Friday, January 6, 2017

Kegelisahan

webmaster | 11:00:00 PM |
Ayat bacaan: Yakobus 4:8a
===================
"Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu."

Seorang guru yang sudah berkarir lebih dari 30 tahun suatu kali bercerita pada saya bahwa lewat pengalamannya yang panjang itu ia relatif bisa melihat anak-anak yang curang pada saat ujian. Menurutnya, biasanya anak-anak ini akan terlihat gelisah, menghindari tatap mata dengan pengawas dan sering curi-curi melihat posisi pengawas dari sisi matanya. Seperti apa orang yang gelisah saat sedang ujian? Biasanya dia celingak-celinguk melihat ke kiri ke kanan. Lalu melakukan banyak gerakan alias tidak bisa diam. Misalnya pura-pura meregangkan badan atau kepala atau seringkali tidak terlihat karena tertutupi punggung teman atau pura-pura memegang kertas ujian tinggi sampai menutup muka. "Kadang ngeselin, tapi kalau diingat-ingat lucu juga" katanya tergelak.

Itu baru contoh gelisah saat menyontek dalam ujian. Ada banyak kegelisahan lain yang bisa mendatangkan gangguan. Kalau kadar gelisahnya masih sedikit, mungkin kita hanya jadi tidak betah duduk diam dan lebih suka mondar mandir agar kegelisahan tersalurkan. Misalnya saat tengah menunggu sesuatu. Saat kadarnya meningkat, perut mulai terasa mulas dan keringat dingin. Kita jadi mudah kesal, sulit tidur, sering terbangun tengah malam karena mimpi buruk atau mengigau sambil berteriak-teriak. Dalam kadar sangat tinggi, ada juga yang mengakhiri hidupnya karena dihantui perasaan tidak tenang. Manusia mempunyai perasaan, dan pada saat ada sesuatu yang mengganggu perasaan kita maka kegelisahan bisa timbul. Ada banyak reaksi yang muncul ketika kegelisahan yang mengganggu ini datang dalam hidup, ada banyak alternatif cara yang mungkin diambil untuk mengatasinya. Tetapi tidak banyak orang yang segera datang kepada Allah, menjadikanNya sebagai jawaban atau solusi atas kegelisahan yang sedang berkecamuk di dalam diri kita.

Berbagai perasaan yang mengganggu seperti kegelisahan bisa datang menghampiri kita kapan saja. Tapi jangan biarkan itu terus berlarut-larut hingga berbagai kesulitan lain berdatangan sebagai akibatnya. Berusaha untuk mencari penyelesaian agar bisa kembali tenang itu baik sejauh tidak bertentangan dengan firman Tuhan. Tetapi jangan lupa pula bahwa di dalam Tuhanlah sebenarnya ada jawaban yang memampukan kita untuk menyelesaikannya dan keluar menjadi pemenang.

Daud mengetahui hal itu dan berkata: "Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku." (Mazmur 62:2). Dalam hubungan yang erat dengan Allah kita akan selalu bisa mendapatkan kekuatan dan penghiburan tanpa perlu memandang berat ringannya kegelisahan, kecemasan atau berbagai perasaan lainnya yang mengganggu hidup kita. Tidak banyak yang menyadari hal ini. Mereka malah semakin lupa kepada Tuhan dan lebih tertarik untuk terus bergelut dalam kegelisahan tanpa jawaban pasti. Saat kita tenang, itu berarti kita bebas dari gelisah. Yesus sudah menyatakan kesediaanNya untuk meringankan beban kita dengan berkata "Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu." (Matius 11:28).

Apakah sulit bagi kita untuk mendapatkan Tuhan? Alkitab mengatakan justru sebaliknya. "Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu." (Yakobus 4:8a). Dalam Perjanjian Lama lewat Yeremia kita bisa pula mendapatkan pesan Tuhan yang bunyinya demikian: "Dan apabila kamu berseru dan datang untuk berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mendengarkan kamu; apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati, Aku akan memberi kamu menemukan Aku." (Yeremia 29:12-14a). Lihatlah bahwa Tuhan sudah menyatakan kesediaanNya untuk meringankan beban kita, bahkan menyediakan "akses" yang begitu sederhana agar kita bisa menemukanNya.

Tuhan tidak pernah terlalu sibuk untuk kita. Siapapun kita, semuanya adalah ciptaanNya yang istimewa yang teramat sangat Dia kasihi. Tetapi kitalah yang seringkali lupa untuk mencariNya karena terlalu sibuk mencari cara mengatasinya dengan mengandalkan diri sendiri atau berharap pada orang lain.

Ketika berbagai bentuk perasaan yang mengganggu datang, saat kegelisahan menyelubungi kita, itu saatnya bagi kita untuk membenahi ulang hubungan kita dengan Tuhan dan kembali dekat kepadaNya. Mungkin kita sudah terlalu jauh dari Tuhan sehingga beban pikiran dan perasaan bisa begitu menguasai diri kita. Mungkin Tuhan sudah tidak lagi ada dalam hati kita karena terhimpit oleh berbagai ketakutan, kekuatiran dan kegelisahan kita atas masalah-masalah yang sedang dihadapi.

Tuhan sudah menyatakan bahwa Dia akan selalu siap memberi kelegaan, kembali menguatkan dan bentuk-bentuk pertolongan lainnya kepada siapapun yang mau datang kepadaNya, mencariNya dengan sungguh-sungguh. Apakah itu kegelisahan akan sesuatu yang belum jelas, apakah itu luka-luka atau kekecewaan di masa lalu, kenangan buruk, kondisi-kondisi traumatis akibat kegagalan di waktu lalu, kegelisahan menghadapi kesulitan, masa depan dan sebagainya, Tuhan lebih dari sanggup untuk melepaskan kita dari semua itu, tidak peduli seberat apapun.

Jika ada diantara teman-teman yang saat ini tengah mengalami kegelisahan, jangan biarkan itu berlarut-larut. Inilah saatnya untuk menyegarkan kembali hubungan pribadi anda dengan Tuhan. Jika anda merasa sudah dekat namun kegelisahan masih melanda, mungkin itu tandanya anda harus mulai mengaplikasikan iman yang di dalamnya terdapat pengharapan secara nyata dalam kehidupan rohani anda. Anda ingin mengalami hidup yang tenang, jauh dari kegelisahan tanpa terpengaruh oleh keadaan? Jawabannya ada pada Tuhan dan kedekatan anda denganNya.

Gelisah tidak akan mampu menggoyahkan orang yang punya hubungan dekat dengan Tuhan

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

No comments :

Search

Bagi Berkat?

Jika anda terbeban untuk turut memberkati pengunjung RHO, anda bisa mengirimkan renungan ataupun kesaksian yang tentunya berasal dari pengalaman anda sendiri, silahkan kirim email ke: rho_blog[at]yahoo[dot]com

Bahan yang dikirim akan diseleksi oleh tim RHO dan yang terpilih akan dimuat. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Archive

Jesus Followers

Stats

eXTReMe Tracker