Thursday, November 26, 2015

Ujian

webmaster | 8:00:00 AM |
Ayat bacaan: Amsal 24:10
====================
"Jika engkau tawar hati pada masa kesesakan, kecillah kekuatanmu."

Apa yang harus anda lakukan jika ingin naik kelas? Dalam setiap jenjang pendidikan, orang hanya bisa naik kelas apabila sudah melewati ujian. Belajar, lalu ujian. Yang lulus naik kelas, yang tidak lulus apa boleh buat, mengulang kembali. Semakin tinggi jenjangnya, semakin sulit pula ujiannya. Ujian di SD akan berbeda dengan SMP, dan meningkat di SMA. Pada masa perkuliahan anda harus melewati setiap mata kuliah yang tetap melalui ujian, dan untuk meraih gelar sarjana anda harus mempertahankan skripsi anda di depan dosen penguji. S2, S3, Profesor, ujiannya akan jauh lebih berat lagi. Selama kita masih hidup, kita harus terus belajar. Belajar untuk memperoleh ilmu pengetahuan, juga belajar mengenai kehidupan. Kita tidak bisa berharap naik kelas tanpa melalui ujian. Dengan kata lain, ujian adalah sarana untuk naik ke tingkatan lebih tinggi. Meski dalam menghadapi ujian kita harus belajar keras dan seringkali ujian itu tidak enak, tapi kita akan bergembira apabila mampu melewatinya dan kemudian menapak lebih tinggi, selangkah demi selangkah.

Bagaimana dengan proses keimanan kita? Sama, kita juga harus naik kelas. Semakin dewasa, semakin bijaksana, semakin dekat dengan Tuhan, semakin mengerti dan melakukan FirmanNya. Seperti proses pendidikan, untuk bisa naik kelas dalam hal iman pun akan ada ujian-ujian yang harus kita lewati agar bisa naik kelas. Selalu memusingkan dan cukup menyita pikiran jika menghadapi ujian, tetapi ujian tetap diperlukan karena itu bisa membawa kita untuk naik.

Ujian bisa hadir dalam berbagai bentuk, termasuk salah satunya lewat hadirnya masalah dalam hidup kita. Dalam menghadapi berbagai ujian dalam hidup kita lewat segala macam permasalahan, kita selalu diingatkan agar jangan sampai hilang pengharapan, patah semangat dan menyerah. Lewat cara menyikapi ujian-ujian permasalahan itulah kita akan tahu sampai dimana kita kenal Yesus, sampai dimana iman kita, dan mengetahui apakah kita sudah layak naik tingkat atau tidak. Jika kita gampang menyerah, itu artinya kita belum mampu untuk percaya sepenuhnya kepada kuasa Kristus. Kita belum kenal betul pribadiNya yang luar biasa, yang jauh melebihi masalah terberat apapun dalam hidup kita.

Lihatlah apa yang tertulis dalam Amsal. "Jika engkau tawar hati pada masa kesesakan, kecillah kekuatanmu." (Amsal 24:10). Ujian yang dihadapi dengan sikap putus asa tidak akan menghasilkan apa-apa. Itu tidak akan membawa kekuatan dan peningkatan apapun buat kita. Ujian demi ujian yang kita hadapi akan mampu membawa kita ke level yang lebih tinggi, Jika kita menyikapinya dengan benar, tetap dalam pengharapan yang tidak pernah padam di dalam Kristus, kita akan mendapatkan hasil luar biasa dalam pertumbuhan iman kita.

Lihatlah apa yang dihadapi tokoh-tokoh Alkitab. Mereka bertemu dengan ujian-ujian yang sungguh berat, yang bagi logika manusia kelihatannya tidak masuk akal. Tapi mereka berhasil membuktikan bahwa percaya sepenuhnya pada Tuhan akan membawa hasil luar biasa. Daud ketika masih sangat muda harus bertemu dengan Goliat. Itu ujian yang tidak main-main dan beresiko nyawa sebagai taruhannya. Tapi Daud sukses, dan dari sanalah Daud kemudian dikenal. Abraham mengalami ujian yang sungguh berat. Menanti janji Tuhan begitu lama di usia yang sangat lanjut, dan ketika ia memperolehnya, ia diminta mengorbankan anaknya. Tapi Abraham percaya pada Tuhan, dan ia melalui ujian dengan sukses gemilang. Ia pun disebut bapa orang beriman lewat serangkaian ujian tersebut. Ujian boleh datang, namun cara kita menyikapinyalah yang akan membuat perbedaan.

Yakobus menyampaikan hal sama. "Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan. Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun." (Yakobus 1:2-4). Kita ternyata diajarkan untuk menghadapi ujian dengan bahagia, dengan sukacita. Kenapa? Orang yang dihadapkan pada ujian hanyalah orang-orang yang punya peluang untuk naik kelas. Kalau mereka sudah pasti tidak bakal naik, buat apa repot-repot ujian? Karenanya kita harus berbahagia apabila berhadapan dengan ujian, karena itu artinya kita sudah dianggap layak naik ke tingkat lebih tinggi. Kita akan sanggup menghadapi ujian dengan tenang dan seperti kata Yakobus, dengan bahagia, apabila kita tahu buah apa saja yang bisa dihasilkan lewat ujian-ujian yang berat itu. Kita tidak akan bisa bertumbuh dan naik level apabila kita tidak melewati ujian.

Jika anda saat ini tengah menghadapi ujian dan ujian itu terasa sangat berat, ingatlah ayat berikut ini: "Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya." (1 Korintus 10:13). Beberapa poinnya:
- ujian itu biasa
- itu tidak akan melebihi/melampaui kekuatan atau kesanggupan kita
- dan layaknya sebuah ujian, jawaban/solusi atau jalan keluar sebenarnya sudah disediakan Tuhan sehingga kita tidak harus takut menghadapinya

Jangan sampai kita tawar hati dan patah semangat, hilang pengharapan dan kemudian menyerah. Don't give up! Kita tidak akan memperoleh hasil apa-apa selain kegagalan dengan tawar hati. Bukannya baik, malah merugikan dan hanya akan menambah masalah saja. Bukankah sayang apabila kita sudah bergumul dengan masalah tapi hasilnya nihil atau malah bertambah-tambah susahnya?

 Tanpa ujian, kita akan berjalan di tempat, atau malah makin merosot. Karenanya, hadapilah ujian dengan penuh ungkapan syukur. Jika sedang ujian, berbahagia dan bersyukurlah. Hadapi dengan baik dan menangkan. Jangan lari daripadanya, jalani sambil terus berpegang teguh pada Tuhan. Jangan tawar hati. Itu akan mendatangkan penyakit dan banyak masalah baru. Anda sedang ujian? Selamat ujian, semoga anda lulus dan segera naik ke tingkatan iman yang lebih tinggi.

Hanya orang yang layak bisa ujian untuk naik ke level berikutnya

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

No comments :

Search

Bagi Berkat?

Jika anda terbeban untuk turut memberkati pengunjung RHO, anda bisa mengirimkan renungan ataupun kesaksian yang tentunya berasal dari pengalaman anda sendiri, silahkan kirim email ke: rho_blog[at]yahoo[dot]com

Bahan yang dikirim akan diseleksi oleh tim RHO dan yang terpilih akan dimuat. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Archive

Jesus Followers

Prayer Request

Community

Stats

eXTReMe Tracker