Friday, December 30, 2016

Pak Pos (1)

webmaster | 8:00:00 AM |
Ayat bacaan: Daniel 10:13
====================
"Pemimpin kerajaan orang Persia berdiri dua puluh satu hari lamanya menentang aku; tetapi kemudian Mikhael, salah seorang dari pemimpin-pemimpin terkemuka, datang menolong aku, dan aku meninggalkan dia di sana berhadapan dengan raja-raja orang Persia."

Berprofesi sebagai pengantar surat/paket alias pak pos tampaknya pekerjaan yang ringan. Relatif tidak diperlukan ilmu tinggi untuk bisa melakukannya, hanya waktu dan tenaga yang sepertinya dibutuhkan. Saya pernah ngobrol dengan seorang pak pos sambil menunggu hujan reda. Ia bercerita bahwa 'musuh' terbesarnya selain cuaca adalah anjing galak. Saat pemilik rumah tidak berada di rumahnya, anjing yang ada di pekarangan bisa jadi masalah tersendiri buat mereka. Kalau suratnya dilempar nanti dirobek-robek, kalau dibawa lagi ya bakalan repot harus kembali keesokan harinya. Tapi itu belumlah seberapa dibanding para pak pos di jaman dahulu yang harus mengantarkan surat ke garis depan di masa perang.

Foto yang saya pakai di samping diambil dari masa perang dunia pertama, menjelang natal. Anda bisa lihat ada begitu banyak paket dan surat yang ia bawa sampai ke bunker di barisan paling depan. Ancaman tertembak, kena bom, itu menjadi resiko mereka. Kalau tentara punya senjata, pak pos tidak. Itu membuat mereka lebih terancam karena tidak bisa melawan balik. Yang lebih menyedihkan, banyak diantara surat yang mereka antar dengan mempertaruhkan nyawa gagal menemui orang yang dituju karena sudah keburu tewas dalam perang. Kalau sudah begitu, biasanya mereka akan membawa kembali surat kepada si pengirim dengan disertai catatan bahwa orang yang dituju sudah tiada. Jika itu bingkisan berisi makanan atau barang-barang, teman satu peletonnya yang akan membuka dan menggunakannya.

Malaikat-malaikat pun sering diutus Tuhan sebagai pengantar pesan, membawa pesan dari Surga ke bumi, kepada kita orang-orang percaya. Seperti halnya pak pos atau kurir surat di atas, apa yang dialami para malaikat inipun seringkali tidak mudah. Mengapa? Karena iblis sedari dulu hingga sekarang tidak akan pernah berpangku tangan membiarkan pesan dari Tuhan itu sampai kepada kita.

Dalam kitab Daniel kita bisa melihat sebuah keterangan yang sangat jelas akan hal ini. Pada suatu kali Daniel mendapat sebuah penglihatan di tepi sungai Tigris. Sosok malaikat turun menghampiri dia. Daniel melihatnya dengan jelas dan memberikan deskripsi lengkap mengenai malaikat utusan Tuhan yang menjumpainya ini. "kuangkat mukaku, lalu kulihat, tampak seorang yang berpakaian kain lenan dan berikat pinggang emas dari ufas. Tubuhnya seperti permata Tarsis dan wajahnya seperti cahaya kilat; matanya seperti suluh yang menyala-nyala, lengan dan kakinya seperti kilau tembaga yang digilap, dan suara ucapannya seperti gaduh orang banyak." (Daniel 10:5-6).

Kepada Daniel, sang malaikat menceritakan bagaimana sulitnya ia menerobos halangan penguasa-penguasa udara kerajaan Persia. "Pemimpin kerajaan orang Persia berdiri dua puluh satu hari lamanya menentang aku; tetapi kemudian Mikhael, salah seorang dari pemimpin-pemimpin terkemuka, datang menolong aku, dan aku meninggalkan dia di sana berhadapan dengan raja-raja orang Persia." (ay 13).

Pemimpin kerajaan Persia ini dalam bahasa Inggris disebut dengan the prince of Persia, atau roh-roh pelindung kerajaan Persia. Roh-roh ini sempat sukses memperlambat malaikat itu untuk mencapai Daniel seperti yang ditugaskan Allah kepadanya selama dua puluh satu hari lamanya. Untunglah kemudian Mikhael, satu dari para pemimpin malaikat datang membantu. Ia kemudian menghadapi serangan anak buah iblis ini sehingga malaikat utusan Tuhan itu bisa meneruskan perjalanannya untuk menjumpai Daniel.

Apa yang dilakukan iblis ini adalah sesuatu yang klasik, yaitu pekerjaan yang sudah menjadi makanannya sejak semula. Dulu begitu, sampai hari ini pun tetap sama. Iblis akan selalu berusaha dengan segala daya upaya untuk menghalangi, memperlambat laju atau bahkan menggagalkan pesan-pesan Tuhan untuk sampai kepada manusia. Bisa jadi lewat gangguan-gangguan ketika kita membaca Alkitab, gangguan disaat kita sedang serius mendengar kotbah di gereja, berusaha memecahkan konsentrasi kita saat berdoa, membuat iman kita lemah dengan berbagai rasa takut, mencoba menggoyahkan keyakinan kita dan lain-lain. Pendek kata, ada seribu satu cara iblis untuk menghalangi pesan-pesan Tuhan untuk sampai kepada kita.

(bersambung)


No comments :

Search

Bagi Berkat?

Jika anda terbeban untuk turut memberkati pengunjung RHO, anda bisa mengirimkan renungan ataupun kesaksian yang tentunya berasal dari pengalaman anda sendiri, silahkan kirim email ke: rho_blog[at]yahoo[dot]com

Bahan yang dikirim akan diseleksi oleh tim RHO dan yang terpilih akan dimuat. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Archive

Jesus Followers

Prayer Request

Community

Stats

eXTReMe Tracker