Friday, December 23, 2016

To Whom Do We Belong?

webmaster | 8:00:00 AM |
Ayat bacaan: Galatia 3:29
==================
"Dan jikalau kamu adalah milik Kristus, maka kamu juga adalah keturunan Abraham dan berhak menerima janji Allah."

Ada sebuah lagu lama berjudul "Nobody's Child". Lagu ini pertama kali dinyanyikan pada tahun 1949 dan awalnya tidak terlalu sukses. Tapi kemudian waktu membuktikan bahwa lagu ini menjadi lagu klasik yang masih terus dinyanyikan ulang oleh begitu banyak artis dari masa ke masa sampai hari ini. Lagu ini bercerita tentang seorang anak yatim yang tidak ada yang mau mengadopsi karena ia terlahir buta. Lagu yang sangat menyedihkan. Saya membayangkan seorang anak yang buta duduk sedih di panti asuhan. Saat ia melihat teman-temannya satu persatu pergi mendapat kasih sayang dari orang tua baru yang mengadopsi mereka, ia tetap tersisihkan karena kondisinya tuna netra. Ia terlahir ke dunia bukan karena keinginannya, ia buta bukan karena kemauannya, tapi ia harus hidup menderita karena sesuatu yang bukan salahnya. "I'm nobody's child", "saya bukan anak siapapun."

Sekarang, mari kita berkaca dari lagu ini. Kita adalah manusia yang punya begitu banyak kelemahan, terus berbuat dosa. Kalau dosa kita diakumulasikan, kita harusnya diganjar hukuman berat. Logikanya, mana mungkin Tuhan yang kudus mau menganggap kita yang cemar sebagai anak? Tapi puji Tuhan, sebagai orang-orang percaya kita adalah milik Yesus. Dan karenanya kita dilayakkan untuk menjadi anak-anak Allah. Betapa besarnya anugerah itu.

Berapa banyak dari kita yang sadar bahwa kita adalah milik Yesus? Berapa banyak dari kita yang menyikapinya dengan benar? Lantas, sebagai miliknya apa yang menjadi janji Allah kepada kita? Coba bayangkan seandainya anda manusia biasa yang bukan siapa-siapa lalu diangkat anak oleh seorang raja. Saat anda sah menjadi anak raja, dengan sendirinya anda akan memiliki hak-hak sebagai anak raja dan berhak untuk menerima warisan dari raja. Hal seperti itulah tepatnya yang terjadi ketika kita sudah menjadi anak-anak Allah, sebuah status yang kita peroleh dengan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat dan percaya dalam namaNya. (Yohanes 1:12). Menerima Kristus, itu artinya kita menjadi milikNya, dan dengan demikian kita pun berhak atas janji Tuhan. Firman Tuhan berkata: "Dan jikalau kamu adalah milik Kristus, maka kamu juga adalah keturunan Abraham dan berhak menerima janji Allah." (Galatia 3:29). Lihatlah apa yang dikatakan ayat ini. Setiap orang yang menerima Yesus akan menjadi keturunan Abraham, dan oleh karenanya menjadi berhak untuk menerima apa yang dijanjikan Allah.

Seperti apa janji Allah itu? Tuhan menjanjikan segala kebaikan kepada kita seperti janjiNya yang telah Dia tepati kepada Abraham. Abraham menerimanya, maka kita pun berhak untuk itu. Ketika kita menjadi keturunan Abraham dengan menerima Kristus, otomatis warisan yang sama pun diturunkan kepada kita. Mari kita lihat apa kata Yesaya ratusan tahun sebelumnya. "Dengarkanlah Aku, hai kamu yang mengejar apa yang benar, hai kamu yang mencari TUHAN! Pandanglah gunung batu yang dari padanya kamu terpahat, dan kepada lobang penggalian batu yang dari padanya kamu tergali. Pandanglah Abraham, bapa leluhurmu, dan Sara yang melahirkan kamu; ketika Abraham seorang diri, Aku memanggil dia, lalu Aku memberkati dan memperbanyak dia. Sebab TUHAN menghibur Sion, menghibur segala reruntuhannya; Ia membuat padang gurunnya seperti taman Eden dan padang belantaranya seperti taman TUHAN. Di situ terdapat kegirangan dan sukacita, nyanyian syukur dan lagu yang nyaring." (Yesaya 51:1-3). Lihatlah bagaimana Tuhan memanggil Abraham ketika ia seorang diri. Tuhan kemudian memberkati dan memberikan keturunan yang banyak. Inilah yang akan berlaku pula bagi kita, seperti janji Tuhan.

