Thursday, November 5, 2015

Pencitraan (1)

webmaster | 8:00:00 AM |
Ayat bacaan: Matius 6:1
===================
"Ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga."

Masalah pencitraan, mungkin Indonesia juaranya. Di negara ini pencitraan menjadi hal yang sangat penting, bahkan melebihi hal-hal lain yang seharusnya lebih substansial. Lebih baik ngutang ketimbang dianggap kere saat mengadakan jamuan, bukankah itu merupakan salah satu bentuk pencitraan yang kerap kita lihat, atau jangan-jangan masih menjadi pola pikir kita? Atau saat kita rela habis-habisan supaya tidak kalah gaya dalam mengoleksi barang bermerek. Ada yang gede omong supaya kelihatan elit, ada yang menjadikan dirinya bagai mannequin atau boneka pajangan. Para calon pejabat yang sibuk ngiklan dengan berbagai cara Yang lebih parah lagi, ada banyak pula orang-orang yang melakukan pencitraan dalam hal keimanan. Lihat orang-orang yang memakai atribut-atribut keagamaan untuk menunjukkan kehebatan mereka. Cara ngomong yang sok agamis tapi kelakuan jauh dari omongan. Malah kedok agama dipakai untuk melakukan korupsi, penipuan sampai berbagai tindak kekerasan. Itu kan yang sering kita saksikan? Ada juga yang dalam usaha memperbaiki citra yang terlanjur buruk kemudian tampil memakai atribut atau simbol agama. Terdakwa di pengadilan merupakan salah satu catwalk paling nyata. Pencitraan, pencitraan, pencitraan. Semua itu duniawi, karena Tuhan tidak akan tertipu oleh kedok yang dipakai manusia mau sehebat apapun. Tapi meski duniawi, itu ternyata jauh lebih menarik di mata manusia ketimbang mementingkan Tuhan dalam menjalankan kewajiban sebagai umatNya di bumi ini.

Dalam banyak hal orang pun banyak mengejar hal ini, lebih mementingkannya dibanding memelihara hati agar berkenan di hadapan Tuhan. Apa yang tampak luar itu jauh lebih penting ketimbang apa yang terbentuk di dalam. Yang penting kinclong di luar, selebihnya tidak masalah. Ironisnya di jaman Yesus turun ke dunia hal seperti ini pun sudah nyata-nyata terjadi. Orang-orang Farisi dan para ahli Taurat seharusnya merupakan tokoh-tokoh agama yang jadi panutan. Mereka mendalami betul isi kitab Taurat dan kitab-kitab nabi. Tetapi lihatlah bagaimana mereka terjebak kepada kepentingan duniawi. Mereka lebih ingin menonjolkan kehidupan beragama mereka di hadapan publik, bahkan tidak segan-segan mempertontonkannya sebanyak mungkin. Mereka lebih mementingkan status dan penghormatan di mata orang. Mereka ingin terlihat paling suci, paling benar dan paling terkemuka. Mereka tidak lagi peduli terhadap Tuhan, karena apa yang mereka butuhkan hanyalah pencitraan agar bisa memanipulasi dan mengeruk keuntungan dari masyarakat. Mirip kan dengan yang dilakukan banyak orang hari ini? Bukan barang baru, sudah jelas buruk, tapi masih saja ditiru.

Yesus dengan tegas menentang hal ini. Yesus membongkar kemunafikan mereka dan mengingatkan bahwa apa yang penting sebenarnya jauh lebih besar dari pembentukan pencitraan di mata masyarakat. Kehidupan dan hati yang berkenan di hadapan Tuhan itu jauh lebih penting. Bagaimana citra kita di mata Tuhan itu sesungguhnya jauh lebih bernilai ketimbang pencitraan di mata orang lain. Perhatikan baik apa kata Yesus berikut. "Ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga." (Matius 6:1).

Betapa sia-sianya orang yang sibuk beribadah dan melakukan kewajiban-kewajiban agama seperti berbuat baik, membantu sesama, memberi sedekah dan lain-lain yang ditujukan hanya untuk membentuk kesan, persepsi atau citra di mata masyarakat. Yesus dengan tegas mengatakan semua itu tidak ada upahnya, alias sia-sia. Ketika para politisi atau selebriti sibuk memamerkan bagaimana mereka memberi sedekah di televisi dan sebagainya menjelang hari besar atau pada masa kampanye, Yesus berkata "Jadi apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu, seperti yang dilakukan orang munafik di rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong, supaya mereka dipuji orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya." (ay 2). Kemunafikan adalah racun yang mematikan bagi keselamatan seseorang. Orang Farisi dan para ahli Taurat melakukannya, dan hari ini ironisnya masih banyak orang yang terjebak pada hal yang sama. Tidak tertutup pula kemunafikan ini hinggap dalam hidup orang-orang percaya sekalipun. Mereka lebih tertarik kepada tata cara dan tradisi peribadatan, lebih peduli terhadap apa kata orang, terlihat begitu suci di luar tetapi di dalam penuh kecurangan. Di luar tampak ramah tetapi di dalam penuh kebencian. Atau begitu mudah menghakimi orang lain karena menganggap diri paling benar dan berhak untuk itu.

Firman Tuhan mengatakan seperti ini: "Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati." (1 Samuel 16:7). Mencari ketenaran, pamor atau popularitas di mata manusia di muka bumi yang fana ini tidaklah penting. Perjalanan di bumi ini singkat jika dibandingkan dengan kekekalan yang akan kita masuki setelah fase di bumi selesai. Apa yang kita lakukan seharusnya untuk Tuhan dan bukan untuk dipertontonkan kepada orang lain.

Tuhan yang mengasihi kita sudah menjamin keselamatan kita, dan Dia ingin kita kelak bersama dengan Dia menikmati kehidupan kekal yang penuh damai, sukacita tanpa ratap tangis. Bisakah manusia yang sama dengan kita memberikan itu? Tentu tidak. Lalu buat apa kita repot-repot mencari pujian dan popularitas di mata manusia lalu melupakan pentingnya memelihara hidup agar berkenan bagi Tuhan? Singkatnya seperti bagaimana Firman Tuhan berkata: "Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia kehilangan nyawanya." (Markus 8:36).

(bersambung)


No comments :

Search

Bagi Berkat?

Jika anda terbeban untuk turut memberkati pengunjung RHO, anda bisa mengirimkan renungan ataupun kesaksian yang tentunya berasal dari pengalaman anda sendiri, silahkan kirim email ke: rho_blog[at]yahoo[dot]com

Bahan yang dikirim akan diseleksi oleh tim RHO dan yang terpilih akan dimuat. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Archive

Jesus Followers

Prayer Request

Community

Stats

eXTReMe Tracker