Sunday, April 20, 2014

Karakteristik Orang Benar (2) : Pohon Aras

webmaster | 8:00:00 AM |
(sambungan)

Setelah kemarin kita melihat tentang pohon korma, hari ini mari kita lihat karakteristik pohon aras yang tumbuh subur di Libanon. Pohon aras adalah sebuah pohon yang menyerupai pohon cemara. Menurut para ahli sejarah, pada masa itu pohon aras memang tumbuh subur di Libanon. Apa yang hebat dari pohon ini adalah kekuatan kayunya. Pohon ini punya jenis kayu yang  tidak mudah lapuk. Semakin tua kayunya semakin kuat. Pohon ini juga tahan terhadap perubahan cuaca. Tidaklah heran jika di masa itu pohon aras sering dipakai untuk tiang penyangga, mulai dari rumah-rumah pejabat penting, gedung istana sampai Bait Allah. Dalam kitab Raja Raja kita dapat mendapatkan gambaran mengenai keistimewaan pohon aras. Ketika Salomo membangun istananya, ia banyak menggunakan pohon aras yang berasal dari Libanon. Di dalam istananya, "Ia mendirikan gedung "Hutan Libanon", seratus hasta panjangnya dan lima puluh hasta lebarnya dan tiga puluh hasta tingginya, disangga oleh tiga jajar tiang kayu aras dengan ganja kayu aras di atas tiang itu. Gedung itu ditutup dari atas dengan langit-langit kayu aras, di atas balok-balok melintang yang disangga oleh tiang-tiang itu, empat puluh lima jumlahnya, yakni lima belas sejajar." (1 Raja Raja 7:2-3). Istana Salomo yang megah ternyata disangga oleh tiang-tiang kayu aras.

Jadi orang benar pun akan memiliki karakteristik yang sama. Orang benar akan tumbuh menjadi pribadi-pribadi yang kuat. Tahan banting dalam situasi, kondisi apapun. Tidak mudah menyerah, tidak lapuk, tidak lemah. Orang-orang benar akan mampu menjadi agen-agen perubahan menuju tatanan dunia yang lebih baik, bahkan bisa bertindak sebagai tiang penyangga bagi kehidupan sesama. Dengan demikian orang-orang benar akan menjadi panutan terlebih pada masa di mana dunia terus terseret arus-arus penyesatan sehingga orang semakin kesulitan menemukan dan mengetahui kebenaran. Kalau kita sebagai anak-anak Tuhan ikut terseret arus, siapa lagi yang bisa menyatakan kasih Tuhan di dunia ini? Untuk bisa sampai kesana, diperlukan pribadi-pribadi tangguh, kuat,  berkomitmen, penuh tanggung jawab dan bergerak didasarkan oleh kasih yang mengalir dari Bapa Surgawi. Orang-orang benar punya kekuatan seperti pohon aras yang bukan saja menunjukkan bagaimana kuatnya kehidupan yang berpusat pada Tuhan tapi juga mampu menjadi tiang penyangga yang reliable atau terpercaya.

Setelah melihat karakteristik pohon korma dan aras, jelaslah bagi kita bahwa Pemazmur tidak sembarangan mengambil perumpamaan mengenai pohon korma dan pohon aras untuk menggambarkan pribadi orang benar. Seperti itulah orang benar diharapkan untuk hidup. Berakar kuat, mampu mengatasi hambatan untuk terus bertumbuh, mampu hidup di tengah kesulitan, mampu berbuah dan menjadi penyegar yang mendatangkan sukacita bagi orang-orang disekitarnya. Kemudian mampu pula menjadi tiang penyangga yang kuat dalam kehidupan. Inilah yang bisa dicapai dan seharusnya dilakukan oleh orang-orang benar.

Sekarang sebagai pohon, bagaimana agar kita bisa terus tumbuh, bertunas dan berbuah? Yesus sudah memberitahukannya. "Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku." (Yohanes 15:4). Lalu Yesus berkata: "Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa." (Ay 5). Untuk bisa berbuah dan menjadi berkat bagi sesama, kita hendaklah tinggal dan berakar kuat di dalam Kristus. Tanpa itu, semua hanyalah akan sia-sia. Hanya ketika kita berbuah banyaklah kita bisa memuliakan Tuhan. "Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku." (ay 8).

Menjadi garam (Matius 5:13) dan terang (ay 14-16) sudah menjadi tugas orang-orang benar. Agar bisa menjadi garam dan terang kita harus mampu menjadi orang-orang benar yang sejati, dimana kita akan bertunas seperti pohon korma dan tumbuh subur pohon aras. Orang-orang benar akan mampu menjadi saluran berkat bagi sesamanya, dan tidak akan pernah menyimpan berkat itu sendirian saja untuk kepentingan diri sendiri. Ingatlah firman Tuhan bahwa hakekat kita menerima berkat sesungguhnya adalah untuk memberkati orang lain. "....hendaklah kamu memberkati, karena untuk itulah kamu dipanggil, yaitu untuk memperoleh berkat." (1 Petrus 3:9) Mari kita periksa diri kita. Sudahkah kita menjadi oase di padang gurun, menjadi tempat perlindungan bagi mereka yang memerlukan, menjadi pohon korma berbuah lebat yang memberi sukacita dan berkat bagi banyak orang atau kita malah ikut-ikutan menjadi tandus dan kering? Sudahkah kita menjadi tiang penyangga yang kuat bagai kayu pohon aras, tumbuh subur dengan kekuatan yang luar biasa, atau kita masih gampang goyang diterpa angin, lemah dan justru selalu goyah sehingga butuh penyangga dari orang lain? Orang benar pada hakekatnya haruslah bisa mengacu kepada pertumbuhan pohon korma dan kesuburan pohon aras. Itulah yang akan membuat kita bisa membagi berkat bagi banyak orang dan memuliakan Tuhan di dalamnya.

Bertunaslah dan berbuahlah seperti pohon korma dan bertumbuh kuatlah bagai pohon aras agar bisa menjadi berkat dan penyangga yang kuat bagi sesama

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

No comments :

Search

Bagi Berkat?

Jika anda terbeban untuk turut memberkati pengunjung RHO, anda bisa mengirimkan renungan ataupun kesaksian yang tentunya berasal dari pengalaman anda sendiri, silahkan kirim email ke: rho_blog[at]yahoo[dot]com

Bahan yang dikirim akan diseleksi oleh tim RHO dan yang terpilih akan dimuat. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Archive

Jesus Followers

Prayer Request

Community

Stats

eXTReMe Tracker