Sunday, January 8, 2017

Perasaan Tidak Dimengerti

webmaster | 8:00:00 AM |
Ayat bacaan: Mazmur 139:1-3
=======================
"TUHAN, Engkau menyelidiki dan mengenal aku; Engkau mengetahui, kalau aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh. Engkau memeriksa aku, kalau aku berjalan dan berbaring, segala jalanku Kaumaklumi."

Saya termasuk beruntung karena punya kedua orang tua yang mengerti anaknya. Kedekatan saya dengan keduanya dan kemudahan saya berkomunikasi membuat saya relatif tidak punya masalah dengan masalah dimengerti. Belakangan setelah dewasa saya baru sadar kalau ternyata ada banyak orang yang tumbuh dewasa membawa masalah tentang hal ini. Semasa kecil orang tua terlalu sibuk, mereka hanya menginginkan anak mereka untuk mengikuti perintah mereka secara sepihak tanpa mau melihat apa yang menjadi masalah dalam diri anak-anaknya. Bisa makan, bisa sekolah, punya kamar tidur atau minimal tempat tidur, punya uang jajan, sudah kan? Jangan macem-macem lagi, pakai minta dimengerti segala. Itu pikir orang tua yang mengira bahwa gelontoran uang dan penyediaan kewajiban dasar untuk anak sudah lebih dari cukup untuk memenuhi peran sebagai orang tua. Suami terlalu sibuk kerja sehingga tidak lagi punya cukup waktu untuk mendengarkan istrinya. Istri terlalu sibuk dengan gadget sehingga tidak lagi mempedulikan kebutuhan-kebutuhan suami yang sudah lelah seharian mengais rejeki di luar rumah. Teman-teman ada disaat suka, tapi disaat duka hilang entah kemana. Mereka datang pada kita kalau butuh apa-apa, tapi begitu kita yang butuh, seribu satu alasan muncul. Kita bermaksud baik, tapi disalah-artikan terus. Alih-alih mau mendengar dahulu dan mencoba mengerti, belum apa-apa sudah langsung menyalahkan. Sudah mati-matian berusaha menerangkan duduk permasalahan, tetapi disepelekan. Pernahkah anda merasakan seperti itu, bahwa sepertinya tidak ada satupun orang yang (mau) mengerti?  Tidak ada yang peduli? Nobody understands. Nobody wants to understand. Nobody cares. 

Perasaan seperti ini berpotensi menghambat pertumbuhan rohani kita. Rasa tidak dipedulikan, tidak dianggap, tidak didengar, tidak dimengerti, semua itu bisa mengkontaminasi hati dan melahirkan berbagai masalah. Kalau sudah melahirkan masalah, bisa dibayangkan buah yang akan kita petik. Oleh karena itu kita tidak boleh membiarkan perasaan seperti ini terus bercokol dalam diri kita. Jika sudah terlanjur ada, kita harus tangani cepat, jika belum, kita harus jaga supaya kita jangan sampai kecolongan.

Manusia bisa mengecewakan, bahkan orang-orang yang kita anggap dekat dan seharusnya bisa mengerti kita sekalipun. Jika anda tengah menghadapi masa-masa seperti itu, ingatlah satu hal: ada Tuhan yang sangat mengenal anda. Dia tahu pasti apa yang menjadi permasalahan anda. Dia mengenal anda luar dalam dengan sangat baik. Tidak ada yang tersembunyi bagiNya, Dia tahu isi hati kita yang terdalam sekalipun.

Daud tahu benar akan hal itu. Lihatlah apa yang ia katakan dalam Mazmur. "TUHAN, Engkau menyelidiki dan mengenal aku; Engkau mengetahui, kalau aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh. Engkau memeriksa aku, kalau aku berjalan dan berbaring, segala jalanku Kaumaklumi." (Mazmur 139:1-3). Pemikiran-pemikiran seperti inilah yang menguatkan Daud dalam menjalani hidupnya yang tidak mudah. Daud tahu bahwa Tuhan mengenalnya, Tuhan tahu apa yang ia alami atau hadapi, ia mengerti setiap langkah Daud dalam hidupnya. Bagi saya ayat ini menunjukkan sebuah kedekatan dan saling pengertian yang sangat indah yang bisa terbangun antara manusia dengan Tuhan. Daud tahu, saat tidak ada manusia yang mengerti, ada Tuhan yang selalu mengerti dirinya dan keputusan-keputusan yang diambilnya.

Sebuah Firman Tuhan dalam Yesaya 29 menggambarkan betapa Tuhan sungguh mengetahui kita, karena kita adalah ciptaanNya sendiri. Jika Tuhan diibaratkan sebagai tukang periuk, dan kita adalah bejana yang dibentuk dari tanah liat olehNya sendiri, bisa kah kita berkata bahwa Tuhan, Sang Pencipta, tidak mengenal apa-apa tentang kita? "..Apakah tanah liat dapat dianggap sama seperti tukang periuk, sehingga apa yang dibuat dapat berkata tentang yang membuatnya: "Bukan dia yang membuat aku"; dan apa yang dibentuk berkata tentang yang membentuknya: "Ia tidak tahu apa-apa"? (Yesaya 29:16). Tuhan sungguh mengenal kita dengan baik, Dia sungguh peduli, namun seringkali kita-lah tidak mau mengenal Dia dengan sungguh-sungguh. Ketika Tuhan peduli, kita tidak peduli padaNya dan hanya menggantungkan harapan kepada manusia. Kita hanya berharap bisa dimengerti oleh orang lain dan melupakan kasih Tuhan yang selalu dicurahkan atas kita semua. Kita hanya ingin Tuhan mengabulkan semua permintaan kita, tapi kita tidak peduli untuk membangun hubungan yang kuat dan benar-benar intim denganNya. Kita peduli apa kata orang, tapi tidak peduli apa kata Tuhan. Kita mau dimengerti Tuhan, tapi kita tidak mau mengerti isi hatiNya.

Manusia bisa mengecewakan, tapi Tuhan tidak. Kalau kita sadar itu, seharusnya kita selalu mengandalkan Tuhan dalam segenap aspek kehidupan kita. Dia tidak pernah mengecewakan. "Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!" (Yeremia 17:7).

Ketika tidak ada orang mengerti, ingatlah ada Tuhan yang mengerti. Ketika tidak ada yang peduli, ketahuilah Tuhan selalu peduli. Ketika tidak ada yang mau mengenal anda lebih jauh, Tuhan sudah mengenal anda bahkan lebih dari anda mengenal diri anda sendiri. Tuhan tahu pasti apa yang menjadi pergumulan anda saat ini. Bahkan hal-hal yang mungkin terlalu berat untuk dikemukakan, sulit untuk diucapkan, Tuhan pun mengetahui itu semua. Tuhan sungguh mendengar jeritan hati kita. Anda merasa sendirian saat ini menghadapi segala sesuatu? Datanglah pada Tuhan. Dia sangat mengenal anda, mengerti anda, mengasihi anda dan peduli.

Tuhan tidak pernah mengecewakan karena Dia sangat mengenal dan mengasihi kita

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

No comments :

Search

Bagi Berkat?

Jika anda terbeban untuk turut memberkati pengunjung RHO, anda bisa mengirimkan renungan ataupun kesaksian yang tentunya berasal dari pengalaman anda sendiri, silahkan kirim email ke: rho_blog[at]yahoo[dot]com

Bahan yang dikirim akan diseleksi oleh tim RHO dan yang terpilih akan dimuat. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Archive

Jesus Followers

Prayer Request

Community

Stats

eXTReMe Tracker