika kotornya sudah keterlaluan, maka kita pun bisa terlihat seperti air lumpur yang pekat.

Pertanyaannya sekarang, kalau kita sudah terlanjur terpeleset dan kembali kotor, adakah 'filter' yang bisa kembali memurnikan kita jika ini yang terjadi? The good news is, yes there is. Tuhan tetap membuka pintu kesempatan kepada siapapun untuk berbalik dari jalan-jalan yang salah dan kembali kepada jalan kebenaran yang mengarah kepada keselamatan.

Akan hal ini, mari kita baca kitab 1 Yohanes. Surat ini ditujukan untuk orang-orang percaya. Dengan kata lain, surat ini dituliskan secara khusus untuk orang-orang Kristen yang sudah bertobat dan menerima Kristus. Yohanes mengerti bahwa setelah seseorang bertobat, akan selalu ada godaan yang berpotensi mengembalikannya ke dalam perangkap dosa. Misalnya kembali melakukan kebiasaan-kebiasaan buruk yang seharusnya sudah kita tinggalkan ketika kita telah menjadi ciptaan yang baru, atau tergoda untuk mencoba dosa-dosa baru.

(bersambung)


No comments :

Search

Bagi Berkat?

Jika anda terbeban untuk turut memberkati pengunjung RHO, anda bisa mengirimkan renungan ataupun kesaksian yang tentunya berasal dari pengalaman anda sendiri, silahkan kirim email ke: rho_blog[at]yahoo[dot]com

Bahan yang dikirim akan diseleksi oleh tim RHO dan yang terpilih akan dimuat. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Archive

Jesus Followers

Prayer Request

Community

Stats

eXTReMe Tracker