Saturday, December 10, 2016

Christlikeness in the Spirit of Our Mind (1)

webmaster | 8:00:00 AM |
Ayat bacaan: Filipi 2:5
=================
"Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus"

Baru saja rasanya kita memasuki tahun 2016. Tidak terasa kita sudah berada di bulan Desember. Sebelum masuk ke tahun yang baru, kita akan merayakan Natal terlebih dahulu, mengenang dan mensyukuri kelahiran Sang Juru Selamat yang datang ke dunia, yang didasari atas kasih Allah yang begitu besar kepada kita. Berkat anugerah yang sangat besar ini, kita tidak lagi harus binasa melainkan diperkenankan beroleh kehidupan yang kekal, seperti yang tertulis dengan sangat jelas pada Yohanes 3:16.

Bagaimana anda mengisi Natal tahun ini? Banyak diantara kita yang sudah mulai bersiap-siap untuk liburan, tukar menukar hadiah dengan orang-orang dekat yang kita kasihi dan berbagai perayaan lain. Beberapa pusat perbelanjaan sudah mulai berbenah mendekor dengan tema Natal. Lagu-lagu Natal yang syahdu dan ceria terdengar dimana-mana sehingga suasananya sudah sangat terasa. Sebagian dari kita pun sudah memasang pohon Natal dirumah yang menambah kebahagiaan seisi keluarga. Kelahiran Yesus memang sepantasnya kita sikapi dengan sukacita. Sebagai manusia tentu kita akan merayakannya melalui berbagai kegiatan yang diisi dengan kegembiraan. Tapi kita harus juga berpikir lebih jauh, apakah semangat Natal hanyalah berbicara atau berkaitan dengan pesta dan berbagai perayaan lainnya saja? Jika kegiatan kita hanya berkutat dalam hal-hal tersebut, maka itu tandanya kita belumlah memahami hakekat kedatangan Kristus ke dunia.

Natal adalah saat dimana kita merayakan kelahiran Yesus Kristus ke dunia. Seperti yang saya sebutkan di atas tadi, Natal ada karena kasih Tuhan yang begitu besar atas kita. Tuhan merelakan AnakNya yang tunggal turun ke dunia, mengambil rupa sama seperti kita, menebus dosa-dosa kita semua agar kita tidak binasa, melainkan bisa memperoleh kehidupan yang kekal. Lewat karya penebusan Kristus hubungan kita dengan Tuhan dipulihkan, sehingga hari ini kita bisa "dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia" (Ibrani 4:16). Ini sebuah anugerah luar biasa yang bisa kita nikmati hanya oleh penebusan Kristus.

Hari ini mari kita lihat sebuah pesan Paulus yang sangat penting untuk kita perhatikan. "Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus" (Filipi 2:5). We should think of having Christlikeness in the spirit of our mind. 

Pertama, lihatlah bahwa demi kita, Yesus tidak menganggap bahwa kesetaraanNya dengan Allah harus dipertahankan. Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat kita, "yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia." (ay 6-7)

Kedua, Yesus mau merendahkan diriNya untuk taat sepenuhnya menjalankan misi yang digariskan Tuhan sampai kepada kematianNya di atas kayu salib. Semua dilakukan demi menyelamatkan kita. "Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib." (ay 8). Ini semua Dia lakukan karena kasih yang begitu besar kepada kita, sehingga anugerah sebesar ini diberikan kepada kita yang sebenarnya tidak layak menerimanya.

Lewat anugerah sebesar ini sudah sepantasnya kita meneladani apa yang telah diperbuat Kristus untuk menjangkau sesama kita pula. Kita menaruh pikiran dan perasaan kita seperti halnya Yesus. We think the way He thinks, we love others the way He loves us. We do what Jesus does.

Tuhan Yesus memikirkan nasib manusia, Dia peduli dan mengasihi kita, dan karena itulah Natal ada. Jika Dia mau memikirkan nasib kita, tidakkah itu berarti bahwa kita pun harus merepresentasikan itu dengan mengasihi sesama kita juga? So, we should think, what would Jesus do? Kalau kita sepikiran dan seperasaan, kita tentu tahu dan melakukan seperti apa yang Dia akan lakukan.

Lewat pertobatan kita sesungguhnya sudah meninggalkan kehidupan lama kita yang penuh noda untuk diperbaharui dalam roh dan pikiran,  dan menggantikannya dengan sebentuk hidup sebagai manusia baru yang telah sesuai kehendakNya dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya sesuai kehendak Tuhan.

(bersambung)


No comments :

Search

Bagi Berkat?

Jika anda terbeban untuk turut memberkati pengunjung RHO, anda bisa mengirimkan renungan ataupun kesaksian yang tentunya berasal dari pengalaman anda sendiri, silahkan kirim email ke: rho_blog[at]yahoo[dot]com

Bahan yang dikirim akan diseleksi oleh tim RHO dan yang terpilih akan dimuat. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Archive

Jesus Followers

Prayer Request

Community

Stats

eXTReMe Tracker