Monday, December 5, 2016

Keledai (1)

webmaster | 8:00:00 AM |
Ayat bacaan: Matius 21:2b-3
=======================
"Lepaskanlah keledai itu dan bawalah keduanya kepada-Ku. Dan jikalau ada orang menegor kamu, katakanlah: Tuhan memerlukannya. Ia akan segera mengembalikannya."

Kenapa keledai digambarkan sebagai hewan bodoh? Ada yang bilang kalau keledai sebenarnya bukan hewan bodoh melainkan keras kepala. Dari sana kemudian terjadi pergeseran menjadi bodoh. Kebetulan secara fisik keledai mirip kuda, tapi lebih kecil dan kurang gagah. Keledai sangat mirip kuda, tapi tidak terlihat kekar dan gagah. Kupingnya yang lebih panjang pun membuat keledai semakin kehilangan 'harga dirinya'. Saya tidak tahu pasti kenapa keledai dianggap bodoh, tapi yang pasti hampir di semua negara di dunia keledai yang malang ini dianggap sebagai simbol kebodohan. Kalau anda dengar orang bilang, "Dasar keledai...", anda akan segera menyimpulkan bahwa yang disebut sebagai keledai pasti orang yang bodoh, yang berbuat kesalahan berkali-kali dan sejenisnya. Bukankah ada juga pepatah yang berkata: "Keledai saja tidak terjerumus ke dalam lubang yang sama untuk kedua kalinya?" Bagi yang punya keledai, saya beberapa kali membaca bahwa keledai ternyata tidaklah sebodoh apa yang dianggap orang. Tapi pintar atau tidak, apa yang menarik adalah bahwa keledai ternyata berulang kali dipergunakan dalam pandangan yang berbeda baik dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru, bahkan oleh Yesus sendiri.

Kalau mengacu pada  bukti-bukti sejarah dan catatan Alkitab menunjukkan bahwa kuda adalah binatang yang umum digunakan dalam ketentaraan masyarakat jaman dahulu di Timur Tengah. Kuda sering dipandang sebagai simbol kegagahan/kekuatan bahkan kekuasaan. Memiliki kavaleri atau pasukan berkuda akan membuat sebuah bangsa merasa kuat untuk menghadapi peperangan di medan yang berat. Uniknya, berkali-kali dalam Perjanjian Lama Tuhan mengingatkan bangsa Israel untuk tidak mengandalkan kuda. Contohnya peringatan yang hadir lewat Yesaya berikut ini: "Sebab orang Mesir adalah manusia, bukan allah, dan kuda-kuda mereka adalah makhluk yang lemah, bukan roh yang berkuasa. Apabila TUHAN mengacungkan tangan-Nya, tergelincirlah yang membantu dan jatuhlah yang dibantu, dan mereka sekaliannya habis binasa bersama-sama." (Yesaya 31:3). Tuhan ternyata lebih menganjurkan bangsa Israel untuk memilih keledai yang lebih kecil dan lebih lemah dari kuda. Itu untuk menunjukkan bahwa bukan soal kudanya yang penting, tetapi penyertaan Tuhan, Tuhan ingin kita mengandalkanNya dan bukan kekuatan-kekuatan di dunia ini.

Selanjutnya, kita juga melihat keledai disebutkan berkali-kali sebagai tanda kekayaan. Ayub awalnya dikenal sebagai orang yang sangat kaya, dan Alkitab menyebutkan bahwa Ayub memelihara banyak keledai betina, artinya ia beternak keledai. (Ayub 1:14). Kelak setelah Ayub melewati segala cobaan dan dipulihkan serta diberkati lebih dari sebelumnya, Alkitab kembali mencatat bahwa salah satu ternaknya adalah keledai, dimana keledai betinanya mencapai seribu ekor. (42:12).

Beberapa kali pula Tuhan menunjukkan perhatianNya kepada keledai. Lihatlah dalam kisah Bileam bagaimana Tuhan menggunakan keledai yang ditunggangi Bileam untuk menegurnya dalam Bilangan 22:21-35 seperti yang bisa dibaca dalam renungan kemarin. Dalam kesempatan lain kita bisa melihat Tuhan menegur bangsa Israel yang memberontak dengan membandingkan mereka dengan keledai. "Lembu mengenal pemiliknya, tetapi Israel tidak; keledai mengenal palungan yang disediakan tuannya, tetapi umat-Ku tidak memahaminya." (Yesaya 1:3). Tuhan bilang keledai malahan lebih setia, lebih tahu berterima kasih dan lebih tahu menghargai ketimbang bangsa Israel.

Selanjutnya kita tahu pula kisah Yesus memasuki Yerusalem. (Matius 21:1-11, Markus 11:1-10, Lukas 19:28-38, Yohanes 12:12-15). Saat itu Tuhan Yesus menyuruh dua orang muridNya untuk masuk ke kampung dan mengambil seekor keledai betina dan anaknya untuk dibawa kepadaNya. "Pergilah ke kampung yang di depanmu itu, dan di situ kamu akan segera menemukan seekor keledai betina tertambat dan anaknya ada dekatnya. Lepaskanlah keledai itu dan bawalah keduanya kepada-Ku. Dan jikalau ada orang menegor kamu, katakanlah: Tuhan memerlukannya. Ia akan segera mengembalikannya." (Matius 21:2-3).

Secara spesifik Yesus mengatakan langsung bahwa Dia memerlukan keledai itu untuk melakukan sesuatu yang tentu saja penting. Keledai itu diperlukan dalam melayani. Lihat bahwa keledai sekalipun bisa dipakai Tuhan secara khusus dan istimewa seperti itu.

(bersambung)


No comments :

Search

Bagi Berkat?

Jika anda terbeban untuk turut memberkati pengunjung RHO, anda bisa mengirimkan renungan ataupun kesaksian yang tentunya berasal dari pengalaman anda sendiri, silahkan kirim email ke: rho_blog[at]yahoo[dot]com

Bahan yang dikirim akan diseleksi oleh tim RHO dan yang terpilih akan dimuat. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Archive

Jesus Followers

Stats

eXTReMe Tracker