Seperti halnya Abraham, kitapun dipanggil untuk memisahkan diri dari segala kebejatan dan kesesatan dunia ini. Itu akan membuat berkat-berkat Tuhan bisa mengalir deras tanpa hambatan dalam kehidupan yang terus meningkat. Hal seperti itulah yang tepatnya dikatakan Paulus: "Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna." (Roma 12:2).

Kita perlu melepaskan diri dari pengaruh dan kebiasaan serta pola pikir dunia agar bisa menerima segala janji yang telah diberikan Tuhan. Dalam Yesaya 51:3 kita bisa melihat kerinduan Tuhan untuk menghibur dan memulihkan segala sesuatu yang selama ini terbuang atau hancur dari dalam hidup kita. Kekuatan Tuhan sanggup merubah padang gurun yang paling gersang sekalipun untuk menjadi seindah taman Eden, dimana yang terdapat hanyalah kegirangan dan sukacita, nyanyian syukur dan lagu puji-pujian yang nyaring. Tuhan rindu untuk melakukannya. Semua janji ini bisa turun pada kita dengan syarat bisa kita baca pada Yesaya 51:1, yaitu menjadi orang-orang "yang mengejar apa yang benar dan terus bertekun mencari Tuhan". Tuhan adalah sumber kekuatan. Dia adalah gunung batu, tempat perlindungan kita yang kokoh, kuat dan teguh.

Tuhan ingin membuat hidup kita seindah taman Eden. Tuhan ingin mengubah penderitaan dan kesedihan kita menjadi sukacita dan kegembiraan. Dia ingin memberkati kita secara berkelimpahan, lebih dari yang anda bayangkan sekalipun. Tetapi ingatlah bahwa semua itu bukanlah untuk dipakai berfoya-foya atau demi kepentingan diri sendiri saja. Tuhan ingin segala yang telah Dia percayakan ke dalam tangan kita dipakai kembali untuk memuliakanNya. Pemazmur berkata: "Biarlah bersorak-sorai dan bersukacita orang-orang yang ingin melihat aku dibenarkan! Biarlah mereka tetap berkata: "TUHAN itu besar, Dia menginginkan keselamatan hamba-Nya!" (Mazmur 37:27). Dalam bahasa Ingrisnya dikatakan "Let the Lord be magnified. Who takes pleasure in the prosperity of His servant."

Menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat, percaya kepadaNya, itu akan mengantarkan kita untuk berhak menerima janji seperti yang diberikan Tuhan kepada Abraham. Selanjutnya tetaplah mengejar apa yang benar dan teruslah mencari Tuhan. Tuhan rindu untuk mengubah segala padang gurun dan padang belantara yang tengah kita alami menjadi taman Eden, tamannya Tuhan yang penuh dengan kegirangan, sukacita dan dipenuhi ucapan syukur.

I belong to Jesus, you belong to Jesus, we belong to Jesus

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

No comments :

Search

Bagi Berkat?

Jika anda terbeban untuk turut memberkati pengunjung RHO, anda bisa mengirimkan renungan ataupun kesaksian yang tentunya berasal dari pengalaman anda sendiri, silahkan kirim email ke: rho_blog[at]yahoo[dot]com

Bahan yang dikirim akan diseleksi oleh tim RHO dan yang terpilih akan dimuat. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Archive

Jesus Followers

Prayer Request

Community

Stats

eXTReMe Tracker